Filipino Muslim women join a protest action in Mendiola on Wednesday to condemn the Aquino government's response to the security crisis in Sabah, Borneo. The group also called for a review of the Philippines' claim over the disputed portion of the Malaysian island state of Borneo.
Thursday, March 7, 2013
protes keatas sabah
Filipino Muslim women join a protest action in Mendiola on Wednesday to condemn the Aquino government's response to the security crisis in Sabah, Borneo. The group also called for a review of the Philippines' claim over the disputed portion of the Malaysian island state of Borneo.
Perhatikan kesemua gambar angota sulu....kemudian bandingkan dengan yg gambar ni...perbezaan sunguh begitu besar sekali.
Bandingkan gambar pakaian
CUKUP2LAH SANDIWARA! ASBAB TERCETUSNYA PERANG INI PUN MERUPAKAN SANDIWARA YG AMAT BESAR LAGI LICIK!
Jika ini benar - bom yg digugurkan oleh tentera Malaysia didakwa kena geng sendiri, dan mayat yg dilaporkan sebagai "penceroboh tausug" ini sebenarnya mayat komando kita - maka mmg biadab tindakan mereka yg menyembunyikan hakikat sebenarnya.
CUKUP2LAH SANDIWARA! ASBAB TERCETUSNYA PERANG INI PUN MERUPAKAN SANDIWARA YG AMAT BESAR LAGI LICIK!
CUBA TENGOK GAMBAR DI BAWAH INI PEMIMPIN MANA YANG DI PAKAI PADA BAJU PENCEROBOH DI LAHAD DATU
PADA BAJU PENCEROBOH DI LAHAD DATU
Cuba tengok gambar di bawah di minit saat penceroboh yang ditahan pihak polis di Kampung Airpot Semporna pakai baju putih dan di bahagian belakang baju tertera gambar pemimpin berwarna biru.Pemimpin Sulu atau BN?
syiah sesat
mORE OF THE SATANIC RITUALS OF THE SHIAS KUFAR..HERE WE SEE THEM LITERALLY THEY CRAWL TO KARBALA IRAQ TO THEIR SACRED MUTA SHIA SHRINES AND GRAVES..THEY ALL COMPETE IN THIS RACE .....
I ask you by Allah swt how on earth can we call these Shias Muslims when they live and breathe on these teachings of their cult?!
alhamdulillah..kemenangan kian hampir.
Bangunan ini digunakan sebagai Hostel di Halab University.
Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mat
Homs city, Now.
Kongsi gambar ini sebanyak yang mampu agar semua Muslim lihat akan kebenaran ini.
1.5 BILION umat Islam sedang melihat gambar Masjid dan makam milik Khalid Ibn AlWaleed dibom oleh Syiah laknatullah.
"Mujahidin gugur sehingga umat muslim dapat tetap hidup" (Nasser Balochi)
"Mujahidin gugur sehingga umat muslim dapat tetap hidup" (Nasser Balochi)
Lima orang teroris Rambo tewas dan banyak lainnya cedera, serta satu kendaraan pengisi bahan bakar dan dua tank tempur NATO hancur di Afghanistan, Allahu Akbar..!!
PAKTIKA (KabarDuniaIslam) - Sebuah pertempuran berkobar setelah pasukan penjajah berusaha melancarkan serangan secara diam-diam melawan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di distrik Khushamand, provinsi Paktika, tenggara Afghanistan.
Tiga penjajah lainnya yang terluka dievakuasi, sementara dua kendararaan militer (tank) berhasil dihancurkan oleh Mujahidin.
Kunar - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan pada Selasa (05/03/2013) berhadapan dengan teroris Rambo dekat ibukota provinsi Kunar, hasilnya dua teroris Rambo dari Amerika Serikat berhasil ditembak mati di tempat dan beberapa lainnya mengalami luka-luka, Allahu Akbar..!!
Zabul - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan berhasil membakar satu kendaraan pengisi bahan bakar NATO pada penyergapan konvoi logistik musuh pada Selasa (05/03/2013) malam di area Haji Sagzi Manda, distrik Shar-e-Safa. Juga jatuh korban dari pihak pasukan musuh meskipun jumlah pasti tidak diketahui.
Dilaporkan Mujahidin Zabihullah dan Qari Muhammad Yousuf Ahmadi (juru bicara resmi Imarah Islam Afghanistan).
(KabarDuniaIslam/shahamat/
Apa Makanan Kaum Syi'ah ?
Disebutkan dalam Al-Anwar Al-Wilayah oleh Al-'Allamah Al-Hujjah Al Akhunid Mulla Zaenal Abidin Al Kalbayakani halaman 440 sebagaimana berikut :
فليس في بول المعصومين ودمائهم وأبوالهم وغائطهم استخباث و قذارة يوجب الاجتناب في الصلاة ونحوها كما هو معنى النجاسة ، ولا نتن في بولهم وغائطهم بـل هـــمــا كالمــسك الأذفـــــــر ، بــــــــــل مــــن شـــــرب بولهم وغائطهم ودمهم يـــــحـرم الله عليه الـــنــار واســتــوجــب دخول الجنّة
"Tidak ada pada air kencing para Imam ma'shum, darah, dan juga e'ek mereka suatu kebusukan ataupun kekotoran....Air kencing dan e'ek mereka tidak bau, malah baunya bagaikan bau misik yang semerbak. Bahkan barangsiapa yang meminum air kencing para imam, memakan e'ek mereka, juga darah mereka, maka Allah mengharamkan Neraka baginya dan wajib baginya masuk Surga"
Saran : Kalo udeh kenyang, jangan lupa minum KARBOL...
(KabarDuniaIslam/
Syi'ah Memuji 'Ali Dengan Sebutan Keledai !!!, Astagfirullah..
Lihatlah, bagaimana cara para pemeluk agama Syi'ah yang mengaku-ngaku pengikut 'Ali Radhiyallaahu 'Anhu ketika memuji Imam mereka. Disebutkan oleh Ahli hadits besar Syi'ah, Al-Majlisi dalam kitabnya Biharul Anwar -One of the TOP Shiite books- Juz 25 hal. 202 -Second Verified Print By Al Wafa'a in Beirut Lebanon 1983- seperti berikut :
ختص : ابن أبي الخطاب عن محمد بن سنان عن عمار بن مروان عن المنخل بن جميل عن جابر بن يزيد عن أبي جعفر ع قال : قال : يا جابر ألك حمار يسير بك فيبلغ بك من المشرق إلى المغرب في يوم واحد ؟ فقلت : جعلت فداك يا با جعفر وأنى لي هذا ؟ فقال أبو جعفر : ذاك أمير المؤمنين ع ألم تسمع قول رسول الله صلى الله عليه وآله في علي ع : والله لتبلغن الأسباب والله لتركبن السحاب
"....Abu Ja'far 'Alaihis Salam berkata: "Wahai Jabir, apakah engkau memiliki seekor KELEDAI yang dapat melakukan perjalanan bersamamu dari timur ke barat hanya dalam satu hari? Aku berkata: Aku menjadi tebusanmu Wahai Abu Ja'far, dimana aku dapat menemukannya? Maka Abu Ja'far menjawab: Itu adalah Amir Al-Mukminin ('Ali 'Alaihis Salam), apakah engkau tidak mendengar perkataan Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wa Aalihi tentang 'Ali ('Alaihis Salam): Demi Allah La Tablughanna Al-Asbaab, Demi Allah sungguh engkau akan menaiki (mengendarai) awan"
Allaahul Musta'aan..
Betapa berdusta kalian wahai hamba-hamba mut'ah.. kalian mengaku-ngaku pecinta 'Ali namun menyebut Beliau dengan sebutan RENDAH seperti HIMAR.
Note : Ini hanya satu contoh dari banyaknya penghinaan Syi'ah terhadap 'Ali Radhiyallaahu 'Anhu. Masih banyak bukti-bukti lain dari penghinaan mereka seperti penyebutan mereka terhadap 'Ali Radhiyallaahu 'Anhu dengan sebutan binatang melata dan lain sebagainya.
Keterangan foto : scan halaman dari penghinaan terhadap Ali bin Abi thalib radiallahu'anhu
Dan ini yang dari Maktabah Syi'ah Online (Terdapat pada Juz 25 Hal. 380) :
بحار الأنوار للمجلسي (1111 هـ) ج 25 ص 380 باب 13 غرائب أفعالهم وأحوالهم ووجوب التسليم لهم
www.al-shia.org/html/ara/
(KabarDuniaIslam/
AL QAEDA ANCAM SYIAH YANG BEREKSPANSI DI YAMAN, ALLAHU AKBAR..!!!
YAMAN (KabarDuniaIslam) - Mujahidin Al-Qaeda di Semenanjung Arab atau yang lebih di kenal dengan nama AQAP memperingatkan penyebaran ekspansi Syiah di Yaman melalui buruh dan partai komunis di selatan negara itu, dan mereka bersumpah akan menghalau ekspansi tersebut dan melawan para pendukungnya di Yaman.
Dalam sebuah rilisnya dengan judul “Ekspansi Syi’ah di Hadramaut”, mujahidin AQAP menulis, “Arena pertempuran kami berikutnya adalah Hadramaut, kami akan bertempur melawan agen-agen pasukan salib dari Syi’ah dan para pembantunya dari kaum komunis yang telah menimbulkan ancaman terhadap kemurnian akidah Islam dan risalah nabi Muhammad Salallahu alaihi wasallam,” tulisnya.
Dan mereka menambahkan: Sudah bukan rahasia lagi bagi umat Islam apa yang dilakukan oleh negara Syiah (maksudnya Iran) di wilayah Islam pada umumnya dan di Yaman pada khususnya, yaitu “berusaha keras untuk menyebarkan pemahaman Syi’ah yang bermusuhan dengan ahlus sunnah wal jama’ah ” dan mereka Bersumpah bahwa “Langkah kami ke depan adalah akan melawan expansi Syiah.”
Mujahidin Al Qaeda menuding Ali Salem al-Baid, Sekretaris Jenderal Partai Sosialis yang memerintah dikenal sebagai Republik Demokratik Rakyat Yaman antara 1986-1990, telah mendukung penuh atas ekspansi yang dilakuan pengikut Syi’ah di Yaman selatan. (KabarDuniaIslam/dbs)
Kaum Musyrikin Syiah menyembah Kuburan
Photo: Kaum Musyrikin Syiah lagi menyembah Kuburan
Mujahidah Syria
Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) : Tinggalkan Sistem Syirik, Ikuti Sistem Islam!
