Thursday, January 10, 2013

Perang Yarmuk

Perang Yarmuk (Bagian Kedua - Akhir)
========================

Perundingan-Perundingan Sebelum Peperangan Terjadi
--------------------------------------------------------------
Ketika dua pasukan telah mendekat, Abu Ubaidah, Yazid bin Abu Sufyan maju ke arah tentara Romawi. keduanya membawa Dhirar bin al-Azur, Harits Ibnu Hisyam, dan Abu Jandal bin Suhail, mereka berteriak sambil menyeru, “Kami ingin bertemu untuk berunding dengan kalian!” Maka mereka diberi izin untuk berjumpa dengan Tazariq. Ketika itu Tazariq tengah duduk di dalam tenda yang terbuat dari sutera.

Para sahabat berkata kepada mereka, “Kami tidak dihalalkan memasuki tenda ini. Lalu pemimpin mereka memerintahkan agar karpet dari sutera dibentangkan dan mereka dipersilahkan duduk di atasnya. Para Sahabat berkata, “Kami tidak dibolehkan duduk di atasnya.” Akhirnya Tazariq duduk dengan mereka di tempat yang mereka inginkan. Mereka mengadakan pe-rundingan untuk damai. Para sahabat mendakwahi mereka agar masuk ke dalam agama Allah, namun sayang perundingan ini berakhir tanpa mem-bawa hasil, akhirnya merekapun kembali ke pasukan.


Al-Walid bin Muslim menyebutkan, bahwa Bahan meminta kepada Khalid agar berjumpa dengannya di antara dua pasukan yang sedang berhadapan untuk berdamai, Bahan berkata kepada Khalid, “Kami telah mengetahui bahwa perut laparlah yang telah mengeluarkan kalian dari negeri kalian, maka maukah kalian jika aku berikan kepada setiap pasukan kalian 10 dinar lengkap beserta makanan dan pakaian, dengan syarat kalian harus kembali ke negeri kalian, dan pada tahun depan datanglah kembali padaku dan aku akan memberikan jatah yang serupa?” Khalid menjawab, ” Sesungguhnya bukanlah perut lapar dan kemiskinan yang mengeluarkan kami dan negeri kami sebagaimana yang engkau sebutkan tadi. Tetapi sebenarnya kami adalah sekelompok manusia peminum darah, dan telah sampai kepada kami berita bahwa tidak ada darah yang lebih segar daripada darah kalian, bangsa Romawi. Untuk itulah kami datang ke sini Mendengar perkataan itu para sahabat Bahan berkomentar, “Demi Allah ucapan seperti ini baru pertama kali kita dengar dari bangsa Arab.“


Pertempuran Mulai Berkobar
-------------------------------
Ketika persiapan telah matang, dan perundingan menemui jalan buntu, Khalid maju menemui Ikrimah bin Abu Jahal dan al-Qa’qa’ bin Amru -keduanva pemimpin pasukan pertahanan sayap kiri dan kanan-serta menginstruksikan kepada keduanya untuk memulai penyerangan. Segera keduanya maju dan mengajak musuh untuk melayani mereka adu senjata perang tanding. Maka mulailah para pahlawan dan jagoan tiap pasukan maju. Dan perang tanding itu mulai membuat suasana memanas.

Sementara Khalid berdiri di antara barisan sambil menyaksikan regu-regu yang terdiri dari para jagoan perang mulai beraksi berperang tanding dean tentara musuh, sambil mengirimkan para sahabatnya untuk menga-tur strategi bertempur sebaik mungkin.


