Wednesday, August 8, 2012

KELOMPOK ULTRA KANAN EROPA GELAR DEMO ANTI ISLAM



Kelompok ultra kanan Eropa dijadwalkan akan menggelar aksi di Denmark bertujuan untuk mendirikan apa yang mereka istilahkan sebagai aliansi anti-Islam di seluruh Eropa.

Demonstrasi ini diselenggarakan oleh Liga Pertahanan Inggris, EDL yang mengatakan ingin menghambat ”Islamisasi Eropa”.

EDL mengharapkan aksi ini akan menjadi permulaan dari sebuah gerakan yang meluas di Eropa.

Aksi ini mendapat tentangan dari sejumlah pihak. Pegiat anti rasisme mengkhawatirkan kelompok geras Islamfobia di Eropa akan bergabung dengan gerakan tersebut.
Jumlah orang yang ikut dalam demo di Denmark tersebut sepertinya hanya sedikit.

Tetapi pengamat mengatakan yang menjadi penting dari gerakan itu adalah kehadiran ketua kelompok anti Islam dari sejumlah negara Eropa.

Mereka dilaporkan telah berada di kota Aarhus, Denmark sejak Rabu lalu tempat dimana mereka menggelar pertemuan dan memunculkan ide aksi tersebut.

Kelompok ekstrimis
Kelompok utama aksi ini EDL selama ini memang dikenal sebagai kelompok yang ingin menghentikan migrasi kamum Musim ke Eropa, karena dianggap sebagai ancaman yang bisa membawa konflik di kawasan.

Mereka mengharapkan aksi demo Sabtu (31/03/12) ini akan menciptakan gerakan yang menyebar di seluruh Eropa secara bersamaan.

Ketua EDL Stephen Lennon mengatakan ratusan orang akan ikut dalam aksi ini.

“Kami tidak mengharapkan banyak orang ikut di Aarhus,” katanya. ”Kami mengharapkan ini akan menjadi awal bagi gerakan Eropa yang akan terus bertambah.”

Wartawan BBC melaporkan tidak jelas apakah gerakan EDL akan berhasil atau tidak.

Tetapi pegiat anti rasisme mengkhawatirkan retorika anti Islam digunakan untuk meningkatkan ketegangan di kota-kota Eropa dan mendorong ekstrimis dari kedua belah pihak.

Matthew Goodwin seorang pengamat kelompok kanan-jauh dari Universitas Nottingham mengatakan gerakan ini tetap signifikan meski hanya dihadiri sedikit orang.

“Apa yang kita lihat disini untuk pertama kalinya dalam sejarah politik Inggris adalah sebuah organisasi anti Muslim memimpin untuk mencoba memobilisasi kelompok anti Islam Eropa,” katanya.

Polisi di Aarhus mengatakan aksi akan berlangsung terpisah dari demonstrasi tandingan yang dilakukan pegiat anti rasisme.

Kepala polisi Aarhus, Mogens Brondum mengatakan: ”Polisi bisa dan akan menangani situasi ini.” (bbc, 31/3/2012)

Muslim Defence League (MDL Indonesian Version)
 — 

Organisasi-organisasi misionaris lakukan kristenisasi dengan kedok bantuan medis kepada korban kebiadaban rezim Suriah




Organisasi-organisasi misionaris mempergunakan derita rakyat muslim Suriah untuk melakukan kristenisasi dengan kedok memberikan pengobatan medis. Demikian laporan Jihad AFP dan Al-Yaqin Media Centre, Ahad (11/3/2012).

Selama ini kepercayaan rakyat sipil muslim Suriah terhadap rumah sakit dan tenaga medis Suriah telah punah. Laporan ratusan korban serangan militer rezim Suriah yang dirawat di rumah sakit Suriah dan pengakuan para tenaga medis yang melarikan diri dari pekerjaannya telah membuktikan rumah sakit menjadi ‘tempat penjagalan’ baru bagi rakyat muslim Suriah.

Para pasien mendapatkan penyiksaan biadab di rumah sakit. Banyak di antaranya cacat seumur hidup dan bahkan meninggal akibat penyiksaan biadab tersebut. Penyiksaan dilakukan oleh militer rezim Suriah dan milisi Syiah Shabihah. Para dokter dan perawat yang beragama Syiah Nushairiyah ikut melakukan penyiksaan.
Sementara para dokter dan perawat muslim banyak yang melarikan diri dari pekerjaannya. Jika tidak mau menyiksa para pasien, merekalah yang justru akan disiksa oleh pihak militer rezim Suriah dan milisi Syiah Shabihah. Mereka mendapat terror fisik dan mental dari pihak militer dan milisi pendukungnya. Stasiun TV Al-Arabiya beberapa kali memutar ulang video beragam penyiksaan di rumah sakit Suriah.

Organisasi-organisasi misionaris mempergunakan kesempatan itu untuk memberikan perawatan medis, termasuk operasi, dengan gratis di rumah sakit-rumah sakit yang berada di bawah naungan yayasan-yayasan kristenisasi. Organisasi-organisasi itu juga memberikan bayaran terhadap para dokter dan tenaga medis yang membawa para pasien ke rumah mereka. Di balik misi kemanusiaan dan medis tersebut tersembul misi kristenisasi.(arrahmah)

PEMBAKARAN RATUSAN QURAN DI BAGRAM DI SENGAJA




Pembakaran al-Qur`an di pangkalan militer Amerika Serikat di Bagram, Aghanistan, adalah tindakan yang disengaja. Demikian dikatakan seorang anggota tim investigasi kepada kantor berita DPA, Senin (05/03/2012), lansir Bikya Masr.

“Kami yakin tindakan itu disengaja,” katai Maulavi Khaliqdad, seorang anggota tim penyelidik yang dientuk oleh Presiden Afghanistan Hamid Karzai.
“Jika mereka membakar satu atau dua kitab, maka kami bisa mengatakan bahwa hal itu dilakukan dengan tidak sengaja. Namun mereka membawa ratusan kitab seperti itu untuk dibakar. Semua orang tahu itu buku agama (kitab suci).”

Kabar tentang pembakaran buku-buku agama termasuk al-Qur`an oleh tentara Amerika Serikat di pangkalan militer Bagram telah mengundang aksi protes massa. Tiga puluh warga Afghanistan terbunuh dalam aksi unjuk rasa menenang tindakan keji tentara Amerika Serikat itu.
Enam orang pajurit AS dikabarkan tewas dalam aksi balasan, termasuk di antaranya 2 penasehat militer AS yang berada di gedung Kementerian Dalam Negeri Afghanistan yang dijaga ketat.