M Fachry untuk Al-Mustaqbal.net
NUSAKAMBANGAN-Ikutilah syariat Islam, tinggalkan sistem syirik agar saudara selamat. Demikian pesan terbaru dari Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB)-fakkalahu asrahu-kepada para tamunya ketika dijenguk pada hari Selasa (26/02/2013). Berikut pesan selengkapnya.
Sebaik apapun, sebagus apapun suatu ajaran, faham, pemikiran, pendapat manusia di dunia ini nilainya tetap Bathil dan Dholalah (sesat). Seperti Marhaenisme ajaran Sukarno, Panca Sila, UUD 45, asas tunggal panca sila, Demokrasi, Liberalisme, Pluralisme, Sosialime, Nasionalisme, dan lain-lainnya. Itu semua nilainya Bathil dan Dholalah. Kenapa Bathil.??, karena bukan dari ALLOH dan ROSUL NYA, yakni Syariat Islam.
Saudara, yang mutlak dan pasti benar itu ukurannya adalah Syari’at Islam. Selain Islam, semuanya Bathil.!! meskipun menurut pendapat orang baik tapi nlainya tetap Bathil.
Sebagaimana yang difirmankan oleh ALLOH subhanahu wata’alaa :
“Yang demikian itu, karena Sesungguhnya ALLOH, Dialah yang Haq dan Sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari ALLOH, itulah yang Batil.” (22:62).
Hanya Al Qur’an sajalah yang mutlak benar dan bersih dari kebatilan serta kesesatan. Hal ini ditegaskan oleh ALLOH :
“Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) Kebatilan baik dari depan (ayat pertama) maupun dari belakangnya (ayat terahir), yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha terpuji.”. (26-Fushilat:42).
Oleh karena itu ikutilah syari’at Islam, tinggalkan sistem Syririk agar saudara selamat. Alloh mempringatkan kita :
“Dan Sesungguhnya (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan Ku yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan jalan (yang lain) karena jalan jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan NYA.” (6 :153).
Demikianlah taushiyah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) kepada tamu-tamunya. Adapun kondisi kesehatannya, Alhamdulillah, Beliau dalam keadaan Sehat begitu pula dengan Mujahid-Mujahid lainnya yang bersama beliau di Lapas Pasir Putih. Do’akan selalu mereka semua dalam setiap sujud antum. Allahu Akbar!
Sumber : FB AH II
(almustaqbal/
Foto : ini adalah ritual kaum musyrikin Syi'ah yang melumuri diri mereka dengan lumpur tanah karbala.
Foto : ini adalah ritual kaum musyrikin Syi'ah yang melumuri diri mereka dengan lumpur tanah karbala.
Diri kita bukan milik kita lagi
Oleh : Syaikh Abu Mush'ab Al Zarqowi rahiimahullaah
Wahai para mujahidin…
Kalian telah jual nyawa kalian kepada Allaah ‘Azza Wa Jalla, kini di hadapan kalian hanya ada satu pilihan saja, yaitu engkau serahkan barang dagangannya kepada Sang Pembeli,
“Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang-orang beriman, jiwa dan harta mereka, dengan memberikan surga kepada mereka; mereka berperang di jalan Alloh lalu membunuh atau dibunuh. Sebagai sebuah janji yang benar di dalam kitab Taurat, Injil, dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih benar janjinya daripada Allah? Maka berikanlah kabar gembira dengan jual beli yang kalian adakan, dan itulah keberuntungan yang besar.” [At Taubah: 111]
Jika pembeli telah menerima barang dagangan, maka terserah mau Dia apakan dagangan tersebut. Terserah mau Dia letakkan di mana; kalau Dia berkehendak, akan diletakkannya di istana, kalau Dia berkendak akan diletakkannya di penjara, kalau Dia berkehendak akan diberinya pakaian paling mewah, kalau Dia berkehendak akan menjadikannya telanjang kecuali sebatas penutup aurat, kalau Dia berkehendak akan menjadikannya kaya, kalau Dia berkehendak akan dijadikannya fakir miskin, kalau Dia berkehendak akan dijadikanya tergantung di tiang gantungan, atau menjadikan musuh menguasainya, lantas membunuh atau mencin-cangnya.
Sayyid Qutb Rohimahullôh mengomentari kejadian yang menimpa Ashhâbul-Ukhdûd, beliau mengatakan, “Contoh seperti ini pasti terjadi, di mana orang beriman tidak ada yang selamat dan orang kafir tidak ada yang diazab. Hal ini agar tertancap dalam benak orang-orang beriman, para pelaku dakwah kepada Alloh, bahwa mereka bisa saja dituntut mengakhiri jalan yang ia tempuh menuju Allaah dengan kejadian seperti ini. Supaya mereka mengerti bahwa mereka sama sekali tidak memiliki kekuasaan sedikitpun mengatur urusan, urusan mereka dan urusan 'aqidah semata-mata dikembalikan kepada Alloh. Kewajiban mereka hanyalah melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepada mereka, dan setelah itu…jalan. Kewajiban mereka adalah mengedepankan Allaah dan 'aqidah di atas kehidupan, merasa tinggi dengan imannya di atas berbagai fitnah, dan bersikap jujur kepada Allaah dalam beramal dan berniat. Setelah semua ini, Allaah akan memperlakukan diri mereka dan musuh mereka terserah yang Dia kehendaki terhadap dakwah dan agama-Nya, bisa saja mereka akan mengakhirinya dengan salah satu kejadian yang sudah terjadi dalam sejarah iman, atau mengakhirinya dengan cara lain sesuai yang dikehendaki dan dilihat oleh Alloh. Mereka adalah orang-orang yang bekerja di sisi Allaah, apa kemudian pantas orang yang menjual seekor kambing marah, atau hatinya tidak terima, ketika sang pembeli menyembelihnya?”
Bukankah engkau mendengar kejadian yang menimpa singa Allaah dan singa Rasul-Nya, Hamzah? Perutnya dibelah, hatinya dikeluar-kan, dan tubuhnya dicincang.
Bukankah engkau mendengar apa yang dialami manusia terbaik, Muhammad Shollallohu Alaihi wa Sallam, ketika perang Uhud?
Renungkanlah keadaan para nabi dan rasul yang merupakan makhluk-makhluk pilihan; nabi Ibrahim ‘Alaihi `s-Salâm dilemparkan ke dalam api, Nabi Zakariya digergaji tubuhnya, Nabi Yahya (yang berjuluk as-sayyid al-hashûr, yang artinya seorang teladan dan menahan hawa nafsu) disembelih, Nabi Ayyub berkutat dalam bala ujian selama bertahun-tahun, Nabi Yunus dikurung di dalam perut ikan hiu, Nabi Yusuf dijual dengan harga murah dan harus mendekam di penjara selama beberapa tahun.
Semua itu mereka jalani dengan rasa ridha terhadap rabb dan majikan mereka yang Maha benar.
Menerima takdir dengan ikhlas:
====================
Dulu, ada sebagian salaf yang mengatakan, “Seandainya tubuhku dipotong-potong dengan gunting, itu lebih aku sukai daripada mengomentari sesuatu yang sudah ditetapkan Alloh: Seandainya saja itu tidak terjadi.”
Oleh karena itu, wahai ikhwan-ikhwanku, jadilah orang-orang yang tidak mencampuri urusan Alloh –sang majikan— dalam mengurus dirimu, dan tidak menentang pilihan yang Alloh pilihkan untukmu. Contoh-contoh yang kami ceritakan di atas tidak pernah campur tangan dalam pengurusan Alloh terhadap kekuasaannya, dengan mengatakan: “Seandainya begini, tentu jadinya begini,” tidak juga mengatakan, “Seandainya,” “Jikalau,” dan “Kalau saja,”
Ingatlah kisah perang Badar, lalu renungkanlah baik-baik. Kala itu sebagian shahabat menginginkan peristiwa Badar sebagai saat yang tepat untuk menaklukkan kafilah dagang kaum Quraisy. Akan tetapi Alloh Ta‘ala memilihkan pasukan perang untuk mereka hadapi, padahal perbedaan antara keduanya sangat-sangat jauh. Apakah yang ada dalam kafilah dagang? Makanan yang disantab, setelah itu pergi ke tempat buang air, pakaian yang kemudian lusuh dan dibuang, serta dunia yang akan segera lenyap.
Ada pun menghadapi pasukan perang; di sanalah Allah pisahkan antara yang haq dan yang batil, kesyirikan kalah dan bertekuk lutut, ajaran tauhid menang dan tinggi, para pemuka kaum Quraisy yang selalu menghalangi Islam terbunuh, dan cukuplah ketika datang kabar gembira bahwa Allah melihat hati pasukan Badar kemudian berfirman: “Lakukanlah sesuka kalian, Aku telah ampuni kalian.
(KabarDuniaIslam/gashibu)
PM Boneka Irak Ketakutan, Perang Dapat Meluas Jika Mujahidin Kuasai Suriah
IRAK (KabarDuniaIslam) - Pemerintah Boneka Irak yang dibentuk Salibis Amerika Serikat melalui Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki memperingatkan bahwa kemenangan Mujahidin di Suriah akan merembet ke negaranya dan Libanon serta akan menciptakan tempat berlabuh baru bagi Al Qaeda. Al-Maliki yang beragama Syi'ah juga menuding hal tersebut dapat turut memicu ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut diungkap al-Maliki dalam wawancara dengan The Associated Press pada Rabu (27/02/2013).
Komentar al-Maliki ini merupakan peringatan terkerasnya terhadap gejolak perang yang dapat ditimbulkan dari usaha menjatuhkan rekan thaghutnya sesama Syi'ah, Presiden Suriah Bashar Assad.
Ketakutan al-Maliki sangat beralasan mengingat semakin meningkatnya ketegangan antara kafir Syiah dan ummat Islam di Irak setelah hampir 10 tahun invasi yang dipimpin Amerika Serikat ke Irak.
Al-Maliki, 62 tahun, telah lama dituduh oleh kaum muslimin ahlu sunnah Irak karena menyebarkan Agama Kafir Syi'ah kepada minoritas Ahlu Sunnah di Irak dan berhubungan erat dengan pemerintah Kafir Syiah Iran.
Perang yang berkecamuk di Suriah semakin mempertajam dan memperjelas bahwa yang terjadi adalah perang antara Mujahidin Ahlu Sunnah melawan Kafir Syiah Alawites, agama yang dipeluk rezim thaghut Bashar Assad.
Sementara sekutu terbesar Assad adalah Syiah di Iran dan kelompok gerombolan teroris Syiah di Libanon, Hizbullah (baca:HizbusSyaitan). Al-Maliki sendiri juga adalah seorang kafir Syiah yang sektenya mendominasi pemerintahan boneka Irak yang di bentuk oleh Kafir Salibis Amerika.
