Thursday, July 18, 2013

Makna Laa Ilaaha Illallaah



Laa ilaaha illallaah menunjukan terhadap penafian ketuhanan dari selain Allah ta’ala siapa saja dia itu, serta penetapannya bagi Allah saja tidak bagi selain-Nya, di mana tidak ada yang diibadati secara haq kecuali Allah. [Lihat Fathul Majid: 54]

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan yang berhak diibadati melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al Baqarah: 163)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul-pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku." (Al Anbiya: 25)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan yang hak bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?" (Al Mukiminun: 23)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan (yang haq) bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" (Al A’raf: 65)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan (yang haq) selain Dia.." (Huud: 61)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib. ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan (yang haq) bagimu selain-Nya." (Al A’raf: 85)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
“Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar." (Al A’raf: 70)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun..” (An Nisa: 36)

(Maka jelaslah dari hal itu penafian ketuhanan dari selain Allah -yaitu ibadah- dan penetapannya bagi Allah saja lagi tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Al Qur’an dari awal sampai akhir adalah menjelaskan hal ini dan menetapkannya serta mengarahkan kepadanya). [Fathul Majid: 52]

(Dan tauhid uluhiyyah adalah hakikat Dienul Islam yang mana Allah tidak menerima selainnya dari seorang-pun, dan tidak ada jalan untuk merealisasikannya kecuali dengan memurnikan seluruh macam ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, berupa kecintaan, rasa takut, pengharapan, tawakkal, shalat, doa, istighatsah, penyembelihan, nadzar, thawaf, isti’adzah dan taubat....). [Silahkan Rujuk Taisirul ‘Azizil Hamid: 39-42]

Kaum musyrikin telah mengibadati tuhan-tuhan yang lain di samping Allah seraya menginginkan syafa’atnya dan kedekatan dengannya kepada Allah, akan tetapi niat mereka itu tidak menolong mereka dan tidak bermanfa’at bagi mereka di sisi Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?" Maha suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).” (Yunus: 18)

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya.” (Az Zumar: 3)

Dan alangkah indahnya apa yang dikatakan oleh Al ‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam tafsirnya terhadap firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala:
"Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong? Maka Apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?" (Ash Shaffat: 86-87)

Beliau berkata: (Yaitu, apa yang kalian perkirakan balasan yang akan Dia timpakan kepada kalian sedangkan kalian telah mengibadati yang lain bersama-Nya? Dan apa yang kalian perkirakan kepada-Nya sehingga kalian berani menjadikan sekutu sekutu bersama- Nya? Apakah kalian menduga bahwa Dia itu membutuhkan kepada sekutu-sekutu dan para pembantu, ataukah kalian menduga bahwa ada yang tersamar terhadap-Nya sesuatu dari keadaan hamba-hamba-Nya sehingga Dia membutuhkan kepada sekutu-sekutu yang memberitahukannya kepada-Nya sebagaimana halnya para raja? Ataukah Dia itu kasar sehingga membutuhkan kepada para pemberi syafa’at yang melunakkan-Nya terhadap hamba-hamba-Nya? Ataukah Dia itu hina sehingga membutuhkan kepada penolong yang menemani-Nya dari keterasingan dan mengokohkan-Nya dari kehinaan, ataukah Dia itu membutuhkan kepada anak sehingga Dia perlu mengambil isteri yang melahirkan anak darinya dan dari-Nya? Maha Suci Allah lagi Maha Besar dari hal itu). [Madarijus Salikin 3/325]

oleh: Syaikh Muhammad Salim Walad Muhammad Al Amin Al Majlisiy hafidzahullah

Alih Bahasa: Ustadz Abu Sulaiman Aman Abdurrahman hafizhahullah
 

No comments:

Post a Comment