Showing posts with label yahudi. Show all posts
Showing posts with label yahudi. Show all posts

Wednesday, February 13, 2013

Negara Manakah Yang Paling Ramai Dihuni Yahudi?

Sudah tentu negara yang pertama paling ramai dihuni oleh bangsa Yahudi adalah Israel dengan jumlah penduduknya 5,313,800 (40% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia).


Data-data ini dapat memberikan sebuah gambaran yang mendalam pada peringkat dasar setiap negara, yang berkaitan dengan politik, ekonomi, perdagangan, pertahanan-keselamatan, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi-maklumat, dan bahkan bidang pertanian.

Semakin ramai jumlah orang Yahudi di sebuah negara, semakin kuat pengaruhnya terhadap aspek-aspek polisi pemerintahan di sebuah negara. Ini sudah menjadi fakta yang sifatnya umum. Negara-negara yang jumlahnya penduduk Yahudi cukup ramai, bererti negara itu sudah berada dalam 'genggaman' golongan Yahudi.

Ini kerana orang Yahudi selalu membina jaringan yang sangat kuat, berdasarkan hubungan darah (ras), ideologi (agama) dan kepercayaan atau mitos bahawa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan 'tuhan'.

Di luar Israel, sepuluh negara yang jumlah Yahudinya paling ramai adalah;
  • Amerika jumlah Yahudi 5,275,000 (40% dari jumlah keseluruhan populasi dunia)
  • Perancis jumlah Yahudi 491,000 (3.8% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia)
  • Kanada jumlah Yahudi 373,000 ( 2.9% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia)
  • Britain jumlah Yahudi 297,000 (2.3% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia)
  • Rusia 228,000 (1.7% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia)
  • Argentina jumlah Yahudi 184,000 (1.4% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia )
  • German jumlah Yahudi 118,000 (0.9% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia)
  • Australia jumlah Yahudi 103 (0.8% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia)
  • Brazil jumlah Yahudi 96,000 (0.7% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia)

Dari data ini golongan Yahudi yang paling ramai di luar Israel, ialah di Amerika yang jumlahnya seramai 5,275,000 (40% dari jumlah keseluruhan populasi Yahudi dunia), maka Amerika sebagai negara 'super power' yang mempunyai pengaruh secara global, baik di bidang ekonomi, perdagangan, petahanan-keselamatan dan memberi kesan sangat luas.

Di Amerika yang sangat terkenal dengan 'lobi' Yahudi yang sangat berpengaruh seperti AIPAC dan JAC yang semuanya mempengaruhi kehidupan nasional Amerika. Jadi dengan jumlah golongan Yahudi yang ramai, dan sudah menyerap kedalam semua institusi awam yang ada di Amerika, maka melihat keadaan ini para pemimpin Israel telah menganggap Amerika sebagai tanah air mereka. Israel dengan mudah mengawal dasar terhadap negara dan pemerintah Amerika.

Selain itu, beberapa negara Eropah yang sangat strategik iaitu Perancis, Britain dan Jerman, terdapat populasi Yahudi yang besar (lihat jumlah daftar Yahudi). Disamping Rusia yang sejak zaman Tzar, orang-orang Yahudi sudah mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan politik Rusia. Bahkan, sebahagian pemimpin politik dan ideologi Parti Komunis Rusia adalah Yahudi. Seperti Karl Marx, Lenin, Stalin dan lain-lain. Malah, orang kedua terkaya di Rusia, Roman Abromovich, yang memiliki kelab Chelsea adalah Yahudi.

Semua negara Barat, bergabung dalam kumpulan G8 (Kumpulan Negara Industri), di negara mereka masing-masing terdapat jumlah Yahudi yang ramai dan pada umumnya mereka mempunyai pengaruh yang sangat penting. Namun, yang menjadi pusatnya adalah di Tel Aviv. Negara-negara lain, seperti Amerika, Perancis, Kanada, Britain, Rusia dan Jerman, hanya menjadi 'proxy' kepada Israel.

Dalam kes konflik di Timur Tengah, sejak wujudnya negara haram "Israel" pada tahun 1948 sehingga perang 1956, 1967, 1973 serta serangan Israel di Lebanon pada tahun 1982 serta perang di Lebanon Selatan 2006. Kali terakhir pencerobohan Israel ke Gaza, semuanya menggunakan 'proxy', negara yang sudah di bawah bayang-bayang Israel.

[Sumber]

Thursday, February 7, 2013

Kejahatan Yahudi Menjajah Dunia Melalui Uang kertas



Setelah kehancuran Khilafah Islamiyah Turki Utsmani tahun 1924, yahudi mengubah uang dinar emas dan dirham perak menjadi kertas-kertas bergambar (uang hampa/fiat money) yang berbeda sebutan untuk masing-masing negeri dan mengatur nilai takaran sesuai hawa nafsunya.

Dalam protokolat zionis yang disusun di kediaman Meyer Amschell Rothschild di tahun 1773 dan disahkan penggunaannya sebagai agenda bersama zionis yahudi dalam konferensi zionis internasional di swiss tahun 1897, disebutkan bahwa penguasaan dan penggunaan uang sebagai senjata penguasaan manusia. (eramuslim digest, The Satanic Finance, edisi 8) [klik untuk melihat lebih lengkap apa itu Protocol Of Zions - 1773]

Dalam butir ke-3 protokolat zionis berbunyi, “Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa lalu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus bagaimana dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan dengan kekuatan uang.”

Melalui sebuah negara yang dibuatnya yaitu amerika (uncle sam), yahudi memainkan konspirasinya. Siapa uncle sam? Yaitu samiri yang membuat patung sapi untuk disembah ketika Nabi Musa meninggalkan kaum Bani Israil selama 40 hari.

Kemudian dibuatlah The Fed (The Federal Reserve System) yang menjadi panglima besar sistem keuangan riba beserta prajurit-prajurit bank sentralnya yang ditanam di seluruh penjuru dunia mampu “menyihir” manusia dengan menganggap kertas bergambar sama dengan emas dan perak dan menjadikan dollar amerika sebagai parameter takaran nilainya (dolarisasi).

Maka kapanpun, dengan hitungan detik, yahudi bisa menjatuhkan nilai kertas sebuah negeri terhadap dollar amerika. Kalau membangkang, ya dijatuhkan nilai kertasnya sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dari rakyatnya, tapi kalau tunduk dan patuh maka nilai tukarnya dibuat seolah stabil.

Sungguh permainan yang busuk tapi sayangnya kita tidak bisa melihatnya karena dididik dengan ilmu dan sistem pendidikan buatan mereka juga, ya jadinya menganggap seperti tidak terjadi apa-apa dan tidak merasa disihir dan dibodohi malah cara berpikir dan bertindak jadi mirip dengan mereka.

Maka selama kita menganggap kertas bergambar itu berharga, bekerja siang malam banting tulang untuk mendapatkannya, menyimpan dan menggunakannya dalam perdagangan maka selama itu pula kita membiayai perjuangan konspirasi yahudi yang ingin menjadikan penduduk dunia menjadi budak pelayan bagi mereka.

Maka pernah ada kampanye “one man one dolar” dengan tujuan ingin menyelamatkan Palestin. Padahal dengan kampanye tersebut, justru semakin menguatkan yahudi untuk menghancurkan penduduk muslim Palestin. Kalau mau, dirubah menjadi “one man one gold dinar” atau “one man one silver dirham”.

Dan kampanye “boikot produk-produk yahudi” pun belum cukup selama kita masih membeli barang dengan kertas-kertas bergambar buatan mereka. Kekuatan inti mereka bukan di produk tapi di alat tukar. Alat tukar inilah yang menjadi kekuatan terbesar yahudi untuk menjajah dunia.

#Lambang-Lambang Yahudi di Dollar Amerika

Dollar US menjadi bosnya fiat money, sedang fiat money lainnya ngikut sebagai anak buah. Dan anak buah (fiat money) yang ada di seluruh penjuru dunia ini akan tunduk dan patuh terhadap kemauan dan keinginan bosnya yaitu dollar as. Dan lambang-lambang di dollar amerika menunjukkan arah akan dibawa kemana kita ini.

Kenapa disebut “mata uang”? Karena dalam kertas bergambar (1 dollar as) ada logo buatan yahudi yaitu “mata satu” dajjal. Tiada lain itu adalah simbol all-seeing eye atau eye of providence. Yaitu satu mata yang penglihatannya mencakup segalanya.

Rasulullah Saw sendiri telah memberitahu bahwa salah satu ciri fisik yang paling menonjol dari dajjal adalah matanya yang buta satu (a’war) dan di dahinya – diantara kedua matanya terdapat tulisan ka-fa-ra.

Rasulullah selalu mewanti-wanti umatnya agar dapat terhindar dari fitnah dajjal ini, tiada orang yang dapat lolos dari tipuan dajjal kecuali seorang mukmin sejati. Itulah sebabnya ia dinamakan dajjal, karena secara bahasa “dajjal” berarti “yang tertolak” dan pembohong alias penipu adalah pekerjaannya.

(LIHAT DI GAMBAR) Slogan “In God We Trust” di lembaran 1 Dollar berarti “hanya pada Tuhan yang satu – Setan Lucifer – kita percaya”. Lucifer itu artinya iblis (setan), biasa disimbolkan dengan cahaya (api). Slogan “Annuit Coeptis” artinya Limpahan kurnia (favour our daring undertaking). Dua kata yang tertera di bagian atas lambang itu yang bermakna “Sesungguhnya kepentingan kita sarat dengan pelbagai keberhasilan”.

Ia juga berarti “Kejayaan Milik Kita” atau “Kepentingan Penuh Keberhasilan” atau “Yang Agung Yang Beraja” atau juga berarti “Raja Istimewa” atau “Penutup (Segel) Orang Mesir”. Segel itu adalah segel Dajjal yang mengaku dirinya sebagai dukun terbesar (dari keturunan) Mesir .

Lambang Piramid merupakan Lambang Fir’aun/Piramid Gaza, Menara Babil, Hierarki Kekuasaan. Jumlah bata pada Piramid adalah 13 baris (the lucky number) yang terdiri dari 72 bata.

Lebih jauh dari itu, di dasar simbol pyramida tersebut tertuliskan “MDCCLXXVI” yang berarti tahun “1776″ yaitu tahun dimana Adam Weishaupt menyelesaikan penulisan buku tersebut tepatnya pada tanggal 1 Mei 1776. Dalam buku yang disusun selama lima tahun oleh Weishaupt itu, ia menggagaskan di dalamnya tentang konsep, doktrin dan teori sebuah pemerintahan global.

Adapun slogan berbahasa latin “Novus Ordo Seclorum” artinya “New Order in the ages” yaitu “pemerintahan baru dalam suatu masa” atau sering diterjemahkan “new world order yaitu “tata dunia baru” atau “tata masyarakat baru”. Ini adalah misi yahudi untuk menjadikan penduduk dunia di bawah kontrol dan kendali mereka.

Bahkan jika diteliti satu-persatu simbol yang terdapat dalam uang satu dollar as akan ditemukan tentang pesan rahasia yang sangat mengagetkan, seperti logo burung phoenix/garuda (simbol kebebasan/dewa horus) yang membawa panah dan daun berjumlah 13, bintang yang berjumlah 13 dan membentuk titik-titik heksagram (bintang David) dan “E Pluribus Unum” yaitu “dari banyak menjadi tunggal” yang berarti “banyak negara menjadi satu pemerintahatan dunia” yang juga terdiri dari 13 huruf yang semuanya memiliki falsafah konspirasi tersendiri.

