Tuesday, August 7, 2012

Potongan Ceramah Syekh Usamah Bin Ladin


Sebagaimana janji redaksi Al-Mustaqbal.net, mengenang syahidnya (kama nahsabuhu) Syekh Usamah bin Ladin rahimahullah, akan diturunkan tulisan dan catatan-catatan penting beliau. Berikut potongan ceramah Syekh Usamah bin Ladin, rahimahullah. Semoga bermanfaat.

Perkataan-Perkataan Syaikh Usamah Yang Tersebar Dalam Kaset-Kaset Rekaman.

“Beberapa orang datang kepadanya dengan betul-betul meyakini bahwa apa yang disisi Alloh SWT itu lebih baik dari pada kehidupan dunia yang fana ini, yang mereka tidak hanya sekedar mengatakannya saja, akan tetapi karena mereka mengatakannya dan meyakininya. Sesuatu yang ghoib itu telah mengakar di dalam hati mereka bahkan sampai di dalam akal dan hati mereka seakan-akan mereka melihatnya, seakan-akan mereka melihat surga-surga Alloh SWT.”.

“Sekali-kali Amerika tidak akan dapat bermimpi, sekali-kali Amerika tidak akan dapat bermimpi untuk hidup tenang jika kita belum benar-benar dapat hidup tenang di Palestina dan di negeri Haromain serta diseluruh negara-negara islam dengan izin Alloh SWT. Dan kami beritahukan berita gembira kepada kalian dengan karunia Alloh sejak beberapa pekan bahwa saudara-saudara kalian telah keluar dengan membawa kepala-kepala mereka di atas bahu-bahu mereka mencari kematian yang dia perkirakan hanya untuk mendapatkan keredhoan Alloh SWT, maka aku berharap kepada Alloh SWT untuk memberikan kemenangan kepada mereka dan menjadikan tepat sasaran tembakan mereka. Sesungguhnya Alloh Maha pelindung dan Dia mampu untuk melakukannya”

“Dan perbedaan yang sangat luar biasa antara kekuatan militer kami, baik jumlah maupun persiapan kami dibandingkan dengan peperangan….. Akan tetapi dengan karunia Alloh yang juga merupakan perbedaan yang sangat luar biasa tentang… tentang keimanan, keyakinan, dan rasa bersandar kepada Alloh SWT. Perbedaan antara kami dengan mereka sangat luar biasa…. Sangat…. Sangat luar biasa dengan karunia Alloh SWT. Karena kami…. Pada hakekatnya karena kita hanya bersandar kepada Alloh SWT saja.”

“Abu Righool dan cucu-cucunya telah muncul, mereka muncul untuk menghidupkan negeri Haromain, sehingga dapat menjadi penjaga yang membolehkan bagi tank-tank Amerika, bagi tentara-tentara Amerika bahkan bagi sipil yang bersenjata dari orang-orang Yahudi dan Nashroni mereka berjalan-jalan dan mengitari negeri yang Nabi Muhammad SAW dilahirkan disana. Di negeri yang Jibriil menurunkan Al Qur-aan Al Adhiim dari langit kepada Nabi Muhammad SAW.

Masalah negeri ini sangat besar, karena itu adalah negeri yang paling dicintai oleh Alloh SWT sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadits shohih dari Nabi SAW, akan tetapi hari ini suku Quroisy hatinya tidak lembut setelah Ali pewaris Nabi Muhammad SAW. Aku bersumpah kepada Alloh bahwa mereka berada di dalam penjara-penjara Jazirah Arab dalam keadaan tertutup dan yang lainnya namun Amerika berjalan-jalan dan mengitari negeri Muhammad SAW, apakah di dalam diri manusia tidak ada rasa iman? Apakah di dalam diri mereka tidak ada rasa ghiroh (sentimentil) terhadap agama Muhammad SAW? Ya Alloh! Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang telah diperbuat oleh Abu Righool, saudara-saudaranya dan para pembantunya. Mudamiroh.