Para pemimpin pasukan asing mengatakan kejadian itu “tidak disengaja.” Presiden Barack Obama mengirimkan surat kepada Karzai berisi permintaan maaf.
Khaliqdad mengatakan, hasil laporan berdasarkan temuan di lapangan yang dilakukan timnya menyatakan bahwa tindakan itu dilakukan dengan sengaja. Laporan tersebut telah diserahkan kepada Presiden Karzai dan parlemen.
“Tidak mungkin jika Anda (sendiri) mengumpulkan buku-buku sebanyak itu dari perpustakaan ...Seseorang harus bertanggungjawab atas kejadian ini,” kata Khaliqdad. “Kami tidak bisa terima jika mereka mengatakan bahwa hal itu adalah suatu kekhilafan.”

“Khilaf adalah jika seseorang melakukan sesuatu tanpa pengetahuan atau tidak sadar,” tegas Khaliqdad, yang juga merupakan anggota dari Dewan Ulama Afghanistan.*

PEMBAKARAN AL QURAN, APAKAH CUKUP DENGAN PERMINTAAN MAAF?


Berbagai aksi protes terus berlanjut di Afghanistan terhadap sejumlah tentara NATO yang melakukan pembakaran al-Qur’an, di salah satu pangkalan militer pendudukan. Akibatnya, lebih dari sepuluh warga Afghanistan meninggal dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.

Amerika tidak cukup hanya membakar al-Qur’an, bahkan beberapa pejabat tingginya merasa bangga dengan membenarkan kejahatan itu. Di mana salah seorang dari mereka mengatakan: “Pembakaran al-Qur’an itu dilakukan karena takut penggunaannya di antara para tahanan sebagai sarana komunikasi antara mereka.” Pernyataan ini kemudian ditentang oleh pejabat tingi lainnya yang menyatakan bahwa “cara menarik buku-buku, dokumen-dokumen Islam dan pembakaran al-Qur’an adalah tidak baik dan salah.”

Hamid Karzai, Presiden Afghanistan pro-Amerika, bergegas membenarkan kejahatan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan AS dengan membakar al-Qur’an, dan bukannya mengecam kejahatan itu. Sehingga inilah yang membakar kebencian di hati seluruh rakyat Afghanistan. Di mana dalam hal ini, Karzai mengatakan bahwa “Seorang perwira Amerika yang bertanggung jawab atas pangkalan militer itu mengatakan kepadanya bahwa pembakaran al-Qur’an itu terjadi murni faktor ketidaktahuan saja.” Dikatakan bahwa Gedung Putih mengakui kesalahan yang dilakukan oleh pasukannya, seperti yang terdapat dalam “permintaan maaf Obama”.

Permintaan Maaf Secara Resmi
Obama telah mengirim permintaan maaf secara resmi ke Kantor Presiden Afghanistan sambil berjanji untuk membuka penyelidikan segera dalam kasus ini. Obama berkata: “Saya ingin menyatakan penyesalan saya yang mendalam atas pembakaran al-Qur’an. Saya sampaikan pada Anda dan rakyat Afghanistan permintaan maaf saya yang sangat tulus.”

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta juga menyesalkan pembakaran al-Qur’an di Afghanistan, di mana ia mengatakan: “Kami meminta maaf kepada rakyat Afghanistan. Dan kami mengutuk aksi tersebut dengan kata yang paling keras.”

Panetta menegaskan bahwa tindakan ini tidak mencerminkan pandangan dari militer AS secara keseluruhan, bahkan kami menghargai dan menghormati semua praktik keagamaan rakyat Afghanistan, tanpa kecuali.” Ia menambahkan: “Kami akan meninjau hasil akhir dari penyelidikan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa kita telah mengambil semua langkah penting yang diperlukan dan tepat agar insiden seperti itu tidak terulang lagi.”

Adapun NATO, maka ia lebih bijaksana, di mana Jenderal John Allen Komandan Pasukan NATO mengatakan bahwa “Para pemimpin NATO dan para pemimpin Afghanistan tengah bekerja sama untuk memastikan tidak akan terulangnya kembali insiden seperti ini.” Bahkan ia menyerukan warga Afghanistan untuk bisa menahan diri.
Akhiri Pendudukan

Sebaliknya, para demonstran Afghanistan-yang meneriakkan yel-yel “Matilah Amerika” dan “Matilah Karzai” selama aksi demonstrasi-menuntut agar pasukan pendudukan AS segera pergi dari negara mereka, karena selama ini mereka selalu berada di belakang setiap bencana yang terjadi di negara ini; juga mereka memiliki peran yang tidak terbantahkan atas meningkatnya berbagai krisis, serta memicu berbgai masalah di semua tingkat, mulai keamanan, politik dan ekonomi.
Perlu dicatat bahwa lebih dari 2000 warga Afghanistan berkumpul di depan pintu gerbang Pangkalan Udara Bagram setelah para pekerja Afghanistan menemukan sisa-sisa al-Qur’an yang hangus terbakar, ketika mereka tengah mengumpulkan sampah dari pangkalan. Hari kedua berlangsungnya aksi protes, polisi Afghanistan menembaki para peserta aksi hingga menyebabkan sepuluh lebih warga Afghanistan meninggal dan melukai puluhan lainnya. Sementara itu, berbagai demonstrasi lainnya pecah di kota Jalalabad Afghanistan sebagai reaksi atas pembakaran al-Qur’an.

Dan juga sebagai reaksi atas kejahatan “pembakaram al-Qur’an”, maka Taliban Afghanistan menyerukan untuk membunuh tentara asing. Di mana dalam sebuah pernyataannya Taliban mengatakan: “Kalian harus melancarkan berbagai serangan yang keras terhadap semua pangkalan penjajah dan konvoi militer; dan hendaklah kalian membunuh mereka, menahan mereka dan menghancurkan mereka, serta berilah mereka pelajaran, sehingga setelah ini mereka tidak berani lagi untuk menghina al-Qur’an. Sebab, melindungi nyawa kaum Muslim dan harta benda mereka adalah kewajiban seluruh kaum Muslim. Oleh karena itu, para peserta aksi demontrasi harus menjadikan pasukan penjajah dan semua fasilitas mereka sebagai sasarannya, bukan hatra benda milik rakyat.”