Ketakutan Al-Maliki mencerminkan meningkatnya kecemasan orang-orang kafir Syiah di Irak dan di negara lain bahwa Ahlu Sunnah akan mendominasi jika Assad kehilangan pengaruhnya di Suriah.
Kedua pihak, Mujahidin maupun rezim Assad, tidak akan dapat saling menyudahi," ujar Al-Maliki. "Jika Mujahidin menguasai Suriah, maka perang akan menyebar ke Libanon, Yordania dan Iraq."
Apa yang terjadi di Irak belakangan ini terhubung dengan kondisi di kawasan Timur Tengah. Juga berhubungan dengan hasil revolusi Arab (Arab Spring)," ungkap al-Maliki.
Tumbangnya Assad akan menjadi pukulan telak terhadap pengaruh Iran sebagai pelindung Suriah di kawasan Timur Tengah, yang telah membangun hubungan yang semakin kuat dengan pemerintah boneka Irak yang didominasi oleh orang-orang kafir Syiah, sekutu Kafir Salibis Amerika dalam perang salib di Irak. (KabarDuniaIslam/alrby)
Mujahidin Boko Haram Tegaskan Ultimatum untuk Pemerintah Kafir Perancis dan Sekutunya, Allahu Akbar!!
NIGERIA (KabarDuniaIslam) - Sebuah video muncul di youtube memperlihatkan tujuh warga negara Perancis yang diculik minggu lalu setelah mengunjungi Taman Nasional Waza, cagar alam di utara Kamerun. Ketujuh warga negara Perancis tersebut adalah Pasangan Moulin-Fournier, anak-anaknya dan seorang kerabat mereka.
Video yang diunggah pada Selasa (26/02/2013) itu dimulai dengan seorang pria, yang ditenggarai bernama Tanguy Moulin-Fournier – seorang eksekutif yang bekerja di perusahaan eksplorasi dan produksi gas dan gas alam cair, GDF Suez – membacakan pernyataan dalam bahasa Perancis, “Kami ditahan oleh Jama'atu Ahlus Sunna Lidda'awati wal-Jihad,” merujuk pada nama Arab kelompok mujahidin Boko Haram di Nigeria.
“Mereka ingin membebaskan saudara Muslim mereka di Kamerun dan membebaskan saudari Muslimah mereka yang ditahan di Nigeria,” lanjut Moulin-Fournier membacakan tuntutan Mujahidin Boko Haram.
Video ini merupakan dokumentasi publik pertama keluarga tersebut sejak mereka diculik minggu lalu oleh Mujahidin di utara Kamerun yang berbatasan dengan Nigeria. Sebelum video ini dipublikasikan, Pemerintah Kafir Perancis lagi-lagi dengan gegabah mengatakan bahwa keluarga tersebut telah dibebaskan. Dengan ada bukti video ini maka pemerintah kafir perancis mesti menarik pernyataannya tersebut.
Video yang berdurasi kurang dari tiga menit ini juga menyoroti risiko keberadaan warga negara Perancis di Afrika setelah bulan lalu Paris memutuskan mengirim ratusan tentaranya untuk memerangi kelompok mujahidin yang berkaitan dengan Al Qaeda di negara gurun pasir tersebut.
“Kami ingin sampaikan pesan yang sangat jelas mengapa kami menyandera warga negara Perancis: Presiden Perancis, Francois Hollande, telah mengumumkan perang terhadap Islam, dan kami akan melawannya di mana pun kami berada,” jelas salah satu Mujahidin Boko Haram yang berbicara dalam bahasa Arab setelah memperkenalkan diri mereka.
“Hollande tahu bahwa Mujahidin ada dimana-mana untuk membebaskan saudara kami. Tuntutan kami: Mujahidin Boko Haram memberikan peringatan keras kepada Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan bahwa kami akan datang dan kami akan meraih kemenangan, tidak peduli usaha dan kebencian yang kalian tunjukkan. Dengan izin dan kemahabesaran Allah, kami akan menang, kami akan mendirikan Negara Islam Nigeria.
Jika kalian ingin membebaskan sandera Perancis ini, penuhi semua tuntutan kami untuk secepatnya membebaskan saudari Muslimah kami yang kalian tahan. Kami juga memperingatkan Presiden Kamerun untuk membebaskan semua saudara Muslim kami secepatnya.
Jika kalian tidak memenuhi tuntutan kami dan mengacuhkan salah satu dari apa yang kami tuntut, kami akan menyembelih para sandera,” demikian tuntutan Mujahidin Boko Haram.
Menanggapi video tersebut, Perdana Menteri Perancis Jean-Marc Ayrault, dengan angkuh mengatakan bahwa agen intelejen Perancis telah meneliti dengan seksama tuntutan Mujahidin Boko Haram. “Perancis sedang bekerja sama dengan pejabat Nigeria dan Kamerun,” ungkap Ayrault untuk menenangkan masyarakat Perancis.
Video dan tuntutan ini menunjukan reaksi nyata Mujahidin Boko Haram atas perang melawan Islam yang dideklarasikan Kafir Salibis Perancis. Sebelumnya Perancis dengan bodohnya menyerang kamp Mujahidin Harakat Al-Shabaab untuk membebaskan Dennis Allex, agen intelejen Perancis yang disandera sejak tahun 2009 oleh Mujahidin Al Qaeda di Somalia itu. Hasilnya, tentara Perancis mengalami kekalahan telak dengan matinya komandan salibis tersebut, yang foto-fotonya dipublikasi oleh Mujahidin Harakat Al-Shabaab, dan dieksekusinya sang sandera pada 16 Januari 2013.
Tuntutan yang dinyatakan Mujahidin Boko Haram ini semakin menunjukkan bahwa Mujahidin tinggal selangkah mencapai kemenangan melawan kafir salibis, Insya Allah. Allahu Akbar! (KabarDuniaIslam/dbs)
Link Video :
http://www.youtube.com/
Profil Seorang Gubernurnya Khalifah Umar bin Khathtab
Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu ingin mengetahui sendiri kondisi para gubernurnya di saat memimpin suatu daerah. Maka, beliau bertanya kepada rakyat mengenai para gubernur dan kelayakan mereka dalam menetapkan hukum. Suatu hari beliau datang ke Himsha. Saat itu Sa’id bin Amir al-Jamhi radhiyallahu ‘anhu yang menjadi gubernur daerah Himsha.
Umar mengumpulkan penduduk Himsha dan bertanya kepada mereka, “Wahai penduduk Himsha! Bagaimana penilaian kalian terhadap gubernur kalian, Said?” Mereka menjawab, “Kami mengeluhkan darinya empat hal: dia tidak keluar untuk mengurusi kami sebelum siang hingga matahari telah meninggi, dia tidak melayani seorang pun dari penduduk di malam hari, dalam satu bulan ada satu hari dia tidak keluar mengurusi kami, dia sering terkena pingsan, sehingga dia antara hidup dan mati.” Mendengar pernyataan masyarakat Himsha Umar radhiyallahu ‘anhu mempertemukan Sa’id radhiyallahu ‘anhu dengan mereka untuk mengklarifikasi berita tersebut.
Umar bergumam, “Ya Allah! Janganlah engkau mengubah penilaianku terhadap dirinya lantaran apa yang mereka keluhkan darinya pada hari ini.” Umar lalu mempersilahkan gubernurnya itu menanggapi isu tersebut. Sa’id mengatakan, “Mengenai saya tidak keluar hingga matahari siang telah meninggi, karena keluargaku tidak mempunyai pembantu. Maka, saya sendiri yang membuat adonan roti, kemudian saya menunggu hingga adonan itu meragi, barulah setelah membuat roti saya keluar. Kemudian saya berwudhu mengurusi penduduk.
Adapun saya tidak melayani seorang pun di antara penduduk di malam hari, karena saya telah menjadikan waktu siang saya untuk mereka dan saya menjadikan waktu malam saya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mengenai satu hari dalam sebulan saya tidak keluar untuk mengurusi seorang pun, karena saya tidak mempunyai pembantu untuk mencucikan baju saya, dan saya tidak mempunyai pakaian ganti yang bisa saya pakai sampai pakaiannya kering, kemudian saya memakainya dan saya keluar mengurusi mereka di penghujung siang.
Sedangkan pingsan yang menjadikan diriku antara hidup dan mati sebabnya ialah sesuatu yang menyakitkan, yaitu saya menyaksikan kematian Khubaib bin Adi al-Anshari radhiyallahu ‘anhu. Sungguh, orang Quraisy telah memotong-motong dagingnya kemudian mereka membawanya ke atas batang pohon untuk memberikan siksaan yang melampaui batas dan membuatnya pedih agar dia mengufuri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berakta kepadanya, ‘Apakah engkau senang bia kami jadikan Muhammad yang kamu tunduk pada agamanya berada pada posisimu sekarang’ Dia pun menolak dengan berkata, ‘Demi Allah, saya tidak senang hidup di tengah-tengah keluargaku sementara Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam jarinya tertusuk duri dan menyakitinya.’ Lantas saya ingat hari itu dan panggilan itu. Saya tidak membela Khubaib radhiyallahu ‘anhu padahal dia dalam kondisi yang buruk karena ketika itu saya masih musyrik, saya belum beriman kepada Allah Yang Maha Agung dan tidak beriman kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Saya tidak ingat itu kecuali saya beranggapan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengampuniku karena dosa untuk selamanya. Maka dari itu, saya mengalami guncangan kemudian pingsan.” Lalu Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengubah penilaianku terhadap dirimu.”
SUMBER : Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1
(KabarDuniaIslam/kisahmuslim)
Wednesday, March 6, 2013
Syi'ah Berbuka Puasa Dengan Tanah Kuburan!!!
Disebutkan oleh dedengkot mereka, Asy-Syaikh Muhammad Hasan Al-Ishfahani dalam kitabnya Nurul 'Aini hal. 416 sbb:
الباب الثالث و الخمسون والمئتان
استحباب الأفطار على التربة الحسينيّة
عن علي بن محمد النوفلي قال لأبي الحسن عليه السلام : اني أفطرت يوم الفطر على طين القبر و تمر ؟ قال له جمعت بين بركة و سنّة
فقه الرضا : أفضل ما يُفطر عليه طين من قبر الحسين عليه السلام
Bab 253
Disunnahkannya Berbuka Puasa Dengan Tanah Kuburan Husain
Dari 'Ali bin Muhammad An-Naufaliy berkata, berkata kepada Abi Al-Hasan 'alaihis salam : "Sesungguhnya aku berbuka puasa di harinya berbuka dengan tanah kuburan dan korma (bagaimana menurut anda) ?" Beliau menjawab "engkau telah menggabungkan antara berkah dan Sunnah" [Terdapat juga di : Al-Faqih 2/174, Al-Kafi 4/170, Al-Wasail 5/114, Al-Wafi 5/192, Jami' Ahadits Asy-Syi'ah 6/247]
Fiqh Ar-Ridha : "Seutama-utamanya sesuatu untuk dimakan tatkala berbuka puasa adalah tanah dari kuburan Husain 'alaihis salam" [Terdapat juga di Al-Mustadrak 1/429, Jami' Ahadits Asy-Syi'ah 6/248]
Foto : scan kitab
(KabarDuniaIslam/
Lagi, 17 Polisi Afghanistan Tewas Ditembak Mujahidin, Allahu Akbar!