Dan di negeri checnya! Apa yang kalian ketahui tentang checnya? Bagaimana saudara-suadara kita di checnya merayakan hari raya di sana? Mereka sedang berhari raya sedangkan dentuman roket-roket menggoncang bumi disana. pemusnahan, penghancuran, pemutusan jembatan, meluluhlantakkan rumah-rumah, serta menumpahkan darah sehingga darah kaum muslimin menjadi darah yang paling murah. Wa laa haula wa laa quwwata illa billah”. CD Tadmirul Mudamiroh Al Amrikiyyah.

Mereka mengembargo anak-anak kecil di negara Irak, yang menurut pengakuan seorang nashroni telah memakan korban yang meninggal lebih dari satu juta anak-anak. Wa laa haula wa laa quwwata illa billah……………………”

“Ketika anak-anak kecil, anak-anak singa di Palestina yang terjajah berusaha bangkit untuk mempertahankan negeri tempat isro’ nya Nabi SAW setelah orang-orang tua menterlantarkan mereka dan setelah pemeritah, para pemimpin juga menterlantarkan dan bahwa pengkhinatan para penguasa di kawasan Timur tengah telah mencapai hingga tulang sumsum mereka. Dimana mereka berkumpul? Mereka berkumpul di negeri Mesir, bumi Kinaanah disisi hakim Syarom Al Syeikh, untuk apa? Untuk menolong yahudi dan menolong orang-orang Yahudi, untuk membantu orang-orang dzolim yang telah membunuh orang-orang lemah dari kaum muslimin”.

“Sebagaimana para penguasa arab menjadikan para penghuni Gedung putih sebagai tuhan bagi mereka selain Alloh mereka mengikutinya dalam masalah penghalalan dan pengharaman”
“Lalu apa dosa rakyat Afghonistan sehingga mereka diembargo oleh kekafiran dunia dan oleh PBB yang seluruh negara-negara arab dan islam turut andil di dalamnya sebagai persetujuan akan keputusannya”.

“Ya Alloh! Aku berlepas diri dari apa yang telah diperbuat oleh para penguasa thoghut yang dzolim yang telah mengembargo kaum muslimin melalui tangan-tangan orang Salibis dan menjadikan mereka sebagai pelindung dan teman dekat selain dari orang-orang mukmin.
Alloh SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim” (QS. Al Maa-idah : 51)”.

Akan tetapi insyaAlloh kemenangan yang akan datang ke negeri Hijaaz dan Najed yang akan membuat Amerika lupa tentang petaka Vietnam, Beirut dan yang lainnya”.

“Maka mulailah ada gerakan rakyat yang besar untuk menjatuhkan pemerintahan yang berlaku, yang bersepakat hanya untuk sekedar mencari jabatan daripada menolong islam dan kaum muslimin dan perasaan emosi rakyat ini semakin panas hingga tak dapat dibayangkan terhadap Amerika.

Dan para penguasa tersebut telah kafir kepada Alloh yang Maha Agung dan bahwa tanda-tanda keimanan mereka telah menyebabkan kerancuan makna dari kalimat Laa ilaaha illalloh.

Apalagi ditambah dengan perwalian mereka kepada Yahudi dan Nashoro, mereka tidak berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Alloh, namun mereka menerima tekanan Amerika untuk tunduk kepada USA yang menjadikan dirinya (Amerika) sebagai tandingan selain Alloh dan sebagai sekutu di dalam membuat undang-undang bagi manusia selain Alloh sehingga para penguasa di wilayah Timur Tengah tidak menyembah Alloh pemilik Baitil Atiiq akan tetapi menyembah pemilik Gedung putih yang tidak berhak diberikan kecuali kepada Alloh, maka sesungguhnya perkataan mereka memiliki tanda-tanda keimanan adalah pengkaburan, dan dosa apa yang lebih besar dari pada pengkaburan makna laa ilaaha illalloh”.

“Setelah kita mengetahui penyakitnya maka inilah obat dan penyembuhnya terdapat di dalam kitab Alloh. Yaitu hijroh dan jihad adalah yang paling agung ciri-cirinya di dalam kitab Alloh, Iman, Hijroh dan Jihad:

“Dan orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad dan orang-orang yang membantu dan menolong mereka maka dipersaksikan bahwa iman mereka adalah benar”.