Itulah Yahudi yang ingin menguasai dunia dengan menyatukan segala ideologi yang ada di dunia ini dengan ideologi bangsa Yahudi yang sesembahannya adalah Lucifer (iblis/setan) yang dilukiskan dengan “patung baphomet” (manusia berkepala kambing) dan dajjal sebagai panglima perang yang ditunggu-tunggu yang dilukiskan dengan “mata satu”.

Langkah Yahudi untuk Mewujudkan Ambisinya

Dalam dunia nyata, terdapat beberapa langkah kongkrit yang diambil oleh yahudi dalam rangka mewujudkan ambisi mereka ini; Pertama dengan mengendalikan sistem moneter dunia dalam satu kantong besar melalui raja rentenir dunia IMF dan World Bank (Bank Dunia) dengan antek-antek rentenir lokalnya yaitu bank-bank sentral di masing-masing negara sehingga akan tercipta ketergantungan yang kuat (terlilit hutang) sebuah negara terhadap lembaga ini yang dengan itu pula mereka mampu membuat kembang-kempis nafas sebuah negara dengan mudah.

Ingat, bank sentral (the fed) itu bukan milik negara tapi milik swasta yang isinya para rentenir yahudi, jadi yang cetak uang kertas (fiat money) itu bukan negara tapi swasta (milik pribadi/rentenir yahudi). Ingin tahu berapa keuntungan rentenir bank sentral amerika (the fed/federal reserve system)? Semenjak woodrow wilson menyatakan sumpah jabatannya tahun 1912, hutang negara telah meningkat dari 1 milyar dolar menjadi hampir 11 trilyun dolar pada tahun 2010 ini.

Lumayan, untung 11.000.000% selama 98 tahun atau 11.224% per tahun atau 935% per bulan, itupun hanya dengan mencetak kertas bergambar yang modalnya hanya us 0,05 dolar per lembar . Ini baru keuntungan dari bunga saja.

Belum lagi keuntungan yang diperoleh dari seigniorage yaitu selisih biaya cetak. Untuk mencetak US$ 1 dengan biaya US$ 0,05 maka dapat keuntungan 1900%. Itu keuntungan untuk pecahan us$ 1. Bagaimana keuntungan untuk pecahan US$ 100? Untungnya 200.000%. Jadi berapa total keuntungan yang diperoleh rentenir yahudi ini? Tinggal ditambah aja keuntungan dari seigniorage dan keuntungan dari bunga. Silahkan hitung sendiri aja.

Kepada siapa hutang negara ini dibebankan? Kepada siapa lagi kalau bukan kepada rakyatnya sendiri yaitu pajak-pajak yang dibebankan di segala bidang kehidupan. Bagaimana kalau lewat pajak tidak cukup? Ya menjual aset dan kekayaan negara. Sampai kapan? Sampai negara dan rakyat menjadi benar-benar fakir miskin sehingga tergadailah diin-nya.

Semua negara di dunia berkiblat ke Amerika, tidak heran kalau nasibnya sama yaitu sama-sama terlilit hutang sama rentenir yahudi. Aneh, kalau masih menganggap Amerika sebagai kiblat dalam kemajuan dunia. Sudah tahu masuk jurang, eh malah ikut-ikutan masuk jurang, bangga pula kalau ikut masuk jurang. Na’udzubillah min dzalik.

Menggunakan bank sentral untuk menciptakan masa inflasi dan deflasi silih berganti untuk mengeruk keuntungan dari rakyat sebanyak-banyaknya telah direkayasa kumpulan rentenir yahudi internasional menjadi sebuah ilmu eksakta yang memukau yaitu ilmu ekonomi batil yang diajarkan di sekolah-sekolah buatan mereka juga.

Salah satu ucapan Rothschild yang masyhur adalah, “Give me control over a nations economic, and I don’t care who writes its laws” (Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu negeri, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa).

Rothschild dan Rockefeller adalah penyandang dana di balik konspirasi yahudi ini yang sekarang diteruskan oleh keluarganya. Merekalah yang berada di balik setiap krisis dan peperangan dengan selalu bermain di kedua belah pihak yang bertikai sehingga siapapun yang menang tetap bisa “balik modal”. (Gary Allen, None Dare Call It Conspiracy)

Mereka juga mengangkat dan menurunkan pemimpin suatu negara melalui sistem syirik demokrasi buatan mereka sendiri dengan merentenkan kertas bergambar untuk modal kampanye busuk bagi setiap bakal calon. Maka siapapun pemenangnya, tetap “balik modal” plus untung besar melalui aturan-aturan buatan para anteknya yang dipaksakan demi tercapainya hawa nafsu mereka.

Untuk menjaga loyalitas antek mereka yang terpilih melalui manipulasi sistem syirik demokrasi, tidak lupa pula untuk menciptakan oposisi (musuh) sehingga terjadi keseimbangan (batil). Dengan keseimbangan (bermain di kedua belah pihak) inilah mereka menjaga kepatuhan para antek-anteknya. Maka kapanpun dan siapapun bisa dinaikkan kalau loyal dan diturunkan tahtanya kalau membangkang.

Kedua, setelah tonggak keuangan dapat dikuasai, maka mereka akan menciptakan krisis demi krisis yang akan terus dibina hingga menjadikan sebuah kekacauan super hebat yang terus berkepanjangan. Dari sinilah muncul puncak histeria ketakutan tersebut, dan tentunya, orang yang ketakutan akan mudah dikendalikan layaknya sapi yang dicocok hidungnya.

Maka pada titik ini sangat mudah bagi mereka untuk mengeruk kekayaan sebuah negeri, sangat gampang bagi mereka untuk interfensi dalam menentukan kebijakan politik, ekonomi dan sosial-budaya sebuah negara. Dan tentunya sangat enteng sekali bagi mereka untuk menanamkan paham kekufuran (sekularisme, pluralisme, sosialisme, liberalisme dll) dalam semua bidang kehidupan.

Yahudi Menghalangi Orang Beriman dalam Menegakkan Syariat Allah Swt (Islam)

Sikap tamak dan memakan harta secara batil ini telah diingatkan Allah SWT kepada orang-orang beriman agar tidak mencontoh dan mengikuti sikap kaum Yahudi dan Nasrani.

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah“. (Q.S. At Taubah 9 : 34)

Berkaitan dengan ayat tersebut, orang-orang alim Yahudi atau Ahbar adalah orang yang “memakan” seluruh kekuatan ekonomi dunia untuk kepentingan misi zionisme mereka, seraya menjadikan dana yang mereka kumpulkan untuk menghalang orang beriman menegakkan hukum dan syariat yang telah ditetapkan Allah Swt.

Strategi Penghancuran yang Dilakukan Yahudi

Yahudi akan terus berusaha memegang dan mempertahankan kekuasaan suatu negeri dengan menanamkan antek-anteknya. Butir ke-19 berbunyi, “Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya di balik layar”.

Yahudi akan terus berusaha menyulut api peperangan dan mengambil keuntungan dari kondisi tersebut. Butir ke-9 protokolat zionis berbunyi, “Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga konspirasi akan memperoleh keuntungan besar (dalam penguasaan perekonomian suatu negeri) tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya”.

Butir ke-18 berbunyi, “Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu”. Butir ke-22 berbunyi, “Meletuskan perang dan memberinya, menjual senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri yang tinggal dihuni oleh fakir miskin”.

Yahudi akan terus berusaha menguasai tambang-tambang emas dan kekayaan alam lainnya agar bisa menguasai perekonomian dan mengatur dunia sesuai hawa nafsunya. Butir ke-13 protokolat zionis berbunyi, “Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia”. Butir ke-21 berbunyi, “Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non yahudi mutlak dilakukan”.

Yahudi akan terus berusaha memiliki aset-aset dan perusahaan-perusahaan melalui privatisasi monopoli dan oligarki kapitalis agar bisa menundukkan dan memainkan krisis suatu negeri. Butir ke-10 berbunyi, “Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia hingga tidak ada satu kekuatan non-yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri”.

Yahudi akan berusaha terus membuat krisis ekonomi untuk menentukan arah kekuasaan dan agar bisa diwariskan turun temurun. Butir ke-15 berbunyi, “Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan”. (eramuslim digest,The Satanic Finance, edisi 8)

Kesimpulan

Ternyata fiat money itu bukan sekedar riba nasi’ah/tambahan (dari kertas nihil jadi punya nilai besar) dan riba fadhl(pertukaran/sharf kertas dengan kertas dan pertukaran/buyu’kertas dengan barang). Bahkan secara tidak sadar bisa terjebak kepada bentuk penghambaan kepada tuhan mereka (syirik). Na’udzubillah.

Satu hal yang paling mereka takutkan adalah ketika umat Islam sudah tidak percaya lagi terhadap kertas riba syirik bergambar buatan mereka dan menukarkannya dengan dinar emas dan dirham perak. Maka untuk melawan hegemoni mereka, segeralah kembali ke uang fitrah (uang Islam) yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw yaitu dinar emas dan dirham perak.

Islam diturunkan untuk membebaskan manusia dari bentuk penghambaan kepada makhluk (syirik) menjadi bentuk penghambaan hanya kepada Allah semata (tauhid).

sumber KOMPASNIA 

Saturday, January 26, 2013

Dimanakah Yahudi bersembunyi ketika dikejar musuh?

Yahudi menuduh Islam sebagai agama keganasan nombor satu bagi Yahudi. Alangkah baiknya, mereka harus kembali membuka lembaran hitam sejarah penindasan mereka. Sejarah "hitam" ketika mereka diselamatkan oleh kaum muslim ketika dikejar oleh NAZI. Islam lah yang dengan berbesar hati membuka pintu rumahnya untuk dijadikan tempat bersembunyi mereka.

Kisah ini bukanlah roman picisan belaka atau direka. Fakta ini adalah benar berlaku di sebuah negara bernama Albania. Sebuah negara muslim kesan pemerintahan Khalifah Uthmaniyah menguasai negara itu antara tahun 1385-1912.

Sejak Perang Dunia II, kisah pembunuhan beramai-orang Yahudi menjadi catatan tersendiri. Mereka dikejar dan dicari oleh bala tentera NAZI. Dalam keadaan bingung, mereka hampir putus asa, menjadi pelarian menjadi satu perkara yang sukar mereka perjuangkan.

Dalam keadaan bimbang, mereka bagai mendapatkan cahaya. Dari maklumat yang diperolehi, ada sebuah negara berpenduduk ramah dan baik terhadap tetamu. Negara itu bernama Albania. Sebuah negara muslim di bahagian Eropah Tenggara yang kini bersempadan dengan Montenegro di sebelah utara, Serbia (Kosovo) di Timur laut, Republik Macedonia di Timur, dan Greece di Selatan.

Sekitar dua ribu orang Yahudi melarikan diri ke daerah Albania. Di sana, mereka dilindungi oleh keluarga-keluarga muslim Albania di bandar Berat. Para muslim Albania mempertaruhkan nyawa untuk melindungi pelarian Yahudi yang meminta pertolongan.

Menyembunyikan Yahudi risikonya sangat tinggi, kerana setiap masa rondaan NAZI boleh meronda ke perkampungan dan menggeledah setiap isi rumah. Jika diketahui ada penduduk menyembunyikan Yahudi, maka kehilangan nyawa adalah ganjarannya.