Ibnu Subandi untuk Al-Mustaqbal.net
GHAZNI, AFGHANISTAN –Banyaknya polisi yang bertaubat dan bergabung dengan mujahidin Imarah Islam Afghanistan, membuat rezim thaghut Afghanistan yang menjadi budak salibis Amerika Serikat kebingungan. Kepolisian Afghanistan kembali menyatakan, bahwa seorang anggota mereka telah menjadi kaki tangan – bergabung dengan mujahidin Taliban dan membantu melakukan pembunuhan terhadap 17 polisi di sebuah pos polisi di timur Provinsi Ghazni, Selasa (26/2/2013) malam waktu setempat. Alhamdulillah!
Pembunuhan tersebut merupakan serangan terbaru yang melibatkan kerjasama antara mujahidin Taliban dengan unsur di dalam tubuh pasukan keamanan Afghanistan – yang kemungkinan besar sudah bergabung dengan mujahidin.
“Seorang polisi lokal telah membius 17 rekannya di ALP. Ia lalu memanggil Taliban untuk menembak para polisi itu secara bersama-sama,” ungkap Mohammad Hassan, Kepala Detektif Kepolisian Provinsi Ghazni, seperti dilansir Reuters.
Hassan menambahkan, tujuh dari 17 polisi tersebut adalah polisi baru yang masih menjalani tahap pelatihan. Juru Bicara Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid hafidzahullah mengklaim, bahwa mujahidin Taliban bertanggung jawab atas serangan pembunuhan tersebut.
Serangan ini semakin memperburuk kepercayaan antara pasukan koalisi salibis internasional dan pasukan Afghanistan yang bekerjasama menciptakan ‘perdamaian’ di wilayah itu jelang penarikan mundur semua pasukan salib pada 2014 mendatang.
ALP merupakan program yang dirancang oleh teroris Amerika Serikat. Program ini bertujuan untuk merekrut penduduk lokal sebagai pengganti penjajah salib dalam memerangi mujahidin. Namun, belakangan ini kabar tak sedap menerpa kelompok ini. Mereka dituding melakukan penyalahgunaan wewenang dan melakukan korupsi.
Sumber : sindonews,bbc Indonesia
(almustaqbal/
Rekomendasi Buku dari Al Qaeda, "Inilah Aqidah Kami"
(KabarDuniaIslam) - Berikut dinukilkan resensi sebuah buku penting yang ditulis oleh seorang Ulama Tauhid, Syeikh Abu Muhammad Al-Maqdisi dari balik jeruji yang dimuat di Majalah terbitan Al Qaeda, INSPIRE edisi ke 10 Musim Semi 1434/2013. Buku ini juga di rekomendasikan oleh Mujahidin Al Qaeda in Arabian Peninsula (AQAP) untuk dibaca oleh kaum muslimin. Berikut resensi dari INSPIRE :
"Inilah Aqidah Kami". Siapa saja yang memiliki dua mata maka biarlah mereka membaca dan siapa saja yang memiliki pendengaran, maka dengarkanlah!”
Syeikh Abu Muhammad Al-Maqdisi (semoga Allah mempercepat pembebasannya), sebagai ulama yang cukup dikenal karenanya tidak diperlukan kata untuk memperkenalkan beliau. Karyanya, terutama di bidang aqidah (keimanan), telah diterima secara luas dengan baik oleh ummat Muslim di seluruh dunia secara umum dan khususnya oleh mujahidin.
Dalam buku ini, Syeikh Abu Muhammad Al-Maqdisi menjelaskan aqidah ahlu sunnah secara terperinci. Kata-katanya didasarkan dari Al Qur’an dan hadits-hadits sahih.
“Ini adalah ringkasan dari apa yang kami percayai, dan menyembah Allah adalah hal yang terpenting dari Dien ini.. Aku menulis dari balik jeruji karena telah sampai kepadaku sebagian orang menisbahkan kepada kami dengan menaruh kata-kata dalam mulut kami beberapa hal yang tidak pernah kami katakan; terutama, mengenai kufur dan iman.
Dalam buku ini, sang penulis membawa pembaca untuk menjelajah isi hatinya, menunjukkan pada kami apa yang harus dipercayai. Beliau memulai dengan menTauhid-kan Allah, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya. Kemudian beliau menjelaskan pilar-pilar keimanan, pengakuan atas iman dan kufur. Beliau juga berbicara mengenai demokrasi dan hal itu adalah kekafiran. Beliau membuktikan bahwa demokrasi adalah agama yang dibuat oleh manusia untuk manusia. Beliau juga menjelaskan banyak topik mengenai keimanan seorang muslim.
Syeikh Abu Muhammad Al-Maqdisi mengakhiri tulisan di bukunya dengan bab Jihad dan aturan-aturan di dalamnya – sebuah isu yang belakangan ini nampak kontroversial bagi Muslim "moderat" yang "beradab" – “Jihad akan terus dilangsungkan oleh setiap jamaah dari ummat Islam, seseorang dapat mengobarkan Jihad seorang diri atau bersama para pemimpinnya yang taat atau yang korup, hingga Hari Pembalasan.”
Beliau kemudian menjelaskan aturan-aturan terkait dengan penguasa-penguasa sekarang yang memerintah dengan aturan selain apa yang telah Allah turunkan. Hal ini adalah topik penting di antara ulama di jaman sekarang. Sementara diperlukan kesepakatan di antara ulama salaf dalam persoalan pemerintahan, namun ulama pemerintah sekarang telah mengubah timbangan untuk menyenangkan hati atasan-atasan mereka.
Syeikh Abu Muhammad Al-Maqdisi saat ini ditahan di penjara Yordania karena aqidah yang beliau pegang. Kami mohon kepada Allah untuk memantapkan hatinya dan, bagi saudara-saudara kita agar menjadikannya panutan untuk mengikuti aqidah Islam yang murni.
Sebuah buku yang harus dibaca, mendidik, jelas, bermanfaat dan jujur. “Inilah Aqidah Kami” menuntun kejelasan bagi mereka yang mencari kebenaran. Sang penulis tidak menyembunyikan apa pun. Beliau hanya berbicara apa yang telah disepakati oleh ulama-ulama salaf terdahulu, karenanya Syeikh Abu Muhammad Al-Maqdisi telah menulis sebuah buku dengan kekuatan dan wawasan yang luar biasa. (KabarDuniaIslam/INSPIRE)
Inilah Orangnya ! Mustafha Kemal Attaturk
Aminah S.Rini & Ummu Fauzi Untuk Al-Mustaqbal.net
Disuruh bikin artikel tentang Musthafa Kamal Attaturk adalah tugas yang “menyebalkan”. Menyebalkan, karena mau tidak mau saya harus membaca buku yang membahas tokoh yang sangat menyebalkan ini. Bukan hanya menyebalkan, tetapi mendengar dan membaca tentang Musthafa Kamal Attaturk akan membuat darah mendidih, gigi gemeretuk dan amarah memuncak. Tapi saya sadar, tak kenal maka tak benci. Maka itulah saya tetap usahakan mencari bahan-bahan tulisan agar kita semua tahu siapa musuh Islam dan kaum Muslimin yang bernama Musthafa Kamal Attaturk itu dan bagaimana kita membangun baro’ atasnya.
Dan, satu tulisan ini adalah apa yang saya hadirkan untuk pembaca situs al-mustaqbal.net untuk mengetahui beberapa hal tentang Musthafa Kamal, seorang tokoh murtad yang telah menghancurkan khilafah Turki Utsmani.
Siapakah sejatinya Musthafa Kamal Attaturk ini ? Muslimkah ia ? Dari keturunan dan berdarah Turkikah ia sebenarnya sehingga ia menyandang gelar Attaturk ? Sosok yang memiliki mata berwarna biru, beralis sangat tebal, dan rambut berwarna kuning ini begitu menarik untuk ditelisik lebih jauh, karena keberadaannya yang hingga kini tidak terendus tentang siapa ia sesungguhnya. Kemudian, seberapa besar sesungguhnya pengaruh yang ditimbulkan oleh sosok yang sangat kontroversial ini ? Maka beberapa hal berikut layak kita simak ;
1880 (1296 H) Musthafa lahir di Salanik (kini Thessaloniki, Yunani). Ada yang berpendapat ia lahir 19 Mei 1881 dari ibu kandung bernama Zubaidah Hanim, sementara ayah kandungnya tidak jelas. Ayah tirinya bernama Ali Ridha Afandi.
1886. Ali Ridha Afandi meninggal dunia di kawasan Ishlah Khanah. Musthafa kemudian diasuh dan dibesarkan oleh ibunya.
1892. Musthafa masuk sekolah militer (setingkat SLTP) di Salanik dan Manastar (kini Bitola). Memperoleh nama “Kamal” dari guru matematikanya.
1895. Masuk sekolah militer (setingkat SLTA) di Manastar.
1898/1899. Musthafa masuk Akademi Militer di Istambul.
1905.Lulus Akademi Militer dan ditempatkan di Damaskus. Di kota ini ia bergabung dengan kelompok rahasia “Tanah Air dan Kemerdekaan” dan menjadi penentang aktif Turki Utsmani.
1908. Kaum “Turki Muda” merebut kekuasaan dari Sultan Abdul Hamid II dan Musthafa Kamal menjadi tokoh militer seniornya.
1 Februari 1915. Memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal.
1916. Memperoleh kenaikan pangkat menjadi Basya (setingkat Jenderal).
1917. Diangkat menjadi wakil Panglima Pasukan Kedua.
1917 & 1918. Ditugaskan ke front Kaukasus (Kafkaslar) untuk berperang melawan Rusia. Ia kemudian ditugaskan ke Hijaz untuk meredakan “Pemberontakan Arab” (dukungan Inggris). Ia kembali berdinas dalam mempertahankan Palestina, namun gagal.