Maka tidak akan lurus urusan agama ini kecuali dengan berhijroh yang merupakan warisan Nabi Muhammad SAW yang menyatakan dengan terang-terangan sebagaimana keluarnya Rosululloh SAW dan keluarnya para shahabat yang mulia. Dan ini adalah merupakan sunnatulloh di dalam agamanya bahwa setiap orang yang membawa kebenaran pasti akan dimusuhi, maka orang-orang yang tidak dimusuhi yang telah terbukti berwala’ kepada orang-orang kafir dan berhukum dengan selain apa yang diturunkan oleh Alloh, ketahuilah bahwa sesungguhnya dia tidak beradaq di atas jalan yang lurus dan tidak diatas manhaj yang benar. Tidaklah seseorang datang dengan membawa seperti apa yang telah engkau bawa kecuali pasti akan dimusuhi, karena mereka tidak akan ridho kepada orang-orang yang benar kecuali jika mereka dapat berkompromi dengan orang-orang yang benar tersebut:

“Maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)”. (QS. Al Qolam : 9).

Kamu ingin makan dan minum bersama mereka dan kamu menegakkan beberapa bentuk ibadah yang tidak bertentangan dengan manhaj mereka itu tidak mengapa bagimu. Namun jika kamu ingin menjadikan agama ini semuanya milik Alloh, maka tidak ada jalan lain kecuali kamu berhijroh dan berjihad sebagaimana yang telah dilakukan oleh sebaik-baik manusia Muhammad SAW”.

“Sehingga dia tidak dapat membuktikan kecintaannya kepada Alloh dan Rosulnya. Bagaimana dia dapat membuktikan sedangkan dia duduk-duduk bersama para perempuan, padahal inilah agama Alloh yang telah datang kabar bahwa Romawi ingin memerangi mereka di Tabuuk, dan inilah Rosululloh SAW telah keluar pada waktu panas dan terik matahari ingin membela agamanya sedangkan kamu hanya duduk-duduk tidak mau membela agama. Bagaimana dia dapat membuktikannya, sedangkan dia tidak dapat membuktikan kecintaannya kepada Alloh dan kecintaan kepada RosulNya SAW dan dia tidak menafikan akan hal itu”.

“Maka kami menyeru kepada para pemuda untuk mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dari ilmu yang beliau bawa, dan mengikuti amalan yang telah mereka ketahui dan hendaknya segera berangkat menuju bumi I’daad, kepada para pemuda yang masih ingusan sampai hatinya tersaring dan imannya berakar di dalam dada-dada mereka, mereka para pemuda yang dikatakan kepada mereka:

Maka hendaknya bagi kaum muslimin dan ahlul halli wal aqdi serta para pakar dari kalangan para ulama’ yang tulus, saudagar-saudagar yang mukhlis dan para pemuka-pemuka kabilah untuk berhijrah di jalan Alloh dan mendapatkan tempat yang dapat meninggikan bendera jihad dan mengkondisikan umat untuk menjaga agama dan dunia mereka, namun jika mereka tidak melakukannya maka akan musnah segala-galanya dari mereka.

Maka kami menasehati kaum muslimin di dalam negeri Afghonistan dan di luar Afghonistan untuk menolong Tholiban dan kami juga menasehati kepada kaum muslimin di luar negeri Afghonistan bahwa banyak jerih payah yang tidak mengarah untuk mewujudkan daulah islamiyah yang tidak memberikan hasil yang besar dan sesuai dengan harapan. Inilah Nabi kita Muhammad SAW telah tinggal di Makkah selama 13 tahun berdakwah dan hasilnya hanya beberapa ratus dari kalangan Muhajirin ra, ketika telah ada daulah islamiyah di Madinah walaupun kecil diantara daulah persi dan Romawi, dan diantara suku Abasa dan Dzibyaan serta Ghothofaan, juga diantara kabilah-kabilah arab yang bertetangga dan bangsa arab yang mencaplok negara-negara kecil dengan setiap apa yang mereka miliki seperti kekuatan dengan kemampuan, budaya-budaya mereka, dan binatang-binatang sembelihan mereka serta harta-harta mereka, namun dengan izin Alloh dapat mewakili bendera Islam”.