Namun menurut catatan sejarah, tidak ada satupun pelarian Yahudi yang diserahkan oleh muslim Albania pada pihak NAZI. Dengan penuh keikhlasan dan kebesaran hati, para muslim Albania melindungi pelarian Yahudi dengan segenap cara.

Justin Kerber, seorang Rabbi Yahudi pernah berkata, "Komuniti Muslim ada di antara orang-orang yang telah menghadapi risiko besar kerana memberikan perlindungan kepada kaum Yahudi di rumah-rumah mereka. Dan mereka melakukannya tanpa melihat latar belakang agama para Yahudi. "

Sedangkan, Dr Ghazala Hayat, seorang doktor ahli saraf di Universiti St. Louis dan juru cakap Islamic Foundation di Greater Saint Louis memberitahu, "Anda mungkin belum pernah mendengar cerita ini, bagaimana masyarakat Muslim Albania mempertaruhkan nyawa mereka sendiri untuk mengamalkan keimanan dan menghormati kehidupan yang disebut Besa,"

Besa sendiri adalah tradisi yang berakar dari Al-Quran yang bermaksud "memegang janji" atau "menjaga kehormatan". BESA juga bermakna mengambil berat pada yang memerlukan, melindungi kaum lemah, dan menolong sesama.

Dalam usaha melindungi kaum Yahudi, para muslim Albania menganggap mereka sebagai saudara. Mereka diberikan pakaian yang sama, makanan yang sama dan tinggal bersama-sama di rumah seperti ahli keluarga. Apabila ada rondaan Jerman datang, kaum Yahudi disembunyikan di bawah tanah atau di tengah hutan.

Kisah dari keluarga Kasem Kocerri, yang didatangi serombongan rondaan NAZI pada awal 1944, menarik untuk didengari. Ketika itu, tentera NAZI menyoal di mana para pelarian Yahudi bersembunyi. Tapi Kasem tidak memberitahu. Diam-diam dia menyembunyikan keluarga Yahudi di salah satu kumpulan di atas bukit.

Keluarga Halil frasheri menceritakan pengalamannya yang mencengkam semasa rondaan NAZI menggeledah rumah ke rumah. Dia melalui pintu belakang, mengajak keluarga Yahudi yang bersembunyi di rumahnya, untuk lari ke dalam hutan.

Namun kisah fenomenal di atas itu semua berlaku ketika Yahudi mengalami berbagai kekejaman di Eropah. Namun berbeza ketika kaum Yahudi hidup di wilayah Kekhilafahan Uthmaniyah. Selama beratus-ratus tahun mereka tinggal dalam wilayah Uthmaniyah, mereka menikmati kebebasan menjalankan agama dan pelbagai perlindungan sebagai kaum minoriti atau ahlud dimah. Selama itu, kaum Yahudi tidak berfikir untuk berpisah dari Ustmaniyah.

Keadaan Yahudi di Ustmaniyah itu begitu berbeza dengan nasib yang diterima Yahudi di Eropah ketika Kristian berkuasa sehingga mereka dihalau untuk berpindah secara besar-besaran terutamanya ke wilayah Uthmaniyyah. Padahal ketika Sepanyol berada di bawah pemerintahan Islam, kaum Yahudi mendapat layanan yang baik.

Oleh kerana itu, Martin Gilbert, dalam Atlas of Jewish Civilization mencatat bagaimana kebijaksanaan penguasa muslim Sepanyol terhadap Yahudi. Dia katakan bahawa penguasa muslim juga memberi pekarjaan kepada sarjana Yahudi sebagai kecintaan mereka terhadap Sains dan ilmu pengetahuan.

Pemuda Yahudi takut masuk tentera

Pemuda Israel yang tertarik dan mendaftarkan diri untuk menjadi tentera mengalami penurunan. Dari data di tahun 2012, pengambilan tentera yahudi mengalami penurunan 3 peratus.

Data ini dikeluarkan Harian Israel, Maarev, dilaporkan dari infopal.com (12/1).

Keengganan pemuda Israel untuk menjadi tentera di unit pasukan penyerang menimbulkan kebingungan di pihak tentera Yahudi sendiri.

Dari sumber pejabat tinggi tentera Israel, penurunan tersebut merupakan penunjuk berbahaya dan ancaman. Namun tahap tersebut belum sampai ke tahap kritikal.

Lebih lanjut harian Maarev melaporkan peratusan pengambilan unit pasukan penyerang Israel menurun sangat drastik selepas pencerobohan Israel kedua ke atas Lubnan.

Friday, December 28, 2012

Syiah kawan baik yahudi

The Picture speaks for itself.... Rafidah shias and Zionists are the best of friends...what do they have in common? both strive on seeing the blood of the Muslims -Ahluls sunnah being spilt!!

Puluhan Orang Suku Bnei Menashe ‘Yahudi Yang Hilang’ Telah Hijrah Ke Israel

Ibnu Subandi untuk Al-Mustaqbal.net

YERUSALEM - Tahun 2010 pemerintah zionis Israel berencana mendatangkan, kaum “Yahudi yang hilang” akan didatangkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan dengan bantuan organisasi-organisasi sayap kanan dan religius yang akan berupaya menempatkan mereka di pemukiman-pemukiman Tepi Barat untuk menggagalkan upaya pembekuan sementara pemukiman Yahudi laknatullah.

Dan rencana tersebut mulai dijalankan, dengan mendatangkan 53 orang Yahudi yang mengaku sebagai keturunan dari suku Yahudi yang hilang menurut Alkitab. Mereka beramai-ramai meninggalkan desa mereka di timur laut India dan sampai di Israel, Senin (24/12/2012).

Salah seorang dari mereka, yang disebut sebagai suku Bnei Menashe, mengatakan mereka adalah keturunan dari orang-orang Yahudi yang terusir dari Israel kuno ke India pada abad ke-8 sebelum Masehi. Seorang kepala rabbi Israel mengenali mereka sebagai suku yang hilang pada tahun 2005 dan sekitar 1.700 orang pindah ke Israel sebelum pemerintah berhenti memberikan mereka visa.

Michael Freund, seorang aktivis Israel yang mengatasnamakan mereka mengatakan hampir 300 orang akan tiba dalam beberapa minggu mendatang.

Lhing Lenchonz, 26 tahun, tiba dengan suaminya dan anaknya yang masih berusia delapan bulan. Dia mengatakan “setelah menunggu selama ribuan tahun, impian kami menjadi kenyataan.”

Suku Bnei Menashe

Bnei Menashe adalah salah satu dari 10 suku Yahudi yang hilang, seorang kepala rabbi Israel mengenali mereka sebagai suku yang hilang pada tahun 2005.

Menurut “Shavei Israel” ada bukti-bukti yang menyatakan bahwa Bnei Menashe adalah orang Yahudi. Tradisi mereka termasuk ritual dukacita, menjaga kesehatan, dan penggunaan kalendar lunar, sangat dekat dengan tradisi Yahudi umumnya.

Bnei Menashe berasal dari suku Shinlung, yang jumlahnya lebih dari satu juta dan kebanyakn tinggal di negara bagian Manipur dan Mizoram, dekat perbatasan Myanmar. Mereka adalah pemeluk animisme yang kemudian dijadikan pengikut Kristen oleh para misionaris Inggris satu abad lalu. Namun, sebagian kecil dari mereka mengaku tetap mempertahankan ikatan dengan Yudaisme masa lampau.

Nama Bnei Menashe dimunculkan pertama kali oleh rabi Eliyahu Avichail, saat mereka mengadakan “pendidikan keyahudian” di sebuah kamp khusus di India. Avichali telah bekerjasama dengan suku Shinlung yang menganut Kristen sejak awal tahun 1980an. Ia mengatakan, dirinya percaya dengan nubuat Bibel yang mengabarkan tentang datangnya Hari Kiamat–sebuah ajaran Kristen Evangelis yang mengatakan bahwa pada hari akhir nanti “seluruh dunia akan melawan Israel”, dalam pertempuran yang terjadi di Yerusalem.

“Saya yakin, kita sangat dekat dengan waktu kedatangan Mesiah, dan kita harus memastikan, saat waktunya tiba seluruh Yahudi telah berkumpul di tanah Israel. Ada 6 juta lebih orang dari suku Yahudi yang hilang, dan mereka harus segera dibawa ke Israel.”

Berkumpullah kalian wahai orang – orang Yahudi di Israel!

Berkumpullah kalian wahai Yahudi di Israel agar memudahkan mujahidin dan kaum muslimin memerangi serta membunuh kalian, sebagaimana dikabarkan oleh manusia terbaik Nabi Muhammad SAW kepada umat Islam. Bahwa umat Islam akan memerangi dan membunuh kaum Yahudi, walaupun kalian bersembunyi dibalik batu.

Rasulullah SAW bersabda : “Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.” (HR Muslim dalam Shahih Jami’ Ash-shaghir no. 7427)

Sumber : diolah dbs

Sumber : http://www.al-mustaqbal.net/new/news/enemies/puluhan-orang-suku-bnei-menashe-yahudi-yang-hilang-telah-hijrah-ke-israel/

Thursday, December 27, 2012

SYI’AH DAN YAHUDI SETALI TIGA UANG


Saudara-saudaraku, Subahaanallah jika sekiranya diantara sesama muslim terjadi saling kasih-mengasihi dan bahu-membahu dalam hal apa pun dan dalam kondisi apa pun. Karena kita ketahui pula bahwa hubungan antara muslim yang satu dengan yang lainnya laksana satu tubuh. JIka salah satu anggota bagian dari tubuh itu sakit, maka ikut pula lah keseluruhan anggota tubuh itu merasakannya. Bukankah itu sesuatu hal yang sangat mulia bukan?
Namun pernahkah kita menelaah dan memperhatikan, jika kenyataan yang terjadi sungguh diluar yang kita ketahui, orang yang kita tolong, orang yang kita kasihi ternyata Allooh dan Rosuul-Nya membenci sehingga para ulama pun berlepas diri darinya bahkan mengkafirkannya.

Bukan lah artikel yang dimuat berikut adalah sekedar dugaan atau sangkaan. Melainkan berpuluh-puluh ulama Ahlus Sunnah mengkafirkannya, tidak lain adalah Syi’ah Rafidhoh…
Syi’ah dan Yahudi adalah “dua sejoli” yang sangat lengket dan mesra. Berikut adalah beberapa kemiripan diantara mereka berdua :
[1]. Yahudi telah mengubah-ubah Taurat, begitu pula Syi’ah; mereka mempunyai Al-Qur’an hasil kerajinan tangan mereka sendiri yakni “Mushaf Fathimah” yang tebalnya 3 kali Al-Qur’an kaum Muslimin. Mereka menganggap ayat Al-Qur’an yang diturunkan berjumlah 17.000 ayat, dan menuduh Shohabat menghapus sepuluh ribu lebih ayat.

[2]. Yahudi menuduh Maryam yang suci berzina [Maryam : 28], Syi’ah melakukan hal yang sama terhadap istri Rosulullah Ummul Mu’minin Aa’isyah Radhiallahu ‘anha sebagaimana yang diungkapkan Al-Qummi (pembesar Syi’ah) dalam “Tafsir Al-Qummi (II 34)”

[3]. Yahudi mengatakan, “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja”. [Al-Baqarah : 80] Syi’ah lebih dahsyat lagi dengan mengatakan, “Api neraka telah diharamkan membakar setiap orang Syi’ah” sebagaimana tercantum dalam kitab mereka yang dianggap suci “Fashl Khithab
(hal.157)”

[4]. Yahudi meyakini bahwa, Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak tahu, begitu juga dengan Syi’ah.

