Showing posts with label Syi'ah. Show all posts
Showing posts with label Syi'ah. Show all posts

Thursday, February 7, 2013

MUNGKINKAH SUNNI-SYI'AH BERSATU!



Judul ini bukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban, tapi pernyataan yang berarti kemustahilan.
Tentu, karena sebenarnya mereka tidak kan mau bersatu, kecuali kita ikut melaknat Abu Bakar dan Umar.

**
Ket.Photo:
Photo ini diambil dari salah satu sekolah di Provinsi al- Syarqiyah-Saudi Arabia. Kita semua tau, bahwa al-Syarqiyah, khususnya Kabupaten Al-Qathif adalah pusat terbesar Syi'ah di Saudi.

Shaf terdepan adalah shaf ahlus sunnah, sedangkan shaf di belakang adalah shaf Syi'ah.

Saudara lihat, mereka tidak rela diimami dan shalat jama'ah bersama Ahlus sunnah, mereka memilih shalat sendiri2, kacau balau, dan sesuka hati.

Jika dalam ibadah shalat saja mereka tidak mau bersatu, maka apakah lagi dalam urusan lainnya ?!

Mereka tidak akan ridha/rela, sampai kita mengikuti 'millah/agama' mereka !

NB: Pesan ini kami tujukan kepada para pengusung jargon 'Persaudaraan Sunni-Syi'ah'.

Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah..



Syi'ah Imamiyah di Yaman, atau yang lebih dikenal dengan nama 'HOUTSI' merobek dan menginjak 3000 mushaf Al-Qur'an, hanya karena Al-Qur'an tersebut dicetak di Saudi Arabia.

Saya yakin, sedurjana apa pun seorang muslim, dia tida akan berani menyobek apalagi menginjak2 Al-Qur'an.
http://www.dd-sunnah.net/forum/showthread.php?p=1669469

--

Video: Saat mengeksekusi 4 ulama dan siswa sunni di Dar al-Hadits, Sha'dah-Yaman, mushaf jatuh dari kantong baju salah satu jenazah. Kemudian salah seorang tentara Syi'ah Houtsi menginjak Al-Qur'an tersebut.
http://www.youtube.com/watch?v=k5Xnf5qZRy0

--
Syi'ah Houtsi adalah 'anak asuh' Iran. Mereka disiapkan untuk mengkudeta Yaman pasca runtuhnya Basyar Asad di Suria. Selain negara Yaman, negara lain yang masuk daftar tunggu Iran adalah Kuwait dan Bahrain. Kondisi politik dan keamanan dua negara ini juga sedang diobok-obok oleh Iran.

Bagi yang ingin mengetahui tentang Syi'ah Houtsi dan hubungan eratnya dengan Iran, silahkan baca/lihat di sini:
http://albayan.co.uk/id/article.aspx?id=137
http://www.youtube.com/watch?v=hk22XixSpSo

Saudara, jika ada orang yang mengatakan: "Syi'ah Indonesia tidak berbahaya". Maka, dia perlu tau, dulu saat Syi'ah masih minoritas di Kuwait, Bahrain, Yaman, dan negara2 lain, ungkapan ini kerap terdengar, tetapi, sekarang mereka sadar, bahwa Syi'ah lebih berbahaya dari agama lain.
 —

Tuesday, December 25, 2012

15 Ciri-ciri Orang Syi'ah

Ciri-ciri pengikut Syiah sangat mudah dikenali, kita dapat memperhatikan sejumlah ciri-ciri berikut:

1) Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang dikenal umumnya masyarakat Indonesia, songkok mereka seperti songkok orang arab hanya saja warnanya hitam.

2) Tidak shalat jum’at. Meskipun shalat jumat bersama jamaah, tetapi dia langsung berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Zhuhur empar raka’at, karena pengikut Syiah tidak meyakini keabsahan shalat Jum’at kecuali bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.

3) Pengikut Syiah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.

4) Pengikut Syiah jarang shalat jama’ah karena mereka tidak mengakui shalat lima waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja.

5) Mayoritas pengikut Syiah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu/ tanah yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak di dekat orang lain.

6) Jika anda perhatikan carany berwudhu maka anda akan dapati bahwa wudhunya sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin.