“Engkau telah membangunkan sejarah yang telah lama tertidur….

Lalu kembali mengingat akan kemuliaannya….
Inilah Sholaahud Diin yang membawa pedangnya….
Yang mengalirkan dan meneteskan darah orang kafir….
Dan mengingatkan kembali kepada kita tentang Hittiin yang telah lama hilang….
Dan juga mengingatkan pada pikiran kita tentang perang Badar dan Khoibar….
Dan inilah umat islam yang telah mendidih hatinya….
Telah bangkit berusaha untuk memberontak dan membalas….
Dan ikhwan-ikhwan kalian di timur telah mengencangkan pelana kudanya….
Dan Kabul telah menyerang dan anak-anak menjadi kurus….
Dan para penuda Najed bangkit untuk berjihad….
Di Aden mereka bangkit, menyerang dan menghancurkan….
Sebuah kapal perang yang kekuatannya ditakuti oleh orang-orang yang perkasa….
Yang semakin membuatmu gentar ketika kapal itu terlihat besar dan menjulang….
Yang membelah gelombang lautan dan laju jalannya….
Dengan penuh kebohongan, kesombongan dan kekuatan yang keras hati….
Yang berjalan dengan cepat menuju kematiannya mengunakan kuku-kukunya….
Yang diselimuti dengan angan-angan besar yang semu….
…………………….
Ketika itu bersama ombak, kemudian muncul dan nampak dipermukaan….
Dimain-mainkan oleh ombak setiap terasa ringan….
Berapa banyak sesuatu yang ringan itu dikhawatirkann dan dicemaskan….
Ketiak kedua pasukan saling bertemu, pasukan Muhammad….
Dua orang yang mati syahid dengan menyebut nama Alloh mereka bangkit dan bertakbir….
Dan oasukan orang-orang kafir, pasukan yang dipimpin oleh seorang salibis yang sumbernya dari Kaisar Romawi....
Lalu berjalanlah peperangan yang berkecamuk, yang tidak terjadi….
Melainkan hanya beberapa detik yang menggentarkan, bahkah lebih sedikit dan lebih kurang lagi….
Dan berjalan bersama kemenangan yang telah dijanjikan….
Yang tidak dapat diajukan atau diundur sedikitpun….
Maka bertebaranlah kepala-kepala orang kafir ke segala penjuru….
Dan tulang belulangnya berhamburan di sekitarnya….
“Dan pada hari ini para penguasa arab memberikan loyalitasnya kepada orang-orang Yahudi dan Nashroni dihadapan manusia, sedangkan manusia terus senantiasa memuji musuh-musuh islam dan kaum muslimin. Wa laa haula wa laa quwwata illa billah.
Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan para penguasa tidak mempertahankan wilayah kekuasaan….
Para pembesarnya berusaha dan membela bagi kekufuran….
Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Para pedagang tidak menunaikan zakat mereka….
Untuk mempersiapkan sebuah pasukan yang akan melawan pasukan musuh….
Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan para pahlawan tidak merapatkan barisan mereka….
Dan juga Al Quds tidak dibebaskan oleh tangan-tangan orang yang memiliki ghiroh….
Apakah kalian akan duduk-duduk saja? Sedangkan singa-singa belum terobati luka- lukanya….
Dan juga mayat anak-anak belum diselimuti dan dikafani….
Lalu dimanakah para penganut Islam ketika perang berkecamuk….
Tidakkah mereka menjawab dan bergegas menuju seruan Alloh….

“Kami katakan kepada ikhwan-ikhwan kami di Palestina: “Sesungguhnya darah anak-anak kalian adalah darah anak-anak kami, dan sesungguhnya darah kalian adalah darah kami, maka darah dibalas dengan darah dan kehancuran dibalas dengan kehancuran. Kami bersaksi kepada Alloh yang Maha Agung bahwa kami tidak akan menterlantarkan kalian sampai terwujud pertolongan dengan sempurna atau kami akan merasakan sebagaimana yang dirasakan oleh Hamzah bin Abdul Muthollib ra.