23 Agustus 1919. Berlangsung “Pertemuan Ardhrum” dan ia diangkat menjadi Gubernur Ardhrum.
1922. Setelah perang Shaqariya, ia meminta gelar “Ghazi” kepada Majelis dan uang hadiah 4 juta Lira Turki. Namun, yang dikabulkan hanya gelar “Ghazi” di depan namanya.
29 November 1923. Musthafa terpilih sebagai Presiden pertama Turki.
3 Maret 1924. Melalui sidang Dewan Perwakilan Nasional, ia memecat Khalifah , membubarkan sistem Khilafah, dan menghapus sistem Islam dari Negara Turki.
24 November 1934. Melalui keputusan Majelis, ia memasang gelar “Attaturk” pada namanya yang berarti “Founding Father Turki” atau dapat bermakna “Leluhur Turki”.
10 November 1938. Musthafa meninggal dunia di istana Dulamah Baghjah, Istambul karena penyakit radang hati (lever cyruz).
Begitulah biografi singkat Musthafa. Dan jika apa yang dia lakukan bersama “Turki Muda” dengan merebut kekuasaan sah Khalifah terakhir Daulah Islam Turki Utsmani, Sultan Abdul Hamid II serta berlindung di balik Dewan Perwakilan Nasional untuk menghancurkan Khilafah itu belum cukup membangun kebencian kita, maka simaklah kebejatan-kebejatan lain si murtad Musthafa itu lewat penuturan tokoh-tokoh berikut ;
“Dikisahkan pula bahwa suatu hari Musthafa mengangkat gelas berisi minuman keras di depan umum dan berbicara kepada khalayak ramai, ‘Sesungguhnya minuman ini biasa diminum oleh para Sultan dan Khalifah, namun mereka menyembunyikannya dari pandangan umum. Adapun aku sekarang meminumnya secara terang-terangan.”
Dhabith Tarki Sabiq
“Mabuk di setiap acara pesta merupakan pemandangan biasa dari Attaturk yang tidak mungkin dihitung lagi. Pundi-pundi yang digunakan untuk mengisi dan menuangkan minuman keras juga tidak terhitung jumlahnya.”
Falih Rifqi dalam bukunya ‘Janqaya’.
“Pada suatu malam yang larut, Musthafa Kamal datang bersama salah seorang pengawalnya,Shalih, ke pintu gerbang sekolah mengendarai mobilnya. Lantas mereka berdua membawa paksa seorang putri murid sekolah tersebut dengan mobilnya untuk berbuat keji dengannya.”
Syahanadah Hanim, Kepala sekolah Darul Mu’allimat Ankara.
“Perilaku keji Musthafa Kamal tidak terbatas dengan dua cara ini saja ; mengambil murid perempuan dari sekolah atau disuguhkan dan dihadiahkan wanita oleh mereka yang menginginkan jabatan, kewibawaan, kedudukan, dan keistimewaan lainnya, tetapi juga bisa ditambahkan bahwa ia mengambil istri orang, anak perempuan atau saudara perempuan orang lain dengan jalan paksa.”
Dhabith Tarki Sabiq.
“Sementara itu, Menteri Pendidikan Turki, Syukri, ketika mulai diputus tali gantungannya, ia tidak dapat menahan untuk mengucapkan kalimat terakhirnya, ‘Sungguh, tali engkau (Musthafa Kamal) ini jelek dan hina seperti semua perbuatan engkau.”
-[ ]-
Setahun atau setahun lebih sebelum meninggal, yakni di tahun 1937, beberapa gejala penyakit mulai mendera tubuh Musthafa Kamal Attaturk. Di antara gejala penyakit itu adalah seringnya keluar darah dari hidung Musthafa Kamal dan rasa gatal yang menghinggapi sekujur tubuhnya.
Attaturk tidak kuat lagi menahan rasa gatal yang dideranya sehingga sering dalam sebuah rapat atau pertemuan penting, dia terpaksa harus memiringkan tubuh dan menggaruk kedua belah pahanya. Suatu saat dia berkata, “Di rumah ini banyak hewan merah kecil yang tidak terlihat oleh mata.” Sebenarnya, selain dirinya, tidak ada seorang pun yang merasakan gangguan hewan merah kecil itu, hanya saja ada satu orang yang mengaku merasakan hal yang sama sekedar sebagai upaya untuk menghiburnya.
Karena penyakit gatalnya semakin menjadi-jadi, maka ketika suatu saat akan melakukan perjalanan, Attaturk memerintahkan agar melakukan penyemprotan tempat tinggalnya dengan obat yang sangat kuat dan manjur. Tindakan terhadap “hewan merah” ini tidak pernah dilakukan oleh pemimpin yang paling gila dan bodoh sekalipun.
Dalam buku ar-Rajul al-Auhad karya Syaukat Tsurayya, halaman 549, disebutkan ;
Kepala Sekretariat khusus menulis sebuah memo kepada Kementerian Kesehatan seperti berikut, ‘Mengingat adanya serangan semut di istana dan tubuh Attaturk yang gagah disengat hewan kecil ini sampai menimbulkan rasa gatal hingga di wajahanya.’
Sebagai jawaban, Penasihat Kementerian Kesehatan memberi pernyataan seperti berikut, ‘Memang benar ada semut di beberapa bagian istana. Para pakar yang kami kirim melaporkan bahwa semut tersebut berasal dari jenis semut yang hijrah dari Cina ke Eropa.’
Lalu, satuan khusus didatangkan dari kapal perang Yawuz untuk berburu semut di istana saat Musthafa pergi ke Ankara. Sekelompok satuan khusus dari kapal perang Yawuz itu datang untuk berburu semut seperti sebuah satuan besar sedang mengamankan sebuah bangunan istana.
Setibanya dari Ankara, Penasihat Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa ia menyaksikan Attaturk tampak sangat menderita, sedangkan penyakit gatal dan darah yang sering mengalir dari hidungnya semakin parah dari sebelumnya.
Betapa menggelikannya hal ini, sosok besar yang bahkan pernah merasa menjadi Tuhan itu merasa rapuh dan runtuh karena gigitan semut. Lalu, orang-orang di sekitarnya yang seharusnya masih waras, ikut terseret kegilaannya, mengirim pasukan khusus dari kapal perang untuk berburu semut dan membuat analisa semut dari penelitian pakar-pakar yang dikirim Penasihat Kementerian Kesehatan.
Sementara itu, pengaruh penyakit lever terus berlanjut dalam tubuh Attaturk tanpa dapat dihentikan. Selain penyakit gatal, darah terus mengalir dari hidungnya.Coba perhatikan hikmah Allah swt ; Sekalipun Attaturk dikelilingi oleh sekian banyak dokter professional, spesialis dan pakar kedokteran, namun tak ada satupun dari mereka menyadari bahwa apa yang dirasakan Attaturk itu adalah gejala-gejala penyakit yang dideritanya. Tidak satupun dari dokter itu mencoba memberi perhatian serius dengan mendiagnosis secara lebih teliti atau merasa curiga dan khawatir dengan semua gejala yang diderita Attaturk. Mereka cuma sibuk menghibur akan menghentikan pendarahan di hidungnya dan berupaya menyenangkannya dengan memburu semut di istananya dengan mengirim satuan khusus dari kapal perang untuk berburu semut. Padahal , pelayanan untuk diagnosis kesehatan itu dapat diperoleh oleh orang desa sekalipun. Attaturk tidak mendapat pelayanan kesehatan yang semestinya dapat diperoleh dengan mudah oleh rakyatnya yang paling miskin sekalipun asalkan orang tersebut mau datang ke Rumah Sakit Pemerintah karena ada banyak fasilitas di sana.
Semua itu tidak lepas dari dari hikmah dan kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Akhirnya, pada tahun 1938, Attaturk mengetahui penyakit yang sebenarnya telah dideritanya sejak tahun 1936. Dan ketika dia tahu, penyakitnya sudah sangat parah.
Sumber : “Kamal Attaturk, Pengusung Sekulerisme dan Penghancur Khilafah Islamiah” . Penulis ; Dhabith Tarki Sabiq. Penerbit ; Senayan Publishing. & DBS
(KabarDuniaIslam/
89 Tahun Hidup Tanpa Khilafah, Sampai Kapan?
Kembali, umat Islam hidup tanpa naungan Khilafah, selama 89 tahun, tepat di tanggal 3 Maret 2013. Di tanggal 3 Maret 1924 itulah atau bertepatan dengan tanggal 28 Rajab 1342 Hijriyyah, Musthafa Kamal Attaturk, antek barat keturunan yahudi yang lahir di Salanik atau Salonika (1880 M/1296 H) memecat khalifah, membubarkan sistem khilafah, dan menghapus sistem pemerintahan (kenegaraan) dan kepemimpinan Islam yang telah berjalan ribuan tahun tersebut dari Khilafah Ustmaniyyah di Turki.
Sejak peristiwa 3 Maret 1924, kaum Muslimin hidup tanpa naungan Khilafah, terpecah belah menjadi sekitar 60-an negara nasionalis yang tidak terikat satu sama lain dengan ikatan yang shahih (aqidah Islam), dihinakan, wilayahnya diduduki penjajah, darahnya ditumpahkan, kehormatannya dilecehkan, dan agamanya dinistakan. Sampai kapankah umat Islam rela hidup tanpa naungan Khilafah?
Bagaimana Khilafah Islam Diruntuhkan ?
==========================
Syekh Abdullah Azzam rahimahullah dalam bukunya ‘Al Manarah Al Mafqudah’ (Pelita Yang Hilang) menjelaskan penyebab runtuhnya kekhilafahan. Menurut beliau, orang-orang Eropa berpendapat bahwa cara yang paling mudah untuk mematikan Islam adalah melayangkan pukulan mematikan memlalui tangan putra-putranya yang mengaku sebagai kaum Muslimin.
Musthafa Kamal Attaturk datang mewujudkan impian yang belum pernah terbayangkan sebelumnya oleh orang-orang Eropa yakni memecat Khalifah, membubarkan sistem Khilafah, dan menghapus sistem pemerintahan Islam yang telah berjalan ribuan tahun dari Khilafah Ustmaniyyah di Turki.
Menurut Syekh Abdullah Azzam dalam ‘Al Manarah Al Mafqudah’ buku beliau yang diterbitkan di Shada, perbatasan Afghanistan pada 26 Juni 1987 tersebut, Musthafa Kamal Attaturk lahir di kota Salonika atau kota Yahudi, yang berpenduduk 140.000 jiwa, dimana 80.000 diantaranya adalah orang-orang Yahudi Espana dan 20.000 lagi adalah orang-orang Yahudi Aldunama, yakni kaum Yahudi yang berpura-pura masuk Islam (dokumen duta Inggris, Lother, tanggal 29-5-1910), diterbitkan oleh Majalah Al-Mujtama’ no. 425-529, 1978.)
