Showing posts with label somalia. Show all posts
Showing posts with label somalia. Show all posts
Tuesday, January 15, 2013
Pesawat AS masuki ruang udara Somalia
Tentera AS didakwa tidak akan terbabit dalam pertempuran di Somalia.
WASHINGTON - Pesawat pejuang Amerika Syarikat (AS) didakwa memasuki ruang udara Somalia dalam menyokong usaha Komando Perancis untuk membebaskan ejen tebusan warga itu yang ditawan kumpulan militan Al Shabab di Somalia.
Presiden Obama berkata, AS hanya memberikan sokongan teknikal terhadap kepada tentera Perancis.
“Pesawat pejuang tidak melakukan serangan dan tidak terlibat dalam operasi ini,” katanya ketika mesyuarat Kongres, kelmarin.
Menurutnya, tujuan pesawat itu memasuki ruang udara Somalia adalah sebagai memenuhi keperluan di bawah Resolusi Kuasa Perang.
Terdahulu, misi gempur ke bandar Bulomarer, Somalia itu dilancarkan serentak dengan serangan udara tentera Perancis ke kubu kuat pemberontak di Konna, Mali.
Media melaporkan, Perancis dikatakan mempunyai misi di Afrika iaitu membantu kerajaan Mali menangani pengganas dan membebaskan seorang tebusan.
Pergerakan Al-Shabbab didakwa menahan Denis Allex sejak tiga tahun lalu yang dikatakan masih hidup dan kini berada dalam tahanan.
Lima helikopter penggempur tentera Perancis terbabit dalam misi itu.
Allex diculik di Somalia pada 14 Julai 2009 dan kali terakhir rakaman videonya dipaparkan adalah pada Oktober lalu merayu Presiden Perancis membebaskannya. - AP
Presiden Obama berkata, AS hanya memberikan sokongan teknikal terhadap kepada tentera Perancis.
“Pesawat pejuang tidak melakukan serangan dan tidak terlibat dalam operasi ini,” katanya ketika mesyuarat Kongres, kelmarin.
Menurutnya, tujuan pesawat itu memasuki ruang udara Somalia adalah sebagai memenuhi keperluan di bawah Resolusi Kuasa Perang.
Terdahulu, misi gempur ke bandar Bulomarer, Somalia itu dilancarkan serentak dengan serangan udara tentera Perancis ke kubu kuat pemberontak di Konna, Mali.
Media melaporkan, Perancis dikatakan mempunyai misi di Afrika iaitu membantu kerajaan Mali menangani pengganas dan membebaskan seorang tebusan.
Pergerakan Al-Shabbab didakwa menahan Denis Allex sejak tiga tahun lalu yang dikatakan masih hidup dan kini berada dalam tahanan.
Lima helikopter penggempur tentera Perancis terbabit dalam misi itu.
Allex diculik di Somalia pada 14 Julai 2009 dan kali terakhir rakaman videonya dipaparkan adalah pada Oktober lalu merayu Presiden Perancis membebaskannya. - AP
Friday, December 28, 2012
PALESTIN, SYRIA, SOMALIA, MYANMAR Jangan lupakan mereka, dan jangan lupa bersyukur...
Jangan lupakan mereka, dan jangan lupa bersyukur...
Dont ever forget them, n dont forget to be a thankful...
Untuk Syria demi meringankan beban mereka/ For Syrian to lift they burden...
Hulurkan tangan, ringankan beban mereka. Salurkan sumbangan anda ke / Give them ur hand, contribute ur donation to :
GABUNGAN SALAM SYRIA
IN MALAYSIA : MAYBANK: 5622-1820-7666
OUTSIDE MALAYSIA : SWIFT CODE : MBBEMYKL
EMAIL: malaysia4syria@gmail.com
Saturday, November 3, 2012
Somalia Kembali Kehilangan Jenderal
Shabelle (lasdipo.com)- Butuh waktu bertahun-tahun mencetak seorang Jenderal. Tapi tak perlu setengah jam untuk membunuh seorang Jenderal. Hal ini benar-benar dirasakan oleh milisi murtad Somalia.
Adalah Jenderal Mohammed Ebrahem Farah, komandan senior milisi murtad Somalia yang meregang nyawa, 30 Oktober 2012. Tak sendirian, Farah alias Jenderal Gordon diiringi puluhan pasukkannya yang juga ikut tewas. Mujahidin Al-Shabaab sukses melakukan ambush atas konvoi militer mereka di jalan raya Afgoye-Merkaa, provinsi Lower Shabelle.
Komandan Sector Lima Somalia itu dihadang dan dihujani tembakan oleh mujahidin Al-Shabaab. Dalam amaliyah itu, mujahidin mengerahkan senjata ringan maupun senjata berat. Tak butuh waktu lama, mujahidin berhasi membereskan pasukan yang kalang kabut dan kaget itu.
Kematian Gordon menjadi kerugian besar bagi pemerintah murtad Somalia. Tak hanya membuat mental pasukan Somalia drop, Somalia sendiri kesulitan mencari orang sekelas Gordon. Tak hanya rajin mengganggu kaum muslimin, Gordon dikenal sebagai juru racik strategi bagi militer Somalia. (silmi kafi/lasdipo.com)
Adalah Jenderal Mohammed Ebrahem Farah, komandan senior milisi murtad Somalia yang meregang nyawa, 30 Oktober 2012. Tak sendirian, Farah alias Jenderal Gordon diiringi puluhan pasukkannya yang juga ikut tewas. Mujahidin Al-Shabaab sukses melakukan ambush atas konvoi militer mereka di jalan raya Afgoye-Merkaa, provinsi Lower Shabelle.