7) Anda tidak akan mendapatkan penganut Syiah hadir dalam kajian dan ceramah Ahlussunnah.

8) Anda juga akan melihat penganut Syiah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali, Fathimah, Hasan dan Husein radhiyallahu anhum.

9) Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman, mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum.

10) Pada bulan ramadhan penganut Syiah tidak langsung berbuka puasa setelah adzan maghrib; dalam hal ini Syiah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa jika bintang-bintang sudah nampak di langit, dengan kata lain mereka berbuka bila benar-benar sudah masuk waktu malam. (mereka juga tidak shalat tarwih bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah)

11) Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara jamaah salaf dengan jamaah lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada perselisihan antara mereka dengan jamaah lain selain salaf. Ini tentu tidak benar.

12) Anda tidak akan mendapati seorang penganut Syiah memegang dan membaca Al-Qur’an kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.

13) Orang Syiah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di hari tersebut.

14) Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka menerima agama Syiah. Oleh sebab itu anda akan dapati;

15) Orang-orang Syiah getol mendakwahi orang-orang tua yang memiliki anak putrid, dengan harapan anak putrinya juga ikut menganut Syiah sehingga dengan leluasa dia bisa melakukan zina mut’ah dengan wanita tersebut baik dengan sepengetahuan ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya ketika ada seorang yang ayah yang menerima agama Syiah, maka para pengikut Syiah yang lain otomatis telah mendapatkan anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya setelah mereka berhasil meyakinkan bolehnya mut’ah. Semua kemudahan, kelebihan, dan kesenangan terhadap syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut Syiah menjerat mereka bergabung dengan agama Syiah.

Kesimpulannya, ciri-ciri mereka sangat banyak. Selain yang kami sebutkan di atas masih banyak cirri-ciri lainnya, sehingga tidak mungkin bagi kita untuk menjelaskan semuanya di sini. Namun cara yang paling praktis ialah dengan memperhatikan raut wajah. Wajah mereka merah padam jika anda mencela Khomeini dan Sistani, tapi bila anda menghujat Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Hafshah, atau sahabat-sahabat lainnya radhiyallahu anhum tidak ada sedikitpun tanda-tanda kegundahan di wajahnya.

Akhirnya, dengan hati yang terang Ahlussunnah dapat mengenali pengikut Syiah dari wajah hitam mereka karena tidak memiliki keberkahan, jika anda perhatikan wajah mereka maka anda akan membuktikan kebenaran penilaian ini, dan inilah hukuman bagi siapa saja yang mencela dan menyepelekan para sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam dan para ibunda kaum Muslimin radhiyallahu anhunn yang dijanjikan surga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita memohon hidayah kepada Allah untuk kita dan mereka semua. Wallahu a’lam

Oleh Syekh Mamduh Farhan Al-Buhairi di Majalah Islam Internasional Qiblati, Edisi Dzulhijjah 1433 H, hal 52-53.

Friday, September 21, 2012

Inilah bukti kebiadaban dan kebengisan bashar assad syi'ah nushairiyyah dan bala tentaranya membantai anak-anak ahlus sunnah di syria



Inilah bukti kebiadaban dan kebengisan bashar assad syi'ah nushairiyyah dan bala tentaranya membantai anak-anak ahlus sunnah di suriah

jika syi'ah berkuasa di indonesia maka tidak menutup kemungkinan anak-anak kita pun akan bernasib seperti anak-anak suriah

Kita berlindung kepada Allah dari kekejaman dan makar syi'ah

Kisah Nikah Mut’ah (sebuah ironi)




Nikah mut’ah adalah pernikahan tanpa batas dengan menerabas aturan-aturan syariat yang suci, mut’ah ini telah melahirkan banyak kisah pilu. Tidak jarang pernikahan ini menghimpun antara anak dan ibunya, antara seorang wanita dengan saudaranya, dan antara seorang wanita dengan bibinya, sementara dia tidak menyadarinya. Di antaranya adalah apa yang dikisahkan Sayyid Husain Al Musawi. Ia menceritakan,

Kisah pertama:
Seorang perempuan datang kepada saya menanyakan tentang peristiwa yang terjadi terhadap dirinya. Dia menceritakan bahwa seorang tokoh, yaitu Sayid Husain Shadr pernah nikah mut’ah dengannya dua puluh tahun yang lalu, lalu dia hamil dari pernikahan tersebut. Setelah puas, dia menceraikan saya. Setelah berlalu beberapa waktu saya dikarunia seorang anak perempuan. Dia bersumpah bahwa dia hamil dari hasil hubungannya dengan Sayid Shadr, karena pada saat itu tidak ada yang nikah mut’ah dengannya kecuali Sayid Shadr.