Musthafa Kamal Attaturk adalah agen dan antek orang-orang kafir Eropa, terutama Inggris. Musthafa mengawali pengkhianatannya ketika berada di Palestina, dengan mengadakan perjanjian dengan Allenby, panglima pasukan Inggris. Dari pengkhianatan itu disepakati Musthafa menarik pasukannya dari Palestina dan memberi kesempatan kepada Allenby untuk masuk bersama pasukannya dalam keadaan tenang dan damai. Pasukan Allenby akhirnya memukul mundur pasukan ke IV Turki dengan pukulan yang mematikan. Akibat dari pengkhianatan awal Musthafa, kekuatan Turki hancur untuk selama-lamanya dimana hasil pertempuran sangat memilukan, jumlah tawanan mendekati seratus ribu tentara, di luar jumlah mereka yang mati oleh peluru orang-orang Druze dan Armenis (Ar Rajulu Ash-Shanamu).
Syekh Abdullah Azzam membeberkan dalam ‘Pelita yang Hilang’ bukti-bukti pengkhianatan Musthafa Kamal Attaturk dan kesepakatannya dengan Inggris.
1. Mundurnya Musthafa Kamal dari posisi strategis yang terlindung kuat, yakni di timur Nabulus, yang dilakukan persis di malam masuknya pasukan Allenby, 19 September 1917, dengan mendadak dan dalam waktu yang singkat.
Dhabith Tarki Sabiq, mantan jenderal Turki, penulis buku Ar Rajulu Ash-Shanamu, Kamal Attaturk (Manusia Berhala, Kamal Attaturk), menyatakan : “Di sini terjadi kesepakatan antara Mustafa Kamal dengan panglima pasukan Inggris, Jenderal Allenby, secara rahasia. Isi kesepakatan tersebut ialah Musthafa Kamal akan menarik mundur pasukannya secara mendadak, sehingga tentara Turki tidak mampu melakukan pertahanan. Tentu saja hal itu menyebabkan mereka jatuh ke tangan musuh.
2. Inggris mengadakan hubungan dengan Musthafa Kamal pada waktu dia masih menjadi panglima pasukan di Palestina. Mereka membujuk Musthafa Kamal untuk mengadakan pemberontakan terhadap Sultan dan Inggris berjanji untuk membantu rencana tersebut.
3. Setelah Allenby merebut kemenangan, maka ia datang ke Istambul. Dia meminta Daulah Turki yang kalah untuk mengangkat Musthafa Kamal sebagai panglima pasukan ke IV dekat wilayah Maushil (kota di Iraq), dimana pengaruh Inggris dan daerah minyak terletak. Tujuannya supaya Musthafa Kamal dapat melindungi berbagai kepentingan Inggris dan mengamankan mereka di sana.
4. Musthafa Kamal, setelah kekalahan besar yang diderita Turki dan sesudah kembali ke Turki, mempunyai hubungan rahasia dengan pastor yang dikenal dengan nama Frid, seorang kapala intelejen Inggris di Turki.
5. Sandiwara kemenangan yang gemilang di Anatolie, khususnya di wilayah Sicoria, Azmir, dan Avion yang menjadikan Musthafa Kamal melambung ketenarannya bagaikan sebuah lagenda. Maka sempurnalah sandiwara tersebut dengan penampilan yang menghipnotis dan merampas perasaan hati itu. Inggris telah menekan Khalifah sedemikian rupa sehingga dia nampak lemah dan tak berdaya. Sementara di sisi lain mereka berpura-pura lemah menghadapi Musthafa Kamal agar nampak bahwa dia adalah pahlawan satu-satunya di Turki.
Akhirnya pada tanggal 3 Maret 1924, Musthafa Kamal, sang agen dan antek Inggris turunan Yahudi tersebut mengusulkan rencana untuk menghapus, membubarkan khilafah, memisahkan antara agama dan negara, serta mengganti Mahkamah Syariah dan Undang-Undang Syariah dengan Mahkamah Modern (Thaghut) dan Undang-Undang Modern (Thaghut).
Syekh Abdullah Azzam mengomentari tindakan keji Musthafa Kamal tersebut: “Sungguh Musthafa Kamal telah mencabut bangunan yang tinggi dari pondasinya. Bangunan yang selama lima abad menjadi menara petunjuk bagi kaum Muslimin, menjadi pelita yang menerangi kaum Muslimin di bumi Turki.”
Syekh Abdul Qadim Zallum, dalam bukunya “How The Khilafah Destroyed” (Kaifa Hudimat al-Khilafah) menceritakan detik-detik dimana Khilafah Islam terakhir di Turki diruntuhkan oleh antek dan agen Inggris, Musthafa Kamal Attatruk.
“Pada pagi hari tanggal 3 Maret 1924, diumumkan bahwa Majelis Nasional telah menyetujui penghapusan Khilafah dan pemisahan agama dari urusan-urusan negara. Pada malamnya, Musthafa Kamal mengirimkan perintah kepada gubernur Istambul yang menetapkan bahwa Khalifah Abdul Majid harus meninggalkan Turki sebelum fajar hari berikutnya. Pada tengah malam, gubernur bersama satu pasukan dari kesatuan polisi dan militer mendatangi istana Khalifah. Khalifah dipaksa masuk ke dalam mobil yang kemudian membawanya melintasi perbatasan menuju Swiss. Setelah ia dibekali satu kopor berisi beberapa potong pakaian dan sejumlah uang. Dua hari kemudian, Musthafa mengumpulkan seluruh pangeran dan putri Sultan, kemudian mendeportasinya ke luar negeri. Seluruh peran agama dihapuskan dan waqaf kaum Muslimin menjadi milik negara. Sekolah-sekolah agama diubah menjadi sekolah umum di bawah pengawasan kementerian pendidikan. Demikianlah bagaimana caranya Khilafah diruntuhkan. Khilafah benar-benar runtuh, dan ikut runtuh pula Islam dalam kapasitasnya sebagai konstitusi negara, sebagai sumber perundang-undangan umat, serta sebagai pedoman hidup. Semuanya itu adalah perbuatan Inggris melalui kaki tangan dan agen mereka, si pengkhianat Musthafa Kamal Pasha.”
Lihat apa yang diucapkan Musthafa Kamal dalam pidatonya yang disampaikan pada anggota dewan:
“Dengan harga apa yang harus dibayar untuk menjaga Republik yang terancam ini dan menjadikannya berdiri kokoh di atas prinsip ilmiah yang kuat? Jawabannya Khalifah dan semua keturunan keluarga Utsman harus pergi (dari Turki), pengadilan agama yang kuno dan undang-undangnya harus diganti dengan pengadilan dan undang-undang modern, sekolah-sekolah kaum agamawan harus disterilkan tempatnya untuk dijadikan sekolah-sekolah negeri yang non agama.”
Dan Umat Islam pun Tercerai Berai
=======================
Pasca diruntuhkannya Khilafah Islam yang terakhir di Turki, umat Islam tercerai berai, bagai anak ayam kehilangan induknya. Kaum Muslimin terpecah belah menjadi sekitar 60-an negara nasionalis yang tidak terikat satu sama lain dengan ikatan yang shahih (aqidah Islam).
Setelah Khilafah Islam diruntuhkan, kaum Muslimin berpecah belah dan menyebar pada jalan yang berbeda-beda laksana domba di malam hujan, dimana kemudian kawanan serigala menerkam kaum Muslimin yang tercerai berai tersebut. Semua musuh mencabut senjatanya dan menghunuskan pedangnya untuk menyembelih siapapun dan dengan cara bagaimanapun yang mereka sukai. Khilafah Islam, sang pelindung umat sudah tiada lagi.
Syekh mujahid, Usamah bin Ladin rahimahullah dalam “Taujih Manhajiyah 2” menggambarkan derita umat akibat tercerai berai dan tidak memiliki pemimpin.
“ Pada saat darah orang-orang Islam mengalir dan ditumpahkan, di Palestina, Chechnya, Philipina, Kashmir dan Sudan, dan anak-anak kita mati lantaran embargo Amerika di Irak. Dan ketika luka-luka kita belum sembuh, sejak serangan-serangan salib terhadap dunia Islam pada kurun yang lalu, dan yang merupakan hasil dari kesepakatan Saix-Piccot antara Inggris dan Prancis, yang menyebabkan dunia Islam terbagi-bagi menjadi potongan-potongan, sedangkan para kakitangan salib masih berkuasa di dalamnya sampai hari ini, tiba-tiba keadaan yang serupa menghadang kita dengan kesepakatan Saix-Piccot, yaitu kesepakatan Bush-Blair, akan tetapi kesepakatan itu di bawah bendera yang sama, dan tujuannya juga sama. Benderanya adalah bendera salib, dan tujuannya adalah merampas dan menghancurkan umat Nabi kita shollallohu ‘alai wa sallam yang dicintai.
Sesungguhnya kesepakatan Bush-Blair mengaku ingin menghancurkan teroris, namun tidak samar lagi, meskipun bagi orang awam sekalipun, bahwa kesepakatan itu bertujuan untuk menghancurkan Islam, namun demikian para penguasa negara-negara kawasan timur tengah tetap saja menyatakan dukungan mereka, melalui berbagai ceramah dan tulisan, terhadap terhadap Bush di dalam memerangi teroris, yaitu memerangi Islam dan kaum muslimin, dalam sebuah pengkhianatan yang jelas terhadap Islam dan umatnya, dengan dukungan restu dari para ulama’ pemerintah dan para menterinya.”
Kesepakatan atau Perjanjian Saix-Piccot adalah kesepakatan rahasia yang berlangsung pada tahun 1334 H ketika perang dunia pertama antara Inggris dan Prancis, atas persetujuan Rusia untuk memecah-belah Daulah ‘Utsmaniyah dan membagi daerah - daerah yang tunduk di bawah kekuasaan ‘Utsmaniyah — yaitu Suriah, Irak, Lebanon dan Palestina — ke daerah-daerah yang tunduk kepada kekuasaan Prancis, sedangkan yang lainnya tunduk kepada kekuasaan Inggris. Kesepakatan tersebut dinamakan dengan nama tersebut karena dinisbatkan kepada pelakunya yaitu Marlk Saix orang Inggris dan George Piccot, orang Perancis.