Dan dalam perkembangan yang luar biasa, ribuan peserta aksi demontrasi mengepung kompleks PBB di utara negara itu, dan mereka berusaha untuk memasukinya. Dalam aksi ini, sedikitnya 3 orang di antara mereka meninggal, dan 47 orang lainnya terluka.

Namun demikian, kejahatan terhadap al-Qur’an ini bukanlah yang pertama kalinya dilakukan oleh Amerika, yang kemudian mereka terbiasa untuk meminta maaf. Sehingga yang seharusnya menjadi fokus perhatian adalah penyakit yang sesungguhnya, yaitu pendudukan. Oleh karena itu, janganlah disibukkan oleh gejala-gejala lahir hinga lupa dengan yang seharusnya, yaitu mencabut penyakit yang tidak dapat disembuhkan itu dan membersihkannya dari Afghanistan (islamtoday.net, 27/2/2012).
 —

FAKTA YANG RAKYAT PERLU TAHU TENTANG SCORPENE


- 2 BIJI SCORPENE DIBELI DGN HARGA RM 7,300,000,000 (RM 7.3 BILION)
- KAPAL SELAM SECOND-HAND
- HARGA BELIAN LEBIH MAHAL DPD HARGA SCORPENE BARU
- ANGGARAN HARGA SEBIJI SCORPENE BARU HANYA RM 1.5 BILION

BAYANGKAN... BERAPA BANYAK WANG RAKYAT DILESAPKAN NAJIB???
 

BERJUANG HADAPI ISLAMOPHOBIA



BERJUANG HADAPI ISLAMOPHOBIA 
mereka masuk islam dengan berbagai cara, termasuk mencari di internet

Muslim berdarah Amerika Latin (Latino Muslim ) di AS adalah fenomena sosial yang unik. Meskipun mereka mewakili tidak lebih dari 4 persen dari Muslim yang tinggal di Amerika Serikat – menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center di 2007 – mereka makin mampu membuktikan diri lewat pesan – pesan yang beradab, bermoral dan toleran dari waktu ke waktu. 

Untuk menemukan peran Latino Muslim dalam masyarakat Amerika, Huffington Post menerbitkan artikel yang ditulis Wilfredo Amr Ruiz (16/11/2011) menyatakan, adanya peningkatan pertumbuhan Latino Muslim. Keberadaan dan suara mereka pun semakin didengar di negara Paman Sam itu.

Menurut Ruiz, Muslim berdarah Amerika Latin sebagian besar berasal dari negeri Hispanik seperti Karibia, Amerika Tengah dan Selatan dan Spanyol. Mereka tertarik dengan Islam dengan berbagai cara. Lewat pengalaman sehari-hari bergaul dengan orang-orang Islam, membaca Al quran. Termasuk masuk Islam setelah melihat umat Islam melaksanakan ibadah Shalat.

Diantara mereka ada yang memeluk Islam sebelum menikah. Setelah berdiskusi dengan calon pasangan hidup mereka. Ada juga mengikuti agama pasangan hidup mereka yang Islam setelah menikah. Keinginan mengisi kekosongan spiritual di masyarakat kapitalis mendorong mereka untuk mengenal Islam 

Dibading pria, jumlah Muslimah yang berasal dari etnis Latin ini terbilang banyak. Sebab, Muslimah ini percaya Islam mengangkat harkat mereka sebagai perempuan. Sebuah harkat yang sulit mereka raih lantaran berposisi sebagai minoritas. 

Fizah B Naqvi misalnya, ia seorang yang ibunya lebih dahulu memeluk Islam. Semenjak Fizah menjadi Muslim, ia mengaku mendapat kedamaian batin. “Islam memberikan stabilitas dalam hidup” katanya.

Menariknya ada yang masuk Islam diawali dengan keingintahuan tentang Islam lewat informasi formal ataupun informal seperti mesin pencari. Lewat google mereka mengenal Islam saat memasukkan kata Islam, dunia Islam, gerakan Islam, terorisme, konflik militer yang sedang berlangsung, atau Arab Spring. Di Islamic Education Center of North Hudson misalnya, dari orang 300 orang yang bersyahadat menjadi Muslim tahun lalu, 80 persennya adalah etnis latin.

Beberapa organisasi Islam melayani Muslim latino ini seperti organisasi Islam in Spanish yang di pimpin Abdullah Danny Hernandez. Seorang Puerto Rico yang belajar di Universitas Al Azhar di Mesir. Organisasi lain yang aktif adalah the Latin American Da'wah Organization (LADO) yang dipimpin Juan Galvan yang berasal dari Mexico. Termasuk the Council of American Islamic Relations(CAIR) di Florida Selatan yang membantu latino Muslim mendapatkan hak-hak mereka di Amerika.

Islamophobia 
Sebagaimana Muslim lain di Amerika, Latino Muslim juga harus menghadapi Islamophobia yang marak di Amerika Serikat. Mereka juga menjadi korban wacana Islamophobia yang gencar di lakukan kelompok ekstrim sekuler. Kelompok ini giat merendahkan Islam dan meremehkan komunikas Muslim—termasuk para politisi yang mencari popularitas dengan mengangkat ancaman Islam di Negeri Paman Sam itu. 

Latin dan Muslim, dua kata yang memicu sentimen dalam masyarakat Amerika. Kondisi kian serius apa bila keduanya digabungkan. Mereka akan menghadapi pengucilan agama dan etnis. Alvarado misalnya, ia dibesarkan dalam keluarga Katolik Dominikan. Memasuki masa kuliah. Ia berkenan dengan Islam, dan akhirannya mengucapkan dua kalimat syahadat. “ Ayahku termasuk pihak yang tidak menyukai putusan saya,” kata dia seperti dikutip theventure.com, Rabu(24/8)

Efek dari putusannya itu, Alvarado harus keluar dari rumahnya. Ia pergi saat berusia 18 tahun. Baginya, saat itu merupakan kondisi paling sulit dalam hidupnya. “Dia bilang, Te El Cerebro Lavaron (kau di cuci otak),” katanya menirukan ucapan sang Ayah.

Alvarado mengaku cukup kesulitan dalam menjalani aktivitasnya sebagai seorang Muslim. Apalagi, agama yang dipeluk,merupakan agama minoritas yang dipeluk kaum hispanik. Sudah memeluk agama minoritas, ia juga termasuk gologan minoritas.” Kadang- kadang kesepian karena itu. Anda seperti asing di dunia Arab sendiri,” katanya.