Setelah anak perempuan saya dewasa, dia menjadi seorang gadis yang cantik dan siap untuk nikah. Namun sang ibu mendapati bahwa anaknya itu telah hamil. Ketika ditanyakan tentang kehamilannya, dia mengabarkan bahwa Sayid Shadr telah melakukan mut’ah dengannya dan dia hamil akibat mut’ah tersebut. Sang ibu tercengang dan hilang kendali dirinya lalu mengabarkan kepada anaknya bahwa Sayid Shadr adalah ayahnya. Lalu dia menceritakan selengkapnya mengenai pernikahannya (ibu wanita) dengan Sayid Shadr dan bagaimana bisa hari ini Sayid Shadr menikah dengan anaknya dan anak Sayid Shadr juga?!

Kemudian dia datang kepadaku menjelaskan tentang sikap tokoh tersebut terhadap dirinya dan anak yang lahir darinya. Sesungguhnya kejadian seperti ini sering terjadi. Salah seorang dari mereka melakukan mut’ah dengan seorang gadis, yang di kemudian hari diketahui bahwa dia itu adalah saudarinya dari hasil nikah mut’ah. Sebagaimana mereka juga ada yang melakukan nikah mut’ah dengan istri bapaknya.

Di Iran, kejadian seperti ini tak terhitung jumlahnya. Kami membandingkan kejadian ini dengan firman Allah Ta’ala, “Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya sehingga Allah mampukan mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An-Nur:33)

Kalaulah mut’ah dihalalkan, niscaya Allah tidak akan memerintahkan untuk menjaga kesucian dan menunggu sampai tiba waktu dimudahkan baginya untuk urusan pernikahan, tetapi Dia akan menganjurkan untuk melakukan mut’ah demi memenuhi kebutuhan biologisnya daripada terus-menerus diliputi dan dibakar oleh api syahwat.

Kisah kedua:
Suatu waktu saya duduk bersama Imam Al-Khaui di kantornya. Tiba-tiba masuk dua orang laki-laki menemui kami, mereka memperdebatkan suatu masalah. Keduanya bersepakat untuk menanyakannya kepada Imam Al Khaui untuk mendapatkan jawaban darinya.

Salah seorang di antara mereka bertanya, “Wahai sayid, apa pendapatmu tentang mut’ah, apakah ia halal atau haram?”
Imam Al Khaui melihat lagaknya, ia menangkap sesuatu dari pertanyaannya, kemudian dia berkata kepadanya, “Dimana kamu tinggal?” maka dia menjawab, “Saya tinggal di Mosul, kemudian tinggal di Najaf semenjak sebulan yang lalu.”

Imam berkata kepadanya, “Kalau demikian berarti Anda adalah seorang Sunni?”

Pemuda itu menjawab, “Ya!”

Imam berkata, “Mut’ah menurut kami adalah halal, tetapi haram menurut kalian.”

Maka pemuda itu berkata kepadanya, “Saya di sini semenjak dua bulan yang lalu merasa kesepian, maka nikahkanlah saya dengan anak perempuanmu dengan cara mut’ah sebelum saya kembali kepada keluargaku.”

Maka sang imam membelalakkan matanya sejenak, kemudian berkata kepadanya, “Saya adalah pembesar, dan hal itu haram atas para pembesar, namun halal bagi kalangan awam dari orang-orang Syiah.”

Si pemuda menatap Al Khaui sambil tersenyum. Pandangannya mengisyaratkan akan pengetahuannya bahwa Al Khaui sedang mengamalkan taqiyah (berbohong untuk membela diri).