Syekh Usamah rahimahullah melanjutkan :
“Dan sesungguhnya diantara tujuan terpenting dari serangan salibis baru ini adalah mempersiapkan kondisi negara-negara di wilayah timur tengah, setelah dilakukan pembagian, untuk mendirikan negara Israel Raya, yang mencakup sebagian besar Irak dan Mesir melewati Suria, Lebanon, Yordan, seluruh daerah Palestina dan sebagian besar dari negeri haromain (dua tanah suci).
Lalu, bagaimana caranya agar umat Islam yang tercerai berai tersebut bisa bersatu kembali di bawah naungan Khilafah Islamiyyah? Bagaimana pula caranya menahan keganasan orang-orang kafir yang membantai kaum Muslimin ?
Syekh mujahid, Usamah bin Ladin menjawabnya:
“Maka jalan untuk menahan kekuatan orang-orang kafir adalah jihad fi sabilillah, sebagaimana firman Alloh SWT:
” Maka berperanglah kamu pada jalan Alloh, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Alloh amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).” (An Nisa’: 84)
Sesungguhnya umat Islam pada hari ini, atas karunia Alloh SWT, mempunyai kekuatan yang sangat besar yang cukup untuk menyelamatkan Palestina dan menyelamatkan negeri-negeri umat Islam yang lain. Akan tetapi kekuatan ini terbelenggu, maka kita harus berusaha untuk melepaskannya. Selain itu, sebenarnya umat ini telah mendapat janji kemenangan, sehingga jika kemenangan itu tertunda maka hal itu disebabkan oleh dosa-dosa kita dan berpangkutangannya kita dari membela Alloh SWT. Alloh SWT berfirman:
“… jika kamu menolong (agama) Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad: 7)
Bahkan umat ini juga dijanjikan kemenangan atas orang-orang Yahudi, sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alai wa sallam:
“Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi orang-orang yahudi, lalu kaum musliminpun membunuh mereka, sampai-sampai ada seorang yahudi yang bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu atau pohon itu berkata: ‘wahai orang Islam, wahai hamba Alloh ini orang yahudi dibelakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon ghorqod, sesungguhnya ghorqod itu pohon orang-orang yahudi.” (HR. Muslim)
Maka di dalam hadits ini juga terdapat peringatan bahwasanya pertarungan yang menentukan dengan musuh itu, terjadi dengan cara pambunuhan dan peperangan, bukan dengan cara membuang-buang kekuatan umat selama puluhan tahun, dengan melalui jalan lain, seperti tipu daya demokrasi dan yang lainnya.
Revolusi Islam Menuju Penegakan Khilafah Islam
==========================
Kini, setelah 89 tahun berlalu, gaung kebangkitan Islam yang sejak lama diperjuangkan mulai menampakkan hasilnya. Kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia melihat secercah harapan kembalinya kejayaan dan keberkahan hidup di bawah naungan syariat Islam di bawah sistem pemerintahan Islam, Khilafah Islamiyyah.
Nubuwwah dari Rasulullah SAW., yang memberitakan akan berakhirnya masa kepemimpinan para diktaktor yang kejam dan bengis dan menjadi awal kemunculan sistem Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian mulai terlihat tanda-tandanya.
Keruntuhan rezim diktaktor Tunisia, disusul Mesir, Libya, dan kini Suriah menjadi tanda dan bukti benarnya berita kenabian Rasulullah SAW. Sementara itu, fenomena kemunculan negara-negara Islam atau yang lebih dikenal dengan Imarah Islam, seperti Imarah Islam Afghanistan, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Somalia, dan Daulah Islam Iraq menjadi penanda dan bukti yang menguatkan bahwa masa kedatangan Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian sudah semakin dekat. Karena seluruh Imarah Islam yang ada bercita-cita mewujudkan Khilafah Islamiyah mengikuti metode kenabian.
Nubuwwah dari Rasulullah SAW., yang memberitakan akan berakhirnya masa kepemimpinan para diktaktor yang kejam dan bengis dan menjadi awal kemunculan sistem Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian mulai terlihat tanda-tandanya.
“Dari Nu’man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH ‘ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Kerajaan yang Diwariskan (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Pemerintahan Diktaktor yang bengis (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH ‘ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)”. Kemudian beliau (Nabi) diam.” (H.R. Ahmad dan Al Baihaqi. Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461. Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273)
Syekh Hasan Umar hafizhahullah dalam artikelnya yang berjudul “Ruha al-Islam Dairah” (Roda Islam terus berputar) menjelaskan fase-fase dari Nubuwwah Rasulullah SAW., secara panjang lebar dan terperinci.
“Nabi SAW., memberitahukan, pada saat itu masa kenabian, bahwa masa kenabian beliau akan berlangsung di tengah umatnya ini sampai masa beliau wafat. Setelah itu datang masa khilafah rasyidah yang akan bertahan di tengah umat ini selama masa waktu tertentu. Kemudian Allah SWT., akan mengangkat masa tersebut.
Hal itu ternyata benar-benar terjadi. Kemudian muncul masa raja ‘adhun, yaitu kerajaan yang diwariskan. Masa tersebut terjadi sejak era Mu’awiyah bin Abi Sufyan RA, saat ia mengambil baiat untuk anaknya Yazid bin Mu’awiyah padahal saat itu Mu’awiyah masih hidup. Kerajaan yang diwariskan menjadi milik Bani Umayyah, lalu menjadi milik daulah Abbasiyah sampai selesai, kemudian daulah Mamluk, dan daulah Utsmaniyah. Daulah Utsmaniyah kemudian berakhir di tangan seorang sekuleris militeris, Musthafa Kamal Attaturk. Negara-negara Eropa berperan besar dalam menjatuhkan daulah Utsmaniyah, sehingga khilafah Utsmaniyah runtuh pada bulan Maret 1924 M.
Era kerajaan yang diwariskan (monarchi) telah berakhir, digantikan oleh pemerintahan militer atas negeri-negeri Islam pada abad 20 M. Bahkan, meski pihak militer yang tidak naik ke kursi kekuasaan, namun sisa-sisa kerajaan yang diwariskan seperti Arab Saudi, Yordania, dan Maroko mempergunakan bantuan kekuatan militer yang besar, dengan peralatan dan persenjataan modern untuk memberangus pihak oposisi dan siapa pun yang membenci penguasa tersebut. Pemerintahan tersebut secara realita adalah pemerintahan diktator, meski secara nama masih berupa kerajaan yang diwariskan.
Kekuasaan sepenuhnya digenggam oleh pemerintahan-pemerintahan diktator tersebut dengan banyak metode. Metode yang paling penting adalah: – aparat keamanan yang kuat yang menjaganya, memberangus para oposisi, mempergunakan media massa dan para jurnalis untuk ‘mencetak’ (membentuk) akal pemikiran rakyat sesuai kehendak para penguasa, suatu cara yang bisa disebut ‘operasi pencucian otak’. Mereka memenuhi otak rakyat dengan pemikiran-pemikiran yang mendukung para penguasa atau melalaikan rakyat dari dien Allah dan problematika-problematika umat yang paling menentukan nasib mereka, yaitu media massa memberikan porsi yang sangat besar untuk aspek seni, olahraga, lagu-lagu (musik), lawakan, dan seterusnya.
Para tokoh agama yang berubah menjadi para pegawai pemerintahan. Ketika melihat kemungkaran, mereka memegang prinsip: ‘Saya tidak melihat, tidak mendengar, dan tidak mengatakan’. Mereka berperan seperti para pendeta yang menganggap suci para penguasa, bukan berperan sebagai tokoh iman yang mengingkari kemungkaran penguasa dan meluruskan kekeliruannya, bukan pula berperan sebagai pemimpin umat yang mengembalikan hak-hak umat yang hilang.
Diantara metode terpenting para penguasa diktator tersebut adalah mengikuti kemauan Barat di bidang politik dan militer, dengan mencampakkan persoalan Palestina dari realita perjuangan, karena mereka semua sibuk menjalin perdamaian dengan Israel.
Maka kekuatan militer Amerika dipersilahkan bercokol di Kuwait, Teluk, dan Arab Saudi. Sikap politik negara-negara kawasan Teluk berada di bawah payung politik Amerika. Amerika bahkan melakukan intervensi sangat dalam, sampai taraf menentukan para penguasa di beberapa negeri Islam. Para penguasa tersebut meminta bantuan kekuatan adidaya (salibis Amerika dan Eropa) ini dan mereka menindas rakyat mereka sendiri. Maka mereka layak menyandang nama ‘Pemerintahan Diktator’.
Kini nasib para pemerintahan diktator ini mulai sempoyongan dan hendak roboh, dengan dimulainya revolusi rakyat di Tunisia, lalu di Mesir, lalu demonstrasi-demonstrasi dan bentrokan-bentrokan terjadi di Yaman, Libya, dan lain-lain. Semuanya terjadi secara berentetan, dengan kecepatan yang mengagumkan. Semuanya memiliki kemiripan dan beraksi secara cepat.
Kita tidak melihat ada penafsiran atas berbagai kejadian ini yang lebih jujur dari penafsiran Nabi SAW, yang telah memberitahukan kepada kita bahwa pemerintahan diktator akan menguasai umat ini selama masa yang Allah kehendaki. Allah kemudian akan mengangkatnya jika Allah telah menghendakinya.”
Metode Menegakkan Khilafah
===================
Pertanyaan penting yang muncul kemudian adalah, bagaimana metode yang shahih (syar’i) untuk menegakkan khilafah ?
Dalam Deklarasi Daulah Islam Irak, terdapat penjelasan ringkas mengenai metode syar’i mengangkat pemimpin. Ahli ilmu sepakat bahwa Imamah (kepemimpinan) diangkat berdasarkan tiga cara (kitab Al Ahkam Ash Sulthaniyah tulisan Imam Al Mawardi, dan Ghiyats Al Umam karya Imam Al Juwaini), yaitu :
Pertama : Melalui baiat dari sekelompok kaum Muslimin yang diangkat sebagai Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA) terhadap orang yang mereka pilih, yang menurut mereka orang itu memiliki kriteria-kriteria kelayakan standar yang diperlukan seorang pemimpin (imam).
Kedua : Imam menunjuk (memberi wasiat) salah seorang dari kaum Muslimin sepeninggalnya, atau Ahlus Ahli wal ‘Aqdi (AHWA) menunjuk beberapa orang yang salah satunya akan dipilih sebagai imam.
Ketiga : Melalui kudeta dan pemberontakan bersenjata di zaman terjadinya fitnah dan kosongnya suatu zaman dari seorang imam, sedangkan Ahlul Halli wal ‘Aqdi lamban untuk mengangkatnya. Maka di saat seperti ini, kaum Muslimin yang berhasil mengambil alih kekuasaan dengan pedangnya, lalu menyeru untuk berbaiat, menampakkan kekuatan dan pengikut, dia menjadi Amirul Mukminin secara sah menurut syariat. Dia wajib ditaati dan diabiat dan tidak boleh ada yang menentangnya.