Alvarado, merupakan anggota komunitas Muslim Latin yang tengah tumbuh. Pada 2007 silam, Dewan Muslim Amerika memperkirakan ada sekitar 200.000 Muslim Latin. Namun angka itu kurang akurat mengingat Biro Sensus Amerika serikat tidak mengumpulkan informasi

kehadiran Muslim bertenis Latin ini memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan komunitas Muslim AS, Menurut Forum Pew Research (Center on Religion & Public Lifr, jumlah Muslim AS diproyeksikan meningkat dua kali lipat selama dua dekade terakhir yakni 6,2 juta pada 2030 mendatang. Memang Islam adalah agama fitrah yang tidak bisa ditolak siapa pun yang menggunakan akal sehat. Dan nuraninya yang bersih
Muslim Defence League (MDL Indonesian Version)

AKTIVIS EDL BENTROK DENGAN PEMUDA MUSLIM DI LUAR MASJID DI LONDON TIMUR


Polisi telah menangkap 15 orang setelah kekerasan antara aktivis sayap kanan dan pemuda setempat di luar sebuah masjid di London timur.



Saksi mata mengatakan bentrokan di dekat Masjid London Timur di Whitechapel meletus setelah pendukung Liga Pertahanan Inggris (EDL) meneriakkan slogan-slogan anti-Islam. Scotland Yard mengatakan satu orang terluka dan dibawa ke rumah sakit dengan luka ringan.

"Insiden ini melibatkan ratusan orang," kata juru bicara polisi. "Botol dan item lainnya dilemparkan." Dia mengatakan semua mereka yang ditangkap kemudian dibebaskan. "Sebagian besar mereka adalah anak-anak setempat," tambahnya.

Polisi percaya aktivis sayap kanan mungkin telah bepergian ke Whitechapel setelah menghadiri sebuah demonstrasi sebelumnya yang dipentaskan oleh Liga Pertahanan Inggris di Barking.

Seorang anggota staf di Indo, sebuah pub di seberang masjid, mengatakan insiden tersebut dimulai ketika sekelompok "hooligan" masuk ke dalam bar dan mulai mabuk-mabukan.

"Mereka memesan banyak minuman, kemudian tiba-tiba pergi ke dapur dan mengambil beberapa pisau," katanya, meminta untuk tetap anonim. "Kemudian mereka pergi ke luar dan berteriak menghina Islam." Tidak ada kerusakan di dalam pub, katanya menambahkan.

Seorang penduduk Whitechapel, yang tidak ingin diidentifikasi, mengatakan ia tiba saat polisi sedang berusaha untuk mengendalikan insiden itu. "Saya melihat 80 pemuda setempat berteriak 'Allahu Akbar' sewaktu bentrok dengan aktivis EDL dan polisi mendorong mereka agar saling menjauh.(fq/guard/eramuslim
Muslim Defence League (MDL Indonesian Version)

Ya Allah, Masjid Rumah Ibadah Umat Islam Dihancurkan, 2 Tewas Puluhan Ditahan di China



Tanpa keberadaan Khilafah, kaum Muslim dan tempat ibadahnya masih berada di bawah ancaman di China. Sebuah Masjid, rumah Allah, tempat ibadah kaum Muslim dihancurkan di China. Bangunan yang dianggap sebagai tempat agama ilegal oleh pemerintah itu dihancurkan mengakibatkan terjadi bentrokan antara kerumunan kaum Muslim dan polisi.

Kekerasan meletus di kota Hexi, di wilayah Ningxia barat laut China, setelah 1.000 petugas datang untuk membantu polisi menghancurkan bangunan bagi umat Islam tersebut.

Kaum Muslim tentu tidak akan membiarkan tempat ibadahnya dihancurkan. Lebih dari 50 pengunjuk rasa terluka dan 100 orang ditangkap setelah beberapa ratus anggota minoritas Muslim Hui China mencoba menghentikan pembongkaran atas rumah Allah tersebut.

Sumber-sumber dari Pusat Informasi Hak Asasi Manusia yang berbasis di Hong Kong mengatakna dua orang tewas dalam bentrokan tersebut.

Seorang petugas di kantor polisi yang telah memobrak-abrik para pengunjuk rasa kaum Muslim mengatakan 80 orang ditahan, namun membantah adanya kematian. Bahkan petugas itu menambahkan bahwa polisi menghancurkan masjid setelah kekerasan.

Pemerintah Komunis sangat ketat memonitor aktivitas keagaman dan dikatakan khawatir bahwa masjid-masjid dan rumah ibadah lainnya menjadi pusat kegelisahan anti pemerintah.

Hui adalah salah satu dari beberapa kelompok minoritas Muslim di China. Mereka termasuk keturunan imigran dari Asia Tengah, anggota suku mayoritas Han China yang memeluk Islam dan beberapa kelompok lain.

Demikianlah, tanpa keberadaan penjaga umat, Khilafah, kaum Muslim dan rumah ibadahnya terancam di negeri dataran China. Tentu saja ini menjadi renungan bagi umat untuk tidak berlama-lama hidup di bawah sistem demokrasi kapitalisme yang telah memecah belah kaum Muslim melalui ikatan semu, nasionalisme.

Sudah saatnya kaum Muslim bersatu padu di seluruh dunia di bawah naungan Khilafah yang akan menerapkan hukum Allah, Rabb al-Mudabbir. Institusi inilah yang akan menjaga kaum Muslim dan rumah ibadahnya, termasuk juga membiarkan rumah ibadah pemeluk agama lain yang dimiliki warga non Muslim. Khilafah merupakan kewajiban sekaligus juga janji dari Tuhan semesta alam. Kedatangannya semakin dekat. Insya Allah.
MENDUKUNG PENEGAKAN KHILAFAH DI NUSANTARA (INDONESIA MENUJU KHILAFAH)

MASJID JOHOR DILEMPARI KEPALA BABI


Jamaah Masjid Al-Falah, Desa Jaya, Johor, menemukan kantong plastik berisi kepala babi. Merespon temuan itu, aparat kepolisian Malaysia segera mengerahkan tim untuk menyelidiki kasus tersebut.

Kepala polisi Johor, Datuk Mohd Shariff Mokhtar, mengatakan kepala babi ditemukan oleh jamaah masjid pada Jum’at (30/12) pagi. Mereka saat itu hendak menunaikan shalat subuh.