Kedua pemuda itu pun berdiri dan pergi. Saya meminta izin kepada Imam Al Khaui untuk keluar. Saya menyusul kedua pemuda tadi. Saya mengetahu bahwa penanya adalah seorang Sunni dan sahabatnya adalah seorang Syi’i (pengikut Syiah). Keduanya berselisih pendapat tentang nikah mut’ah, apakah ia halal atau haram? Keduanya bersepakat untuk menanyakan kepada rujukan agama, yaitu Imam Al Khaui. Ketika saya berbicara dengan kedua pemuda tadi, pemuda yang berpaham Syiah berontak sambil mengatakan, “Wahai orang-orang durhaka, kamu sekalian membolehkan nikah mut’ah kepada anak-anak perempuan kami, dan mengabarkan bahwa hal itu halal, dan dengan itu kalian mendekatkan diri kepada Allah, namun kalian mengharamkan kami untuk nikah mut’ah dengan anak-anak perempuan kalian?”

Maka dia mulai memaki dan mencaci serta bersumpah untuk pindah kepada madzhab ahlussunnah, maka saya pun mulai menenangkannya, kemudian saya bersumpah bahwa nikah mut’ah itu haram kemudian saya menjelaskan tentang dalil-dalilnya.

Sumber: Al Musawi, Sayid Husain. 2008. Mengapa Saya keluar dari Syiah. Pustaka Al Kautsar, Jakarta.
 

Syi'ah Aneh Tapi Nyata





Batasan aurat (menurut syi'ah)

Karaki berkata bila kamu menutup kemaluanmu maka benar-benar telah menutup aurat (Al Kaafi 6/501 Tahdzibul Ahkam 1/ 374), sedangkan pantat, yang diangap aurat adalah lobang dubur, bukan dua pantat, dan paha juga bukan termasuk aurat.

Shodiq AS berkata "paha tidak termasuk aurat", bahkan Imam AL Baqir As telah mengecat auratnya dan membalut lubang kemaluannya (Jamial Maqosid Lilkaraki 2 / 94. Al Mu'tabar karangan Al Hulli 1 / 222 Muntaha Tolab 1/39, Tahrirul Ahkam1/202,semuanya karangan Al Hulli Madarikul Ahkam 3/191)

Abu Hasan Al Madhi : "bahwa aurat itu hanya ada dua yaitu lubang depan dan lubang belakang, lubang belakang sudah ditutup oleh pantat, apabila kamu telah menutup keduanya maka berarti telah menutup auratnya, karena selain itu bukan tempat najis, maka bukanlah aurat, seperti betis".( Al Kaafi 6 / 51, Tahzibul Ahkam 1/374 Wasa'ilusyiah 1/365 Muntaha Tolab 4/269 Al Khilaf karangan Tusi 1/396).

Dari Abu Abdullah As berkata: " paha tidak termasuk aurat" (Tahdhibul Ahkam 1/ 374, Wasa'ilusyiah jilid 1 hal 365).

Kotoran para imam menyebabkan masuk surga

Kotoran dan air kencing para imam bukan sesuatu yang menjijikan dan tidak berbau busuk, bahkan keduanya bagaikan misik yang semerbak. Barang siapa yang meminum kencing,darah dan memakan kotoran mereka maka haram masuk neraka dan wajib masuk surga (Anwarul Wilayat Liayatillah Al Akhun Mulla Zaenal Abiding Al Kalba Yakani : th 1419 halaman 440).

Kentut dari imam bagaikan bau misik.

Abu Jafar berkata : "ciri-ciri Imam ada 10:

- Dilahirkan sudah dalam keadaan berkhitan.

- Begitu menginjakkan kaki di bumi ia mengumandangkan dua kalimat syahadat.

- Tidak pernah junub.

- Matanya tidur hatinya terbangun.

- Tidak pernah menguap

- Melihat apa yang di belakangnya seperti melihat apa yang di depannya.

- Bau kentut dan kotorannya bagaikan misik.

(Al Kaafi 1/319) Kitabul Hujjah Bab Maulidul Aimmah)

Khumaini memperbolehkan menyodomi istri-istri.

