Showing posts with label jutawan. Show all posts
Showing posts with label jutawan. Show all posts

Saturday, December 29, 2012

Tukang Sapu Jadi Jutawan…


 (Kisah Nyata Di Mekkah Musim Haji 2012)



Musim haji tahun 2012 baru saja berlalu. Seperti biasanya, setiap kali musim haji selalu saja memunculkan kisah-kisah menakjubkan. Selalu ada cerita yang mengharukan, penuh hikmah dan menjadi pelajaran bagi umat manusia.

Di antara kisah nyata yang terjadi di musim haji tahun 2012 ini adalah kisah seorang tukang sapu di kota Mekkah yang mendadak kaya menjadi seorang milyuner. Bagaimana ceritanya? Simak kisah nyatanya seperti yang diangkat di koran al-Sabaq terbiatan Saudi Arabia tanggal 17 Dzhuhjjah lalu (02/11/2012). (Kisah ini sudah kami edit seperlunya tanpa mengurangi inti dan substansi cerita).


Syahdan, seorang pria bernama Marimir Husain Jihar tengah menyapu jalanan kota Mekkah yang penuh debu. Ia membersihkan jalanan kota suci ini dari kotoran dan sampah-sampah yang dibuang manusia atau yang diterbangkan angin sepanjang waktu.

Sudah 5 tahun, pekerja imigran asal Bangladesh itu melakoni pekerjaan bersahaja tersebut, pekerjaan yang dipandang sebelah mata orang orang lain. Di Arab Saudi, orang Bangladehs sering disebut sebagai “Benggali”. Orang Indonesia pun memanggil mereka dengan sebutan demikian.

Rekan-rekan sekerja Marimir tidak pernah tahu asal-usul marimir, sebab ada ratusan ribu (atau mungkin jutaan) orang Benggali yang menjadi buruh kasar di negeri Haramain ini.

Sampai pada suatu hari di musim haji 2012. Ketika Marimir asyik menyapu jalanan di sekitar wilayah Tan’im, tempat di mana orang-orang akan memulai (miqat) ihram untuk Umrah, suatu kejadian tak terduga terjadi.

Seorang pria tua berteriak dari seberang jalan memanggil nama Marimir. Pria itu berpakaian Ihram, terlihat hendak melaksanakan ihram untuk Umrah. Dari postur tubuhnya, pria tua itu jelas berkebangsaan Bangladeh.

“Marimir…! Marimir…! Marimir….!” Teriak pria tua berkali-kali dari seberang jalan. Namun karena banyaknya manusia dan lalu linta yang sibuk, Marimir tidak mendengarnya.

“Marimir…! Marimir…! Marimir…!” Pria tua itu kembali berteriak. Kali ini ia berlari ke arah Marimir menghadang jalan.

Aksi pria tua itu mengundang perhatian banyak orang di Tan’im, termasuk dari rekan-rekan pria tua itu sendiri. Mereka heran, bagaimana ia mengenali seorang penyapu jalan di kota suci ini.

Tanpa peduli, ia terus berlari tanpa menghiraukan mobil-mobil yang melaju kencang. Orang-orang berteriak memperingatkannya, karena aksinya itu mengganggu lalu lintas.

“Marimir…!”. Ujar si pria tua tanpa henti.

Kali ini Marimir mendengar. Ia menoleh, dilhatnya seorang yang sudah tua berlari ke arahnya. Ia pun heran, dari mana orang itu mengetahui namanya.

Pria itu semakin mendekat. Dan semakin dekat. Ketika sudah jelas baginya siapa yang datang, ia pun terperangah. Alangkah kagetnya Marimir, ia seakan tak percaya apa yang dilihatnya.

Ternyata pria tua itu adalah abang kandungnya sendiri….

Dengan berurai air mata, si pria tua itu menghampiri Marimir yang penuh debu, lantas ia memeluk pemuda itu dengan erat sambil menangis.

Aksi jemaah haji tersebut mengundang perhatian banyak orang. Meski tidak mengerti, mereka mengabadikan momen penuh haru itu dengan kamera. Setelah itu, si pria tua bercerita kepada orang-orang yang mengitari mereka penuh keharuan.

Ia menceritakan bahwa tukang sapu itu adalah adik kandungnya sendiri, mereka adalah dua bersaudara yang sudah lebih 5 tahun tidak bertemu.

Kisah perpisahan mereka dimulai ketika orangtua mereka meninggal dunia beberapa tahun sebelumnya. Ayah mereka meninggalkan harta warisan yang sangat banyak, mencapai 17 juta Riyal (sekitar Rp. 42,5 Milyar). Bagaimana tidak, keluarganya adalah keturunan bangsawan, dan salah satu kakek mereka adalah mantan menteri di Bangladesh.