“Tim yang dipimpin oleh wakapol Datuk Ismail Yatim akan menyelidiki siapa pelakunya,” kata dia seperti dikutip kantor berita Bernama, Jum’at (30/12).

Mokhtar, yang mengunjungi tempat kejadian perkara (TKP), mendesak semua pihak untuk bersabar dan menahan diri dari spekulasi tentang insiden tersebut. Ia juga meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada aparat polisi.

Ketua Komite Masjid, Kassim Darim (62), mengatakan warga di daerah itu awalnya menemukan kantong plastik yang diyakini berisi kepala babi. Kantong plastik ditemukan dekat pagar di belakang masjid. Ia mengatakan kasus ini adalah yang pertama kali di daerah tersebut.

Sementara itu, sekitar 100 orang termasuk dari organisasi non-pemerintah mengadakan sebuah pertemuan damai di depan masjid. Pertemua tersebut guna memprotes tindakan pelemparan kepala babi. (republika.co.id, 30/12/2011)

PENGADILAN JERMAN LARANG SISWA MUSLIM DIRIKAN SHALAT (inilah munafiknya pengasong HAM)


Pengadilan Administratif Federal mengeluarkan keputusan final yang melarang Yunus M (18 tahun) mendirikan shalat di Sekolah Menengah Umum tempat ia belajar. Pengadilan menbenarkan keputusannya dengan mengatakan bahwa “Siswa itu telah memperkeruh perdamaian dengan mendirikan shalat,” katanya.

Majalah Amerika “Time” menyebutkan bahwa Hakim Pengadilan Administratif Federal menegaskan bahwa keputusan ini termasuk dalam kasus individual saja, tetapi jika siswa yang hampir menyelesaikan pendidikan menengahnya itu memilih untuk banding, maka satu-satunya jalan adalah membawanya ke Mahkamah Konstitusi Federal.

Sungguh dengan ini, siswa bernana “Yunus M” telah kalah dalam pertempuran untuk memperoleh hak mendirikan shalat di koridor sekolah umum, setelah beberapa kali kasus tersebut dibawa ke pengadilan.

Sebenarnya fakta-fakta kasus ini terjadi empat tahun lalu, ketika Yunis M dan tujuh temannya berkumpul di koridor sekolah sambil menghadap kiblat untuk mendirikan shalat. Lalu, Kepala Sekolah melarang mereka untuk mengulangi perbuatannya itu. Selanjutnya, kasus tersebut dibawa ke pengadilan setempat, dan kemudian dibawa ke Pengadilan Banding, sebelum diperdengarkan di Pengadilan Administratif Federal di wilayah Leipzig.

Menurut Hakim Pengadilan Administrasi, Werner Neumann bahwa “mendirikan shalat adalah hak dasar bagi siswa di sekolah, tetapi kebebasan beragama itu “ada batasannya”, apalagi jika pelaksanaannya itu mengancam dengan menyebabkan gesekan di sekolah,” katanya (islamtoday.net, 29/12/2011).

GEREJA MAKIN TAK POPULER DI CEKO

Sebuah survei yang diselenggarakan STEM (Center of Empirical Research) Institute di Ceko sejak awal tahun kemarin menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Ceko berpendapat bahwa gereja bukan lagi institusi yang berguna.

Hasil survei selama setahun yang dirilis pada Rabu (28/12) menunjukkan, 60 persen responden menyatakan tidak memerlukan institusi gereja, hanya 40 persen responden yang menyatakan masih memandnag gereja sebagai institusi yang bermanfaat, angka itu turun dibandingkan survei tahun 2010 yang prosentasenya mencapai 42 persen.


Dari prosentase responden yang menyatakan gereja bukan lagi institusi yang berguna, sepertiganya menyatakan bahwa gereja secara keseluruhan sama sekali tidak berguna. Selebihnya mengatakan "gereja tidak terlalu berguna".

Dari prosentase responden yang memandang gereja masih berguna, hanya 9 persen yang meyakini seluruhnya bahwa gereja masih dibutuhkan, dan 31 persen menyatakan "gereja masih agak dibutuhkan".

"Mereka yang percaya pada Tuhan dan yang mengklaim gereja masih sangat dibutuhkan adalah penganut Katolik Roma pada umumnya," kata STEM.

Berdasarkan sensus tahun 2001, 59 persen rakyat Ceko adalah agnostik, atheis dan tidak menganut agama apapun. Sementara penganut Katolik Roma hanya 26,8 persen dan Protestan 2,5 persen.

Dari tahun 1991-2001, penduduk Ceko yang tidak menganut agama meningkat 19,1 persen dari 10 juta lebih jumlah total populasi di negeri itu. (ln/PDaily Monitor/eramuslim)