Ingatlah, bahwasanya tadrib ini adalah jihad untuk memperjuangkan laa ilaaha illallooh. Karena sesungguhnya saudara-saudara kalian di Palestina tengah menunggu kalian dalam kondisi yang lebih panas daripada bara api. Dan mereka tengah menunggu kalian untuk menyerang Amerika dan Israel. Sesungguhnya bumi Alloh itu luas, dan karunia-karunia Nya tersebar di mana-mana, oleh karenanya kerahkanlah segala kemampuan kalian untuk menyerang mereka, demi tingginya kalimatulloh.”

“Ketika engkau berbicara tentang serangan New York dan Washington, berarti engkau berbicara tentang para pahlawan yang telah merubah perjalanan sejarah, dan memberishkan wajah umat dari noda para penguasa pengkhianat yang pengikut-pengikut mereka, tanpa melihat kepada nama-nama mereka dan titel mereka. Berarti engkau berbicara mengenai para pehlawan yang saya tidak hanya katakan mereka menghancurkan dua gedung WTC dan gedung kementerian pertahanan Amerika saja, karena ini adalah permasalahan yang sepele, akan tetapi saya katakan bahwa mereka telah menghancurkan berhala Hubal modern, dan menghancurkan keperkasaan berhala Hubal modern. Mereka adalah para pahlawan yang agung, yang menancapkan iman ke dalam hati orang-orang beriman, dan mempertegas aqidah Al Wala’ dan Al Baro’, dan mereka telah memupuskan perencanaan kaum salibis dan antek-anteknya dari kalangan para penguasa di negara-negara kawasan Timur Tengah selama puluhan tahun, melalui perang urat syaraf untuk mengkaburkan aqidah Al Wala’ Wal Baro’.

Dan tempat ini tidak muat untuk menyebutkan prestasi mereka dan pena tidak mampu untuk menghitung kebaikan mereka dan kebaikan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan dari serangan mereka yang berbarokah. Namun kami berusaha, maka apa yang tidak dapat dikerjakan semuanya tidak harus ditinggalkan semuanya.

Muhammad Atho’: Pemimpin perkumpulan dari bumi Kinaanah dari Mesir, penghancur menara WTC pertama. Dia seorang yang bersungguh-sungguh, tekun, tulus dengan membawa seluruh kesedihan umat, kita mengharap kepada Alloh semoga menerimanya sebagai syuhada’.

Ziyaad Al Jarrooh: Seorang yang bersih dan bertakwa dari Libanon, dari negeri Syaam, dari keturunan Abu Ubaidah bin Al Jarrooh ra.

Marwaan Asy Syahhiy: Dari negara Imaroh (Uni Emirat Arab), penghancur menara WTC kedua, dia diinginkan oleh dunia, kemudian dia lari dari dunia dan mencari apa yang ada di sisi Alloh SWT.

Haaniy Hanjuur: Dari negeri Thooif, penghancur Pusat Pertahanan Amerika, Pentagon. Seorang yang jernih dan bersih hatinya serta orang yang berkorban dan cemerlang. Demikianlah menurut perkiraan kami dan hanya Allohlah yang tahu akan hakekatnya.

Ahmad bin Abdulloh An Ni’amiy: Bapaknya dari kalangan suku Quroisy dari Ahlul Bait dari keturunan Muhammad SAW di dalam masalah ibadah. Dijadikan senang baginya untuk melakukan sholat malam, sopan santun akhlaknya, dia bermimpi bahwa dia membonceng Rosululloh SAW diatas kuda dan menyuruhnya turun untuk membunuh musuh dan menaklukkan negerinya.

Sathoom As Saqoomiy: Dari Najed, dari negeri Haromain. Memiliki tekad yang kuat, tegas, perwira dan pemberani. Jika kamu melihatnya kamu pasti akan teringat sebuah hadits dari Rosululloh SAW:

“Manusia yang paling keras terhadap Dajjal dari umatku adalah Bani Tamim”.

Maajid bin Mauqid Al Harbiy: Dari Madiinah Al Munawwaroh. Iman dan rasa malu menjadi sahabatnya, memiliki adab yang tinggi dan ketawadhuan yang agung.