Komandan Sector Lima Somalia itu dihadang dan dihujani tembakan oleh mujahidin Al-Shabaab. Dalam amaliyah itu, mujahidin mengerahkan senjata ringan maupun senjata berat. Tak butuh waktu lama, mujahidin berhasi membereskan pasukan yang kalang kabut dan kaget itu.
Kematian Gordon menjadi kerugian besar bagi pemerintah murtad Somalia. Tak hanya membuat mental pasukan Somalia drop, Somalia sendiri kesulitan mencari orang sekelas Gordon. Tak hanya rajin mengganggu kaum muslimin, Gordon dikenal sebagai juru racik strategi bagi militer Somalia. (silmi kafi/lasdipo.com)
Monday, October 29, 2012
Penyergapan Di Lower Shabelle, Mujahidin Al-Shabaab Tewaskan 10 Tentara dan Jendral Murtad Somalia, Allahu Akbar..!!
Ibnu Subandi untuk Al-Mustaqbal.net
LOWER SHABELLE – Pertempuran kembali terjadi pada, hari Ahad kemarin (28/10/2012), antara mujahidin Al-Shabaab dengan pasukan militer murtad Somalia. setelah mujahidin Al-Shabaab melakukan serangan penyergapan di sebuah pangkalan militer Somalia di pinggiran kota Afgoye yang terletak di wilayah tenggara Shabeellaha Hoose. Alhamdulillah
Dalam aksi penyergapan tersebut, mujahidin Al-Shabab telah menewaskan +- 11 tentara termasuk salah seorang Jendral militer senior Somalia.
HSM Press yang merupakan akun twitter mujahidin Al-Shabab menyatakan, bahwa mereka mambunuh seorang Jendral militer senior mutad, Jenderal Mahamed Ibrahim 'Gordon’. Pada saat penyergapan ke salah satu markas militer Somalia.
Mujahidin Al-Shabaab menarik diri dari kota Kismayo dan membiarkan tentara salibis Uni Afrika memasuki kota tersebut. Untuk menjebak tentar sabisis tersebut, guna melancarkan serangan yang lebih besar.
Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemengan untuk mujahidin seluruh dunia. (al-mustaqbal.net)
Dalam aksi penyergapan tersebut, mujahidin Al-Shabab telah menewaskan +- 11 tentara termasuk salah seorang Jendral militer senior Somalia.
HSM Press yang merupakan akun twitter mujahidin Al-Shabab menyatakan, bahwa mereka mambunuh seorang Jendral militer senior mutad, Jenderal Mahamed Ibrahim 'Gordon’. Pada saat penyergapan ke salah satu markas militer Somalia.
Mujahidin Al-Shabaab menarik diri dari kota Kismayo dan membiarkan tentara salibis Uni Afrika memasuki kota tersebut. Untuk menjebak tentar sabisis tersebut, guna melancarkan serangan yang lebih besar.
Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemengan untuk mujahidin seluruh dunia. (al-mustaqbal.net)
Wednesday, September 5, 2012
Afmadow telah kembali ke tangan Mujahidin Somalia
AFMADOW - Forum Ansar al-Mujahideen mengeluarkan berita yang melaporkan bahawa Mujahidin Somalia telah berjaya merebut kembali kota Afmadow yang sebelumnya diduduki oleh musuh.
Bandar Afmadow telah kembali ke tangan Mujahidin, ini terjadi ketika Mujahidin mengobarkan perang sengit melawan tentera salib Kenya. Ini mengakibatkan kekalahan memalukan dan penghinaan bagi orang-orang kafir yang menjajah tanah Somalia.
Dalam peristiwa lain, dua pesawat pejuang musuh terjatuh selepas ditembak oleh Mujahidin ketika empat pesawat pejuang mengambil bahagian dalam operasi yang mensasarkan Mujahidin.
Kemuliaan hanya milik Allah yang membolehkan Mujahidin untuk menembak jatuh dua pesawat tersebut. Laporan menunjukkan bahawa banyak mayat dari pasukan Kenya dan pasukan boneka Somalia ditemui di lokasi jatuhnya pesawat dan itu adalah kekalahan terburuk yang terjadi pada pasukan Kenya.
Monday, September 3, 2012
puluhan tentara kafir murtad Kenya tewas
JUBA ISLAMIYAH, SOMALIA-Situs jihad Henein memposting foto-foto eksklusif mayat-mayat tentara kafir murtad Kenya, yang baru saja bertempur sengit dengan Mujahidin Al-shabaab di wilayah Juba Islamiyah, Somalia, Sabtu (01/09/2012). Dalam pertempuran selama berjam-jam tersebut, puluhan tentara kafir murtad Kenya tewas mengenaskan. Berikut foto-fotonya!
Sunday, September 2, 2012
Bantu Umat Islam, Mujahidin Al-Shabaab Bangun Infrastruktur Vital
Shabeelle (lasdipo.com)- Sibuk berperang, tak lantas mengurangi perhatian mujahidin Al-Shabaab atas kesejahteraan kaum muslimin. Usai membagikan mesin diesel untuk irigasi bagi kaum muslimin, mujahidin Al-Shabaab Somalia kembali membangun infrastuktur pengairan.
Dalam rilis resmi via Muassasah Al-Kataib lil Intaj Al-I’lamy, pisi media mujahidin Al-Shabaab Somalia, mujahidin menjelaskan, infrastruktur yang dibangun adalah penggalian sumur-sumur air sekaligus pusat penampungan air di wilayah Shabeelle.