[5]. Yahudi berkeyakinan bahwa ucapan “Amin” dalam shalat adalah membatalkan shalat. Syi’ah juga beri’tiqod yang sama.

[6]. Yahudi berkata, “Allah mewajibkan kita lima puluh shalat” Begitu pula dengan Syi’ah.

[7]. Yahudi keluar dari shalat tanpa salam, cukup dengan mengangkat tangan dan memukulkan pada lutut. Syi’ah juga mengamalkan hal yang sama.

[8]. Yahudi miring sedikit dari kiblat, begitu pula dengan Syi’ah.

[9]. Yahudi tidak menetapkan adanya jihad hingga Allah mengutus Dajjal.Syi’ah Rafidhah mengatakan, ”Tidak ada jihad hingga Allah mengutus Imam ghaib Syi’ah yang ditunggu-tunggu”.

[10]. Yahudi menghalalkan darah setiap muslim. Demikian pula Syi’ah, mereka menghalalkan darah Ahlussunnah. [Lihat kitab Badzl Al-majhud fi Itsbat musyabahah Ar-Rafidhah lil Yahud, oleh Abdullah Al-Jumaily].

Ahmad bin Yunus (wafat 227 H), salah seorang tokoh ulama Ahlus Sunnah di Kufah telah berkata: “Seandainya; seorang Yahudi menyembelih seekor binatang, dan seorang Rafidhi (Syi’ah) menyembelih seekor binatang, niscaya aku hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau memakan sembelihan si Rafidhi karena dia telah murtad dari Islam (namun masih mengaku Islam-red).” [Ash-Sharimul Maslul, hal. 570].

Imam Bukhoory berkata: ”Bagiku sama saja, apakah aku sholat dibelakang orang yang berfaham Jahmiyyah atau Syi’ah Rafidhoh, atau aku sholat dibelakang orang Yahudi atau Nashrani. Dan seorang muslim tidak boleh memberi salam kepada mereka, menjenguk mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi, dan memakan sembelihan mereka.”(Khalqu Af’alil ‘Ibad hal:125, karya Imam Bukhary ).

[Disalin dari Risalah Dakwah Al-Hujjah, Edisi Khusus/Rabi'ul Akhir/1424H Islamic Center Al-Hunafa' Masjid 'Aisyah Lt II, Jl Soromandi No.1A Lawata - Mataram]
Wallohu a’lam bishowabi.

http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.com/2012/11/syiah-dan-yahudi-setali-tiga-uang.html
 —

Tuesday, December 25, 2012

Mimpi Yahudi Dirikan Israel Raya


Dalam Taujih Manhajiyah (Petunjuk Perjuangan), Syekh Usamah Bin Ladin rahimahullah, menjelaskan bahwa Amerika sejak berdirinya telah memiliki pandangan dan kebijakan politik untuk membagi-bagi negeri Islam, baik negeri-negeri Al-Manthiqoh (Suriah, Iran, Mesir dan Sudan) dan juga dua tanah suci (haromain), yakni Mekkah dan Madinah.

Pembagian negeri-negeri Islam oleh kaum kafir salibis lebih diperinci dengan Perjanjian Skyes Piccot, yakni antara Inggris dan Perancis di tahun 1334 dimana kedua penjajah ini membagi-bagi wilayah Daulah Khilafah Ustmaniyah yang kalah perang, dimana Suriah, Irak, Libanon, dan Palestina menjadi jajahan Perancis, sementara yang lainnya tunduk kepada kekuasaan Inggris.

Mimpi Mendirikan Israel Raya

Dijelaskan oleh Syekh Usamah Rahimahullah bahwa sesungguhnya tujuan terpenting dari serangan salibis baru ini adalah mempersiapkan kondisi Al-Mantiqoh dibagi-bagi untuk mendirikan negara Israel Raya, yang mencakup sebagian besar Irak dan Mesir melewati Suriah, Libanon, Yordania, dan seluruh daerah Palestina dan sebagian besar dari negeri Haromain.

Dan apakah sesungguhnya Israil Raya itu? Israel Raya adalah sebuah mimpi Yahudi berdasarkan sebuah teks dalam Kitab Taurot yang berada di tangan mereka, yang berkata kepada Ibrohim, “Untuk keturunanmu kuberikan bumi ini, dari Sungai Furot sampai sungai-sungai besar Mesir.” (At-Takwin : 12)

Syekh Usamah melanjutkan, “Dan bencana apa yang akan menimpa negeri-negeri Manthiqoh? Sesungguhnya apa yang dialami keluarga kita di Palestina adalah merupakan sebuah contoh yang akan mereka ulangi di seluruh negeri Manthiqoh melalui tangan "Zionis-Amerika"; pembunuhan terhadap laki-laki, perempuan dan anak-anak, pemenjaraan, teror, penghancuran rumah, pemusnahan pekebunan, meluluh lantakkan pabrik-pabrik sedangkan semua orang dalam keadaan kekhawatiran yang terus-menerus dan ketakutan yang mencekam yang menunggu kematian setiap saat dari rudal atau roket, yang menghancurkan rumah, membunuh perempuan dan mengubur bayi hidup-hidup, lalu apa yang akan kita katakana pada Robb kita besok?”

Syekh Usamah Rahimahullah melanjutkan, “Sesungguhnya apa yang terjadi di sana tidaklah mampu ditanggung oleh laki-laki yang perkasa sekalipun, lalu bagaimana dengan ibu-ibu yang lemah, mereka melihat anak-anak mereka dibunuh di depan mereka?

Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepadanyalah kita kembali, dan hanya kepada Allah-lah kita pasrahkan segala urusan kita, dan Dialah sebaik-baik tempat bersandar. Ya Allahaku berlepas diri dari perbuatan mereka yaitu yahudi dan nasrani serta para pemerintah yang berkhianat dan siapa saja yang sama hukumnya dengan mereka. Dan aku berudzur dari perbuatan mereka yang berpangku tangan dari membela agama.

Inilah Sifat Yahudi, Maka Lawanlah Mereka!

Syekh Usamah melanjutkan dalam taujihnya, “Dan sesungguhnya berdirinya negara Israil Raya tercapai jika seluruh negara Manthiqoh tunduk kepadanya. Dan siapakah sebenarnya Yahudi itu. Merekalah Yahudi, yang mengada-adakan tuduhan kepada sang Pencipta, lalu bagaimana kalau terhadap makhluk? Mereka Yahudi, para pembunuh nabi dan para pengingkar janji, Allah berfirman tentang mereka:

"Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebahagian besar dari mereka tidak beriman." (QS Al-Baqoroh (2) : 100)

Sesungguhnya mereka itu Yahudi para pemimpin riba dan imamnya kekejian, mereka tidak akan menyisakan sedikitpun untuk kalian, baik dunia maupun agama. Allahberfirman tentang mereka:

“Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun kepada manusia," (QS An-nisa' (4) : 53)

Sesungguhnya kaum Yahudi mempunyai keyakinan bahwa seluruh manusia itu adalah budak mereka, dan barang siapa menolak maka hukumannya adalah dibunuh, Allah berfirman tentang mereka:

"Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui."(QS Ali Imron (3) : 75)

Inilah sebagian dari sifat-sifat Yahudi, maka wapadalah terhadap mereka. Dan inilah sekilas dari program Yahudi maka lawanlah!

Allahu Akbar!

M Fachry


sumber : http://al-mustaqbal.net/beranda/al-mustaqbal-today/item/1800-mimpi-yahudi-dirikan-israel-raya

Friday, December 21, 2012

Wakil dunia kecam penempatan Yahudi


 Kawasan penempatan Yahudi di Maale Adumim dekat lokasi pembinaan baru di Baitulmaqdis Timur.


2012/12/21
Kawasan penempatan Yahudi di Maale Adumim dekat lokasi pembinaan baru di Baitulmaqdis Timur.
New York: Semua anggota Majlis Keselamatan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) kelmarin membuat kenyataan mengutuk pelan Israel mempercepat dan memperluas penempatan Yahudi di Tebing Barat dan Baitulmaqdis Timur.

Kenyataan itu juga menyasarkan Amerika Syarikat sebagai satu-satunya anggota berulang kali menolak resolusi mengikat yang mengutuk Israel dalam isu berkenaan.

Empat kenyataan mengutuk Israel itu dibuat anggota dari Pertubuhan Negara Berkecuali (NAM), empat negara Eropah dan Russia serta China.

Rancang bina 5,000 unit

Israel mengumumkan rancangan membina 5,000 lagi unit kediaman pendatang Yahudi bulan lalu.

Kenyataan itu disiarkan secara berasingan selepas Amerika sedia menggunakan kuasa veto ke atas resolusi berkenaan.

“Perundingan (mengenai resolusi mengikat) diadakan antara anggota majlis untuk melihat sama ada anggota ke-15 - Amerika - sedia bertolak ansur.
“Tetapi, kami memutuskan untuk menggunakan Pelan B iaitu angggota majlis membuat kenyataan selepas mendapati ia mungkin tidak akan berlaku,” kata duta India ke PBB, Hardeep Singh Puri.

“Kami mahu jelaskan kepada dua pihak - Israel dan Palestin - serta Amerika bahawa peluang menggerakkan usaha damai semakin tipis,” kata seorang diplomat Barat.

Wakil NAM dalam majlis itu ialah Togo, Afrika Selatan, Maghribi, Pakistan, India, Guatemala, Colombia dan Azerbaijan.

Langgar peraturan

Setiausaha Agung Rendah PBB bagi Hal Ehwal Politik, Jeffrey Feltman memberitahu anggota majlis bahawa pembinaan penempatan di Tebing Barat termasuk Baitulmaqdis Timur melanggar undang-undang antarabangsa.

“Jika diteruskan, pembinaan itu hampir pasti memusnahkan sebarang peluang untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestin menerusi pembentukan dua negara.

“Kami gesa kerajaan Israel akur kepada desakan antarabangsa supaya menarik balik rancangan membina penempatan baru,” kata Feltman. - REUTERS

Pelobi Yahudi marah calon Obama



Washington: Presiden Barack Obama berdepan kemarahan kumpulan pro-Israel, neokonservatif selain anggota Kongres kerana mencalonkan bekas senator Republikan, Chuck Hagel, untuk jawatan Setiausaha Pertahanan.

“Pencalonan ini mungkin menjadi racun kepada Rumah Putih. Adakah mereka benar-benar mahukan perkara ini menjadi isu pada awal penggal kedua,” kata seorang tokoh dasar luar Republikan di Senat.
Akhbar Washington Post turut mengisytiharkan Hagel bukan pilihan tepat.

Ia membidas Hagel kerana menyokong potongan pertahanan dan menyifatkannya ketinggalan dalam isu Iran kerana meragui kekerasan wajar untuk menghentikan program nuklear Tehran.

Selain itu, ramai pemimpin Republikan memandang serong terhadap Hagel kerana tidak menyokong kempen ketenteraan di Iraq.

Hagel tidak menyokong Republikan mengenai pendekatan menyelesaikan masalah kewangan negara.