Abu Ammar, penyusun buku Jama’ah Imamah Bai’ah, menjelaskan cara pemilihan dan pengangkatan imam. Ahlus sunnah bersepakat bahwa imam diangkat melalui tiga cara:
Al-Ikhtiyar (Pemilihan). Pemilihan dan pengangkatan oleh Ahlus Halli wal ‘Aqdi (AHWA), yaitu para ulama, tokoh-tokoh masyarakat, dan para pakar berbagai bidang kehidupan. Ahlul Halli wal ‘Aqdi merupakan lembaga (panitia) yang mewakili umat Islam, bertugas memilih seorang Muslim yang memenuhi syarat-syarat imamah, lalu mengangkatnya dan membai’atnya sebagai imam yang sah.
Al-Istikhlaf (Penunjukan). Penunjukan dan wasiat oleh imam yang sah saat ia merasakan telah dekat kematiannya. Ia menunjuk seorang sebagai calon penggantinya, atau ia menunjuk beberapa calon yang kemudian Ahlul Halli wal ‘Aqdi memilih salah seorang di antara calon-calon tersebut sebagai imam yang sah. Catatan, kedua cara (cara 1 dan 2) di atas adalah cara yang berdasar nash syarriat, yaitu sunnah khulafaur rasyidin yang kedudukannya disejajarkan dengan sunnah Nabi SAW.
Al-Qahru wa Al-Ghalabah (Perebutan kekuasaan, kudeta). Perebutan kekuasaan dengan kekuatan senjata. Cara ini dilakukan oleh pejuang Muslim dalam masa-masa kekacauan. Pejuang Muslim yang menggulingkan imam yang sah dengan kekuatan senjata, lalu ia memerintah dan menegakkan syariat Allah, maka ia dihukumi sah sebagai imam dan wajib ditaati demi menjaga kemaslahatan yang lebih besar bagi umat Islam.
89 Tahun Tanpa Khilafah : From Imarah To Khilafah
Kini kita melihat dengan jelas permulaan hilangnya pemerintahan diktator, dan dengan izin Allah semua pemerintahan diktaktor tersebut akan lenyap. Jika pemerintahan diktator telah hilang, niscaya akan digantikan oleh fase khilafah yang berjalan di atas minhaj (metode) kenabian, seperti yang telah diberitahukan oleh nabi Muhammad SAW.
Gelombang tsunami revolusi Islam yang awalnya muncul di Tunisia telah melanda Timur Tengah dan kini menghantam kekuasaan pemerintahan diktaktor. Keruntuhan rezim diktaktor Tunisia, disusul Mesir, Libya, dan kini Suriah menjadi tanda dan bukti benarnya berita kenabian Rasulullah SAW.
Sementara itu, fenomena kemunculan negara-negara Islam atau yang lebih dikenal dengan Imarah Islam, seperti Imarah Islam Afghanistan, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Somalia, dan Daulah Islam Iraq menjadi penanda dan bukti yang menguatkan bahwa masa kedatangan Khilafah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian sudah semakin dekat. Karena seluruh Imarah Islam yang ada bercita-cita mewujudkan Khilafah Islamiyah mengikuti metode kenabian.
Imarah Islam, seperti Imarah Islam Afghanistan, Imarah Islam Kaukasus, Imarah Islam Somalia, dan Daulah Islam Iraq, dalam timbangan syar’i masuk dalam kategori “Imarah Khos” atau Imarah Khusus, yakni sebuah kekuasaan spesifik (Khusus) dari sebuah kepemimpinan Islam atas wilayah yang khusus pula, dimana syariat Islam diterapkan di wilayah tersebut.
Imarah Khos (Imarah Khusus) ini suatu saat bisa berkembang dan akhirnya mampu bi idznillah untuk menegakkan “Imarah Aam” (Imarah Umum) atau yang kita kenal dengan nama Khilafah untuk seluruh kaum Muslimin di dunia yang akan mewujudkan ketentraman, kesejahteraan, dan turunnya rahmat Allah SWT., tidak hanya kepada umat Islam, melainkan juga kepada umat non Muslim, bahkan kepada seluruh alam semesta.
Di saat itulah Nubuwwah Rasulullah SAW., kembali terbukti, dengan munculnya masa atau fase Khilafah ala Minhajin Nubuwah, yakni Khilafah yang mengikuti metode kenabian pasca runtuhnya pemerintahan diktaktor, dan diawali dengan kemunculan Imarah Islam. From Imarah To Khilafah, Insya Allah!
Wallahu’alam bis showab!
M Fachry
International Jihad Analysis
Ahad, 20 Robiul Akhir 1434 H/3 Maret 2013 M
Al-Mustaqbal.net-Masa Depan Islam
http://al-mustaqbal.net/
Militer Khalifah Utsmaniyah Di Pasukan Diponegoro
Oleh Ustadz Fahmi Suwaidi
Struktur Militer Utsmani dalam Laskar Diponegoro
Penjajahan Belanda di Nusantara selama 350 tahun tidaklah berlangsung dengan mulus tanpa perlawanan. Bangsa Muslim yang memiliki kehormatan dan harga diri ini tak henti-hentinya melawan. Jihad mempertahankan negeri dari serangan penjajah kafir adalah jalan hidup mereka semenjak dahulu kala. Tapi siapa sangka, ternyata pengaruh khilafah Utsmaniyah sangat besar di dalamnya.
Salah satu perlawanan terbesar yang sangat merepotkan Belanda adalah Perang Jawa (Java Oorlog) yang berlangsung dalam kurun 1825-1830. Perlawanan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro ini berlangsung di sebagian Pulau Jawa. Medannya membentang dari Yogyakarta di pantai selatan hingga perbatasan Banyumas di barat dan Magelang di utara. Meski wilayah ini relatif kecil dalam ukuran zaman sekarang, kawasan ini adalah pusat kerajaan Jawa yang mulai digerogoti oleh kekuasaan Belanda.
Perlawanan ini berkobar lama dan berdarah, ratusan ribu korban jatuh, terutama dari pihak Muslim. Belanda sendiri kehilangan ribuan prajurit dan kasnya hampir kosong untuk membiayai perang. Belanda menghadapi musuh berat yang menentangnya bukan semata sebagai kekuatan penjajah yang merampas hak, namun sebagai kekuatan kafir yang membahayakan akidah Islam.
Perlawanan Pangeran Diponegoro disusun dengan struktur militer Turki. Nama berbagai kesatuannya merupakan adaptasi dari nama kesatuan militer Khilafah Utsmani. Panglima tertingginya adalah Sentot Ali Basah, adaptasi dari gelar Ali Pasha bagi jenderal militer Turki. Sementara unit-unitnya antara lain bernama Turkiyo, Bulkiyo dan Burjomuah menunjukkan pengaruh Turki. Bulkiyo adalah adaptasi lidah jawa bagi Bölük, struktur pasukan Turki dengan kekuatan setara resimen. Sementara jabatan komandannya adalah Bolukbashi.
Susunan militer khas Turki ini membedakan pasukan Diponegoro dengan pasukan Mangkunegaran Surakarta yang menggunakan struktur legiun (mengadopsi sistem Perancis). Juga berbeda dengan kesultanan Yogyakarta yang menggunakan struktur bregodo (brigade, mengadopsi sistem Belanda).
Kiriman Senjata
===========
Tak hanya struktur militer ala Turki, Belanda bahkan mencurigai bahwa ada kiriman senjata dari Turki melalui pantai selatan Jawa. Karenanya pantai yang menghadap Samudera Hindia ini dijaga ketat. Deretan benteng kokoh dibangun Belanda menghadap lautan selatan. Sisanya antara lain masih bisa ditemukan di Cilacap, Jawa Tengah, dan Pangandaran, Jawa Barat. Penduduk lokal kini menyebutnya benteng pendhem (terpendam) karena sebagian strukturnya terpendam di bawah tanah.
Tak cukup dengan benteng berbentuk tembok fisik, benteng mitos agaknya juga dibangun oleh Belanda. Termasuk dengan menanamkan mitos tentang keramatnya pantai selatan. Belakangan muncullah mitos tentang Ratu Kidul yang hingga kini masih disembah dengan berbagai ritual oleh keraton maupun penduduk pesisir selatan.
Mitos tentang pantai selatan itu membuat penduduk lokal selalu dibayang-bayangi ketakutan pada kemurkaan Ratu Kidul. Mereka takut dan enggan mengeksplorasi potensinya. Termasuk potensinya sebagai gerbang hubungan internasional dengan dunia luar. Inilah yang diharapkan Belanda, perjuangan Muslim di Nusantara terisolir dari dunia Islam.
Dugaan penciptaan mitos oleh Belanda ini tidak berlebihan. Di antara program yang intens dilakukan oleh Belanda melalui sisi budaya adalah nativikasi. Upaya mengembalikan penduduk Muslim di Nusantara pada kepercayaan dan agama “asli” atau lokal. Program inilah yang mendorong Belanda tak segan mengeluarkan dana besar untuk mengkaji naskah-naskah kuno yang kini kebanyakan tersimpan di Leiden.
Hasil riset itu kemudian diwujudkan dalam tulisan-tulisan dan kitab-kitab yang kerap menjadi pegangan kelompok Kejawen seperti Darmogandhul dan Gathuloco. Isinya mengagungkan kehidupan Jawa pra-Islam, melecehkan syariat Islam dan mempromosikan teologi Kristen secara tersamar. Meski dianggap kitab kuno, penelitian sejarawan Muslim seperti Susiyanto dari Pusat Studi Peradaban Islam menunjukkan bahwa kitab-kitab itu dikarang pada era Belanda dan memuat ajaran teologi Kristen.
Sisa Laskar Diponegoro
================
Setelah Perang Diponegoro berakhir dengan kemenangan Belanda, pesisir selatan masih menjadi basis pasukan Diponegoro. Sisa-sisa laskarnya menyebar di pesisir selatan Kebumen dan Purworejo. Mereka biasa menyerang kepentingan Belanda di sekitar kota.
Oleh Belanda gerakan sisa laskar Diponegoro itu disebut sebagai para kecu (perampok yang bergerak siang hari) dan rampok (biasanya bergerak malam hari) yang terkenal di kawasan itu. Bisa jadi perkecuan dan perampokan itu dilandasi semangat terus berjihad melawan Belanda serta merampas ghanimah dan fa’i dari musuhnya. Wallahu a’lam
(KabarDuniaIslam/Eramuslim)
Subscribe to:
Posts (Atom)