Dalam jumpa pers, 30 Agustus 2012, Syaikh Muhammad Abu Abdillah, penanggung jawab wilayah Shabeelle menandaskan, air adalah masalah utama kaum muslimin Shabeelle khususnya dan Somalia pada umumnya.
Oleh karena itu, mujahidin siap mencurahkan segala upaya untuk membantu petani dan peternak muslim. Mujahidin menaruh perhatian besar untuk meningkatkan kesejahteraan kaum muslimin.
Kaum muslimin amat berbahagia dengan dibangunnya infrastruktur itu. Selain gratis, fasilitas itu sangat tepat sasaran, sesuai dengan apa yang dibutuhkan kaum muslimin. Diketahui, wilayah Shabeelle dikenal sebagai daerah pertanian dan ternak. (silmi kafi/lasdipo.com)
—
Wednesday, September 7, 2011
Pemimpin Somalia berunding
Sharif Sheikh Ahmed (kiri), Ibrahim Mohamed Mahmud (tengah) dan Speaker Parlimen Somalia, Sharif Hassan Sheik Adenduring (kanan) semasa pembukaan Mesyuarat Perudingan peringkat tertinggi di Mogadishu pada 4 September lalu untuk menamatkan perang saudara di negara itu. - AP
MOGADISHU 6 Sept. - Para pemimpin Somalia hari ini dijadual menandatangani perjanjian untuk menubuhkan sebuah kerajaan baru, dan membubarkan pentadbiran berusia tujuh tahun yang gagal membawa keamanan di negara yang berpecah-belah ini.
Mereka membincangkan perjanjian politik baru yang mendapat sokongan daripada Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) di ibu negara ini sejak tiga hari lalu.
Pemberontak al-Shabaab berundur dari Mogadishu pada bulan lalu setelah bertahun-tahun berjuang untuk menumbangkan kerajaan pusat.
"Persidangan penting ini adalah untuk meluluskan pelan bagi menamatkan tempoh peralihan kuasa di Somalia," kata wakil PBB ke Somalia, Augustine Mahiga dalam satu kenyataan lewat semalam.
Perjanjian tersebut adalah yang terbaru antara banyak percubaan untuk menamatkan perang saudara yang sudah berlarutan lebih dua dekad di Somalia.
Perbalahan politik berpanjangan dan pemberontakan militan al-Shabaab telah melemahkan Kerajaan Persekutuan Peralihan di Somalia, sehingga gagal menunaikan mandat utamanya bagi menyatupadukan negara ini, merangka Perlembagaan baru dan menganjurkan pilihan raya.
Perjanjian politik baru itu tertumpu kepada peningkatan tahap keselamatan di Mogadishu dan kawasan lain di selatan Somalia, perdamaian di seluruh negara, draf Perlembagaan, pembaharuan pentadbiran dan institusi.
Presiden Somalia, Sharif Sheikh Ahmed; Presiden wilayah pemisah Puntland, Ibrahim Mohamed Mahmud; pemimpin wilayah Gamudug di tengah negara ini dan para pemimpin militia prokerajaan, Ahlu Sunna Wal Jamaa dijadual menandatangani perjanjian itu.
Pelan tersebut akan dilaksanakan dalam tempoh setahun akan datang, selepas Sharif dan Speaker Parlimen pada Jun lalu bersetuju untuk melanjutkan penggal mereka selama setahun lagi. - AFP
Sunday, September 4, 2011
38 wartawan terbunuh di Somalia sejak 1992
KUALA LUMPUR 4 Sept. - Sebanyak 38 wartawan asing termasuk seorang pekerja media dilaporkan terbunuh ketika membuat liputan krisis di Somalia sejak 1992.
Angka itu berdasarkan statistik yang dikeluarkan oleh laman web Jawatankuasa bagi Perlindungan Wartawan (CJP).
Jumlah itu termasuk korban terbaru membabitkan wartawan dari Malaysia iaitu seorang jurukamera dari stesen televisyen BernamaTV, Noramfaizul Mohd Nor, 39, yang terkena tembakan ketika membuat liputan bantuan kemanusiaan di negara itu, semalam.
Dalam kejadian tersebut, Noramfaizul yang menaiki kenderaan pacuan empat roda sedang dalam perjalanan pulang ke hotel penginapan, maut selepas terkena tembakan curi di bahu sehingga menembusi ke paru-parunya, dalam satu serangan di ibu negara Somalia, Mogadishu.
Sementara itu, seorang lagi jurukamera dari TV3, Aji Saregar Mazlan, 26, pula cedera dalam kejadian tersebut.
Noramfaizul merupakan wartawan Malaysia pertama terkorban ketika membuat liputan di luar negara. - Agensi
Kebuluran di Somalia merebak
Menurut PBB, situasi di negara ini terus bertambah buruk, walaupun usaha bantuan antarabangsa secara besar-besaran sedang dijalankan.
"Situasi kini menjadi bertambah buruk," kata pejabat PBB bagi Penyelarasan Hal Ehwal Kemanusiaan (OCHA) dalam laporannya yang dikeluarkan lewat semalam.
Menurut laporan itu, Jabatan Analisis Pemakanan Keselamatan Makanan Somalia (FSNAU) memberi amaran hampir semua wilayah selatan Somalia akan berhadapan dengan kebuluran.
"Walaupun pelarian berkurangan, kadar pemakanan tidak seimbang serta kematian meningkat dan penyakit berjangkit merebak," kata OCHA.
PBB sebelum ini menyifatkan Somalia berhadapan dengan krisis kemanusiaan paling buruk di dunia.
