Monday, April 29, 2013

Muslim Irlandia : AS Harusnya Bersyukur Tidak Banyak Korban dalam Bom Boston


IRLANDIA (KabarDuniaIslam) - Seorang muslim dari Irlandia yang pernah mengancam membunuh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, menolak mengutuk pelaku bom Boston dan menyatakan bahwa pelaku telah memberi Amerika "obat dengan cita rasa mereka sendiri" (yang berarti memberikan perlakuan yang sama terhadap orang yang sering melakukan hal tersebut agar merasakan akibat dari perilakunya sendiri).

Hal ini diungkap Khalid Kelly (46 tahun), seorang mualaf dari Dublin, Irlandia, saat diwawancara harian the Irish Sun.

Dalam wawancara tersebut, Khalid menolak mengutuk pelaku bom Boston yang berasal dari Chechnya, Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev, yang telah menewaskan 3 orang tersebut.

Taliban Terry, julukan untuk Khalid, menyatakan dia tidak terkejut serangan itu terjadi di tanah AS, serangan paling mematikan paska serangan barokah 9/11.

Khalid menambahkan, seharusnya rakyat Amerika bersyukur tidak lebih banyak korban dari bom Boston.

"Ribuan kaum muslimin dibantai setiap hari di Suriah hingga Afghanistan. Mereka dibantai melalui tangan-tangan orang Amerika sendiri, sekutunya dan tentara boneka. Dan tidak ada yang mencetuskan momen peringatan untuk mereka. Mana air mata untuk para korban?"

"Tiga orang terbunuh akibat bom Boston dan mereka menciptakan hari peringatan untuk ketiganya. Rakyat Amerika harus tahu ada ribuan ummat Muslim yang mereka bantai di seluruh dunia," lanjut Khalid.

"Ini medan perang, dan rakyat Amerika harus bersyukur tidak lebih banyak korban yang jatuh." Dikenal sebagai Terence Kelly, mualaf ini mengingatkan akan ada lebih banyak serangan di tanah Amerika.

"Syeikh Usamah bin Laden -rahimahulah- telah memberikan peringatan bahwa hingga tentara terakhir kalian meninggalkan tanah kaum Muslimin, kalian tidak akan merasa aman bahkan dalam sehari. Kata-kata Syeikh Usamah telah menjadi kenyataan sekarang," lanjut Khalid.

"Rakyat Amerika merasa khawatir setiap saat, dan mereka memang harus merasa cemas. Selama mereka membunuh, maka mereka akan dibunuh.

Khalid Kelly menjadi mualaf saat di penjara di Saudi Arabia karena kasus penyulingan dan penjualan alkohol.

Pernah mendapat pelatihan dengan suku pejuang selama di Pakistan, Khalid memiliki niat untuk berjihad di Afghanistan. Namun polisi Irlandia menahannya pada May 2011 hanya karena wawancara dengan sebuah harian dimana Khalid menyatakan bahwa Al Qaeda telah memilih Irlandia sebagai tempat yang tepat untuk melancarkan serangan bagi Obama. Namun Khalid menolak pernah memberikan pernyataan tersebut. Khalid menegaskan Irlandia bukan target Al Qaeda.

Khalid juga membandingkan serangan barokah 9/11 dengan pemimpin pemberontak Irlandia, Michael Collins. "Dalam sebuah siaran tv, Late Late Show, beberapa tahun lalu Michael Collins dianggap sebagai pahlawan. Namun 100 yang tahun lalu ia dianggap teroris," ungkap Khalid.

"Setelahnya, IRA (dinas intelejen Irlandia) mengungkapkan akan memiliki dampak yang lebih besar bagi kerajaan Inggris jika Irlandia melakukan pengeboman di tanah Inggris. Dan kenyataannya memang seperti itu. Mereka ke London dan sangat efektif," lanjut Khalid.

"Saya kira hal itu yang terjadi saat ini. Kalian, orang-orang kafir, menginvasi rumah kami dan melancarkan serangan untuk membantai ummat Muslim," jelas Khalid.

"Jika ummat Muslim dilarang pergi berjihad, apa yang dapat mereka lakukan untuk membela kehormatan ummat? Mereka akan memerangi musuh-musuh Islam dimana saja mereka menjumpainya."

"Benar atau salah, saya tidak tahu. Namun saya katakan satu hal, di Amerika dimana orang dapat dengan mudah memiliki senjata, cukup mengejutkan hal itu tidak terjadi setiap minggu."

Di lain pihak, Khalid memuji mereka yang mendukung pembunuhan kartunis berkebangsaan Denmark oleh ummat Muslim yang marah dan yang mengatakan "Bunuh mereka yang menghina Rasulullah."

Terhadap Obama, Khalid berpesan "Secara pribadi, saya sangat senang jika Obama dibunuh. Siapa yang tidak merasa gemb

No comments:

Post a Comment