Dalam kitab Tahrirul Wasilah hal 241- masalah ke 11. Khumaini berkata : "pendapat yang kuat dan terkenal adalah diperbolehkan menyetubuhi istrinya lewat lubang belakang walaupun hal itu sangat dibenci", Rasulullah bersabda : terkutuklah orang yang menyetubuhi istrinya lewat belakang."

Meminjamkan istri

Diriwayatkan oleh Thusi dari Muhamad bin Abi Jafar berkata dihalalkan bagi saudaranya Farji istri-istrinya ia berkata boleh-boleh saja boleh bagi temannya seperti bolehbagi suami terhadap istri sendiri. (Kitabul Istibhsor 3/136)

Diperbolehkan menyetubuhi bayi.

Khumaini berkata : "Semua bentuk menikmati, seperti meraba dengan penuh syahwat, memeluk , dan adu paha boleh walaupun dengan bayi yang sedang menyusui". Tahrirul Wasilah 2/216.

Alkhui : ia memperbolehkan seorang laki-laki memegang-megang atau bermain dengan aurat laki-laki lain atau wanita bermain dengan alat kelamin wanita lain bila sebatas gurau dan canda sebatas tidak menimbulkan syahwat. Sirotunnajah fi Ajwibatil istifta'at jilid 3

Nasehat dari kami : hati-hati bergaul dengan para pengikut Khui yang suka bercanda.

Diperbolehkan melihat sesuatu yang diharamkan dari kaca

Mereka memperbolehkan melihat kelamin banci mana yang lebih menonjol untuk kepentingan warisan, mereka berkata ia boleh melihat dengan kaca , yang dilihat adalah bayangan , bukan kemaluannya. (Al Kaafi 7-158).

Muhammad Husein Fadhlullah memperbolehkan melihat wanita-wanita yang sedang telanjang.

Fadhlullah berkata pada kitab Anikah juz 1 hal 66

Seandainya wanita-wanita itu telah terbiasa keluar dengan berpakaian renang maka diperbolehkan melihatnya. Sama juga halnya melihat aurat yang dibuka sendiri oleh si perempuan, seperti di nude club atau kolam renang, pantai dan sebagainya.

Aku bertanya pada diriku sendiri : Agama apakah ini? Jika anda bertanya : Apakah boleh seorang laki-laki menyetubuhi seorang perempuan, lalu membiarkan perempuan itu pergi ke pelukan laki-laki lain hanya dengan sekedar mengucapkan beberapa kata tentang harga dan waktu atau tentang berapa kali, atau kaliamt " aku mut'ahkan diriku kepadamu" (matta'tuka nafsi) tanpa saksi atau wali? Tanpa perlu mempersoalkan apakah perempuan itu memiliki suami ataukah dia itu pelacur? pasti akan dijawab berdasar pada sumber yang terkuat dan terpercaya : boleh, silahkan lihat kitab Al Kafi jilid 5/540

Diperbolehkan mut'ah dan bercumbu dengan anak gadis bila sudah berumur 9 tahun –dalam riwayat lain 7 tahun- dengan syarat tidak memasukkan kemaluannya ke kemaluan anak perempuan itu karena ditakutkan menjadi aib bagi keluarganya(karena sudah tidak perawan lagi) Al Kafi jilid 5 hal 462. bukan karena haram dan bukan karena tidak sesuai dengan akhlak. Setelah membaca ini silahkan anda membayangkan masa depan akhlak dan perilaku anak perempuan yang dalam umur sekecil ini telah mendapat 'pengalaman sex" dengan melihat alat kelamin laki-laki dan melihat gerakan-gerakan sex laki-laki, sedang laki-laki itu telah melakukan segalanya kecuali jima' (coitus), jima' dimakruhkan dari depan saja, berarti diperbolehkan lewat belakang(anal sex).

Apakah ada orang normal yang memperbolehkan seseorang berbuat demikian pada anak perempuannya, atau saudaranya, bahkan pada seluruh anak perempuan? Coba bayangkan perasaan anda jika sekiranya hal itu terjadi pada anak perempuan anda! Anda hanya perlu membayangkan, tidak lebih dari itu. Hal ini tidak dapat diterima oleh setan sekalipun, bagaimana dikatakan bahwa yang demikian itu adalah perkataan para Imam Ahlul Bait?