Cina Kampanye Melarang Muslim Uigur Berjenggot dan Berjilbab


Pemerintah Cina melakukan kampanye di kota di barat daya yang mayoritas muslim mencegah jilbab dan jenggot panjang yang tumbuh secara massal, dan langkah ini sebagai upaya mengilangkan "kesadaran religius", laporan media, Kamis.
Larangan pemerintah Cina terhadap kota Uigur dari Yining yang diupload oleh beberapa situs berita Cina, dan Televisi Phoenix berbasis di Hong Kong. Meskipun, kemudian menghilang dari website pemerintah Yining itu (www.yining.gov.cn).
Banyak orang Uighur, berbahasa Turki yang merupakan muslim asli Turkestan Timur atau Xinjiang, sangat membenci penindasan Cina. Muslim Uigur ingin mewujudkan budaya agama dan bahasa Islam mereka, dan di wilayah telah sering terjadi kekerasan terhadap Muslim Uigur secara rutin. Pemerintah Cina dengan kekuatan militer yang dimiliki terus melakukan penindasan, dan tidak memberikan hak-hak kaum Muslim di wilayah itu. Bahkan, Pemerintah Cina telah berusaha menghapus Muslim Uigur dengan memasukkan orang-orang Cina dari suku Han masuk ke wilayah barat daya Cina itu.
Di distrik Dunmaili dari Yining di mana pemerintah memutuskan untuk lebih menerapkan kegiatan Partai (komunis) untuk menghapus kesadaran agama dan menganjurkan "gaya hidup beradab dan sehat", yang ada dalam doktrin komunisme.
Salah satu tujuan kampanye, katanya, adalah untuk mengakhiri "fenomena abnormal" perempuan etnis minoritas dan pemuda mengenakan pakaian Arab, memelihara jenggot panjang atau menutupi wajah mereka jilbab.
Wanita yang sudah "telah berjilbab" akan diundang untuk mengadakan pembicaraan membahas pengalaman mereka, dan mereka diiming-imingi pekerjaan dengan gaya yang lumayan, asal mereka meninggakan pakaian muslim mereka. Pejabat pemerintah Yining menolak berkomentar ketika dihubungi melalui telepon.
Hou Hanmin, juru bicara pemerintah Xinjiang, mengatakan kepada Reuters ia tidak tahu kebijakan pemerintah itu, tetapi umumnya orang-orang di wilayah itu "bebas" memakai apa yang mereka inginkan, termasuk etnis minoritas.
"Namun, untuk pekerjaan tertentu dan dalam pendidikan ada aturan tentang apa yang anda tidak bisa memakai hanya sebagai masalah kenyamanan," katanya melalui telepon.
Yining, juga dikenal sebagai Ghulja atau Yili, memiliki populasi 515.000 orang, sekitar 46 persen di antaranya adalah Muslim Uighur, menurut angka sensus 2010. Jauh sebelumnya, pernah terjadi kerusuhan yang hebat di Uigur, tahun l997, yang menelan banyak korban, bagi kaumMulim Uigur.
Sebaliknya, orang-orang Cina di negeri-negeri Muslim menikmati kehidupannya, mereka secara bebas melaksanakan hak-hak dasar mereka, dan bahkan mereka dapat menguasai ekonominya, melalui cara-cara yang tidak layak "menyogok" para pejabat untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, yang kemudian mereka memperbudak para pemimpin negeri-negeri Muslim itu. (mh/wb)

kabar Terkini Muslim Pattani, Ditangkap, Dibunuh, Dirampas & Diperkosa


Belum lama ini, Kamis (8/12), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Pusat kedatangan tamu dari perwakilan Muslim Pattani, Thailand Selatan yang tergabung dalam PULO (Patani United Liberation Organization), sebuah elemen perjuangan rakyat Patani yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah Thai (Thailand).

Perwakilan dari PULO tersebut berjumlah lima orang. Mereka adalah Abu Jihad, Abu Qaim Moh Najib, Ummu Madinah, dan dua orang lagi, tak mau disebut namanya, dikarenakan faktor keamanan dirinya di dalam negeri, tempat mereka tinggal yang hingga saat ini masih mencekam dan terjadi pembunuhan oleh penjajah Thai terhadap masyarakat Muslim Patani.

Seperti diakuinya, Abu Jihad kini tinggal di negeri Kincir Angin Belanda, sedangkan Abu Qaim lama tinggal di Syiria, adapun Ummu Madinah yang bersuamikan orang Malaysia kini tinggal di Kelantan, Malaysia. Dua muslim Patani lainnya yang tak mau disebut namanya itu masih tinggal di Pattani. Di hadapan pers dan sejumlah ormas Islam yang hadir pada Kamis malam, Abu Jihad -- salah seorang perwakilan PULO -- menyampaikan kabar terkini apa yang terjadi di wilayah Thailand bagian selatan, seperti di Provinsi Patani, Narathiwat dan Yala.

Dikatakan Abu Jihad, saat ini kejahatan kemanusiaan yang dihadapi negara Muslim setelah Afghanistan dan Irak, adalah Muslim Patani diThailand Selatan. “Patani masuk urutan pembunuh nomor tiga, setelah Afghan dan Irak,” kata Abu Jihad, muslim Patani yang telah beberapa tahun tinggal di Negeri Kincir Angin Belanda.

Dalam maklumatnya, Badan Penerangan Dewan Syuro Pimpinan Pulo (DSPP) menyampaikan kabar terkini di Patani, pada bulan Oktober dan November 20011, terjadi 33 letupan bom di Kota Yala 16 bom di wilayah Narathiwat, dan 9 letupan bom di Kota Patani, masing-masing di lokasi berbeda dengan waktu yang sama. Kemudian di Sungai Golok, sebuah wilayah perbatasan dengan Kelantan Malaysia, yang menyebabkan 4 warga Malaysia terbunuh dan 45 lainnya cedera. Laporan ini belum termasuk peristiwa harian lainnya, seperti pemerkosaan anak-anak Melayu di bawah umur, dan sebagainya.

Sejak Yingluck Chinawatra menjadi Perdana Menteri (PM) Thailand yang baru (6 Agustus 2011), menggantikan abangnya Thanksin yang telah digulingkan melalui kudeta militer pada tahun 2006, tidak ada perubahan yang berarti untuk membawa stabilitas keamanan di Thailand Selatan menjadi lebih baik.

Buktinya, pemerintahan darurat militer masih diteruskan, jumlah aparat militer kian bertambah banyak, peristiwa penembakan, pengeboman dan penangkapan terhadap penduduk yang tidak bersalah masih terus terjadi. Belum lagi pelecehan seksual terhadap gadis-gadis dan istri-istri orang Melayu. Untuk menjaga keselamatan diri mereka, kini banyak anak-anak muda antara usia 18-27 tahun yang hijrah mencari perlindungan ke negeri jiran Malaysia, seperti di Perlis, Kedah, Perak dan Kelantan.

Janji-janji manis Partai Phucea Thai terhadap masyarakat Melayu Patani saat kampanye untuk mengurangi jumlah tentara di wilayah-wilayah penduduk Melayu dan akan memberi kerja kepada penduduk setempat, tak lebih hanya isapan jempol belaka.

Catatan Tragedi di Patani

Sejarah mencatat, perjuangan Patani Darussalam tak terpisahkan dari umat Islam di rantau. Wilayah yang pernah berdaulat selama 455 tahun (1457-1902) itu tiba-tiba dihapuskan dari peta dunia. Sungguh kenyataan ini sangat menyakitkan hati umat Islam Patani.

“Sejarah gemilang Patani Darussalam dari 1554-1661 itu dipadamkan begitu saja. Semua orang tahu, Patani Darussalam adalah mutiara Nusantara Islam Melayu yang pernah melahirkan banyak ulama terkenal di rantau ini,” kata Abu Jihad menyesalkan.

Tak dipungkiri, para pejuang Patani Darussalam dijiwai atasa dasar senasib sepenanggungan umat Islam serantau yang berasal dari rumpun yang satu. Sejak perjanjan “durjana” Anglo-Bangkok pada 1902, Siam menjajah Patani, yang menyebabkan nama Patani Darussalam tidak lagi dipakai hingga saat ini.

