Thursday, January 22, 2015

Mengapa Rasulullah SAW Memiliki Syafaat Besar, dan Bukan Para Nabi Lainnya?


Redaksi – Sabtu, 26 Jumadil Akhir 1435 H / 26 April 2014 10:20 WIB

muhammad

Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah pemimpin anak Adam pada hari kiamat.” Ini adalah sebuah pernyataan  yang menunjukkan kepemimpinannya kepada semua manusia sebagai  bentuk kenikmatan Allah dan kemuliaan yang diberikan-Nya kepadanya, bukan bentuk kesombongan. Allah SWT berfirman:
93:11
93:11
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur). (QS. Ad-Duha: 11)

Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah pemimpin anak Adam tanpa ada kesombongan, di tanganku bendera pujian tanpa ada kesombongan, Adam dan manusia di bawahnya berada di bawah benderaku tanpa ada kesombongan.”

Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin semua manusia di dunia dan akhirat. Di akhirat, semua manusia mengakui kepemimpin dan keutamaannya, baik manusia yang beriman maupun durhaka, manusia yang bahagia maupun celaka. Sementara itu, di dunia, tidak semua manusia mengakui kepemimpinannya kecuali manusia yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Pemimpin kaum adalah orang yang paling mulia dan murah hati di antara mereka, yang memerhatikan perkara mereka, serta berusaha memberikan kebaikan urusan mereka. Pemimpin kaum adalah orang yang dituju dalam kesedihan dan berbagai bencana serta diharap kebaikannya dalam keadaan-keadaan sulit dan sempit.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW menyatakan posisi kepemimpinannya agar mereka datang kepadanya dalam keadaan-keadaan yang paling menyulitkan,yaitu saat peristiwa bangkitnya kiamat dan prahara-praharanya. Beliau menjelaskan bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkan manusia dari bencana dan kesulitan saat itu kecuali pemimpin mereka. Ketika itu manusia melihat kepemimpinan Rasulullah SAW dan mengakuinya.

Imam Nawawi mengatakan dalam Syariah Shahih Muslim, “Allah memberikan ilham kepada manusia untuk meminta syafaat kepada Adam dan Rasul sesudahnya pada saat dimulainya hisab dan tidak memberikan ilham kepada mereka untuk meminta syafaat kepada Nabi SAW untuk pertama kalinya. Hal ini adalah untuk memperlihatkankeutamaan Nabi SAW. Ada kemungkinan Rasul lainnya mampu memberikan syafaat ini sebelum mereka meminta syafaat kepada Nabi Muhammad SAW. Apabila mereka memintanya dari Rasul-rasul lain selain Muhammad dan para rasul ini tidak mampu memberikan apa yang mereka minta, lalu mereka meminta syafaat dari Muhammad, dan beliau sanggup memberikan syafaat ini maka ini menunjukkan puncak pangkat, kesempurnaan kedekatan, dan kebesaran pemberian petunjuk dan ketenangan.”

An-Nawawi mengatakan, “Hadis ini juga menunjukkan keutamaan Nabi SAW di atas semua makhluk dari para rasul, anak Adam, dan malaikat. Sesungguhnya tidak ada yang mampu memberikan perkara besar ini – syafaat al-uzhma(agung) –selain beliau. Wallahu a’lam.”

Tidak seorang pun dari para rasul yang dapat memberikan syafaat besar karena saat itu dipenuhi dengan murka Allah SWT. Oleh karena itu, setiap rasul mengatakan, “Sesunggguhnya Tuhan pada hari ini murka dengan murka yang belum pernah seperti itu sebelumnya dan tidak akan pernah seperti itu setelahnya.” Maka tidak dapat mensyafaati kecuali kekasih Allah yang paling terkasihi dan paling dekat dengan-Nya, yaitu Muhammad SAW.

Agar seseorang tidak terjatuh dalam keraguan mengenai  apakah para nabi salah atau berdosa padahal mereka adalah maksum, hal tersebut perlu dijelaskan di sini.

Para ulama terdahulu telah memberikan jawaban atas apa yang dinisbatkan kepada para nabi berupa perbuatan dosa, setelah Al-Qur’an dan sunah menunjukkan dengan jelas kemaksuman mereka dari penyelewengan dan perbuatan haram. Setiap ulama terdahulu telah  memberikan jawaban yang di dalamnya terdapat penjelasan kesucian para nabi, kesempurnaa, kemuliaan, dan kebebasan mereka dari perbuatan-perbuatan keji dan buruk.