Kebuluran diisytiharkan di selatan Bakool dan wilayah Lower Shabelle di selatan Somalia pada Julai lalu.
Ia kemudiannya merebak ke tiga kawasan lain, termasuk ibu negara Somalia, Mogadishu dan koridor Afgoye, kem pelarian terbesar di dunia.
Kebuluran diisytiharkan apabila 20 peratus daripada isi rumah berhadapan dengan kekurangan makanan serius, pemakanan tidak seimbang melebihi 30 peratus dan dua kematian untuk 10,000 orang setiap hari, menurut tafsiran PBB. - AFP
Saturday, September 3, 2011
Dunia dirayu 'kekal jalin perpaduan' bantu Somalia
SERBA KEKURANGAN: Seorang wanita dan anaknya, yang tidak seimbang pemakanannya, kelihatan sedang berehat keletihan dalam wad di Hospital Banadir, di Mogadishu, ibu kota Somalia, kelmarin. -- Foto REUTERS
|
NAIROBI: Ketua unit pelarian Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB), Encik Antonio Guterres, lewat kelmarin membuat rayuan kepada masyarakat antarabangsa supaya kekal menjalin perpaduan dengan Somalia, sambil berkata gabungan musim kemarau dan konflik di negara 'Tanduk Afrika' itu telah menyebabkannya menghadapi satu krisis kemanusiaan yang paling buruk.
Berucap dalam satu sidang akhbar di Nairobi, Kenya, selepas lawatan tiga harinya ke negara 'Tanduk Afrika' itu untuk menunjukkan perpaduannya dengan rakyat Somalia yang dijejas kebuluran semasa perayaan Aidilfitri, Encik Guterres juga merayu bagi mendapatkan bantuan besar-besaran bagi rakyat Somalia yang turut menghadapi perang saudara.'Inilah masanya untuk merayu ke arah perpaduan antarabangsa dan merayu bagi bantuan besar-besaran kepada rakyat Somalia dalam Somalia,' kata Encik Guterres kepada para wartawan di Nairobi.Ketua unit pelarian PBB itu, yang diiringi oleh Menteri bagi Pembangunan dan Kerjasama Antarabangsa Sweden, Cik Gunilla Carlsson, berkata dunia harus membiayai negara 'Tanduk Afrika' yang sedang dijejas kebuluran bagi mengelak rakyat Somalia daripada kekontangan.'Kami tidak mahu Somalia kekontangan tetapi mahu berusaha menyediakan bantuan dalam negara itu. Kami mahu rakyat Somalia mempunyai hak memilih untuk tinggal dalam negara mereka sendiri dan, oleh itu, satu pengerahan besar-besaran dari segi keupayaan dan bantuan diperlukan,' kata Encik Guterres.Beliau berkata adalah lebih baik bagi masyarakat antarabangsa menyediakan bantuan kepada mereka yang memerlukan daripada menyaksikan jumlah orang yang ramai mengambil risiko dalam kehidupan mereka untuk mencari bekalan makanan, air, perlindungan dan perkhidmatan lain yang diperlukan.'Saya fikir UNHCR (Pejabat Pesuruhjaya PBB bagi Pelarian) seperti juga pertubuhan-pertubuhan kemanusiaan lain perlu berusaha dengan rendah hati untuk menyedari bahawa kita belum berbuat secukupnya di Somalia, bahawa apa yang kita lakukan belum mencukupi dengan keperluan rakyatnya,' kata beliau lagi.Encik Guterres berkata agensi pelarian PBB itu sedang membantu kira-kira 850,000 pelarian Somalia di negara-negara jirannya. -- Agensi.
300 temui ajal setiap hari
MOGADISHU: Kematian penghuni kem penempatan rakyat Somalia yang sengsara akibat kebuluran meningkat setiap hari dan jumlah kematian di kem berkenaan dianggarkan mencecah 300 orang sehari.
Ketua Pengarah Kementerian Kesihatan Somalia, Duale Adam Mohamed Zen berkata, kekurangan ubat dan vaksin serta pakar perubatan menjadi penyebab utama kematian kebanyakan penghuni kem penempatan dalaman (IDPs).
Katanya, di Somalia ada tidak sampai 300 doktor dan di Mogadishu pula tidak lebih 100 orang, malah keadaan diburukkan dengan kemudahan serta ubatan tidak mencukupi.
“Masalah utama kami membantu rakyat Somalia terutama kanak-kanak dan wanita yang sakit disebabkan kurang zat serta vitamin adalah tidak cukup kepakaran serta kemudahan dalam bidang perubatan.
“Bantuan bekalan ubatan memang diterima daripada pelbagai pihak termasuk Pertubuhan Kesihatan Dunia (WHO) dan mereka sentiasa memantau kami, namun itu tidak mencukupi kerana kami masih kekurangan pakar perubatan untuk merawat jutaan rakyat kami yang menderita,” katanya ketika menerima kunjungan hormat kumpulan Misi Bantuan Kemanusiaan Kelab Putera 1Malaysia ke Somalia di pejabatnya di sini, semalam.
Beliau cukup gembira dengan kehadiran kumpulan misi bagi membantu rakyat Somalia yang turut menderita akibat perang saudara berpanjangan sejak lebih 20 tahun lalu.
Ketua Pengarah Kementerian Kesihatan Somalia, Duale Adam Mohamed Zen berkata, kekurangan ubat dan vaksin serta pakar perubatan menjadi penyebab utama kematian kebanyakan penghuni kem penempatan dalaman (IDPs).