Khoolid Al Muhdhoor: Dari Makkah Al Mukarromah, dari suku Quroisy, dari Ahlul Bait, dari keturunan Rosululloh SAW, mencari syahadah dengan tulus. Demikianlah perkiraan kami dan hanya Alloh yang mengetahui hakekatnya.

Robii’ah Nawaaf Al Haazimiy: Dari Makkah Al Mukarromah. Yang mempunyai tekad yang kuat dan tegas, sabar dan pemalu, selalu memegang tali kekang kudanya, mencari kematian yang dia perkirakan.

Bilaal: Saudara kandung dari Saalim Al Haazimiy, dari Makkah Al Mukarromah. Alloh meletakkan iman di dalam hatinya, lalu dia meninggalkan segala sesuatu dan dan mottonya adalah:

“Surga itu dibawah bayang-bayang pedang”.

Faayiz Al Qoodhiy: Dari Baniy Hammaad yang terkenal dengan nama Ahmad. Seseorang yang suka bekerja keras, suka memberi, tawadhu’ dan memiliki rasa malu.
Sedangkan dari kabilah-kabilah Asiir, mempunyai peran seperti singa, yaitu Ghoomid, Zahroon, dan Bani Syahl.

Ahmad Al Haznawi Al Ghoomidiy: Seorang yang gagah berani dan tidak mengenal rasa gentar dan tidak pernah tunduk lantaran rasa takut. Seorang Imam, ahli pidato dan seorang motivator jihad.

Hamzah Al Ghoomidiy: Cinta jihad telah menguasai hatinya, seorang yang bersungguh-sungguh di dalam beribadah, Qiyaamul lail, dzikir dan membaca Al Qur-aan. Dan mengambil perkataan sebagaimana mengambil Qoiib (korma yang banyak) hanya satu korma.

Ikrimah Ahmad Al Ghoomidiy: Seorang yang memiliki tekad yang luar biasa, penyabar dan dermawan.

Mu’taz Saiid Al Ghoomidiy: Orang yang suka melakukan ibadah, selalu menyuruh kepada yangmakruf dan mencegah yang munkar, jasadnya berada di bumi namun hatinya selalu terbang bersama burung hijau yang tergantung di Arsy Rohman. Demikianlah perkaraan kami dan hanya Alloh yang tahu hakekat sebenarnya.

Waa-il dan Waliid Ash Shoqliy Asy Syahriy: Orang yang selalu melaksanakan ibadah qiyamul lail, seorang yang memiliki adab dan rasa malu serta kesungguhan. Bapak keduanya adalah seorang pedagang dan seorang pemuka kabilah. Mereka diinginkan oleh dunia lalu keduanya lari dari dunia menuju gunung-gunung Afghonistaan yang terjal untuk mencari apa yang berada disisi Alloh.

Umar Muhandi Asy Syahliy: Seorang yang memiliki akhlak sopan santun, penyabar dan mencari mati syahid dengan tulus. Demikianlah perkiraan kami dan hanya Alloh yang mengetahui hakekat sebenarnya.

Syaikh Abul Abbaas, Abdul Aziiz Al Umariy Az Zahrooniy: Seorang suri tauladan bagi para ulama’ kontemporer dan kaum salaf yang tersisa, seorang amil (melaksanakan ilmunya) dan alim, menjaga ilmu dari para pegawai thoghut dan membebaskannya dari menjadi tawanan ditengah-tengah pangkat mereka. Para pemuda tersebut meyakini bahwa tidak ada jalan lain untuk mewujudkan kebenaran dan menghilangkan kebathilan kecuali dengan jihad fii sabiilillah dan bahwa untuk menghentikan serangan orang-orang kafir hanya dengan jihad fii sabiilillah. Alloh SWT berfirman:

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya).”