Sejarah berdarah, terutama sejak perjuangan As-Syahid KH. Sulung, Major Tenhku Mahmood Mahyiddin, As-Syahid Husain Cik Mansur, Tengku Abdul Jalal dan KH. Syeik Ahmad Daud Al-Fatani serta beberapa pejuang lain, sejarah umat Islam tidak bisa dilupakan dari jiwa umat se-rantau.

Yang memperihatinkan, lanjut Abu Jihad, program asimilasi ke dalam budaya Buddha-Siam dipaksa oleh rezim Phibun Songgram pada 1938 atas warga Melayu atau umat Islam Patani Darussalam, namun umat Muslim Patani tetap mempertahankan hingga kini.

Dalam maklumatnya, Abu Jihad menyebutkan beberapa musibah yang menimpa umat Islam Patani yang ditimbulkan oleh penjajah (imperialis) Siam durjana.

Nama Melayu dihapuskan dan diganti dengan nama Muslim Thai.
Bahasa tulisan Melayu dihapuskan dan dipaksa belajar dan menggunakan bahasa Siam.
Agama Islam tidak diberi kebebasan kepada warga Melayu untuk menjalankannnya.
Harta benda dan segala peternakan dirampas dengan sewenang-wenang.
Membunuh warga Melayu muslim dengan tidak melalui proses pengadilan.
Pengaduan rakyat Melayu atas kezaliman-kezaliman pegawai Siam tidak diindahkan dan dipedulikan.
Pada tahun 1948, telah menempatkan polisi dan militer bersenjata, dan melakukan pembunuhan hingga ratiusan rakyat Melayu Patani menjadi korban syahid, dan banyak sudah harta benda yang diramoas oleh militer Thai.
Anak-anak dan istri umat Islam Melayu diperkosa oleh polisi dan pembesar-pembesar rezim Thailand.
Pemerintahan acapkali memberi hukuman sesuka hati atas warga Melayu.
Sejak peristiwa pembunuhan massal di Masjid Kerisek di Patani dan Takbai di wilayah Menara (2004) dan di Masjid Al-Furqan di wilayah Menara (2009), tidak ada tempat umat islam untuk mengadu. Kondisi inilah yang membuat gerakan-gerakan Pembebasan Patani Darusalam bangkit untuk melakukan perlawanan hingga detik ini.

Sayangnya, konflik umat Islam Patani tidak mendapat tempat dan perhatian dari dunia internasional, seperti Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), dan lembaga HAM dunia lainnya.

"Kami menyesalkan, tragedy kemanusiaan di beberapa wilayah, mulai dari Narathiwat, Patani hingga Yala, selalu diredam, tak pernah diberitakan dalam media-media lokal di Thailand, Malaysia, bahkan di internasional. Untuk itu, kami berharap pemerintah dan umat islam di Indonesia turut memberi dukungan terhadap perjuangan masyarakat Muslim Patani,” tandas Abu Jihad. Desastian(voa-islam)

Nasib Generasi Muslim Pattani: Dicekoki Narkoba Hingga Dipaksa Menjadi Budha


Penjajahan tentara Thailand terhadap muslim Pattani, ternyata bukan saja secara fisik, namun juga mental. Kini banyak ditemukan anak-anak berumur 6 tahun dibawa ke kamp militer untuk diberikan narkoba. Maka kita hanya tinggal menunggu waktu kehancuran generasi pemuda Islam.
Realitas itu disampaikan Ustadz Abu Jihad dari Pattani United Liberation Organitation (PULO) dalam acara Silaturahim Ormas Islam dengan PULO di Gedung DDII, kamis malam, 8/12. Melihat fenomena tersebut Ustadz yang malang melintang berjuang membebaskan Pattani ini sangat khawatir. Pasalnya, jika kenyataan ini dibiarkan, maka generasi muda Islam Pattani akan habis. “Sepuluh tahun kedepan, kita tidak punya lagi generasi karena sudah rusak moralnya,” ujarnya dengan raut sedih.
Hal ini ternyata belum dihitung dari maraknya program Budhaisasi muslim Pattani. Para generasi muda di Pattani dipaksa beragama Budha sebagai buah dari sikap represif pemerintah Thailand. Karenanya, ia sangat berharap para pelajar di Pattani bisa ditampung di Indonesia untuk belajar agama.
“Selama ini kepergian pelajar Thailand untuk belajar agama ke luar negeri berasal dari kantong kami sendiri. Sedikit sekali kami menerima bantuan. Kami sangat mengharapkan bantuan dari saudara muslim di Indonesia,” pintanya yang sekaligus disambut baik oleh Persatuan Islam (Persis) dan DDII.
Beasiswa pendikan bukan tidak ada, akan tetapi pihak pemerintah Thailand bertindak diskriminatif dalam alokasi beasiswa pendidikan. Terasa sekali ketidakadilan mereka kepada umat muslim dan keberpihakan mereka kepada pelajar Budha. “Pemerintah (Thailand) hanya memberikan beasiswa kepada pelajar Budha, sedangkan kami tidak. Meski pelajar-pelajar muslim Pattani lebih pintar dari mereka,” lirihnya.
Meski demikian, sekolah-sekolah Islam masih setia berdiri di Pattani. Mereka sadar pendidikan adalah jalur untuk mempertahankan identitas mereka sebagai umat muslim. Namun lagi-lagi, pemerintah tidak tinggal diam. Kurikulum sekolah pun tidak lepas dari intervensi. Salah satunya adalah menghapus kurikulum Jihad. Padahal Jihad adalah kunci membebaskan Pattani dari kekejaman pemerintah dan tentara sekaligus menegakkan Syariat Islam di bumi Pattani Darussalam.
“Memang ada sekolah Islam, tapi semua sekolah Islam harus mengikuti kurikulum Thailand. Jihad tidak boleh diajarkan, ” imbuhnya. (Pz)

Aljazair Menutup 900 Masjid dan Mempersulit Para Imam


Penasihat Media Menteri Agama dan Wakaf di pemerintah Aljazair mengatakan bahwa otoritas Aljazair telah menutup 900 masjid dan musholla berdasarkan laporan keamanan. Otoritas menyatakan bahwa “beberapa dari masjid itu merupakan pusat-pusat pertemuan dan kajian oleh beberapa kelompok Islam, yang tidak diketahui tujuannya” serta menyatakan bahwa “beberapa dari masjid itu tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan sehingga membahayakan bagi para jamaah shalat,” katanya.