Katanya, di Somalia ada tidak sampai 300 doktor dan di Mogadishu pula tidak lebih 100 orang, malah keadaan diburukkan dengan kemudahan serta ubatan tidak mencukupi.
“Masalah utama kami membantu rakyat Somalia terutama kanak-kanak dan wanita yang sakit disebabkan kurang zat serta vitamin adalah tidak cukup kepakaran serta kemudahan dalam bidang perubatan.
“Bantuan bekalan ubatan memang diterima daripada pelbagai pihak termasuk Pertubuhan Kesihatan Dunia (WHO) dan mereka sentiasa memantau kami, namun itu tidak mencukupi kerana kami masih kekurangan pakar perubatan untuk merawat jutaan rakyat kami yang menderita,” katanya ketika menerima kunjungan hormat kumpulan Misi Bantuan Kemanusiaan Kelab Putera 1Malaysia ke Somalia di pejabatnya di sini, semalam.
Beliau cukup gembira dengan kehadiran kumpulan misi bagi membantu rakyat Somalia yang turut menderita akibat perang saudara berpanjangan sejak lebih 20 tahun lalu.
Kesihatan, persekitaran makin buruk
Oleh Metra Syahril Mohamed
SEBAHAGIAN mangsa kebuluran yang berlindung di Kem Maalin, Mogadishu, Somalia, semalam.
MOGADISHU 2 Sept. – Situasi di Somalia dijangka bertambah buruk apabila segala sistem termasuk kesihatan dan pengurusan persekitaran di negara itu dilihat gagal berfungsi dengan baik.
Penasihat Teknikal kepada Menteri Kesihatan, Dr. Abdi Awad Ibrahim berkata, selain kekurangan ubat untuk menangani masalah pesakit akibat kebuluran, Somalia kini berhadapan dengan masalah sistem bekalan air bersih.
Memburukkan lagi keadaan, jelasnya, adalah sistem saliran dan pengurusan sampah sarap yang tidak terurus selain kelemahan dalam sistem sanitasi.
‘‘Kami memerlukan kemudahan kesihatan yang baik. Di Mogadishu sahaja, kami hanya memiliki tidak kurang 100 orang doktor. Kami juga memerlukan kaunselor untuk menangani kesan psikologi.
‘‘Bencana kemarau yang melanda menyebabkan 3.5 juta penduduk berhadapan dengan situasi kebuluran dan ia pasti akan bertambah. Kanak-kanak dan wanita, khususnya, menghidap cirit-birit serta makanan tidak seimbang. Bayangkan, 200 orang meninggal dunia setiap hari akibat cirit-birit dan konflik bersenjata.
‘‘Situasi ini dijangka bertambah buruk ekoran ketiadaan sistem bekalan air bersih, sistem saliran dan pengurusan sampah sarap yang teruk,” katanya ketika ditemui selepas mengadakan pertemuan dengan Presiden Kelab Putera 1Malaysia, Datuk Abdul Azeez Abdul Rahim di pejabat Kementerian Kesihatan, dekat sini hari ini.
Turut sama dalam pertemuan itu, Ketua Pengarah Kesihatan Somalia, Duale Adam Mohamad.
Kelab Putera 1Malaysia dengan kerjasama Badan Amal dan Kebajikan Isteri-isteri Menteri dan Timbalan Menteri (Bakti) berada di Somalia bagi menjalankan misi kemanusiaan ekoran kebuluran melanda negara itu yang disebabkan oleh kemarau panjang.
Mengulas lanjut, Dr. Abdi Awad berkata, selain ancaman kesihatan, Somalia masih diancam peperangan terutamanya pertempuran antara kumpulan Al-Shabab dan tentera kerajaan.
‘‘Ini membuatkan ramai penduduk yang menderita,” tegasnya.
Ditanya mengenai kehadiran agensi misi kemanusiaan asing ke Somalia, jelasnya, kerajaan gembira dengan bantuan pihak luar tetapi segala bantuan perlulah diurus dengan baik mengikut saluran kementerian.
Sementara itu, Ketua Pengarah Hospital Mata Kebangsaan, Dr. Abdisemad Hassan Mohammed ketika ditemui berkata, pihaknya memerlukan sumbangan pelbagai agensi dalam membantu memperbesarkan hospital berkenaan bagi membolehkan ia merawat pesakit terutamanya pesakit katarak dengan lebih meluas.
Katanya, ekoran berlakunya kebanjiran mangsa kebuluran di kem perlindungan sementara berdekatan iaitu Kem Bad-Badoo, hospitalnya terpaksa merawat pesakit katarak antara 80 dan 100 orang pesakit setiap hari.
‘‘Kami hanya ada sebuah bilik pembedahan dengan dibantu 31 staf perubatan. Rawatan di sini adalah percuma menerusi pembiayaan Kementerian Kesihatan dan Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO),” katanya.
Dalam pada itu, Setiausaha Agung Agensi Pengurusan Bencana Somalia, Abdulhakim Ahmed Guled memberitahu, pihaknya berhadapan dengan masalah mendapatkan statistik terkini mangsa kebuluran ekoran kegagalan pelbagai pihak mengemaskini bilangan mereka di kem-kem perlindungan sementara.
‘‘Apa pun, kita sedang memikirkan pelan pemulihan terhadap mangsa di kem perlindungan,” katanya.
Friday, September 2, 2011
11 bayi jadi anak angkat kerajaan Malaysia
NASIB 11 bayi dan kanak-kanak Somalia bakal berubah apabila mereka dijadikan anak angkat kerajaan Malaysia dan dibawa pulang ke Kuala Lumpur oleh pasukan misi bantuan kemanusiaan Kelab Putera 1Malaysia yang kini berada di negara itu sehingga Ahad depan.