Salah Seorang Panglima Romawi Masuk Islam
----------------------------------------------------
Salah seorang panglima besar Romawi yang bernama Jarajah keluar barisannya dan meminta kepada Khalid bin Walid agar mau menemui nya. Khalid segera menemuinya dan kedua kuda mereka berhadap-hadapan leher. Jarajah berkata, “Wahai Khalid beritahukan aku dan jujurlah, sebab orang merdeka tidak akan berbohong, dan janganlah engkau membohongiku sesungguhnya orang yang mulia tidak akan berbohong terhadap orang yang berhubungan dengan Allah. Apakah Allah pernah menurunkan kepada Nabi kalian sebuah pedang yang diberikannya kepadamu hingga setiap kali engkau hunus terhadap musuhmu pasti mereka akan kalah?” Khalid menjawab, “Tidak.” Jarajah kembali bertanya, “Jadi kenapa engkau dijuluki pedang Allah?” Khalid menjawab, “Sesungguhnya Allah telah mengutus NabiNya kepada kami. Nabi tersebut menyeru kami, tetapi kami malah berlari men-jauhinya. Kemudian sebagain dari kami membenarkannya dansebagian mendustakannya. Aku termasuk salah seorang yang mendustakannya dan menjauhinya hingga Allah menunjuki hati kami untuk beriman kepadanya dan membai’atnya. Lalu beliau berkata kepadaku, ‘Engkau adalah pedang Allah yang terhunus terhadap kaum musyrikin.’ Beliau juga mendoakan agar aku diberi kemenangan. Sejak itulah aku disebut dengan Pedang Allah. Jadilah aku orang yang paling keras terhadap orang-orang musyrik.“

Jarajah berkata, “Wahai Khalid apa yang kalian serukan?”

Khalid menjawab, “Kami menyeru agar manusia bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah HambaNya dan Rasul-Nya. Dan agar mereka membenarkan seluruh syariat yang beliau bawa dari Allah.“

Jarajah bertanya, “Bagaimana jika orang itu tidak mau menerima dakwah kalian?”

Khalid menjawab, “Maka kami serukan mereka agar mem-bayar upeti, dan kami siap melindungi mereka.”

Jarajah bertanya, “Jika mereka tetap tidak mau membayar upeti?”

Khalid menjawab, “Maka kami akan mengumumkan perang terhadap mereka.“

Jarajah bertanya, “Apa kedudukan bagi orang yang menerima seruan kalian dan masuk ke dalam agama kalian pada hari ini?“

Khalid menjawab, “Kedudukannya sama dengan kami dalam seluruh kewajiban yang dibebankan Allah kepada kami. Orang yang mulia di antara kami, orang biasa, orang yang pertama masuk Islam dan yang terakhir seluruhnya sama kedudukannya.“

Jarajah bertanya, “Apakah orang yang hari ini masuk ke dalam agama kalian akan memiliki ganjaran yang sama dengan yang masuk sebelumnya?“

Khalid menjawab, “Ya, bahkan lebih banyak.”

Jarajah bertanya, “Bagaimana bisa sama sementara kalian telah mendahului-nya?”

Khalid menjawab, “Sesunguhnya kami menerima Islam dengan pepe-rangan dan kami membai’at Nabi kami sementara beliau hidup di tengah-tengah kami. Selalu datang kepadanya berita dari langit dan beliau memberi-takannya kepada kami al-Qur’an, menunjukkan kepada kami mukjizat-mukjizat. Maka pasti orang yang melihat apa yang telah kami lihat dan mendengar apa yang telah kami dengar tentang hujjah-hujjah dan keajaiban mukjizat akan beriman dan membai’at beliau. Namun kalian tidak melihat apa yang kami lihat, dan belum pernah mendengar apa yang kami dengar mengenai mukjizatnya dan perkara-perkara luar biasa lainnya. Maka barang siapa masuk agama kami dengan niat yang benar dan jujur akan lebih utama dari kami.“

Jarajah berkata, “Demi Allah apakah engkau menjawab pertanya-anku dengan jujur dan tidak berbohong padaku?“

Khalid menjawab, “Demi Allah aku telah menjawab pertanyaanmu dengan benar dan Allah sebagai saksi atas apa yang kau tanyakan.“

Ketika itu Jarajah membalikkan sisi perisainya dan masuk ke dalam barisan Khalid, sambil berkata, “Ajarkan aku Islam.“

Khalid segera membawanya ke tenda dan menyediakan satu bejana air lalu menyuruhnya mandi, kemudian shalat bersamanya dua raka’at.

Melihat pembelotan Jarajah pasukan Romawi menyerbu ke barisan kaum muslimin, maka kaum muslimin mulai berlari dari posisinya kecuali pasukan yang ditugaskan menjaga, yang dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal, dan al-Harits Ibnu Hisyam.