Jika bukan karena khawatir memperpanjang lebar , kami akan menyebutkan disini pendapat-pendapat mengenai hal itu dengan terperinci. Akan tetapi, disini kita menyebutkan satu pendapat yang masyhur di kalanan para ulama yang disebutkan dalam kitab-kitab ulama salaf dan dijelaskan dalam kitab-kitab ulama khalaf.

Dosa-dosa yang dinisbatkan kepada para nabi yang tersebut di dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi SAW sama sekali bukan seperti dosa-dosa yang dilakukan oleh selain mereka. Akan tetapi, ini adalah bagian bab kaidah yang ditetapkan dalam masyhur di kalangan semua lapisan ulama baik salaf maupun khalaf.

Kaidah ini berbunyi, “Kebaikan bagi al-abrar adalah keburukan bagi al-muqarrabun, mubah bagi orang awam adalah keburukan bagi orang  al-abrar.” Dosa yang dinisbatkan kepada para nabi dalam suatu ayat atau hadis adalah dosa jika dikaitkan dengan posisi mereka yang tinggi dan khusus, walaupun bukan dosa jika dikaitkan dengan selain mereka, bahkan dianggap kebaikan. Wallahu a’lam.

Akhir do’a kami adalah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Mahir Ash Shufiy
sumber

Usia Anda Hanya Satu Hari, Hari Ini adalah Hari Anda


Redaksi – Senin, 15 Rabiul Awwal 1436 H / 5 Januari 2015 10:40 WIB

alqarny
alqarny


Jika anda terbangun hari di pagi hari, maka janganlah lagi anda menanti sore segera menjelang. Hari ini Anda akan hidup, hanya hari ini. Tidak ada hari kemarin yang telah pergi bersama suka dukanya. Tidak ada hari esok yang sampai saat ini belum kunjung datang. Matahari hari inilah yang kini menaungi anda. Hari ini adalah hari anda , HANYA HARI INI. Usia anda hanya satu hari ini. Tumbuhkan semangat hidup dalam jiwa anda hanya untuk hari ini. Berfikirlah bahwa Anda lahir hari ini dan mati hari ini.
Dengan jalan seperti itu, hidup Anda tidak akan gagap untuk meraba antara kecemasan, kesedihan, dan duka masa lalu dengan khayalan masa depan, lengkap dengan potret suramnya yang mengerikan serta segudang problematika hidup yang siap menerkam anda.

Untuk satu hari ini saja, curahkan konsentrasi , perhatian, prestasi terbaik , kerja keras dan kesungguhan anda. Hanya untuk hari ini saja anda harus siap melaksanakan shalat dengan khusyu, bacaan Al Qur’an, zikir dengan penuh kehadiran hati, (Aidh Al Qarni)
sumber

Al-Qaeda keluarkan video antipengesanan


Video tersebut turut mengandungi pakej perisian antipengesanan.
Video tersebut turut mengandungi pakej perisian antipengesanan.
LONDON - BRITAIN . Kumpulan militan al-Qaeda telah mengeluarkan video melatih anggota mereka untuk mengelakkan daripada dikesan oleh agensi perisikan.

Menurut portal Daily Mail, taktik itu direka menggunakan maklumat teknik risikan Barat yang didedahkan pembocor maklumat Agensi Keselamatan Kebangsaan (NSA), Edward Snowden pada 2013.

"Video tersebut turut mengandungi pakej perisian antipengesanan dan maklumat mengenai syarikat di Amerika Syarikat (AS) dan Britain yang bekerjasama dengan agensi perisikan," jelas laporan itu lagi.

Susulan daripada itu, beberapa pengkritik berpendapat perisian itu  mungkin akan menyukarkan lagi pihak berkuasa untuk menjejaki anggota militan pada masa hadapan. - Press TV

Jutawan China beli saham Atletico Madrid


Jutawan China, Wang Jianlin membeli 20 peratus pegangan saham Atletico Madrid dengan nilai RM 187 juta.
Jutawan China, Wang Jianlin membeli 20 peratus pegangan saham Atletico Madrid dengan nilai RM 187 juta.
JUTAWAN China, Wang Jianlin membeli 20 peratus pegangan saham kelab bola sepak Sepanyol, Atletico Madrid dengan nilai RM 187 juta.

Menurut Wang, pelaburan ini dilihat sebagai satu  peluang keemasan untuk pemain muda China bermain untuk kelab-kelab bola sepak Eropah yang terkemuka.