Projek perintis dicadangkan isteri Perdana Menteri, Datin Seri Rosmah Mansor yang menerajui Badan Amal dan Tenaga Kebajikan Isteri-isteri Menteri (BAKTI) itu sebagai tanda simpati rakyat Malaysia terhadap nasib rakyat Somalia yang menderita akibat kebuluran dan perang saudara.
Presiden Kelab Putera 1Malaysia, Datuk Abdul Azeez Abdul Rahim, berkata pihaknya kini sedang berbincang dengan kerajaan Somalia dan berharap projek itu dapat direalisasikan.
“Kita kini masih pada peringkat perbincangan bagi mendapatkan persetujuan kerajaan Somalia dan jika mereka bersetuju, kita akan bawa pulang 11 bayi dan kanak-kanak berusia antara enam bulan hingga 11 tahun terlebih dulu.
“Untuk permulaan, kita akan cuba membawa pulang bayi dan kanak-kanak yang sudah menjadi yatim piatu, sihat dan bebas dari sebarang penyakit dan mereka ini akan dijadikan anak angkat di bawah projek Permata Negara,” katanya.
Terdahulu, pasukan misi bantuan diketuai Abdul Azeez menyampaikan bantuan makanan termasuk makanan ringan kepada 120 kanak-kanak dan 140 wanita bersama bayi mereka di Hospital Dar-ar Shifa yang turut dijadikan tempat perlindungan sementara.
Kebanyakan kanak-kanak yang berlindung di hospital itu adalah anak yatim piatu selepas ibu bapa mereka meninggal dunia akibat peperangan dan kebuluran.
Ada di antara mereka terpisah daripada keluarga ketika perang dan kehidupan yang terlalu daif turut memaksa kanak-kanak itu merayau mencari makanan sendiri. bharian
Projek perintis dicadangkan isteri Perdana Menteri, Datin Seri Rosmah Mansor yang menerajui Badan Amal dan Tenaga Kebajikan Isteri-isteri Menteri (BAKTI) itu sebagai tanda simpati rakyat Malaysia terhadap nasib rakyat Somalia yang menderita akibat kebuluran dan perang saudara.
“Untuk permulaan, kita akan cuba membawa pulang bayi dan kanak-kanak yang sudah menjadi yatim piatu, sihat dan bebas dari sebarang penyakit dan mereka ini akan dijadikan anak angkat di bawah projek Permata Negara,” katanya.
Terdahulu, pasukan misi bantuan diketuai Abdul Azeez menyampaikan bantuan makanan termasuk makanan ringan kepada 120 kanak-kanak dan 140 wanita bersama bayi mereka di Hospital Dar-ar Shifa yang turut dijadikan tempat perlindungan sementara.
Kebanyakan kanak-kanak yang berlindung di hospital itu adalah anak yatim piatu selepas ibu bapa mereka meninggal dunia akibat peperangan dan kebuluran.
Ada di antara mereka terpisah daripada keluarga ketika perang dan kehidupan yang terlalu daif turut memaksa kanak-kanak itu merayau mencari makanan sendiri. bharian
Wednesday, August 31, 2011
Aidilfitri disambut penuh sayu
ABDUL Azeez Abdul Rahim menyampaikan sumbangan kepada orang ramai selepas solat sunat Aidilfitri di Masjid Isbahasyiga, Mogadishu, Somalia, pagi semalam.
MOGADISHU 30 Ogos - Lebih 1,000 penduduk di Mogadishu, Somalia hari ini mengerjakan solat sunat Aidilfitri di Masjid Isbahasyiga, dekat sini selepas sebulan mengerjakan ibadat puasa.
Solat yang turut dihadiri pasukan misi kemanusiaan Kelab Putera 1Malaysia diketuai Presidennya, Datuk Abdul Azeez Abdul Rahim itu diimamkan oleh imam masjid berkenaan, Sharif Abdul Rahman Ulusow.
Di pekarangan masjid, beratus wanita dan kanak-kanak serta golongan tua berbaris meminta sedekah ekoran kemiskinan lantaran kemarau terburuk yang melanda negara itu sejak tiga tahun lalu.
Keadaan bertambah buruk apabila wujud kumpulan bersenjata seperti al-Shabab yang mengawal sebahagian besar selatan Somalia dan menyekat kemasukan bantuan makanan oleh agensi kemanusiaan.
Sejurus selepas solat, pasukan misi kemanusiaan Malaysia mengagih-agihkan bantuan seperti kopiah, biskut, kurma, tudung dan kain pelikat.
Abdul Azeez turut menyerahkan bantuan wang tunai sebanyak AS$2,000 (RM6,000) kepada imam masjid berkenaan.
Bagaimanapun, pasukan berkenaan kemudiannya diserbu lebih 5,000 penduduk yang berasak-asak untuk mendapatkan bantuan.
Bagi pasukan yang mengikuti misi itu termasuk media, Aidilfitri disambut secara sederhana di tempat penginapan di Hotel Nasahablood yang terletak kira-kira satu kilometer dari Lapangan Terbang Antarabangsa Aden Abdulle.
Sementara itu, beberapa generasi muda ketika ditemui di pekarangan masjid melahirkan harapan untuk melihat Somalia kembali menjadi negara yang aman dan makmur.
Menurut Abdul Salam Hussein, 19, beliau belum mendapat pekerjaan untuk menyara keluarganya.
''Hidup semakin susah. Saya mahu belajar. Saya mahu menjadi guru. Keadaan di Somalia bagaikan bukan sebuah negara. Nampak tenang tetapi bergolak.