Contoh dari pengorbanan dan Kepahlawanan Tentara Islam
-------------------------------------------------------------------
Az-Zubair bin al-Awwam adalah salah satu tentara yang mengikuti perang Yarmuk. Dan dialah sahabat yang paling mulia dalam peperangan ini. la termasuk penunggang kuda yang cekatan dan pahlawan yang paling berani. Dalam peperangan ini sebagian dari jagoan Islam maju mendekatinya dan berkata, “Tidakkah engkau menyerbu ke dalam barisan musuh dan kami akan ikut bersamamu?” Az-Zubair berkata, “Kalian tidak akan sanggup,” mereka menjawab, “Kami sanggup bertahan!” Az-Zubair membawa mereka menyerbu ke dalam barisan musuh, ketika mereka mulai masuk ke dalam pasukan musuh para prajurit yang mengajak az-Zubair tadi tidak berhasil masuk menyerbu ke dalam pasukan musuh, sementara az-Zubair telah me-nembus barisan musuh hingga keluar dari sisi yang lain, setelah itu dia kem-bali masuk dari arah itu hingga kembali kepada para prajurit yang meng-ajaknya tadi. Kemudian para prajurit tadi kembali bergabung dengannya untuk menyebu ke dalam barisan musuh untuk kedua kalinya. Dan az-Zubair kembali melakukan sebagaimana yang ia lakukan sebelumnya, waktu itu az-Zubair mendapat dua luka di kedua bahunya, dan dalam sebagian riwayat dia mendapatkan satu luka saja. Al-Bukhari telah meriwayatkan kisah yang semakna dengan ini di dalam kitab Shahihnya.

Adapun Mu’adz bin Jabal setiap kali mendengar suara para pendeta membacakan Injil dia akan berteriak dan berkata, “Ya Allah goyahkan kaki mereka, dan tegarkanlah kami dengan kalimat taqwa, buatlah kami menjadi cinta berhadapan dengan musuh dan buatlah kami rela dengan ketentuan takdirMu.“

Bahan keluar dan menginstruksikan kepada pimpinan sayap kanan pasukannya ad-Dubrijan -musuh Allah yang berlagak ahli ibadah di antara orang- orang Romawi- agar menyerang menerobos ke dalam barisan kaum muslimin, maka segera ad-Dubrijan membawa para prajuritnya untuk menerobos pasukan kaum muslimin yang berada di sayap kanan. Sayap kanan ditempati bani al-Azd, Mazhaj, Hadhramaut, dan Khaulan yang tetap tegar menghadapi serangan musuh hingga mereka berhasil membendung arus musuh yang ingin menerobos sayap kanan pasukan kaum muslimin. Setelah itu datang rombongan tentara Romawi seolah-olah gunung besar yang berhasil memporak-porandakan kaum muslimin yang berada di sayap kanan hingga mereka beralih ke posisi tengah pasukan, dan sebagian tentara berlari mundur menuju perkemahan, di sisi lain sebagian tentara tetap tegar berjuang dibawah panji-panji mereka. Tak lama kemudian mereka saling memanggil agar kembali ke medan laga hingga mereka berhasil memukul mundur kembali pasukan Romawi yang menyerang mereka, pasukan Romawi tidak dapat mengejar tentara Islam yang lari. Adapun pasukan wanita ketika melihat ada prajurit Islam yang lari, mereka segera menyambut dan memukuli mereka dengan kayu-kayuan ataupun melempari mereka dengan batu-batu, hingga mereka kembali ke medan pertempuran.

Ikrimah bin Abu Jahal berkata, “Aku pernah memerangi Rasulullah dalam beberapa peperangan, lantas apakah hari ini aku berlari dari kalian?” Kemudian dia berteriak memanggil, “Siapa yang berani membai’atku untuk mati?“

Maka segera pamannya al-Harits bin Hisyam mendekatinya dan membai’atnya. Setelah itu diikuti pula oleh Dhirar bin al-Azur membawa 400 pasukan dan penunggang kuda. Mereka bertempur mati-matian di depan kemah Khalid hingga seluruhnya terluka, dan sebagian dari mereka tewas terbunuh, di antaranya adalah Dhirar.

