Saturday, April 6, 2013

Untuk mu Muslimah Yang BerAzzam di Jalan Fie Sabilillah


Oleh : Yadi ibnu Abbas Al Hasan

BismillahirRahmanirRahiem

Segala puji hanya milik Allah, apa yang ada di langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya Shalawat dan salam semoga senantiasa di limpahkan kepada imamul mujahidien khotaman Nabiyyien wal Mursalien Muhammad bin abdillah juga para sahabatnya, keluarganya serta orang yang senantiasa mengikuti mereka dengan benar.

Allah Ta’ala berkalam :

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Risalah ini ana tulis khususnya untuk istri dan umumnya untuk kaum muslimah yang suami atau anak mereka di bunuh, di tahan atau menjadi buron thoghut dan anshornya (semoga Allah selalu menjaga Kalian). Sudah menjadi sunnatullah setiap mukmin yang dia berpegang teguh di atas Tauhid dan berjihad menegakkanya akan membuat gerah orang kafir sehingga mereka tidak akan tinggal diam dan terus membuat tipu daya terhadap muwahhid mujahid. Sebagaimana Allah Jalla wa ‘Ala berfirman :

“dan (ingatlah),ketika orang orang kafir (quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu untuk menangkapmu, atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allahlah sebaik baik tipu daya”. (QS. 8 : 30)

Inilah konsekuensi bagi siapapun yang beriltizam dalam tauhid dan jihad, dan ini yang harus diketahui dan dipahami oleh seorang muslimah ketika siap menikah atau menjadi istri seorang muwahhid mujahid.

Ketahuilah wahai saudariku… Jalan ini teramat terjal dan panjang. Di jalan ini pulalah seorang ksatria bisa menjadi wanita,dan seorang wanita bisa gagah berani layaknya ksatria. Dalam mahligai rumah tangga mujahid itu tidak terlepas dari ujian dan kepahitan tetapi akan berakhir dengan balasan yang penuh kenikmatan insya Allah. Karena hanya ada pilihan bagi kalian ketika kalian siap menerima pinangan seorang mujahid, berarti kalian juga siap berpisah dengan suami kalian. Pilihan bagi kalian adalah menjadi janda (syahidnya suami kalian) atau berpisah (suami menjadi buronan thaghut) atau dipisahkan (suami kalian menjadi tawanan thaghut), pahamilah dan bersabarlah karena semua itu suatu kebaikan bagi kalian.

Wahai saudariku musuh kita saat ini (thaghut dan anshornya) dengan berbagai cara akan terus berusaha menghalang halangi untuk tidak tegaknya Dien di negeri ini. Salah satu cara dan senjata menurut mereka untuk memerangi suami kalian adalah diri kalian sendiri!. Sadar atau tidak kalian bisa adalah tameng menjadi perisai bagi suami kalian atau kalian menjadi senjata yang digunakan musuh untuk memerangi suami kalian dengan memalingkan suami kalian,menghalang halangi atau melemahkan suami untuk tidak berangkat jihad. Allah Ta’ala berkalam :

“wahai orang orang yang beriman. Sesungguhnya di antara istri istrimu dan anak anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati hatilah kamu terhadap mereka” (QS. At Taghabun : 14)

Oleh karena bertaqwalah kalian kepada Allah!. Saba dan istiqomahlah di atas jalan ini (mendampingi suami kalian). Karena keteguhan kalian dan kesabaran kalian di atas jalan ini serta terus mendukung dan mendampingi suami kalian adalah sebagai bukti benarnya keimanan kalian dan kecintaan kalian terhadapnya suami. Jika tidak, hakikat kalian adalah musuh bagi suami kalian.

Wahai saudariku.. Terbentangnya dunia dan isinya yang indah, serta orang orang di sekitar kalian yang memilikinya jangan membuat hati kalian goyah (iri) hingga membuat kalian bersedih. Bersabarlah! Jangan nafsu menguasai kalian, atau jangan sampai musuh memanfaatkan keadaan kalian, hingga menawarkan dunia kepada kalian seolah mereka peduli atas apa yang kalian alami. Karena hakikatnya itu adalah tipu daya mereka agar kalian menjadi senjata mereka untuk “menikam” suami kalian.