''Kami mahukan keamanan dan kesejahteraan. Sampai bila kami mahu hidup melarat. Rakyat Malaysia sangat beruntung kerana memiliki negara yang aman sehingga mampu membantu kami di sini.
''Saya mahu ke Malaysia. Mungkin di sana dapat belajar dengan sempurna dan mencari pekerjaan yang baik serta mampu menyara hidup keluarga saya di sini," katanya.
Bagi rakannya, Abdul Rahman Eidow Omar, 15, sempena sambutan Aidilfitri ini, Somalia perlu kembali aman kerana penduduk di sini sudah 'letih' hidup melarat.
''Saya mahu menjadi doktor. Saya mahu Somalia aman. Saya masih muda. Sampai bila mahu hidup sebegini?" soalnya yang bersekolah di Al Masal Secondary School.
Abdul Rahman berkata, beliau juga mahu ke Malaysia yang merupakan sebuah negara yang aman.
Pasukan misi kemanusiaan Kelab Putera 1Malaysia tiba di Mogadishu semalam selepas menempuh penerbangan selama 24 jam menerusi pesawat Charlie 130 milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM).
Pasukan tersebut turut membawa 7.5 tan bantuan berupa ubat-ubatan, makanan serta pakaian. - utusan
Tuesday, August 30, 2011
Misi bantuan tiba di Mogadishu
| SEBAHAGIAN pekerja memunggah kotak bantuan dari pesawat C130 TUDM di Lapangan Terbang Antarabangsa Aden Abdulle, semalam. |
Menteri Perikanan Somalia sambut sukarelawan Malaysia
MOGADISHU: Selepas 24 jam menempuh penerbangan, pesawat Tentera Utara Diraja Malaysia (TUDM) yang membawa rombongan misi kemanusiaan ke Somalia anjuran Kelab Putera 1Malaysia mendarat di Lapangan Terbang Antarabangsa Aden Abdulle sini, pada jam 10 pagi waktu tempatan, semalam.
Pesawat TUDM C-103 dipandu Leftenan Kolonel Zahani Zainal Abidin bersama 25 kru berlepas dari Lapangan Terbang TUDM, kelmarin, membawa lapan tan ubat dan pakaian untuk diagihkan kepada penghuni di beberapa kem perlindungan sekitar Mogadihsu.
Sebanyak 250 tan makanan akan dibeli di sini untuk diagihkan di kem terbabit termasuk kem terbesar di Badbadoo 25 kilometer dari Mogadishu yang menempatkan lebih 26,000 pelarian yang berlindung akibat kebuluran.
Sejurus tiba, pasukan perubatan diketuai Datuk Dr Alwi Abdul Rahman berlepas ke tiga hospital iaitu Pusat Kesihatan SAACID, Hospital Pakar Dar Al-Shifa dan Pusat Mata Kebangsaan untuk menyerahkan vaksin yang dibawa dari Malaysia.
“Kebanyakan hospital ini kekurangan bekalan ubat-ubatan dan sebahagian besar penduduk khususnya kanak-kanak mengalami masalah kesihatan akibat kebuluran.
“Esok (hari ini) kita mula mengagihkan makanan di kem Badbadoo selain membuka kem perubatan di situ,” kata Abdul Azeez.
Pasukan perubatan juga akan mendirikan khemah pemeriksaan kesihatan untuk penghuni kem.
Sempena Aidilfitri pasukan misi bantuan mengagihkan pakaian sebelum menyertai penduduk tempatan bersolat sunat hari raya di Masjid Isbahasyiga di sini.
Bantuan kemanusiaan ke Somalia ini dianggap antara misi amat berbahaya terutama jika rombongan ini ingin ke kem perlindungan di Merkat yang dikuasai kumpulan pengganas Al-Shabab yang mendalangi perang saudara sejak 1991.
bharian
Sunday, August 28, 2011
Penuh khemah
MOGADISHU: Setiap tanah lapang di ibu negara Somalia dipenuhi ribuan khemah penduduk kampung (IDPs) yang berhijrah ke bandar bagi mendapatkan bantuan, terutama makanan, dan pemandangan itu dapat dilihat di sepanjang jalan.
Mereka berhijrah ke bandar selepas kampung mereka musnah akibat perang saudara hingga tiada apa yang tinggal, menyebabkan penduduk menderita kebuluran.
Menurut ketua khemah di daerah Hawl Wadaq, Jaafar 42, semua yang menghuni khemah pelarian datang dari luar Mogadishu dan ada yang datang sejauh 200 hingga 600 kilometer.
“Kebanyakan mereka hanya berjalan kaki dari kampung ke ibu negara, ada yang berjalan kaki 15 hari hingga sebulan dan ada juga yang meninggal dunia ketika perjalanan.
“Golongan kanak-kanak yang kurang zat dan nutrasi (khasiat) akibat kebuluran sering menghidapi penyakit. Ada yang tidak dapat bertahan dan ramai yang mati,” katanya ketika ditemui di khemah IDPs Maalin, di sini, semalam.
Jaafar berkata, mereka tiada pilihan lain kecuali datang ke bandar bagi mendapatkan bantuan makanan, air dan perubatan di pusat bantuan yang didirikan pelbagai pertubuhan dunia dan juga pertubuhan bukan kerajaan (NGO) pelbagai negara.
“Setiap khemah didirikan sekitar kawasan Mogadishu adalah tidak kurang dari 800 hingga 1,000 orang dan kami bergantung hidup dengan sumbangan pelbagai pihak.