Obama dikatakan selesa dengan Hagel. Mereka bersama melawat Asia Barat ketika kempen pilihan raya 2008.
Kumpulan Yahudi Amerika liberal, J Street, turut terkejut dengan tindakan mempersoalkan komitmen Hagel terhadap Israel dan keamanan di Asia Barat.

Walaupun enggan membincangkan rekod Hagel mengenai Israel, jurucakap Rumah Putih, Jay Carney, memberitahu wartawan Khamis lalu presiden cenderung untuk mencalonkan Senator Hagel.

Pejabat Hagel masih membisu dan tidak memberikan sebarang kenyataan. - REUTERS

Wednesday, November 28, 2012

SYI’AH DAN YAHUDI SETALI TIGA UANG

SYI’AH DAN YAHUDI SETALI TIGA UANG


Saudara-saudaraku, Subahaanallah jika sekiranya diantara sesama muslim terjadi saling kasih-mengasihi dan bahu-membahu dalam hal apa pun dan dalam kondisi apa pun. Karena kita ketahui pula bahwa hubungan antara muslim yang satu dengan yang lainnya laksana satu tubuh. JIka salah satu anggota bagian dari tubuh itu sakit, maka ikut pula lah keseluruhan anggota tub
uh itu merasakannya. Bukankah itu sesuatu hal yang sangat mulia bukan?
Namun pernahkah kita menelaah dan memperhatikan, jika kenyataan yang terjadi sungguh diluar yang kita ketahui, orang yang kita tolong, orang yang kita kasihi ternyata Allooh dan Rosuul-Nya membenci sehingga para ulama pun berlepas diri darinya bahkan mengkafirkannya.

Bukan lah artikel yang dimuat berikut adalah sekedar dugaan atau sangkaan. Melainkan berpuluh-puluh ulama Ahlus Sunnah mengkafirkannya, tidak lain adalah Syi’ah Rafidhoh…
Syi’ah dan Yahudi adalah “dua sejoli” yang sangat lengket dan mesra. Berikut adalah beberapa kemiripan diantara mereka berdua :
[1]. Yahudi telah mengubah-ubah Taurat, begitu pula Syi’ah; mereka mempunyai Al-Qur’an hasil kerajinan tangan mereka sendiri yakni “Mushaf Fathimah” yang tebalnya 3 kali Al-Qur’an kaum Muslimin. Mereka menganggap ayat Al-Qur’an yang diturunkan berjumlah 17.000 ayat, dan menuduh Shohabat menghapus sepuluh ribu lebih ayat.

[2]. Yahudi menuduh Maryam yang suci berzina [Maryam : 28], Syi’ah melakukan hal yang sama terhadap istri Rosulullah Ummul Mu’minin Aa’isyah Radhiallahu ‘anha sebagaimana yang diungkapkan Al-Qummi (pembesar Syi’ah) dalam “Tafsir Al-Qummi (II 34)”

[3]. Yahudi mengatakan, “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja”. [Al-Baqarah : 80] Syi’ah lebih dahsyat lagi dengan mengatakan, “Api neraka telah diharamkan membakar setiap orang Syi’ah” sebagaimana tercantum dalam kitab mereka yang dianggap suci “Fashl Khithab
(hal.157)”

[4]. Yahudi meyakini bahwa, Allah mengetahui sesuatu setelah sebelumnya tidak tahu, begitu juga dengan Syi’ah.

[5]. Yahudi berkeyakinan bahwa ucapan “Amin” dalam shalat adalah membatalkan shalat. Syi’ah juga beri’tiqod yang sama.

[6]. Yahudi berkata, “Allah mewajibkan kita lima puluh shalat” Begitu pula dengan Syi’ah.

[7]. Yahudi keluar dari shalat tanpa salam, cukup dengan mengangkat tangan dan memukulkan pada lutut. Syi’ah juga mengamalkan hal yang sama.

[8]. Yahudi miring sedikit dari kiblat, begitu pula dengan Syi’ah.

[9]. Yahudi tidak menetapkan adanya jihad hingga Allah mengutus Dajjal.Syi’ah Rafidhah mengatakan, ”Tidak ada jihad hingga Allah mengutus Imam ghaib Syi’ah yang ditunggu-tunggu”.

[10]. Yahudi menghalalkan darah setiap muslim. Demikian pula Syi’ah, mereka menghalalkan darah Ahlussunnah. [Lihat kitab Badzl Al-majhud fi Itsbat musyabahah Ar-Rafidhah lil Yahud, oleh Abdullah Al-Jumaily].

Ahmad bin Yunus (wafat 227 H), salah seorang tokoh ulama Ahlus Sunnah di Kufah telah berkata: “Seandainya; seorang Yahudi menyembelih seekor binatang, dan seorang Rafidhi (Syi’ah) menyembelih seekor binatang, niscaya aku hanya memakan sembelihan si Yahudi, dan aku tidak mau memakan sembelihan si Rafidhi karena dia telah murtad dari Islam (namun masih mengaku Islam-red).” [Ash-Sharimul Maslul, hal. 570].

Imam Bukhoory berkata: ”Bagiku sama saja, apakah aku sholat dibelakang orang yang berfaham Jahmiyyah atau Syi’ah Rafidhoh, atau aku sholat dibelakang orang Yahudi atau Nashrani. Dan seorang muslim tidak boleh memberi salam kepada mereka, menjenguk mereka ketika sakit, kawin dengan mereka, menjadikan mereka sebagai saksi, dan memakan sembelihan mereka.”(Khalqu Af’alil ‘Ibad hal:125, karya Imam Bukhary ).

[Disalin dari Risalah Dakwah Al-Hujjah, Edisi Khusus/Rabi'ul Akhir/1424H Islamic Center Al-Hunafa' Masjid 'Aisyah Lt II, Jl Soromandi No.1A Lawata - Mataram]
Wallohu a’lam bishowabi.

http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.com/2012/11/syiah-dan-yahudi-setali-tiga-uang.html
 

Monday, November 26, 2012

kejahatan yahudi di palestin

|BM|
Apabila kita kembali ke masa dulu, ingat lagi seorang pemuda Syahid Bilbl al Shoha, yang meninggal dunia di hospital selepas kehilangan rahang bawahnya akibat peluru dari penembak tepat. Ianya seperti baru semalam terjadi, hospital penuh dengan darah dan jeritan yang menjerit nama Assad.

Sebelum darah kering dan sebelum kemarahan kita reda, Yahudi mengulanginya di Gaza, hari ini seorang pemu
da berusia 20 tahun meninggal dunia di hospital akibat kecederaan yang sama.

Satu lagi peluru dari pengkhianat dalam tubuh kita.

Gaza atau Syria,
Yahudi atau Syiah,

Musuh yang sama, gaya (pembunuhan) yang sama, mangsa yang sama .

|INDONESIAN|
Ketika kami pada akhirnya kembali ke sana, kami ingat seorang syahid muda Bilbl al Shoha yang meninggal di Rumah Sakit setelah kehilangan rahang bawahnya oleh peluru sniper di Syria.

Seperti kemarin, Rumah Sakit dipenuhi darah dan jeritan, serta yel-yel nama Assad. Sebelum darah mengering, sebelum angkara murka mengering, kaum Yahudi melakukan perbuatan yang persis sama di Gaza. Hari ini, di Gaza, seorang pemuda umur 20 tahun meninggal di Rumah Sakit untuk kasus serupa.

Gaza, atau Syria!
Yahudi, atau Syiah!

Musuh yang sama, Gaya pembantaian yang sama, Tipe korban yang sama pula..

Thursday, November 22, 2012

Seorang pemimpin tertinggi Parti Nour Salafi di Mesir

Seorang pemimpin tertinggi Parti Nour Salafi di Mesir, Yunus Makhyoun (gambar) mendakwa, pertumpahan darah dan kegawatan yang berlaku di negara-negara Arab waktu ini berpunca dari fahaman sesat Syiah kerana perselisihan antara Syiah dan Sunni merupakan pertembungan yang membabitkan aqidah.

Makhyoun mengulas demikian ketika dihubungi dalam satu prgram televisyen "OnTV" dan berkata, "Syiah yang men
gapi-apikan fitnah yang berlaku di Yaman, Iraq, Syria, Lubnan dan lain-lain."

"Syiah merupakan agama yang menyalahi ajaran Islam samada secara umum atau khusus. Mereka diiktibarkan sebagai kufur kerana di sisi mereka terdapat imam-imam,menunggu munculnya Imam (Mahdi) yang kononnya akan muncul dari batu manakala Khomeini pula melampau-lampau dari wilayah Faqeh yang kononnya mendakwa dia adalah pengganti sementara Imam Mahdi hingga dia muncul."

Oleh itu, Makhyoun memuji langkah Al-Azhar yang mewujudkan sebuah jawatankuasa peringkat antarabangsa yang terdiri daripada kalangan ulamak dari Salafi, Tasawuf dan kumpulan Islam lain bagi berhadapan dengan Syiah.

Kebelakangan ini, beberapa siri penerangan diadakan kepada para imam dan pendakwah di Mesir bagi menjelaskan kefahaman Syiah, aqidah mereka, perancangan politik semasa mereka selain menjelaskan konsep mendekatkan antara Sunni dengan mazhab-mazhab lain.

Selain itu, pentadbiran Al-Azhar juga menetapkan agar siri-siri penerangan seperti itu dilakukan kepada segenap lapisan masyarakat secara berkala.

Kehancuran Bangsa Yahudi Menurut Al-Qur’an Dan Sunnah




Oleh, Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilali

Nubuwat al-Qur’an Tentang Kebinasaan Bangsa Yahudi

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin yang dimuliakan Allah …

Berbesar hatilah, karena Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا فَإِذَا جَاء وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُوْلِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلاَلَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاء وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْاْ تَتْبِيرًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا

“Dan Telah kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi Ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya kami kembali (mengazabmu) dan kami jadikan Neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” ( QS al-Israa’ 17:4-8)

Pertama : Ayat ini menegaskan terjadinya dua kerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil. Sekiranya dua kerusakan yang dimaksud sudah terjadi pada masa lampau, maka sejarah telah mencatat bahwa Bani Israil telah berbuat kerusakan berkali-kali, bukan hanya dua kali saja. Akan tetapi yang dimaksudkan di dalam Al-Qur’an ini merupakan puncak kerusakan yang mereka lakukan. Oleh karena itulah Allah mengirim kepada mereka hamba-hamba-Nya yang akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka.


Kedua : Dalam sejarah tidak disebutkan kemenangan kembali Bani Israil atas orang-orang yang menguasai mereka terdahulu. Sedangkan ayat di atas menjelaskan bahwa Bani Israil akan mendapatkan giliran mengalahkan musuh-musuh yang telah menimpakan azab saat mereka berbuat kerusakan yang pertama. Allah mengatakan : “Kemudian kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali.”


Ketiga : Sekiranya yang dimaksudkan dengan dua kerusakan itu adalah sesuatu yang telah terjadi, tentulah tidak akan diberitakan dengan lafazh idza, sebab lafazh tersebut mengandung makna zharfiyah (keterangan waktu) dan syarthiyah (syarat) untuk masa mendatang, bukan masa yang telah lalu. Sekiranya kedua kerusakan itu terjadi di masa lampau, tentulah lafazh yang digunakan adalah lamma bukan idza. Juga katalatufsidunna (Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan), huruf laam dan nuun berfungsi sebagai ta’kid(penegasan) pada masa mendatang.