Para pemuda tersebut ingin mempersiapkan sebuah jawaban untuk hari perhitungan, keimanan kepada Alloh dan hari akhir dan meneladani Rosululloh SAW telah mengeluarkan mereka dari rumah-rumah mereka dan mereka mengetahui bahwa banyaknya alasan yang dikemukakan oleh orang-orang arab yang beralasan tidak ada gunanya bagi mereka. Bagaimana mereka dapat membenarkannya sedangkan Andalusia sejak lima abad yang lalu belum kembali kepada pangkuan Islam?

Bagaimana mereka membenarkannya sedangkan Palestina sejak terjadi sembilan kali perjanjian --- kurang lebih --- dan ini belum berakhir? Bagaimana mereka membenarkannya sedangkan kamp-kamp latihan dan medan-medan jihad di Afghonistaan telah dibuka selama lebih dari dua puluh tahun dan tidak pernah diri mereka terbebani dengan kaki-kai mereka terkena debu fii sabiilillah?!”

“Abul Abbaas telah hafal dengan Al Qur-aan dan juga hafal kitab Shohiih .. Shohih Al Bukhooriy dan Shohiih Muslim. Sebagian lagi dari hadits-hadits Nabi yang lainnya.
Ia mengkaji apa tujuan dari ditulisnya Al Qur’an dalam mush-haf, lalu ia dapatkan bahwa yang menjadi tujuan adalah supaya Al Qur’an tetap dapat diamalkan.

Tatkala banyak dari kalangan hufadh (orang-orang yang hafal Al Qur’an) yang terbunuh pada perang Yamamah, karena pada saat itu orang-orang yang ahli Al Qur’an dan Ahli Hadits berlomba-lomba untuk mempertahankan laa ilaaha illallooh, dan mereka berlomba-lomba dalam jihad fii sabiilillaah. Sungguh jauh berbeda antara kaum salaf ra dengan orang-orang yang mengaku bermanhaj salaf dengan tanpa mengamalkannya. Ia membaca kisah budak Abu Hudzaifah ra, yaitu Salim, pada perang Yamamah. Tatkala pasukan kaum muslimin mulai bertempur dengan pasukan kafir, tatkala pasukan kaum muslimin mulai melemah, tatkala Salim ra membawa bendara, ada sebagian orang mengatakan kepadanya: Kami khawatir akan kebobolan dari arahmu wahai Salim. Maka Salimpun mengucapkan kata-kata yang sangat terkenal yang masih senantiasa mengiang di telinga orang-orang yang hatinya masih hidup, ia mengatakan: Sungguh saya adalah ahli Qur’an yang palingburuk jika kalian kebobolan dari arahku. Demikianlah kata-kata ini mengiang-ngiang di telinga orang-orang yang hatinya masih hidup. Ia mengatakan: Seburuk-buruk orang yang Hamilul Qur’an (pengemban Qur’an) adalah Ahlul Ilmi (para ulama’), demikian pula Ahlul Hadits. Maka Abdul Aziz Az Zahroniy pun meninggalkan majlis-majlis yang hanya menyebarluaskan ilmu, lalu ia pergi dan membawa bendera jihad pada saat penghancuran berhala di Amerika. Dan kaum muslimin tidaklah kebobolan dari arah beliau. Dan apa yang beliau lakukan ini lebih banyak dampaknya daripada jutaan buku dalam menancapkan aqidah Al Wala’ kepada orang-orang beriman dan Al Baro’ kepada orang-orang kafir.

Abul Abbas telah memperbaharui pengertian ulama’ robbaniy, dan telah mengembalikan permasalahan itu kepada posisinya yang tepat, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum salaf terdahulu, mereka melakukan amar ma’ruf nahi munkar dan tidak memangku jabatan dalam pemerintahan, mereka menjauhkan diri dari penguasa dholim dan jabatan-jabatan mereka. Ia memahami manhaj salaf ra, ia memahami dan mengerti bahwasanya keutamaan ilmu itu tergantung dengan pengamalannya terhadap ilmu tersebut. Karena sesungguhnya ilmu itu dipelajari tujuannya hanyalah supaya diamalkan berdasarkan pemahaman.