Al-Waqidi serta yang lain-lainnya menyebutkan bahwa ketika mereka dalam kondisi sekarat disebabkan luka-luka yang banyak, mereka meminta air. Ketika dibawakan kepada mereka air dan air tersebut didekatkan kepada salah seorang dari mereka, ia melihat temannya yang lain berkata, “Berikan air ini kepadanya.” Tatkala air akan diberikan kepada temannya tersebut dia juga melihat kepada temannya yang lain sambil berkata, “Berikan air ini kepadanya.” Mereka saling mendahulukan sahabatnya hingga akhirnya seluruhnya tewas dan tidak seorangpun yang sempat meminum air tersebut, semoga Allah meridhai mereka. Disebutkan bahwa yang pertama kali terbunuh sebagai syahid dari pasukan kaum muslimin adalah seorang lelaki yang mendatangi Abu Ubaidah dan berkata, “Aku telah mempersiapkan diriku untuk mati, apakah ada hajatmu yang akan aku sampaikan kepada Rasulullah?” Abu Ubaidah menjawab, “Ya, sampaikan salamku untuk beliau dan katakan padanya, “Wahai Rasulullah sesungguhnya kami telah menemui kebenaran apa yang dijanjikan Rabb kami kepada kami.“ Maka setelah itu lelaki ini maju menyerbu pasukan musuh hingga terbunuh, semoga Allah merahmatinya.

Pada hari itu tiap kelompok begitu tegar berjuang dibawah panji masing- masing. Hingga pasukan Romawi berputar-putar seperti penumbuk gandum. Mereka tidak dapat melihat dalam peperangan Yarmuk ini kecuali kepala-kepala yang berterbangan, tangan-tangan maupun jari-jari yang berputusan di tempat itu.

Setelah itu Khalid beserta prajuritnya yang berada di sayap kiri menerobos ke sayap kanan pasukan Islam yang kebobolan diserang musuh, hingga berhasil memukul mundur musuh hingga ke sisi tengah, dalam peristiwa penyerangan ini Khalid berhasil membunuh 6000 dari tentara musuh. Dia berkata, “Demi Allah yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya kesa-baran dan kesungguhan musuh telah sirna sebagaimana yang kalian lihat, dan aku berharap agar Allah dapat memberikan kepada kita kesempatan menghabisi mereka.” Setelah itu Khalid menyerbu mereka dengan membawa 100 pasukan berkuda menghadapi 100.000 ribu pasukan Romawi hingga berhasil memporak-porandakan pasukan musuh. Ketika itulah seluruh prajurit Islam menyerang dengan serentak pasukan Romawi dan membuat mereka lari kocar-kacir. Ketika itu pasukan kaum muslimin dengan leluasa mengejar dan menghabisi mereka tanpa ada perlawanan sedikitpun.


Akhir Peperangan
--------------------
Ketika itu Khalid beserta Jarajah bergerak menyerbu pasukan Romawi vang berlari di antara pasukan kaum muslimin. Pasukan Romawi berusaha mengumpulkan kembali tentaranya yang berlarian hingga sebagian pasukan Romawi kembali berkumpul dan menempati posisi masing-masing. Ketika itu Khalid berusaha menumpas mereka hingga pedang mereka saling ber-temu, Khalid terus menerus memerangi mereka dari siang hari hingga matahari akan tenggelam. Waktu itu kaum muslimin hanya dapat melaksa-nakan shalat Zhuhur dan Ashar dengan isyarat. Jarajah akhirnya terluka dan meninggal dunia -semoga Allah merahmatinya- padahal dia belum pernah shalat menyembah Allah kecuali dua raka’at yang dikerjakannya bersama Khalid, tak berapa lama setelah itu pasukan Romawi melemah.

Kemudian Khalid kembali menyerbu sampai di tengah-tengah kuda-kuda Romawi. Ketika itu kuda-kuda Romawi lari tunggang langgang ke padang pasir, dan kaum mulimin sengaja membukakan jalan bagi kuda-kuda tersebut hingga seluruhnya pergi.

Khalid kini menguasai posisi tengah pasukan dan berhasil membu-barkan pasukan pejalan kaki, mereka terpecah belah dan lari kocar-kacir ibarat tembok yang telah runtuh. Kemudian Khalid mengejar pasukan yang lari bercerai-berai itu, hingga berhasil menerobos parit mereka.

Malam itu pasukan Romawi berlari dalam kegelapan menuju al-Waqu-shah, adapun pasukan yang diikat dengan rantai besi jika satu terjatuh maka terjatuhlah seluruhnya. -::
Ibnu Jarir dan lain-lainnya berkata, “Pada waktu itu yang jatuh dan yang terbunuh mencapai 120.000 orang selain yang terbunuh di medan peperangan.”