Keempat : Demikian pula firman Allah : “dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana” menunjukkan sesuatu yang terjadi pada masa mendatang. Sebab tidaklah disebut janji kecuali untuk sesuatu yang belum terlaksana.


Kelima : Para penguasa dan bangsa-bangsa yang menaklukan Bani Israil dahulu adalah orang-orang kafir dan penyembah berhala. Namun bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengatakan dalam ayat di atas : “Kami datangkan kepadamu hamba-hamba kami yang mempunyai kekuatan yang besar”. Sifat tersebut mengisyaratkan bahwa mereka itu adalah orang-orang yang beriman, bukan orang-orang musyrik atau penyembah berhala. Pernyertaan kata “Kami” dalam kalimat di atas sebagai bentuk tasyrif (penghormatan). Sementara kehormatan dan kemuliaan itu hanyalah milik orang-orang yang beriman.


Keenam : Dalam aksi pengerusakan kedua yang dilakukan oleh Bani Israil terdapat aksi penghancuran bangunan-bangunan yang menjulang tinggi (gedung pencakar langit). Sejarah tidak menyebutkan bahwa pada zaman dahulu Bani Israil memiliki bangunan-bangunan tersebut.


Kesimpulan : Hakikat dan analisa ayat-ayat di atas menegaskan bahwa dua aksi pengerusakan yang dilakukan oleh Bani Israil akan terjadi setelah turunnya surat al-Israa’ di atas.


Realita : Sekarang ini bangsa Yahudi memiliki daulah di Baitul Maqdis. Mereka banyak berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka membunuhi kaum wanita, orang tua, anak-anak yang tidak mampu apa-apa dan tidak dapat melarikan diri. Mereka membakar tempat isra’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan merobek-robek kitabullah. Mereka melakukan kejahatan di mana-mana hingga mencapai puncaknya.

Mereka menyebarkan kenistaan, kemaksiatan, kehinaan, pertumpahan darah, pelecehan kehormatan kaum muslimin, penyiksaan dan pelanggaran perjanjian.

Jadi, aksi pengerusakan yang kedua sedang berlangsung sekarang dan telah mencapai titik klimaks dan telah mencapai puncaknya. Sebab tidak ada lagi aksi pengerusakan yang lebih keji daripada yang berlangsung sekarang.

Adakah aksi yang lebih keji daripada membakar rumah Allah?

Adakah aksi pengerusakan yang lebih jahat daripada merobek-robek kitabullah dan menginjak-injaknya?

Adakah aksi pengerusakan yang lebih sadis daripada membunuhi anak-anak, orang tua dan kaum wanita serta mematahkan tulang mereka dengan bebatuan?

Adakah aksi pengerusakan yang lebih besar daripada pernyataan perang secara terang-terangan siang dan malam melawan Islam dan para juru dakwahnya?

Sungguh demi Allah, itu semua merupakan aksi pengerusakan yang tiada tara!!!

Lalu Allah Azza wa Jalla melanjutkan firman-Nya : “dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”.

Artinya, hamba-hamba Allah kelak akan meruntuhkan apa saja yang dibangun dan dikuasai oleh bangsa Yahudi. Mereka akan menggoyang benteng Yahudi dan meluluhlantakkan serta meratakannya dengan tanah. Sebelumnya, tidak pernah disaksikan bangunan-bangunan menjulang tinggi di tanah Palestina kecuali pada masa kekuasaan Zionis sekarang ini. Gedung-gedung pencakar langit dan rumah-rumah pemukiman dibangun di setiap jengkal tanah Palestina yang diberkahi.


Kami katakan kepada mereka : Dirikanlah terus wahai anak keturunan Zionis, tinggikan bangunan sesukamu! Sesungguhnya kehancuran kalian di situ dengan izin Allah.

Dan tak lama lagi kalian akan luluhlantak dan tertimpa bangunan kalian itu! Dan Allah takkan memungkiri janjinya : “dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana”.

Penguasaan Masjidil Aqsha tidak disebutkan pada kali yang pertama dan disebutkan pada kali yang kedua.

Sebab penguasaan Masjidil Aqsha oleh kaum muslimin akan berakhir. Kalaulah belum berakhir berarti penguasaan yang kedua merupakan lanjutan dari yang pertama. Akan tetapi berhubung penguasaan Masjidil Aqsha yang pertama akan berakhir, maka penguasaan untuk yang kedua kalinya merupakan peristiwa baru.

Dan itulah realita yang terjadi! Penguasaan pertama telah berakhir sesudah bangsa Yahudi menguasai al-Quds serta beberapa wilayah tanah Palestina lainnya dalam satu serangan yang sangat sporadis pada tahun 1967, orang-orang menyebutnya tahun kekalahan. Sebelumnya pada tahun 1948 mereka sebut dengan tahun kemalangan.

Penguasaan yang pertama berakhir disebutkan karena adanya faktor penghalang yang menghalangi kaum muslimin untuk menguasainya. Penghalang itu merupakan musuh bagi Islam dan kaum muslimin. Dan cukuplah Yahudi sebagai musuh bebuyutan yang sangat menentang Islam, kaum muslimin dan para pembela Islam.

Maka kita harus membebaskan tanah kita yang dirampas dan membuat perhitungan dengan mereka serta menyalakan api kebencian terhadap mereka!!! Sudah tergambar pada wajah mereka tanda-tanda kemalangan dan kehinaan.

Kaum muslimin akan kembali menguasai Masjidil Aqsha –insya Allah- sebagaimana kaum salafus shalih menguasainya pertama kali. Sebab kehancuran kedua yang telah dijanjikan oleh Allah dalam firman-Nya : “dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama”.

Kita sedang menanti peristiwa itu sebagai kebenaran janji Allah dan kebenaran berita-berita RasulullahShallallahu ‘alaihi wa Salam. Pada hari itu kaum muslimin bergembira dengan pertolongan dari Allah Azza wa Jalla.[2]

Nubuwat as-Sunnah ash-Shahihah tentang Kebinasaan Bangsa Yahudi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah mengabarkan bahwa kaum muslimin akan berperang melawan bangsa Yahudi, beliau Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :

“Tidak akan tiba hari kiamat sehingga kaum muslimin berperang melawan Yahudi. Sampai-sampai apabila orang Yahudi bersembunyi di balik pepohonan atau bebatuan, maka pohon dan batu itu akan berseru, ‘wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini orang Yahudi ada bersembunyi di balikku, kemarilah dan bunuhlah ia.’ Kecuali pohon Ghorqod, karena ia adalah pohon Yahudi.” (Muttafaq ‘alaihi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Diriwayatkan oleh Syaikhaini (Bukhari dan Muslim) dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Kalian benar-benar akan membunuhi kaum Yahudi, sampai-sampai mereka bersembunyi di balik batu, maka batu itupun berkata, ‘wahai hamba Allah, ini ada Yahudi di belakangku, bunuhlah dia!’.”

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa :

Pertama : Akan datang masa sebelum datangnya hari kiamat bahwa kaum muslimin dan bangsa Yahudi akan mengalami peperangan besar dan ini adalah suatu hal yang pasti akan terjadi.

Kedua : Bangsa Yahudi akan dibantai oleh kaum muslimin, dan hal ini terjadinya di bumi Palestina, dan saat itu seluruh pepohonan dan bebatuan yang dijadikan tempat persembunyian bangsa Yahudi akan berseru memanggil kaum muslimin untuk membunuh mereka, kecuali pohon Ghorqod.

Ketiga : Hal ini menunjukkan bahwa kemenangan berada di tangan Islam dan kehinaan akan meliputi bangsa Yahudi yang terlaknat dan terkutuk.

Keempat : Berkaitan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma di atas, dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda “latuqootilunna” (Kalian benar-benar akan membunuhi kaum Yahudi) yang disertai dengan lam dan nun sebagai ta’kid(penegasan) akan kepastian hal ini. Khithab (seruan) Nabi ini adalah kepada para sahabat, hal ini menunjukkan secara sharih bahwa masa depan adalah milik Islam saja –biidznillahi-, namun haruslah dengan metode para sahabat Nabi dan kaum salaf yang shalih.

Kelima : Berkaitan dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas, dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda tentang seruan batu dan pohon : “Wahai muslim, wahai hamba Allah…” yang menunjukkan manhaj tarbawi (pendidikan) ishlahi (pembenahan) yang ditegakkan di atas manifestasi tauhid dan al-‘Ubudiyah (penghambaan) yang merupakan cara di dalam menegakkan syariat Islam di muka bumi dan melanggengkan kehidupan Islami berdasarkan manhaj nabawi.[3]


Tha`ifah al-Manshurah adalah Pembebas Negeri Syam al-Muqoddasah
--------------------------------------------------------------------

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberkahi negeri Syam di dalam kitab-Nya al-Majid (yang terpuji) di dalam 5 ayat, sebagai berikut :

“Dan kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang kami Telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (QS al-Anbiyaa’ 21:71)

“Dan (telah kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya, dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS al-Anbiyaa’ 21:81)

“Dan kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya, dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka, dan kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” ( QS al-A’raaf 7:137)

“Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan, berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman.” (QS Sabaa` 34:18)

“Maha Suci Allah, yang Telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” ( QS al-Israa` 17:1)

Seluruh ayat di atas menunjukkan akan keutamaan dan keberkahan negeri Syam, tidak diketahui adanya perselisihan para ulama tafsir tentangnya. Negeri Syam adalah negeri yang memiliki fadhilah (keutamaan) dibandingkan negeri-negeri lainnya.

Di negeri inilah risalah-risalah kenabian banyak diturunkan, para rasul banyak diutus dan menjadi tempat hijrah para Nabi Allah. Di dalamnya terdapat kiblat pertama kaum muslimin, di-isra`kannya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam. Di dalamnya Dajjal akan binasa di tangan al-Masih ‘alaihi Salam, demikian pula Ya’juj dan Ma’juj serta bangsa Yahudi akan binasa.

Namun negeri ini kini terampas dan terjajah, dirampas dan dijajah oleh bangsa terburuk di muka bumi ini. Namun penjajahan mereka atas bumi Palestina dan Syam adalah penggalian kuburan bagi mereka sendiri. Karena Nabi yang mulia telah memilih negeri ini sebagai bangkitnya ath-Tha`ifah al-Manshurah (golongan yang mendapat pertolongan) yang akan membinasakan bangsa Yahudi dan membebaskan negeri Syam dari kekuasaan mereka serta menegakkan Islam sebagai agama yang haq.

Berikut ini adalah hadits-hadits yang menjelaskannya:

Pertama : Hadits ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu : “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku, yang berperang di atas kebenaran, yang menampakkan (kebenaran) terhadap orang-orang yang mencela mereka, hingga terbunuhnya orang yang terakhir dari mereka, yaitu al-Masih ad-Dajjal.” (HR Abu Dawud : 2484; Ahmad : IV/329 dan IV/343; ad-Daulabi dalam al-Kuna : II/8; al-Lalika`i dalam Syarh I’tiqod ‘Ushulis Sunnah no. 169; dan al-Hakim : IV/450; dari jalan Hammad bin Salamah, meriwayatkan dari Qotadah, dari Mutharif).

Al-Hakim berkata : “Shahih menurut syarat Muslim” dan Imam adz-Dzahabi menyepakatinya. Syaikh Salim berkata : “Hadits ini sebagaimana yang dikatakan oleh al-Hakim”.