Allah mengunjungi kuburan Husein

Kalian akan heran karena hakekat ini. Hakekat yang pahit

Diriwayatkan oleh Kulaini dan lainnya bahwa Abu Abdillah memarahi orang yang mengununginya tapi tidak mau berziarah kekuburan Ali. Dia berkat : "kalau kamu itu bukan orang Syiah aku tidak pernah akan melihatmu. Mengapa kamu tidak mau berziarah ke makam yang diziarahi oleh Allah, malaikat dan para nabi? (Alkafi 7/580 Tahzibul Ahkam 6/20, Wasa'ilusyi'ah 14/375 Biharul Anwar 25/361 Kamiluziyarot hal 38 kitabul Mazar hal 19).

Mendengar hal ini, salah seorang sahabat Abu Abdillah berkata demikian " demi Allah, saya berangan-angan seandainya saya menziarahi kubur Ali dan tidak pergi melaksanakan Ibadah Haji. Al Kafi jilid 4/583

Barang siapa haji maka telah dikunjungi Allah

Barang siapa telah haji lebih 50 kali maka setiap hari Jum'at dikunjungi oleh Allah. (Faqih man la Yahdhuruhul Faqih 2/217 Wasa'ilusyi'ah 11/127 ).

Meminta pertolongan dari para Nabi dan Malaikat dalam sholat

Ucapkan pada akhir sujudmu Ya Jibril Ya Muhammad(diulang-ulang)!! berikan saya kecukupan, sesungguhnya kalian berdua yang memberikan kecukupan dan jagalah saya dengan izin Allah karena kalian berdua menjaga saya. (Al kafi 2/406).

Berlindung pada makhluk dan berbuat dengan nama makhluk

Riwayat Al Kulaini. Dari Abi Abdillah ia berkata, Aku berlindung pada Rasulullah dari kejelekan dan kebaikan yang kamu ciptakan. (Al Kafi 2/391).

Dari Ali Jafar ia berkata : bila seseorang sedang sakit maka ucapkanlah (dengan nama Allah, dengan Allah, dengan utusan Allah). (Al Kafi 2/412).

Imamah menurut Syiah Rafidhoh

Imamah adalah sebuah jabatan yang ditentukan dari Allah. Allah telah memilih seorang Nabi dan menentukannya, begitu juga Allah memilih seorang Imam dan mengangkatnya. (Ashlus Syiah wa ushuluha hal. 58).

Allah memilih Ali akan tetapi Ali berkata : "tinggalkan saya dan cari selain saya, cukup aku menjadi wakil/pembantumu itu lebih baik daripada menjadi Imam/Khalifah." Allah memilih Hasan tapi Hasan menyerahkan kepemimpinan/imamah pada musuh bebuyutan syiah, yaitu Muawiyah. Dengan itu maka Ali dan Hasan telah merontokkan prinsip Imamah dari pondasinya.

Wednesday, August 29, 2012

Pimpinan Syi'ah Sampang divonis 2 tahun penjara



SAMPANG (Arrahmah.com) - Terdakwa penodaan agama pimpinan Syi'ah Sampang, Tajul Muluk alias H Ali Murtadho asal dusun Nangkernang Desa Karang Gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang Madura, divonis 2 tahun penjara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya telah menuntut kepada pimpinan Syiah sekaligus korban pembakaran itu selama 4 tahun penjara.

Vonis diputuskan setelah dilakukan persidangan selama kurun waktu dua bulan dan berakhir pada sidang putusan, di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Sampang, Kamis (12/7/2012).

Seusai vonis dibacakan, majelis hakim yang dipimpin oleh hakim ketua Purnomo Amin Cahyo membacakan berita acara persidangan (BAP) yang dimulai semenjak pukul 10.00 wib hingga pukul 16.00 wib.

Dalam BAP tersebut, terdakwa Tajul Muluk dinilai menyebarkan ajaran sesat. Antara lain Al-quran yang beredar saat ini sudah tidak asli, menurut keyakinan Tajul dan pengikutnya, Al-quran yang asli berada di tangan Al-mahdi yang kini keberadaannya masih misterius. Oleh sebab itu sesuai dengan pasal 156 KUHP, perbuatan terdakwa terbukti memenuhi syarat untuk di pidana.