Pada peperangan ini para wanita muslimah juga turut ber-partisipasi membunuh banyak pasukan Romawi, mereka bertugas memukul tentara kaum muslimin yang lari dari medan pertempuran sambil meneriaki mereka, “Mau lari kemana kalian, apakah kalian akan meninggalkan kami kepada para tentara kafir?” Jika telah diteriaki seperti itu, maka tidak seorang pun yang sanggup mendengarnya kecuali pasti akan kembali bertempur.

Ibnu Jarir melanjutkan, “Pada waktu itu al-Qaiqalan dan para petinggi pasukan Romawi lari terbirit-birit sambil menyeret-nyeret pakaian mantel mereka, mereka berkata, “Jika kita tidak mampu menolong dan memenangkan agama Nasrani maka lebih baik kita mati saja di atas agama ini.” Maka datanglah pasukan kaum muslimin menghabisi mereka seluruhnya. Mereka menyebutkan bahwa jumlah kaum muslimin yang terbunuh dalam peperangan ini sebanyak 3000 orang, termasuk di antaranya Ikrimah dan anaknya Amru, Salamah bin Hisyam, Amru bin Sa’id, Aban bin Sa’id. Adapun Khalid bin Sa’id terluka berat tetapi tidak diketahui ke mana perginya. Demikian pula dengan Dhirar bin al- Azur, Hisyam bin al-Ash, Amru bin Thufail bin Amru ad-Dausi. Akhirnya Allah menampakkan kebenaran mimpi ayahnya pada peperangan Yamamah.

Pada waktu itu Yazid bin Abu Sufyan termasuk orang-orang yang tegar, ia berperang mati-matian. Disebabkan ayahnya melewatinya dan berkata padanya, “Wahai anakku hendaklah engkau bertakwa kepada Allah dan bersabar, sesungguhnya tidak satu pun prajurit di medan tempur ini kecuali bersungguh- sungguh dalam berperang. Bagaimana pula dengan dirimu dan orang-orang yang sepertimu sebagai pemimpin kaum muslimin?! Tentulah orang-orang sepertimu dituntut untuk lebih bersabar dan jujur, maka takutlah kepada Allah wahai anakku. Jangan sampai para sahabatmu lebih semangat mengejar ganjaran dan pahala serta lebih bersabar dalam peperangan dari-padamu. Dan jangan sampai mereka lebih berani terhadap musuh Islam dari-pada dirimu.” Mendengar itu Yazid berkata, “Aku akan berusaha mematuhinya insya Allah.“

Maka karena itulah ia berperang mati-matian dalam pertempuran ini di posisi tengah pasukan.

Berkata Sa’id bin al-Musayyib, dari ayahnya dia berkata, “Dalam peperangan Yarmuk ini suara menjadi senyap, maka tiba-tiba kami mendengar suara yang menggema di seluruh pasukan, “Wahai kemenangan dari Allah….datanglah segera! Wahai tentara Islam….bertahanlah!” Kami melihat dan ternyata itu adalah suara Abu Sufyan di bawah panji anaknya, Yazid.

Kaum muslimin pada malam itu mengakhirkan shalat Isya hingga kemenangan berhasil mereka raih. Malam itu Khalid bermalam di kemah Tazariq, saudara Heraklius yang menjadi panglima tertinggi pasukan Romawi pada peperangan ini. Tazariq melarikan diri beserta para pasukan Romawi, sementara pasukan berkuda berkumpul di sekitar kemah Khalid menunggu pasukan Romawi yang lewat untuk selanjutnya dibunuh hingga waktu pagi tiba. Dan akhirnya Tazariq juga terbunuh. Disebutkan bahwa Tazariq memiliki 30 kemah, atapnya terbuat dari sutera yang di dalamnya terdapat berbagai kasur empuk dan sutera. Pada pagi harinya tentara Islam telah menguasai seluruh harta rampasan perang. Namun tidaklah sebanding antara kegembi-raan mereka mendapatkan harta rampasan perang yang banyak dengan kesedihan mereka mendengar berita wafatnya Abu Bakar yang disampaikan oleh Khalid ketika itu, namun mereka mendapat pengganti Abu Bakar yaitu Umar al-Faruq


[ Sumber : Kitab Bidayah wa nihayah - Ibnu Katsir]


BAGIAN PERTAMA BISA DI BACA DI LINK DIBAWAH INI :

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=365266263566673

No comments:

Post a Comment