Tuesday, June 25, 2013

Seri Jihad Moro : Peta Wilayah Moro



Selama ini mungkin berita jihad Moro tidak terlalu banyak diketahui oleh kaum Muslimin. Itulah sebabnya pada kesempatan kali ini, kami akan mulai menurunkan kajian Jihad Moro dengan harapan akan menjadi pemahaman kaum Muslimin seperti medan-medan jihad lainnya.

Bumi Moro yang sekarang biasa dikenal dengan “Southern Philippines” (Pilipina Selatan) adalah gabungan dari Pulau Mindanao (pulau terbesar kedua setelah Pulau Luzon yang mayoritas kristen), pulau Sulu, Palawan, Basilan, Tawi-tawi, Saranggani dan pulau-pulau sekitarnya.

Luas area Bumi Moro sekitar 116.895 km2 (lebih dari sepertiga dari luas keseluruhan pulau-pulau di Philipina), dengan populasi penduduk lebih dari 20 juta jiwa dengan populasi Muslimnya mencapai 12 juta jiwa. Sisanya adalah “Highlanders” (penduduk pribumi yang tidak mengenal agama) dan penghuni Kristian yang merupakan imigran dari pulau Luzon dan pulau Visayas.

Suku-suku bangsa (kabilah asli) utama yang menghuni kepulauan Mindanao adalah Suku Magindanao (mayoritas), Maranao, Iranon, Tausug, Simunul, Samal dan Ilonggo. Dan sisanya adalah suku-suku pendatang dari Luzon dan Visayas.

Kepulauan Mindanao terdiri dari pulau-pulau di Philipina selatan yang terbagi secara sewenang-wenang (dipaksakan karena penjajahan, konflik politik dan militer) menjadi 6 daerah administratif.

Daerah-daerah ini merupakan kelanjutan dari pembagian area di Mindanao menjadi 25 propinsi, di mana hanya ada 4 daerah yang tidak termasuk dalam daratan pulau Mindanao itu sendiri. Termasuk dalam 4 kelompok tersebut adalah kepulauan Sulu untuk kawasan utara barat laut, yang merupakan pulau-pulau besar dibanding pulau Basilan, Jolo, dan Tawi-tawi, ditambah pulau-pulau di area yang jauh dari Mindanao, masing-masing seperti ; Camiguin, Dinagat, Siargao, Samal dan Pulau Saranggani.

Area Mindanao secara geografis oleh pemerintah penjajah Philipina dibagi menjadi enam daerah (six region), yaitu ;

1.Zamboanga Peninsula (Daerah IX)

2.Northern Mindanao (Daerah X)

3.Davao Region (Daerah XI)

4.Soccsksargen (Daerah XII)

5.Caraga (Daerah XIII)

6.Autonomous Region in Muslim Mindanao (ARMM)

Penjelasannya adalah sebagai berikut ;

1.Zamboanga Peninsula/Semenanjung Zamboanga (Daerah IX);Tepatnya di bagian barat pulau Mindanao, adalah lokasi yang memiliki persamaan penamaan. Terdiri dari propinsi Zamboanga del Norte, Zamboanga del Sur, Zamboanga Sibugay, dan dua kota—Zamboanga City dan Isabela City—yang memiliki kemerdekaan tersendiri seperti propinsi-propinsi yang lain. Hanya kota Isabela yang secara teritorial tidak termasuk dalam area pulau Mindanao dan lokasinya tersendiri di area pulau Basilan. Secara administratif beribukota di kota Pagadian dan secara keseluruhan daerahnya menggunakan satu nama yaitu Zamboanga.

2.Mindanao Utara (Daerah X) ; Terdiri dari propinsi Bukidnon, Camiguin, Lanao del Norte, Misamis Occidental, Misamis Oriental, termasuk kota Cagayan de Oro. Propinsi Camiguin terletak di sebelah utara pulau Mindanao dan berada di pulau tersendiri. Pusat administrasi dan pusat pemerintahan berada di kota Cagayan de Oro.

3.Daerah Davao (Daerah XI) ; Berada di bagian selatan pulau Mindanao, menempati sebagian besar pulau Mindanao di bagian tenggara. Daerah ini terbagi ke dalam propinsi Davao Oriental, Davao, Davao del Sur dan Compostela Valley, ditambah kota Davao. Daerah Davao ini juga mencakup Teluk Davao di bagian selatan dan termasuk pulau Samal di teluk Davao selatan dan kepulauan Saranggani secara keseluruhan berada di selatan daerah Davao. Kota Davao merupakan pusat administrasi dan pemerintahan.

4.Soccsksargen (Daerah XII); Disebut juga dengan Central Mindanao, lokasinya berada di pusat pulau Mindanao melebar ke selatan. Terdiri dari propinsi Cotabato, Saranggani, South Cotabato (dimana kadang-kadang dimasukkan ke bagian daerah XI), dan Sultan Kudarat, ditambah kota Cotabato. Kota Cotabato, secara geografi masuk ke dalam daerah central Mindanao tetapi tidak termasuk ke dalam propinsi Maguindanao.Propinsi Maguindanao adalah pusat administrasi dan pemerintahan. Kota Koronadal, South Cotabato, adalah pusat administrasi baru bersamaan dengan dibentuknya daerah tersebut (pemekaran—strategi salibis mempersempit area Mujahidin).