" Ia juga akan mengukuhkan kualiti bola sepak China dan merapatkan jurang antara negara lain di dunia. " katanya dalam satu kenyataan,

Memetik laporan BBC, pembelian ini boleh membantu menarik peminat baru dari negara Asia dan juga penaja dari China .

Terdapat satu trend di mana ramai jutawan Asia membeli pegangan saham kelab bola sepak Eropah.

Hartawan Malaysia Vincent Tan memiliki kelab Cardiff City , Ketua Pegawai Eksekutif Kumpulan AirAsia, Tony Fernandes miliki Kelab Queen Park Rangers (QPR) dan ahli perniagaan Singapura Peter Lim memiliki kepentingan Kelab Sepanyol, Valencia.

K-Pop: Pusingan U Jawi Dipersoal


Diterbitkan: Khamis, 22 Januari 2015 7:30 AM

PETALING JAYA: Beberapa pertubuhan bukan kerajaan (NGO) Islam mempersoalkan tindakan Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (Jawi) yang membuat pusingan U apabila memutuskan untuk tidak mengeluarkan waran tangkap kepada tiga remaja bertudung yang terbabit dalam kontroversi konsert K-Pop baru-baru ini.
Namun apa yang lebih membimbangkan, jika kontroversi yang berlaku sebelum ini berulang pada satu lagi persembahan luar negara membabitkan artis K-Pop, Taeyang yang dijadualkan berlangsung di Kuala Lumpur pada 7 Februari depan.
Presiden Angkatan Belia Islam Malaysia (Abim), Amidi Abdul Manan berkata, tindakan itu disifatkan memalukan apabila Jawi mengubah keputusan atau pendirian yang akhirnya memberi kesan buruk kepada mereka sebagai salah sebuah agensi awam yang bertanggungjawab terhadap hal ehwal agama di sini.
Beliau berkata, ia juga kelihatan seolah-olah tindakan tersebut tidak cukup matang dan gagal dipertimbangkan sebaik-baiknya.
“Ia hanya akan menyebabkan imej Islam itu tercalar. Kenapa perlu teragak-agak antara nak keluarkan waran tangkap dan tak nak. Apakah sebenarnya pertimbangan Jawi, sama ada untuk mengenakan waran tangkap dan sebaliknya?
“Saya berpandangan bahawa Jawi perlu ke hadapan membawa imej dakwah dan tarbiah (pendidikan) yang sebenarnya dituntut dalam Islam,” katanya ketika dihubungi mStar Online pada Rabu.
Pada Rabu, mStar Online melaporkan menurut sumber Jawi, jabatan itu memutuskan untuk tidak mengeluarkan waran tangkap ke atas tiga remaja yang terbabit dalam kontroversi aksi sumbang di konsert kumpulan K-Pop, B1AF baru-baru ini apabila sehingga ke hari ini kesemua mereka masih belum tampil untuk membantu siasatan.
Minggu lalu, Pengarah Jawi, Paimuzi Yahya dilaporkan sebagai berkata, waran tangkap melalui perintah mahkamah akan dikeluarkan sekiranya ketiga-tiga remaja berkenaan tidak tampil memberikan kerjasama selepas diberi tempoh seminggu.
Amidi berkata, apabila Jawi mengeluarkan kenyataan yang bersifat menghukum, ia sepatutnya dilakukan dalam keadaan yang berhati-hati.
“Kenyataan 'menghukum' itu seolah-olah menunjukkan kuasa yang hanya memberikan konotasi negatif dan tindak balas yang tidak baik kepada masyarakat,” katanya.
Sehubungan itu, Amidi meminta Jawi atau mana-mana institusi agama membawa imej dakwah dan tarbiah dalam membuat sebarang keputusan terutama yang menyentuh sensistiviti agama, kaum dan masyarakat Malaysia.
“Saya beranggapan remaja yang terbabit di konsert K-Pop sudah mendapat pengajaran berdasarkan pelbagai reaksi daripada masyarakat. Saya harap insiden yang telah berlaku dijadikan pengajaran.
“Ini termasuk pihak penganjur dan artis itu sendiri supaya menghormati budaya dan masyarakat tempatan. Langkah-langkah pencegahan perlu diteruskan supaya kejadian tidak berulang pada penganjuran acara hiburan pada masa akan datang,” katanya menyentuh persembahan Taeyang nanti.
Kebimbangan terhadap insiden yang sama mungkin berlaku pada konsert Taeyang turut disuarakan oleh Setiausaha Agung Persatuan Ulama Malaysia (PUM), Dr Mohd Roslan Mohd Nor sekiranya tiada tindakan proaktif daripada pihak berkuasa.
Beliau menyarankan pihak berkuasa dan penganjur perlu bersama-sama melakukan perbincangan dalam mencari penyelesaikan yang baik dari segi garis panduan.
Katanya, agensi yang meluluskan penganjuran konsert iaitu Agensi Pusat Permohonan Penggambaran Filem dan Persembahan Artis Luar Negara (Puspal) di bawah Kementerian Komunikasi dan Multimedia perlu mengambil kira garis panduan hiburan dalam Islam yang dikeluarkan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim).
“Masalah di sini adalah kita bukannya anti hiburan tetapi mahu menekankan dari segi cara pelaksanaan itu yang tidak sesuai dengan budaya kita.
“Jakim dan Puspal perlu bersama-sama mencari jalan penyelesaian dari segi garis panduan untuk penganjuran acara hiburan supaya insiden di konsert K-Pop sebelum ini tidak lagi berulang,” katanya.
Tambahnya, syarat penganjuran konsert turut dicadang supaya diperketatkan dan penganjur perlu mengikut prosedur yang ditetapkan.
“Kementerian atau agensi berkaitan yang meluluskan penganjuran konsert ini tidak boleh lepas tangan dan perlu bertanggungjawab,” kata Mohd Roslan.