"Selaku majelis hakim, menimbang dan tidak sependapat dengan JPU yang menuntut empat tahun penjara, selain itu, terdakwa sepakat untuk keluar dari Sampang ketika konflik sedang berlangsung, itu merupakan bukti bahwa etikat baik dari terdakwa, selain itu hal yang meringankan terdakwa, juga dalam proses persidangan terdakwa bersikap santun dan mempunyai tangung jawab terhadap keluarganya, oleh sebab itu putusan selama 2 tahun penjara dan dikurangi masa tahanan merupakan putusan yang adil," ujar Purnomo.

Selesai pembacaan putusan, ruang sidang sempat tegang lantaran putusan majelis hakim ini dirasa memberatkan terdakwa.

"Saya putuskan hari ini juga. Saya akan naik banding. Ini semua fitnah, termasuk MUI, ini masalah harga diri, saya langsung naik banding, selain itu kasus syiah ini adalah pesanan," ujar Tajul usai tuntutan di bajakan majelis hakim.

Sebelumnya, Tajul dinilai telah mengajarkan ajaran sesat dengan menistakan kitab suci Al-Quran yang digunakannya untuk mengajarkan muridnya di pondok pesantren. Puncak insiden ini terjadi pada Desember 2011, dimana massa yang emosi membakar rumah Tajul serta sekolah dan pondok pesantren di Dusun Nang Kernang, Kecamatan Oben Sampang, Madura, Jawa Timur. (bilal/arrahmah.com)

sumber: http://arrahmah.com/read/2012/07/13/21600-pimpinan-syiah-sampang-divonis-2-tahun-penjara.html

Friday, January 20, 2012

Yaa Allaahh...Biadapnya Syi'ah Basyar Asad!



Sebelumnya kami mohon maaf, jika mengupload photo yg agak ekstrem ini, bukan tidak menghargai perasaan saudara2 kami muslim Indonesia.
Tetapi, tuduhan kriminal tdk akan diterima tanpa bukti. Dan ini satu dari ribuan bukti lainnya.

Inilah gambaran Rakyat Suria yang dituduh teroris oleh Syi'ah. Ini bukan tindak kriminal oknum tertentu, tapi ini adalah 'aplikasi' dari akidah Syi'ah yang menyatakan bahwa'DARAH DAN HARTA AHLUS SUNNAH HALAL !" AHLUS SUNNAH KAFIR DAN MUSYRIK !"

---
YA ALLAH!!!!!!!!!!!
SYRIA # LOOK AT THIS BABY! A SYRIAN MUSLIM BABY WHO THE ASSAD KUFAR ALAWITE FORCES STORMED TO HIS HOME AND SLICED HIM WITH KNIVES!!!!! FOR FUN!!!!!! Imagine this was YOUR CHILD, YOUR NEPHEW, YOUR BROTHER !!!... THIS IS WHAT IS GOING ON TO OUR MUSLIM CHILDREN OF SYRIA!!!! THIS IS A BABY!!!!!!!!!!!!!!..

THE PSYCHOTIC HATE IN THE SHIAS TO THE AHLUL SUNNAH IS BEYOND WORDS OF DESCRIPTION OF EVILNESS!!! WHO THE HELL DOES THIS TO A BABY! BUT A DEVIL WORSHIPER!!!

THE YAHOUD AND CRUSADERS HAVE MORE MERCY THAN THE SHIAS AND ALAWITES ! AND THE AUDACITY OF SOME MUSLIMS OUT THERE THAT SYMPATHISE WITH THE SHIAS!!??!! YOU ARE A KAFIR IF YOU STILL HOLD SHIAS AS PART OF ISLAM!!!
AFTER ALL THAT YOU SEE THEY ARE DOING TO THE AHLUL SUNNAH IN SYRIA AND STILL SYMPATHISE THEM!! THEN DEATH TO YOU AND TO THE SHIAS AND ALAWITES!!!!!


YA ALLAH!!! YA ALLAH! WE HAVE NO ONE BUT YOU! WIPE OUT THESE KUFAR LIKE YOU WIPED OUT THE PEOPLE OF LOUT!

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=527435970633811&set=a.421250954585647.97831.421237251253684&type=1