Bagaimana Syaikh Abdul Aziz Az Zahroniy mau duduk berpangku tangan sedangkan ia hafal hadits yang telah diwarisinya dari Sang Penutup para Nabi dan Rosul SAW, sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shohih Al Bukhoriy:
Demi, (Alloh) yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, seandainya tidak memberatkan kaum muslimin, tentu tidak akan aku biarkan seorangpun tidak mengikuti sebuah pasukan yang berperang di jalan Alloh.

Bagaimana beliau mau duduk berpangku tangan, sedangkan beliau selalu mengulang-ulang sabda Rosululloh SAW dalam hadits yang sama:

Demi (Alloh) yang jiwa Muhammad di tanganNya, saya sangat senang untuk berperang di jalan Alloh lalu aku terbunuh, kemudian berperang kemudian terbunuh, kemudian berperang kemudian terbunuh……”

“Ya Alloh bebaskanlah para ulama’ kami di setiap tempat, bebaskanlah Syaikh Abdur Rohman yang berada di penjara Amerika. Ya Alloh kasihanilah kelemahan dan ketuaan beliau. Ya Alloh bebeaskanlah … bebaskanlah para ulama’ kami yang berada di Jazirah Arab dan di negara lainnya. Ya Alloh, bebaskanlah Syaikh Sa’id bin Za’ir dan saudara-sauranya dari penjara negeri haomain. Ya Alloh, bebaskanlah para pemuda Islam yang berada di setiap tempat, sesungguhnya Engkau yang berkuasa dan berhak untuk itu.”

“… menurut sepengetahuan kami, sesungguhnya Al Amir Al Mujahid, saudara yang mulia, Abu Mus’ab Az Zarqowiy, bersama dengan kelompok-kelompik yang bergabung dengannya, benar-benar termasuk kelompok yang terbaik, Tho-ifah Manshuroh yang berperang di atas ajaran Alloh. Demikianlah menurut sepengetahuan kami, dan hanya Alloh sajalah yang mengetahui hakekatnya. Sesungguhnya kami telah menyaksiakan aksi-aksi perlawanan mereka yang sangat berani melawan Amerika dan pemerintahan murtad Iyadl Alawiy. Kami juga menyaksikan bagaimana mereka menyambut perintah Alloh SWT dan perintah RosulNya, agar bersatu dan berkumpul, dan agar berpegang teguh dengan tali Alloh.

Kami dari organisasi Al Qaeda mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya atas bergabungnya mereka dengan kami. Dan ini adalah merupakan sebuah langkah yang besar dalam menata kekuatan mujahidin, dalam upaya untuk menegakkan negara kebenaran dan menghancurkan negara kebatilan. Maka kami berharap, semoga Alloh menerimanya dan memberkatinya. Dan untuk diketahui, sesungguhnya saudara yang mulia, Abu Mus’ab Az Zarqowiy adalah pimpinan organisasi Al Qaeda di negeri Rofidain (kawasan sungai Trigis dan sungai Efrat). Oleh karena itu, hendaknya ikhwan-ikhwan di sana mau mendengar dan mentaatinya dalam perkara yang ma’ruf. Dan telah kita ketahui bersama, bahwasanya undang-undang yang dipaksakan oleh penjajah Amerika, Bremer, adalah undang-undang buatan manusia jahiliyah, yang tidak menginginkan Islam menjadi satu-satunya landasan dalam seluruh perundang-undangan. Selanjatnya, seandainya 90 % hukum dan undang-undang yang ditetapkan berdasarkan hukum Islam, sedangkan 10 % lainnya ditetapkan berdasarkan hukum buatan manusia, maka sesungguhnya hukum dan undang-undang tersebut menurut pandangan Islam adalah hukum kafir. Atas dasar ini, maka setiap orang yang mengikuti pemilihan umum yang sebelumnya telah kami terangkan hakekatnya, sedangkan dia tahu dan ridlo, maka ia telah kafir kepada Alloh SWT, wa laa haula walaa quwwata illaa billaah. Dan kita harus waspadai kepada para Dajjal (pendusta), yang berbicara atas nama partai dan jamaah Islam, namun menganjurkan manusia agar mengikuti kemurtadan yang nyata ini…”

http://www.al-mustaqbal.net/berita-details-43.html
 

No comments:

Post a Comment