Dan menyertai (tabi’) riwayat ini adalah riwayat dari Abul ‘Alaa` bin asy-Syakhir dari saudaranya Mutharif, dikeluarkan oleh Ahmad (IV/434), dan Syaikh Salim berkomentar : “isnadnya shahih menurut syarat imam yang enam.”

Kedua : Hadits Salamah bin Nufail radhiyallahu ‘anhu : “Saat ini akan tiba masa berperang, akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan (kebenaran) di hadapan manusia, Allah mengangkat hati-hati suatu kaum, mereka akan memeranginya dan Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepada mereka (kemenangan), dan mereka tetap dalam keadaan demikian, ketahuilah bahwa pusat negeri kaum mukminin itu berada di Syam, dan ikatan tali itu tertambat di punuk kebaikan hingga datangnya hari kiamat.” (HR Ahmad : IV/104; an-Nasa`i : VI/214-215; Ibnu Hibban : 1617-Mawarid; al-Bazzar dalam Kasyful Astaar : 1419; dari jalan al-Walid bin Abdurrahman al-Jarsyi dari Jabir bin Nufair.)

Syaikh Salim berkata : “Dan isnad ini shahih menurut syarat Muslim.”

Ketiga : Hadits Qurrah radhiyallahu ‘anhu : “Apabila penduduk negeri Syam telah rusak, maka tidak ada lagi kebaikan bagi kalian. Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang mendapatkan pertolongan, tidaklah membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datangnya hari kiamat.” (HR at-Tirmidzi : 2192; Ahmad : V/34; al-Lalika`i : 172; Ibnu Hibban : 61; al-Hakim di dalam Ma’rifatu ‘Ulumul Hadits hal. 2; dari jalan Syu’bah bin Mu’awiyah bin Qurrah, dari ayahnya secara marfu’)

Imam at-Tirmidzi berkata : “hadits hasan shahih.” Syaikh Salim berkomentar : “Hadits ini shahih menurut syarat Syaikhaini (Bukhari dan Muslim).”

Keempat : Hadits Sa’ad bin Abi Waqqosh radhiyallahu ‘anhu yang memiliki dua lafazh yang berbeda, yaitu :

Pertama : Beliau berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam : “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang menampakkan (diri) di atas kebenaran, yang senantiasa perkasa hingga hari kiamat.” (HR al-Lalika`i di dalam Syarh Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah : 170).

Kedua : Beliau berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam : “Akan senantiasa penduduk Maghrib (barat) menampakkan kebenaran hingga datangnya hari kiamat.” (HR Muslim : XIII/68-Nawawi; Abu Nu’aim di dalam al-Hilyah : III/95-96; as-Sahmi di dalam Tarikh Jurjaan : 467; dan selainnya dari jalan Abu Utsman al-Hindi)

Syaikh Salim berkomentar : “Iya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah menjelaskan negeri al-Firqah an-Najiyah dengan penjelasan yang terang yang tidak ada lagi keraguan padanya, dan beliau mengabarkan bahwa negeri itu adalah Syam yang diberkahi dan penuh kebaikan.”

Dan penjelasan Syaikh Salim al-Hilali di sini ditopang oleh penjelasan berikut :

Hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh ‘Umair dari Malik bin Yakhomir, Mu’adz berkata : “Dan mereka ini (ath-Tha`ifah al-Manshurah) berada di Syam.” Dan ucapan ini dihukumi marfu’ karena tidaklah diucapkan dengan ra’yu (pendapat) dan ijtihad.

Hadits Sa’ad di atas : “Akan senantiasa penduduk Maghrib (barat) menampakkan kebenaran hingga datangnya hari kiamat.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu menukil dalam kitabnya Manaqib asy-Syam wa Ahluhu (hal. 72-77) ucapan Imam Ahmad bin Hanbal : “Penduduk Maghrib, mereka adalah penduduk Syam.

Syaikh Salim mengomentari : “Saya sepakat dengan dua alasan :

Pertama adalah, bahwa seluruh hadits-hadits di atas menjelaskan bahwa mereka adalah penduduk Syam.

Kedua, bahasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan penduduk Madinah tentang “penduduk Maghrib (barat)” maksudnya adalah penduduk Syam, karena mereka (penduduk Maghrib) berada di barat mereka (Rasulullah dan para sahabatnya), sebagaimana bahasa mereka tentang “penduduk Masyriq (timur)” adalah penduduk Nejed dan Irak. Karena Maghrib (barat) dan Masyriq (timur) adalah perkara yang nisbi (relatif).

Seluruh negeri yang memiliki barat maka bisa jadi merupakan bagian timur bagi negeri lainnya dan sebaliknya. Dan yang menjadi pertimbangan di dalam ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam ini tentang barat dan timur adalah tempat beliau mengucapkan hadits ini, yaitu Madinah.”

Kesimpulan : Negeri Syam adalah negeri ath-Tha`ifah al-Manshurah yang akan menampakkan kebenaran, tidaklah akan membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi dan mencela mereka, mereka akan mendapatkan kemenangan dari Allah dan mereka tetap dalam keadaan demikian sampai datangnya hari kiamat. Ath-Tha’ifah al-Manshurah inilah yang akan memenangkan Islam dan membebaskan negeri Syam dari belenggu penjajahan bangsa Yahudi yang terlaknat, dan merekalah yang akan membinasakan bangsa Yahudi terlaknat ini.


-------------
Catatan Kaki

[1] Sengaja kami pilih kata Nubuwat daripada kata ramalan, karena kata nubuwat lebih sesuai dan pantas daripada penggunaan kata ramalan. Kata ramalan seringkali berasosiasi dengan klenik, khurafat, takhayul ataupun metafisika. Sedangkan nubuwat maka asosiasinya adalah dengan wahyu : al-Qur’an atau as-Sunnah yang shahih.

[2] Disarikan dari “Jama’ah-Jama’ah Islamiyah Ditimbang Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah” (terj. Al-Jama’at al-Islamiyyah fi Dhou’il Kitaabi was Sunnah), karya Syaikh Salim bin Ied al-Hilaly, pent. Ust. Abu Ihsan al-Atsari, Pustaka Imam Bukhari, Jilid I, cet. I, Juni 2003, hal. 90-108.

[3] Dipetik secara ringkas dan bebas dari artikel yang berjudul Haditsu Qitaali al-Yahuudi Riwaayatan

*Disarikan dari artikel yang berjudul ath-Tha`ifah al-Manshurah wal Bilaad al-Muqoddasah, karya Syaikh Abu Usamah Salim bin Ied al-Hilali, dalam Majalah al-Asholah, no. 30, th, V, hal. 17-21.



http://nahimunkar.com/18516/kehancuran-bangsa-yahudi-menurut-al-quran-dan-sunnah/

Orang-orang Yahudi Israel dengan bangga menulis di dinding Biara Gereja Latrun Yerusalem dengan bahasa Ibrani, ‘Yesus Monyet”



Biara Latrun di tanah yang direbut Israel dalam perang penjajahan tahun 1967, dan kemudian dicaplok, dalam sebuah langkah yang belum pernah diakui secara internasional.

Selain melakukan perusakan dan pembakaran, mereka juga mengancam akan membunuh warga Kristen.

"Sebagai seorang rabi dan sebagai warga negara Israel aku malu hari ini dan saya sangat terganggu oleh fakta bahwa ini bukan pertama kalinya bahwa peristiwa semacam itu terjadi di Israel," kata Rabbi Gilad Kariv, kepala Gerakan Israel untuk Reformasi dan Progresif Yudaisme,

Melalui Reuters dilansir huffingtonpost 4 September 2012

http://www.huffingtonpost.com/2012/09/04/pro-settler-vandals-attac_n_1853681.html

Journalis Islam for Gaza
 —

Wednesday, November 21, 2012

ADAKAH UMNO BENAR2 MEMBENCI ISRAEL???.



Mengapa Pemimpin2 Israel Datang Malaysia Jumpa Najib... Apa Motif Dan Mengapa Utusan Dan TV3 Tak Siarkan Berita Nihhh...

Mengenal Siapa Yahudi...



Negara Haram Israel Tidak Akan Berkekalan

Sejarah telah membuktikan bahawa kaum Yahudi merupakan kaum yang sentiasa ditindas dan ditekan. Peristiwa-peristiwa yang berlaku sepanjang zaman semenjak dari zaman Nabi Allah SWT Musa a.s. sehinggalah zaman mereka berada di Palestin selepas itu sentiasa menyaksikan pembunuhan kaum Yahudi secara beramai-ramai oleh musuh-musuh mer
eka.

Melalui peristiwa-peristiwa yang berlaku itu, kita selaku umat Islam yakin bahawa kependudukan mereka secara haram di negara Palestin akan berakhir tidak lama lagi.

Mereka akan dihalau keluar dari negara itu sama sepertimana datuk nenek mereka dipaksa keluar dari negara itu. Perkara ini telah dijanjikan oleh Allah SWT menerusi banyak ayat al-Quran, contohnya dalam surah Al-A’raf ayat 167 yang bermaksud:

“Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu memberitahu: Bahawa sesungguhnya Ia akan menghantarkan kepada kaum Yahudi itu, (terus menerus) hingga hari kiamat, kaum-kaum yang akan menimpakan mereka dengan azab sengsara yang seburuk-buruknya (disebabkan kejahatan dan kekufuran mereka). Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat azab seksa-Nya, dan sesungguhnya Dia juga Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.“

Kejahatan Bangsa Yahudi Menurut Al-Quran

Ayat di atas menyebutkan bahawa azab dan tekanan akan terus menimpa mereka hingga ke hari kiamat. Berita-berita masa lampau tentang mereka sebelum Islam perlu diberitahu kepada mereka agar mereka sedar bahawa masa tersebut akan tiba dan kebenaran isi kandungan al-Quran sebagai wahyu Ilahi akan terbukti.

Ayat-ayat seperti ini memberi satu kekuatan berupa sokongan moral kepada umat Islam secara amnya dan bangsa Arab Islam khasnya agar berusaha memperkuatkan diri ke arah merealisasikan fakta ini.

Penindasan Ke Atas Yahudi Sebelum Islam

Tersebut dalam lipatan sejarah penjajahan ke atas Yahudi telah dimulakan oleh Raja Fir’aun Nikho dari Mesir. Selepas itu untuk kali keduanya mereka telah dijajah lagi oleh Raja Nabukadnesar (Bukhti-Nashar) dari Babil. Semasa penjajahan tersebut, raja dan tenteranya telah membinasakan habis-habisan Jerussalam termasuk Baitul Maqdis yang didirikan oleh Nabi Sulaiman a.s. dan menawan majoriti rakyatnya .

Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat surah al-Isra’ ayat yang bermaksud:

“Dan Kami menyatakan kepada Bani Israel dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan melakukan kerosakan di bumi (Palestin) dua kali, dan sesungguhnya kamu akan berlaku sombong angkuh dengan melampau. Maka apabila sampai masa janji (membalas kederhakaan kamu) kali yang pertama dari dua (kederhakaan) itu, Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang kuat gagah dan amat ganas serangannya lalu mereka rnenjelajah di segala ceruk rantau (membunuh dan membinasakan kamu); dan (sebenarnya peristiwa itu) adalah satu janji yang tetap berlaku“.

