Thursday, January 10, 2013

Kelompok Mujahidin Afrika Barat Membentuk Empat ‘Batalyon,’ Baru



Elite Janisary untuk Al-Mustaqbal.net

Salah satu afiliasi Al-Qaeda yaitu Gerakan Tauhid dan Jihad di Afrika Barat (disebut juga MUJAO atau MUJWA) baru-baru ini mengumumkan pembentukan “brigade” baru dengan empat “batalyon” dalam rangka untuk melakukan operasi di bagian utara Mali. Tiga dari empat batalyon baru ini diberi nama dengan nama salah satu tokoh pemimpin tertinggi di Al Qaeda. Pengumuman berlangsung disaat mujahidin telah mengkonsolidasikan cengkeraman kekuatan mereka di Mali utara.

Gerakan Tauhid dan Jihad di Afrika Barat, atau MUJAO seperti yang biasa disebut, mengumumkan pembentukan brigade dan empat batalyon baru dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada forum jihad pada 4 Januari. Pernyataan, yang diperoleh dan diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group, yang ditandatangani oleh “amir Dewan Syura Mujahidin di Imarah Islam Gao yaitu Abu al Walid al Sahrawi hafidzahullah.”

Al Sahrawi mengatakan bahwa brigade baru ini disebut Ansar al Sunnah dan bahwa ia memiliki empat batalyon: yang bernama Batalyon “Abdullah Azzam” (mentor Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah dan salah satu pendiri Al Qaeda yang syahid dalam pemboman pada tahun 1989), Batalyon “Al Zarqawi “(Mantan Amir Al-Qaeda Irak, yaitu Syaikh Abu Musab al Zarqawi rahimahullah, yang syahid dalam serangan udara pada tahun 2006), Batalyon ” Abu Laith al Libi al “(Ulama sekaligus pemimpin senior Al-Qaeda, yang syahid dalam serangan pesawat tak berawak pada tahun 2008), yang terakhir adalah Batalyon “Pencari Syahadah.”

Al Sahrawi mengatakan bahwa Brigade Ansar al Sunnah “terdiri dari anak-anak daerah (pribumi) , khususnya suku Songhai.”

Al Sahrawi juga bersumpah untuk menargetkan serangan kepada negara-negara tetangga yang mencoba untuk campur tangan di bagian utara Mali yang akan mengancam Imarah Islam Gao atau Az Zawad.

“Gerakan Tauhid dan Jihad di Afrika Barat berjanji untuk mengobarkan serangan di berbagai wilayah yang luas, menargetkan negara-negara rezim murtad yang berpartisipasi dalam mempersiapkan invasi terhadap Mali utara …,” katanya.

Amir MUJAO juga membahas isu pembelotan dilaporkan dari “Brigade Salahuddin,” yang dipimpin oleh Abu Ali al Ansari. Al Sahrawi mengklaim bahwa brigade ini tidak membelot dari MUJAO dan bergabung Ansar Dine, Sebaliknya, Al Sahrawi mengklaim bahwa pembelotan al Ansari adalah masalah pribadi.


Empat Batalyon Dinamai Pemimpin Senior Al Qaeda
=================================
MUJAO sekarang memiliki empat batalyon dinamai pemimpin senior al Qaeda. Selama pertempuran tahun lalu di Gao, MUJAO mengerahkan Batalyon “Usamah bin Ladin” untuk mengalahkan pasukan MNLA. Batalyon Usamah bin Ladin bekerja sama dengan lebih dari 300 mujahidin dari AQIM.

Al Sahrawi mengatakan bahwa MUJAO penyebab pembentukan brigade dan empat batalyon baru “sebagai akibat dari pengaruh memperluas kelompok dan kontrol atas beberapa daerah dan kota-kota bagian utara Mali, dan meningkatnya jumlah mujahidin di barisan kami.” Allahuakbar !


Latar Belakang MUJAO
==============
MUJAO dibentuk pada akhir 2011 sebagai sebuah cabang dari Al Qaeda di Maghreb Islam yang biasa disebut AQIM, dalam rangka berjihad fi sabilillah di Afrika Barat. MUJAO melakukan operasi bersama dengan AQIM di Mali utara

dan daerah lainnya. Pada saat pembentukannya, MUJAO menyatakan afinitas dengan al Qaeda dan pendirinya, Syaikh Usamah bin Ladin, dan Mullah Umar hafidzahullah, amir Taliban di Afghanistan dan Pakistan.

MUJAO adalah salah satu dari tiga kelompok besar yang terkait dengan Al-Qaeda yang turut berpartisipasi dalam jihad di bagian utara Mali. Bersama dengan AQIM, Ansar Dine, MUJAO menguasai bagian utara Mali setelah militer Mali menggulingkan pemerintah di selatan. MUJAO, AQIM, dan Ansar Dine awalanya bersekutu dengan Tuareg dari Gerakan untuk Pembebasan Azawad (MNLA) untuk mengambil kendali di Mali utara, MNLA berkhianat disebabkan perbedaan ideologi setelah diterapkan nya syariah, atau hukum Islam, di daerah-daerah di bawah kendali mujahidin.

MUJAO saat ini menguasai kota utara Gao dan daerah sekitarnya. Pada akhir November, MUJAO mengalahkan serangan MNLA untuk mendapatkan kembali kendali atas Gao.

AS mengakui ancaman MUJAO di awal Desember 2012, dan menambahkan kelompok tersebut ke dalam daftar Organisasi “Teroris Asing”. Pada saat yang sama, dua pemimpin tertinggi MUJAO, Hamad el Khairy hafidzahullah dan Ahmed el Tilemsi hafidzahullah ditambahkan ke dalam daftar “Teroris global”.


Sumber : http://al-mustaqbal.net/news/frontline/kelompok-mujahidin-afrika-barat-membentuk-empat-batalyon-baru/

No comments:

Post a Comment