5.Daerah Caraga (Daerah XII); Terletak di bagian barat laut Pulau Mindanao. Terdiri dari propinsi Agusan del Norte, Agusan del Sur, Surigao del Norte dan Surigao del Sur. Pusat administrasinya berada di kota Butuan yang berada di propinsi Agusan del Norte. Daerah ini pula mencakup pulau-pulau di propinsi Surigao del Norte masing-masing adalah pulau Dinagat, pulau Siargao dan pulau Bucas Grande.

6.Daerah Otonomi Muslim Mindanao (Autonomus Region in Muslim Mindanao/ARMM); Merupakan daerah khusus yang populasinya didominasi oleh Muslim. ARMM memiliki pemerintahan sendiri seperti kebanyakan daerah otonomi di sebuah negara. Kawasannya mencakup keseluruhan kepulauan Sulu (kota Isabela di pulau Basilan termasuk bagian dari daerah semenanjung Zamboanga) dan dua propinsi yang termasuk tanah daratan. Propinsi yang termasuk kepulauan Sulu adalah pulau Basilan, Sulu, dan Tawi-tawi. Basilan dan Tawi-tawi adalah merupakan pulau utama yang mewakili propinsi tersendiri, sementara daratan utama pulau Sulu adalah pulau Jolo. Propinsi utama dari ARMM adalah propinsi Lanao del Sur dan Maguindanao. Sedangkan kota Cotabato, tidak termasuk bagian dari ARMM, tetapi menjadi tempat pusat administrasi dan pemerintah otonomi ARMM.

Kedatangan Islam

Islam masuk ke bumi Moro tahun 1210 M, dimana saat itu bumi Moro dikuasai oleh lebih dari tiga Negara Islam yang berdaulat (penduduk pribumi). Islam terus berkembang, hingga kedatangan Ferdinand Magellan (seorang Portugis yang berpengaruh yang kemudian bekerja untuk kepentingan Spanyol) yang membawa paham dan ajaran Kristen yang disebarkan ke kawasan Philipina pada tahun 1521 M.

Pertama kali yang memperkenalkan Islam di bumi Moro adalah para pedagang Arab dan para dai yang menyebar dari pusat-pusat kesultanan Islam dari Indonesia dan Malaysia. Dalam waktu singkat setelah kedatangan Islam, terbentuklah kesultanan-kesultanan Islam yang memiliki pemerintahan dan berdaulat, di antaranya ; Kesultanan Sulu yang mencakup kepulauan Basilan, Tawi-tawi, Palawan dan pulau-pulau di sekitarnya. Kemudian Kesultanan Maguindanao yang kini menjadi suku bangsa yang populasinya mayoritas di pulau Mindanao.

Perkembangan Islam di dunia mengalami perkembangan pesat setelah Perang Dunia II, komunitas muslim di Philipina pun mengalami perkembangan yang amat pesat sebagaimana para pendahulu mereka. Sejak sekitar tahun 1960-an, banyak kaum Muslimin Moro pergi dan belajar ke Timur Tengah lewat jalur haji dan umrah, sehingga dalam beberapa tahun kemudian banyak lulusan Timur Tengah. Setelah kembali ke bumi Moro, mereka mengembangkan Islam dan menyebarkan dakwah ke berbagai wilayah di Philipina terutama di Mindanao.

Mereka dengan pertolongan Allah mampu mengembalikan eksistensi keyakinan aqidah Islam yang benar dan memperkuat posisi komunitas Muslim Moro sejajar dengan komunitas Muslim dunia. Hasilnya, kaum Muslimin Moro mampu membangun banyak sekali masjid-masjid baru dan sekolah-sekolah Islam, di mana para pelajarnya (pria dan wanita) mempelajari prinsip-prinsip dien Islam, mempelajari tata cara ibadah-ibadah yang benar, dan mempelajari cara membaca dan mempelajari Al Qur’an dalam bahasa Arab. Di antara institusi pendidikan Islam terbesar yang mengajarkan Islam di Mindanao adalah Jamiatul Philipine Al Islamia di kota Marawi dan Ma’had Ibnu Taimiyah di kota Cotabato (Pembahasan kedatangan Islam di bumi Moro ini merupakan sebagian isi surat resmi Syekh Salamat Hasyim kepada Lajnah Penerangan Antar Bangsa PAS Malaysia).

Sumber ; Buku “The Secret of Jihad Moro, Fakta-fakta Perlawanan Kaum Tertindas Muslim Moro” .Penulis : Abu Ibrahim Muhammad Daud. Penerbit : Media Islamika. Januari 2008.

al-mustaqbal.org
 

No comments:

Post a Comment