Seterusnya pada tahun 203 sebelum Masihi pula menyaksikan penjajahan yang lebih teruk oleh raja-raja Syria malahan membawa kepada penahanan Yahuza yang menjadi raja Yahudi pada masa itu. Orang-orang lelaki dijadikan hamba abdi, manakala cukai-cukai yang tinggi turut dikenakan ke atas mereka.

Tidak cukup di situ Allah SWT membinasakan mereka apabila Rom menjajah pula selepas itu. Negara Palestin telah dimasukkan di bawah negara mereka. Pada tahun 70 Masihi, golongan Yahudi telah melakukan pemberontakan ke atas penjajah mereka iaitu Rom. Pemberontakan ini menemui jalan buntu. Akibatnya Rom telah mengeluarkan arahan kepada gabenornya di situ yang bernama Titus untuk membakar rumah-rumah ibadat Yahudi dan membunuh kebanyakan penduduk Yahudi dan menjual yang lainnya sehagai hamba.

Tidak lama selepas itu, Jerussalem pesat membangun semula. Kaum Yahudi mengambil kesempatan untuk memberontak buat kali kedua tetapi masih gagal. Adrian yang menjadi raja Rom akhirnya memerintahkan agar bandar Jerussalem dimusnahkan habis-habisan dan rakyatnya dibunuh. Ditaksirkan lebih 500,000 jiwa telah terkorban dalam peristiwa itu .

Penindasan Ke Atas Yahudi Selepas Islam

Apabila Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, kaum Yahudi telah menyusun beberapa konspirasi jahat ke atas Islam. Akibatnya, pelbagai tindakan tegas telah dikenakan terhadap mereka sehingga membawa kepada pembunuhan beramai-ramai kaum Yahudi dan pengusiran keluar dari negara Islam Madinah.

Kemudian di akhir kurun ke 13, penindasan ke atas mereka masih berterusan. Pada kali ini negara Eropah pula yang bertindak menekan mereka. Sejarah telah menunjukkan bahawa kaum Yahudi pernah dibunuh di Sepanyol dan Portugal. Bahkan kepercayaan agama Kristian lama beranggapan bahawa menekan Yahudi adalah melambangkan keimanan yang sebenarnya.

Tekanan yang dihadapi menyebabkan Yahudi mencari perlindungan di Andalus. Pemimpin-pemimpin Islam di Andalus pada waktu itu memberi perlindungan politik kepada Yahudi sebagai satu cara untuk berdakwah kepada mereka. Namun panas yang disangka sampai ke petang, rupanya hujan di tengahari. Nikmat perlindungan rupa-rupanya tidak lama. Penganut-penganut Kristian telah berjaya menundukkan kuasa Islam di Andalus. Sekali lagi penyembelihan orang-orang Yahudi berlaku secara beramai-ramai. Mereka di halau keluar dari bandar-bandar seperti Balensia, Qordova, Gibraltar, Barcelona dan juga dari tempat-tempat lain. Seorang paderi besar Katolik di situ yang bernama Hernando Martins telah menyampaikan ucapan anti Yahudi dan mengarahkan agar unsur-unsur termasuk penganutnya dihapuskan.

Peperangan Salib telah meletus di Andalus dan kebanyakan orang yahudi dihapuskan. Ramai dari kalangan mereka telah dipaksa memeluk Kristian. Dalam tempoh kurang dari 3 bulan, setiap individu yang enggan masuk Kristian akan dihalau ke tempat lain luar dari Andalus. Sesiapa yang melanggar perintah akan dihukum bunuh .

Kebanyakan orang Yahudi yang enggan memeluk Kristian telah meninggalkan Andalus. Malangnya di tengah jalan para lanun telah menangkap mereka dan mereka dijadikan hamba untuk diperniagakan. Sesiapa yang terlepas pula jarang yang dapat hidup kerana diserang kelaparan dan penyakit berjangkit seperti taun dan lain-lain.

Walaupun menghadapi pelbagai penindasan, golongan Yahudi akhirnya berjaya juga menaja satu perhimpunan yang menghimpunkan sekitar 80,000 orang ahli. Mereka mengambil keputusan untuk berhijrah ke Portugal setelah mendapat pelawaan rajanya yang beragama Kristian dan bersikap terbuka. Setibanya di sana, raja yang selama ini bersikap terbuka, tiba-tiba berubah menjadi anti Yahudi selepas dipengaruhi golongan gereja yang selama ini menentang mereka. Semua golongan lelaki dewasa Yahudi telah dipaksa meninggalkan negara Portugal, manakala wanita dan anak-anak dipaksa menukar agama kepada Kristian.

Tekanan dan kezaliman ke atas Yahudi sebenarnya tidaklah terbatas di negara-negara seperti Sepanyol, Portugal dan Rom sahaja.

Malahan semua negara Eropah Kristian telah mengambil sikap anti-Yahudi secara terang-terangan. Di bawah dinyatakan peristiwa-peristiwa kezaliman yang berlaku keatas golongan Yahudi:

Di England, King Edwaard telah menghalau Yahudi beramai-ramai pada tahun 1290.
Di Perancis, King Phillip telah menghalau mereka dari Perancis pada tahun 1306. Menurut fakta sejarah, Raja Phillip kemudiannva telah membenarkan sebahagian daripada mereka untuk pulang ke Perancis selepas itu, tetapi keputusan diambil untuk menghalau semula mereka pada tahun 1394.
Di Hungary, golongan Yahudi telah dibuang negara beramai-ramai. Tetapi mereka memberanikan diri pulang semula sebelum dihalau kembali pada tahun 1582.
Di Belgium, mereka dihalau beramai-ramai pada tahun 1370.
Di negara Czechoslovakia pula, puak Yahudi dihalau pada tahun 1380. Mereka kembali semula untuk bermastautin pada tahun 1592. Malangnya pada tahun 1744, Queen Maria Theressa telah mengarahkan agar dihalau semula golongan Yahudi tersebut.
Di negara Austria pula, Raja Bright ke-5 telah menghalau mereka dari negara itu pada tahun 1420.
Di Holland, mereka dihalau dari Outricht pada tahun 1444.
Di Itali, mereka dihalau dari Napoli dan Sardina pada tahun 1540.
Di Jerman, golongan Yahudi dihambat dari Bavaria pada tahun 1551. Kemudian telah berlaku penindasan secara berterusan ke atas mereka oleh masyarakat berfahaman Nazi. Beratus ribu Yahudi telah terkorban dalam keganasan itu.
Di Rusia pula, rakyat tempatan telah berkerjasama menghalau orang-orang Yahudi pada tahun 1510. Golongan Yahudi beransur-ansur pulang selepas itu dengan harapan penduduk tempatan telah memaafkan mereka. Namun begitu, tekanan masih berterusan sehingga tentera Rusia turut masuk campur untuk menyembelih mereka beramai-ramai di Ukraine sepanjang tahun 1919.

Menurut kajian, lebih dari 100,000 Yahudi telah diragut nyawanya termasuk lelaki dan perempuan serta anak-anak mereka. Jalanraya telah dibasahi dengan darah mereka. Tentera telah melakukan kekejaman di luar batasan pemikiran manusia di samping mencincang lumat anggota badan mereka.

Mengapa Yahudi Ditindas?

Antara sebab penindasan dilakukan ke atas mereka adalah kerana sikap sombong dan tidak setia pada perjuangan. Masyarakat Kristian Eropah menyedari sikap yang ditunjukkan itu. Golongan Yahudi merupakan golongan yang tidak pernah kenal erti berterima kasih. Walaupun hanya menumpang di negara orang, perangai mereka tidak ubah seperti tuan yang memeras dan menganiaya golongan peribumi negara itu. Kemahiran berniaga telah menjadikan golongan Yahudi sombong dan tidak berperikemanusiaan.

Orang yang meminjam dan berurus niaga dengan mereka terjebak dalam sistem riba. Ekonomi yang berasaskan riba telah dimulakan oleh korporat-korporat Yahudi yang berjaya untuk memastikan terus menjadi kaya tanpa memikirkan nasib si miskin.

Perkara ini tidaklah menghairankan kerana menurut kepercayaan mereka seperti yang dijelaskan di dalam ‘Talmud‘ iaitu tafsiran kepada kitab ‘Taurat’, ada dinyatakan secara terang-terangan bahawa riba halal dengan urus niaga bersama bukan Yahudi. Ini disebabkan Yahudi adalah anak-anak Allah SWT, manakala selain mereka adalah binatang berupa anjing dan babi. Justeru itu, mereka berhak melakukan apa sahaja demi kepentingan peribadi.

Disebut dalam Talmud lagi:

Pemilikan harta-harta oleh selain Yahudi adalah tidak sah. Jadi sesiapa sahaja di kalangan Yahudi boleh merampas hak tersebut.
Allah SWT (SWT) menganugerahkan ke atas mereka hak untuk bertindak sesuka hati ke atas bangsa-bangsa lain.
Kedudukan Yahudi ke atas bangsa-bangsa lain sama seperti kedudukan manusia ke atas binatang. Bangsa-bangsa lain memiliki sifat-sifat kebinatangan. Tiada siapa yang dapat mengajar mereka melainkan Yahudi.
Riba diharamkan sesama Yahudi, tetapi dihalalkan kepada selain mereka. Malahan menurut perlembagaan Talmud itu, HARAM memberikan pinjaman kepada bangsa lain tanpa dikenakan riba.

Penaklukan Palestin Oleh Rejim Haram Yahudi

Sebab utama penaklukan negara Palestin sebenarnya berpunca dari perancangan yang teliti oleh Persatuan Freemason Antarabangsa. Freemason melihat usaha begini penting bagi mengelakkan pupusnya spesis Yahudi dari persada dunia.

Takdir Allah SWT membenarkan mereka berjaya menakluk Palestin dengan restu gerakan Kristian sedunia dan bantuan mereka. Perkara ini berlaku dalam keadaan orang-umat Islam terutamanya masyarakat Arab sedang lalai. Persoalannya, sampai bilakah mereka akan berjaya mendominasi negara yang kecil itu. Mereka perlu waspada kepada masyarakat Arab yang berjumlah lebih 100 juta orang itu yang sentiasa mengingati sejarah buruk antara mereka dan Yahudi sepanjang zaman. Masa jua yang akan menentukan segala-galanya.

Penutup

Janji Allah SWT akan sampai bagi memastikan Islam akan tinggi semula dan musuh-musuh Islam terutamanya Yahudi akan kembali ke era kesusahan dan penindasan seperti keadaan asal mereka.

Kita meyakini usaha mereka mengumpulkan bangsa mereka di tengah-tengah negara umat Islam itu akan berakhir dengan penghapusan mereka secara terus dari muka bumi Allah SWT ini. Ini bersesuaian dengan maksud sebuah hadith sahih riwayat Al-Bukhari dan Muslim:

“Tidak akan berlaku kiamat sehinggalah orang-umat Islam berperang dengan orang-orang Yahudi (di sebuah tempat). Orang-umat Islam akan membunuh mereka beramai-ramai sehinggakan apabila mereka bersembunyi di sebalik batu dan pokok, tiba-tiba pokok-pokok dan batu-batu itu bersuara menjerit memanggil umat Islam agar membunuh orang-orang Yahudi itu, kecuali pokok ‘Gharqad’, kerana ia adalah pokok Yahudi“.

Janji Nabi pastinya benar. Peristiwa ini akan berlaku bagi menamatkan siri pengkhianatan Yahudi terhadap Islam dan manusia secara keseluruhannya.#