Wahai saudariku… Demi Allah kalian adalah wanita terbaik saat ini, karena suami kalian adalah para pejuang Dien ini, yang hampir semua lelaki enggan untuk memikulnya. Karena suami adalah para ksatria pembela umat ini yang rela menjauh dan meninggalkan dunia untuk membela Allah dan Rasul Nya.

Wahai saudariku… Dengan derajat atau tingkatan keimanan seseorang, Allah akan mengujinya dengan sesuatu yang luar biasa (yang tidak pernah kita tau dan bayangkan), di antaranya kefaqiran yang sangat, mudarat, rasa takut, kesedihan, berpisah atau dipisahkan dari orang yang kita cintai dan sayangi, dan juga selain itu. Cukup bukti atas apa yang kalian alami saat ini adalah ujian atas keimanan kalian, sebagaimana Allah menguji para Nabi Nya dan orang orang pilihanya.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radliyallahu ‘anhu, ia bertanya kepada Rasulullah “siapakah di antara manusia yang paling berat ujiannya?”, Beliau Shallallahu ‘Alaih wa Sallam menjawab “para Nabi, kemudian yang serupa dengan mereka kemudian yang serupa dengan mereka berikutnya. Sehingga seseorang di uji sesuai dengan kadar Diennya. Bila Diennya kokoh maka ujiannya semakin menguat tapi bila Diennya tipis maka diapun akan di uji sesuai dengannya” (HR. Ahmad dan Tarmidzi). Dan juga dalam satu riwayat, Rasul bersabda : “permisalan seorang mu’min bagaikan ranting yang lentur dari sebuah pohon, angin menggerakkanya terkadang membuatnya miring dan terkadang menegakkanya sampai kering. Adapun permisalalan orang fajir adalah bagaikan pohon khamah yang kaku. Tegak pada pangkalnya, tidak ada yang menggerakkanya sehingga (bila tumbang) tumbangnya sekalipus” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksudnya ini sebagai pengajaran bagi kita, agar seorang mu’min tetap merasa tenang dengan kepenatan kehidupan dan musibahnya. Menghadapinya dengan ridlo, sabar dan berharap balasan yang terbaik di sisi Rabbnya. Tidak mengangankan berbagai kenikmatan dunia serta tidak iri kepada pemiliknya. Kemudian tidak merasa nyaman dan tenang dengan kenikmatan yang sudah di dapatkan dan dimilikinya. Bahkan merasa khawatir kalau ni’mat saat ini di sediakan untuknya karena adanya cacat pada imannya. Oleh karena itu hendaknya nikmat nikmat itu di salurkan di jalan Allah, tidak kikir, tidak sombong dan tidak bangga diri. Allah Ta’ala berkalam :

“apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya mengatakan “kami telah beriman”. Dan mereka tidak di uji, dan sungguh kami telah menguji orang orang sebelum mereka. Maka Allah pasti mengetahui orang orang yang benar dan pasti mengetahui orang orang yang dusta” (QS. 29 : 2-3).

Wahai saudariku… Apa yang alami sekarang, di terpisah dari suami kalian (baik di penjara atau menjadi buronan thaghut) itu sebagai ujian sejauh mana kebenaran iman kalian. Dan Allah tidak membebankan sesuatu kepada hamba Nya melainkan Dia Maha Mengetahui bahwa hamba Nya mampu memikulnya. Sekali lagi, tidak ada pilihan bagi kalian ketika menyatakan siap dinikahi oleh muwahhid mujahid, maka bersiaplah menjalani hari hari yang “indah”. Karena thaghut dan anshornya akan selalu berupaya untuk memenjarakan, mengusir dan membunuh suami kalian.