Tapi saudara tuanya itu berbuat serakah. Ia tidak mau membagi harta peninggalan itu dengan adiknya. Beberapa kali si adik meminta pembagian warisan, tapi ia tidak mau. Bahkan, sang adik pernah dijebloskannya ke penjara karena menuntut haknya!

Karena putus asa, akhirnya sang adik pergi meninggalkan Bangladeh. Ia pun menjadi pekerja imigran di Arab Saudi. Hingga bertahun-tahun lamanya. 5 tahun terakhir, ia menjadi tukang sapu di Mekkah.

Selepas kepergian adiknya itu, saudara tuanya pun diserang penyakit kanker ganas.

“Ini hukuman Allah atas kezaliman saya…”. Kenang haji tua itu sambil menangis. Dan sejak itulah ia insyaf atas perbuatan serakahnya.

Bertahun-tahun pula lamanya, ia berusaha mencari jejak sang adik. Ia bertanya kepada kawan-kawan adiknya, tapi tak satu pun yang tahu. Ia pun sudah membuat sayembara, siapa yang mengetahui alamat adiknya akan diberi imbalan yang besar.

Namun kabar tak kunjung datang. Sang adik entah di mana rimbanya. Sementara penyakitnya semakin parah, hingga ia mengira umurnya takkan lama lagi.

Hingga datang musim haji tahun 2012. Ketika ia hendak pulang ke tanah air, ia pun melaksanakan umrah terlebih dahulu. Ia bersama rombongannya pun berangkat ke Tan’im, miqat di mana orang Mekkah memulai umrah.

Dan di sanalah keajaiban itu terjadi. Di tempat inilah Allah Swt mempertemukannya dengan adiknya yang selama ini ia cari. Dilihatnya seorang pria muda tengah menyapu jalanan, dan ternyata itu adalah saudara kandungnya.

Saat pertemuan itu, saudara tua itu meminta maaf kepada sang adik atas kezalimannya selama ini. Karena keserakahannya, sang adik hidup sengsara dan terlunta-lunta sebagai tukang sapu di negeri orang.

Ia pun mengajak adiknya pulang. Ia sudah membagi harta peninggalan orangtua mereka seadil-adilnya. Bagian untuk sang adik sudah ia sisihkan, dan akan ia berikan tanpa mengambilnya sedikitpun, jumlahnya milyaran rupiah ditambah properti yang sangat banyak.

Di tempat yang suci itu, sang adik memaafkan abangnya. Ia sama sekali tidak menaruh dendam. Bahkan dirinya merasa bahagia bisa tinggal di tanah suci ini. Di sini, ia menghabiskan waktu untuk bekerja dan menghafal al-Qur’an.

Kepada hadirin yang berkerumun di sekitar mereka, tukang sapu yang jadi milyuner itu mengatakan: “Sungguh ini merupakan pelajaran yang besar dalam hidup saya. Saya sudah merasakan bagaimana rasanya menjadi orang yang teraniaya. Karena itu, saya berjanji tidak akan menganiaya siapa pun. Allah mengharamkan kezaliman atas diri-Nya, dan diharamkannya kezaliman itu atas hamba-hambaNya”.

Kisah mengharukan itu menjadi buah bibir jemaah haji. Seorang penjual makanan cepat saji di kota Mekkah mengatakan kepada wartawan Sabg:

“Saya sering bersedekah makanan kepada tukang sapu itu, tanpa saya pernah tahu ternyata dia adalah seorang milyuner”.

sumber cerita : http://putramelayu.web.id/sumber

Thursday, October 25, 2012

JUTAWAN ARAB SAUDI ADA USD7.7 BILLION-MEMILIH UNTUK JADI MISKIN SEMULA



Pernah dengar tak Al- Rajhi Bank. Mungkin korang pun ada buka akaun kat Bank tu. Hamba Allah yang kat atas ni ialah pengasas Bank Al- Rajhi tersebut. Bank Al-Rajhi adalah Bank Islam terbesar di dunia. Nama Jutawan ni ialah Sulaiman Al-Rajhi. Lahir pada tahun 1920 di Arab Saudi. Dibesarkan di padang pasir. Jutawan yang bekerja dengan hasil usaha sendiri dan bukan berasal dari kerabat diraja.