Kementerian Agama Aljazair telah mengeluarkan instruksi pada bulan Oktober lalu untuk para imam yang menyampaikan khotbah pada setiap masjid di semua wilayah yang jumlahnya mencapai 48 wilayah agar mereka “merekam khotbahnya untuk diserahkan kepada Kementerian Agama pada saat diperlukan” guna memastikan bahwa khotbah mereka “tidak provokatif” sesuai standar pemerintah.

Sungguh perilaku pemerintah Aljazair yang memusuhi masjid dan syiar-syiar keagamaan di dalamnya mengungkapkan akan kebenaran fakta bahwa negara Aljazair yang telah memerangi Islam dalam segala bentuk dan manifestasinya adalah alat represi dan tekanan terhadap kaum Muslim yang dieksploitasi oleh negara-negara kafir Barat penjajah dalam perang salib yang terus menerus terhadap Islam dan kaum Muslim

IMAM MASJIDIL HARAM BICARA TENTANG KEBUTUHAN PADA KHILAFAH SERTA KERUSAKAN DEMOKRASI PADA ANAK MUDA


Semua sistem pemerintahan di seluruh dunia berada dalam konflik langsung dengan sistem pemerintahan Islam, sistem Khilafah. Tidak ada Khilafah di setiap bagian dunia hari ini di sisi Allah Swt yang telah mengirim manusia sebagai Khalifah-Nya. Imam Ka'bah Dr. Saud bin Ibrahim Ashareem mengungkapkan pemikirannya ketika berbicara dalam sebuah konferensi press di Mumbai, Jumat, 25/11/2011.



Imam yang bernama lengkap Dr. Syeikh Abu Ibrahim Sa'ud ibn Ibrahim ibn Muhammad ash-Shuraim An-Najdimengatakan bahwa karena ketidaktahuan generasi hingga mereka terjerumus ke dalam nilai-nilai demokrasi. Ia lebih jauh mengatakan bahwa ada kebutuhan untuk membuat mereka menyadari ajaran Islam dalam rangka mengubah gaya hidup mereka karena sistem demokrasi telah membuat pikiran anak-anak muda bebas menyebabkan mereka mengabaikan Peradaban Islam serta mengadopsi ketidaktaatan.

Mengungkapkan kesukaannya untuk India, ia mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi negeri itu lagi dan lagi untuk menyebarkan Islam. Menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya tentang keadilan, ia mengatakan bahwa sistem keadilan dalam Islam telah berasal dari dua sumber. Salah satunya adalah al-Quran dan yang lainnya adalah hadits. Jika analisis sistem Islam dibuat, akan mengungkapkan bahwa beberapa sistem keadilan yang lazimnya di dunia seperti Islam tetapi dalam banyak kasus mereka menyimpang dari prinsip-prinsip Islam.

Konsep keadilan yang diberikan Islam tidak tampil dalam sistem apa pun. Dr. Saud mengatakan bahwa Islam memiliki konstitusi sendiri, yang Nabi Saw sendiri telah membingkainya. Kita harus menjalani hidup kita sesuai dengan sabda Nabi Saw.

Menjawab pertanyaan tentang terorisme, ia mengatakan bahwa agama telah mengajarkan perdamaian dan memainkan peran penting dalam menghilangkan ketidaktahuan, tidak disalahkan untuk mempromosikan terorisme. Dia mengatakan bahwa tidak diizinkan untuk membunuh perempuan, anak-anak, dan orang tua dari musuh, bahkan memotong pohon dari musuh pun tidak diperbolehkan.

Ketika Islam mengajarkan ajaran-ajaran seperti itu, untuk menghubungkannya dengan terorisme adalah kejam. Meninjau kegiatan dari beberapa orang yang terlibat dalam kegiatan teroris, Imam mengatakan bahwa tindakan seperti itu adalah kegiatan mereka sendiri dan tidak ada kaitannya dengan Islam.

Dr. Saud mengatakan bahwa Islam merupakan satu-satunya agama yang memberikan hak-hak universal bagi perempuan. Hak tersebut tidak tersedia dalam agama mana pun. Dia mengatakan bahwa pria dan wanita diciptakan oleh Allah Swt. dan ditugaskan di dalam dan di luar rumah. Islam

Mengacu pada sistem peradilan Islam, ia mengatakan bahwa Islam memiliki sistem sendiri untuk menghukum pemerkosaan, pembunuhan, dll yang mencegah kejahatan. Hukum Islam tersebut ditentang oleh hukum-hukum lain di dunia yang tidak benar.

Masya Allah, laporan tentang pembicaraan Imam Masjidil Haram, Qari terkenal Syeikh Saud Ash-Shuraim, semoga Allah membalasnya, memberinya kekuatan untuk menghadapi penegakkan Khilafah, mempercepat rakyat melalui dirinya, dan membuat anti tesis kepada para ulama lainnya di masjid suci yang telah berpihak dengan tiran (Raja Saudi, Musharraf atas pembantaian Masjid Merah), dan lain-lainnya di mana mereka melanjutkan tur mereka untuk melakukan qiro'.

Laporan ini memberitahukan kepada kita pernyataan tentang Khilafah, kebutuhannya, ketiadaannya sesuatu yang menyerupai Islam hari ini (yang merupakan titik penting menerangkan penipu negara Saudi dan klaim-klaimnya), serta kebutuhan bagi pemuda Muslim untuk ditatsqif dalam nilai-nilai Islam dan untuk menghindari "nilai-nilai demokrasi".

Tentang komentar-komentar sang Imam tadi, ada yang mencatat bahwa "Kemungkinannya sang rezim akan mengatakan kepadanya untuk pergi seperti yang mereka lakukan kepada Syeikh Ali Al-Hudhaiyfi, mantan Imam Masjid Nabawi, karena berbicara dengan kalimat yang mirip."

Semoga Allah Swt. memberikan keberanian dan kekuatan kepada para ulama ini untuk berbicara lebih lanjut. Mereka berada di jantung sarang lebah dan posisi mereka tidaklah mudah. Insya Allah, mereka mampu memenuhi tanggungjawab mereka kepada Allah Swt, sekalipun ujian bisa saja menimpa, tetapi itu merupakan kenikmatan bagi mereka. Insya Allah, Khilafah semakin dekat saja!