Wahai saudariku.. Ketahuilah, suami kalian meninggalkan kalian bukan untuk suatu yang fana, tapi mereka pergi untuk datang kepada Dzat yang tiap Hati manusi berada di genggaman Nya. Hingga bersemi cinta di antara kalian. Suami kalian pergi bukan tidak menyayangi kalian. Tetapi karena ada mata yang tidak pernah mengantuk mengawasi cinta kalian, ada tangan yang memukul ketika cinta kalian melebihi cinta kepada Nya. Ketahuilah… Wanita yang paling beruntung adalah yang suaminya berjihad di jalan Allah, karena dia bukan hidup dengan kekasih tapi hidup bersama Allah. Ketahuilah … Dulu para Shahabiya, mereka di rumah selalu di tinggal pergi oleh suami mereka untuk berjihad. Terkadang tidak ada kabar berita, terkadang yang ada hanya tinggal nama dan kubur saja.

Maka jika hari ini, esok musibah, ujian dan sejuta masalah datang dalam kehidupan kalian tanpa suami kalian, maka tanyalah kepada hati kalian kemanakah kalian akan lari. Saat itulah Allah ingin melihat bukti keimanan kalian.

Ketahuilah … Masalah selesai atau tidak bukanlah maksud, tapi sabar dalam menjalani ujian dan tawakkal kepada Allah itulah yang utama. Janganlah terpengaruh dengan keadaan dunia dan isinya, karena di dalam kesenanganya ada kesusahan. Dan kesudahan penderitaanya adalah kebahagiaan sehingga dalam keadaan apapun bertaqwalah kepada Allah.

Saudariku… Jika kalian memandang rumah teman dan karib kerabat kalian penuh dengan tawa keceriaan, berkumpul bersama keluarga dan suami mereka selalu ada di rumah. Janganlah kalian iri, justru kalian harus kasihan kepada mereka, karena mereka sedang membangun tangisan di rumah mereka. Setiap rumah tangga hakikatnya membangun tempat menangis. Karena apa yang ada dan kita miliki akan ditinggalkan, kita tidaklah memiliki apapun. Ingatlah malaikat maut akan menjemput setiap nya, maka kalian tidak akan mampu menahan meski berteriak jangan ambil suamiku!.

Wahai saudariku… Jadikanlah kerinduan dan kesabaran kalian ketika suami menjadi buron atau di penjara sebagai anak tangga yang indah menuju jannah. Dan kesabaran kalian telah membuat cemburu bidadari di atas sana. Sunggu apa yang kalian alami dan rasakan adalah bukti kecintaan Allah kepada kalian. Agar kalian selalu dekat dengan Nya. Ingatlah, jangan sampai kalian tertipu oleh tipu daya dan bujuk rayu thaghut dan anshornya dengan segala fasilitas dunia yang datang kepada kalian. Jadilah kalian para pembawa kayu bakar bagi suami kalian, agar api jihad dalam hati dan jiwa suami kalian terus berkobar dan tak padam.

Saudariku, do’akanlah suami kalian dan para mujahidien dalam tiap sujud kalian di tengah malam. Semoga Allah selalu menjaga kalian dan memberikan balasan kebaikan atas kesabaran kalian.

Saudariku… Berkatalah yang lantang pada mereka

Wahai orang orang yang hina karena dunia mendekatlah, kan kukatakan sungguh apa yang ada pada kalian itu fatamorgana tidak sekali kali tidak apa yang kalian miliki akan usang dan mati hatiku adalah istanaku ambillah suamiku, sungguh dia selalu ada disisiku penjarakanlah, sungguh dia selalu menemaniku bunuhlah suamiku, sunggu dia tersenyum padaku, menantiku di sisi Rabbku

Wahai orang orang yg hina karena dunia siapakah yang akan kau tipu karena kami adalah ratu bidadari milik kamilah hiasan iman ini apa yang kalian bawa semua fana sedang Robbku adalah penguasa alam semesta pantaskah aku menyambut kalian!?

Tidak, sekali kali tidak

sedang Allah selalu bersamaku pergilah menjauh dariku ridlo suamiku adalah tamanku menjauhlah dariku karena aku akan menyertai suamiku bersama menuju ridlo Rabbku

Wallahu Ta’ala A’lam BishShowab

6 Jumadil Awwal 1434 H

Nusakambangan

Yadi ibnu Abbas Al Hasan



(KabarDuniaIslam/thoriquna.wordpress)

No comments:

Post a Comment