Fakta berkaitan dengan Sulaiman Al Rajhi ni :


1)  Beliau berasal dari orang miskin menjadi Jutawan dan memiliki USD7.7Billion. Beliau dahulu (2011) orang yang ke 120 terkaya didunia mengikut Majalah Forbes. Sekarang kembali miskin kerana telah menyerah seluruh hartanya kepada anak-anak dan sebahagian besarnya didermakan badan kebajikan.
2)   Membuka Bank Islam kerana Islam mengharamkan faedah atau interest (tiada Bank Islam waktu tu).
3)   Memulakan kerja harian selepas solat subuh dan berhenti hingga waktu Isyak.
4)   Mula-mula membuka Bank Islam di London kemudian baru ke Timur Tengah.
5)   Disiplin yang diamalkan selain bekerja keras ialah menepati masa.
6) Tidak suka membazir; kenapa perlu pasang langsir tebal dan memasang lampu sedangkan Allah swt telah beri cahaya pada siang hari secara percuma?
7)   Bisnes vs peribadi; memiliki ekuiti syarikat penerbangan dan masih membayar untuk tiketnya.
8)   Merendah diri; masih menaiki penerbangan kelas ekonomi.
9)   Menepati waktu; mempelajarinya pada awal memulakan bisnes kerana pernah lewat beberapa minit menghadiri mesyuarat dengan pegawai syarikat terkemuka di Eropah dan pegawai tersebut enggan berjumpanya kerana kelewatan tersebut.
10) Tegas dengan prinsip Islam; dijemput menghadiri jamuan makan malam. Keluar dari jamuan tersebut selepas menyedari ada program hiburan yang menyalahi syariat. Menteri bertanggungjawab akhirnya membatalkan program tersebut bagi membolehkan beliau berada dalam majlis tersebut. Itulah kuasa orang kaya yang beriman.
11) Semuanya baik-baik; Alhamdulillah. Itulah ucapan dari mulut beliau apabila mendengar kilang-kilangnya terbakar. Bukan sekali kejadian itu berlaku, tetapi dua kali.
12)  Semuanya Allah punya; kita cuma pemegang amanah di atas muka bumi.



MORAL CERITA : NAK JADI JUTAWAN KENA KERJA KUAT DAN PANDAI CARI PELUANG. TIADA SHORT CUT NAK JADI KAYA.

Uncle Majid

Wednesday, November 3, 2010

Harta buat Emma pening

LONDON: Bintang Harry Potter, Emma Watson, berkata selama bertahun-tahun dia tidak tahu berapa nilai kekayaan diperolehnya hasil peranan sebagai Hermione Granger dalam filem berkenaan.
Apabila ada pihak memaklumkan nilai kekayaan itu pula, Emma, 20, dilaporkan berasa pening.
BUKAN SEPERTI REMAJA BIASA...sebagai pelakon, Emma terikat dengan pelbagai syarat ketat selama membintangi filem Harry Potter.
BUKAN SEPERTI REMAJA BIASA...sebagai pelakon, Emma terikat dengan pelbagai syarat ketat selama membintangi filem Harry Potter.

Dalam, temubual dengan majalah Vogue edisi Britain untuk keluaran Disember ini, Emma berkata, ketika berusia 17 atau 18 tahun, dia ada berbincang mengenai wang dengan bapanya.

“Menjelang penerbitan filem Harry Potter ketiga atau keempat, wang saya mula semakin banyak menyebabkan saya tak tahu apa yang perlu dibuat.

“Wang banyak menyebabkan saya pening, sangat emosi dan terkejut,” katanya dalam temubual dengan majalah berkenaan.

Sebelum itu, katanya, dia hidup dengan belanja mingguan kira-kira �50 (RM247) seminggu.

Dia kemudian mengikuti kursus pengurusan kewangan dan nilai harta Emma kini dianggarkan kira-kira RM99 juta.

Kini menuntut di Universiti Brown di Amerika Syarikat, Emma dipilih menjadi penghias muka depan majalah Vogue dengan menampilkan gaya rambut terbarunya yang pendek.
Majalah edisi Britain itu akan mula berada di pasaran Jumaat ini.

Kata Emma, dia memotong rambutnya selepas menghabiskan penggambaran dua filem terakhir siri Harry Potter.

“Selama sembilan tahun bersama Harry Potter, saya terikat dengan syarat tidak boleh memotong rambut atau berkulit perang,” katanya.

Menurut Emma, dia sentiasa terhalang menikmati hidup seperti remaja lain.

“Bermacam-macam yang mereka boleh lakukan, saya tak boleh.

“Justeru, apabila ada peluang menukar penampilan, saya terus lakukan,” katanya.

Filem ketujuh Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows (bahagian pertama) mula ditayangkan pada 19 November ini, sebelum siri terakhirnya (bahagian kedua) dijadualkan pada Julai tahun depan. - Reuters