“Penghuni khemah beratur dan menunggu di setiap pusat bantuan disalurkan seperti klinik kesihatan, makanan dan air setiap hari. Kami hanya boleh berharap ada pihak sudi meringankan penderitaan kami dengan menyalurkan bantuan,” katanya.
Semua bangunan di sini juga dikesan mempunyai kesan tembakan dan tidak boleh dihuni lagi.
Negara yang sebelum ini mempunyai semuanya, termasuk universiti, stadium bola, teater nasional dan banyak lagi, namun semuanya musnah akibat perang saudara berpanjangan berikutan tiada sefahaman antara lebih 2,000 puak di negara Afrika Utara ini.
Thursday, August 25, 2011
Somalia: PBB sukar salur bantuan
Seorang wanita Somalia yang sarat mengandung terbaring kelaparan sementara menunggu menerima rawatan di sebuah bangunan yang rosak teruk akibat perang saudara yang dijadikan hospital di daerah Hodan, Mogadishu, kelmarin. - REUTERS
NEW YORK 24 Ogos - Penyelaras Hal Ehwal Kemanusiaan (OCHA) Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) mendedahkan bahawa badan dunia itu masih tidak dapat mengakses kawasan tertentu di Somalia yang mengalami krisis kebuluran terburuk, sekali gus membantutkan usaha untuk mengagih-agihkan bantuan makanan kepada pelarian.
Pegawai Penerangan Awam dan Sokongan OCHA, Kirsten Mildren yang kini bertugas di negara-negara Afrika berkata, masalah itu menyebabkan bantuan makanan tidak dapat diagih-agihkan ke kawasan yang paling kurang menerima kehadiran agensi kemanusiaan.
"Masih terdapat kawasan yang belum dapat diakses pihak kami di Somalia, yang mana pelariannya sangat-sangat memerlukan bantuan makanan," katanya kepada agensi beritaXinhua dalam satu wawancara di sini hari ini.
Krisis makanan di negara-negara Afrika seperti Kenya, Djibouti dan Ethiopia disebabkan kemarau telah mencetuskan masalah kebuluran di lima kawasan di selatan dan tengah Somalia dengan 3.7 juta daripada penduduknya memerlukan bantuan kemanusiaan segera.
Situasi itu bertambah buruk dengan kelemahan kerajaan Pusat Somalia dan kewujudan kumpulan- kumpulan bersenjata seperti al-Shabab, yang mengawal sebahagian besar selatan Somalia dan menyekat kemasukan bantuan makanan oleh agensi kemanusiaan.
"Kami tidak tahu bagaimana keadaan itu akan memberi kesan kepada operasi kemanusiaan dan pengagihan bantuan," jelas Milden.
Katanya, buat masa ini OCHA akan terus mengagihkan bantuan ke bandar-bandar di Somalia melalui kakitangan tempatan.
"Anda masih belum dapat melihat kehadiran kakitangan bantuan kemanusiaan antarabangsa di luar Mogadishu. Kami menyalurkan semua bantuan kami sendiri dengan sokongan kakitangan tempatan," katanya.
Mildren berkata, OCHA juga sedang berusaha mengadakan dialog dengan semua pihak di Somalia bagi urusan kemasukan bantuan kepada pelarian yang memerlukan. - Agensi, utusan
Sunday, August 21, 2011
Pelarian Somalia jual bantuan makanan demi duit
Keadaan penuh sesak dengan pelarian di kem Seyidka, Mogadishu, Somalia, kelmarin. Pelarian terpaksa menjual bantuan makanan yang diterima bagi mendapatkan wang untuk membeli keperluan lain. - REUTERS
MOGADISHU 20 Ogos - Penduduk Somalia yang menghadapi krisis kebuluran terpaksa menjual bantuan makanan yang diterima daripada pertubuhan kemanusiaan bagi membolehkan mereka membeli keperluan harian lain dan menampung kos rawatan perubatan.
Seorang nenek, Fatuma Abdi, 81, yang menghidap kencing manis dan memelihara empat cucu selepas kematian ibu bapa mereka berkata, dia terpaksa berbuat demikian bagi membolehkannya mendapatkan rawatan dan membeli susu.
Abdi yang tinggal di Bulla Hawa, bandar di sempadan Kenya dan Somalia berkata kepadaRadio Netherlands Worldwide, sebelum ini dia berniaga secara kecil-kecilan tetapi perniagaan itu gagal diteruskan.
Selepas dimaklumkan bantuan makanan oleh badan bukan kerajaan (NGO) akan diedarkan di Mandera, Kenya yang terletak lebih satu kilometer dari rumahnya, nenek itu pergi mendapatkan bantuan berkenaan.
Dia memperoleh 50 kilogram beras dan kurma, 50 kilogram tepung gandum, tiga liter minyak masak dan tiga paket susu.
Beberapa minit kemudian, Abdi berunding dengan seorang peniaga untuk menjual makanan di luar sebuah sekolah, di mana bantuan itu diagihkan.
"Saya sakit dan perlukan rawatan. Saya jual beras dan kurma bagi mendapatkan wang untuk membeli ubat selain susu untuk cucu saya,'' jelasnya.
Seorang lagi penduduk, Mohamud Ali, 65, berkata, perbuatan berkenaan bukan satu perkara baru.
"Keperluan setiap orang berbeza, namun ia bukan alasan untuk tidak menyediakan bantuan makanan,'' katanya.
Sebuah pertubuhan kemanusiaan berkata, mereka tidak dapat memantau dan mengawal penjualan bantuan makanan berkenaan. - Agensi
Subscribe to:
Posts (Atom)