Puluhan ribu warga Chechnya gelar protes menentang majalah satir Charlie Hebdo penghina Nabi


Selasa, 30 Rabiul Awwal 1436 H / 20 Januari 2015 20:30
Puluhan ribu warga Chechnya gelar protes menentang majalah satir Charlie Hebdo penghina Nabi
Aksi protes menentang Charlie Hebdo di Chechnya
 
CHECHNYA (Arrahmah.com) – Puluhan ribu orang berkumpul dalam aksi protes yang disponsori negara di wilayah Muslim Rusia di Kaukasus Utara, Chechnya, utuk menentang publikasi kartun Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang telah memicu serangan di Perancis, lapor Al-Jazeera.
“Ini adalah sebuah protes terhadap orang-orang yang mendukung penerbitan karikatur Nabi Muhammad (Shalallahu ‘alaihi wa sallam),” tegas pemimpin di kawasan itu Ramzan Kadyrov kepada para peserta aksi di ibukota Grozny, pada Senin (19/1/2015).
“Ini adalah sebuah protes terhadap orang-orang yang menghina agama Islam.”
Para demonstran meneriakkan “Allahu Akbar” dan melepaskan balon-balon ke langit saat pembicara berpidato dengan lantang menentang pemerintah Barat yang mengizinkan publikasi pencetakan karikatur nabi.
Kadyrov pada Ahad (18/1) mengatakan bahwa dia berharap ratusan ribu orang menghadiri aksi tersebut dan dia juga berharap liputan acara tersebut disiarkan secara langsung di televisi negara Rusia untuk menunjukkan perjuangan demonstran yang mememenuhi alun-alun Grozny.
Protes itu adalah protes untuk menentang publikasi terbaru kartun Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam oleh majalah satir mingguan Perancis, Charlie Hebdo.
Majalah itu kembali menerbitkan kartun yang menghina nabi seminggu setelah serangan terhadap kantor pusat mereka yang menewaskan 12 orang di Paris.
Serangan Paris begitu mengejutkan negara itu. Namun Barat, dengan banyak surat kabar dan majalahnya yang tersebar di seluruh dunia, malah mendukung pencetakkan ulang kartun-kartun Charlie Hebdo.
Pengawas media Rusia pada Jum’at (16/1) memperingatkan bahwa publikasi yang mencetak kartun Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam begitu melanggar hukum negara dan norma-norma etika.
Pejabat media dan komunikasi yang ditunjuk untuk menyelidiki keluhan maladministrasi ini, Roskomnadzor, mengatakan bahwa penerbitan karikatur Nabi dapat dikualifikasikan sebagai “menghasut kebencian etnis dan agama” serta dihukum berdasarkan undang-undang anti-ekstremisme.
(banan/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2015/01/20/puluhan-ribu-warga-chechnya-gelar-protes-menentang-majalah-satir-charlie-hebdo-penghina-nabi.html#sthash.CzvSBTgu.dpuf

Russia tuduh AS mahu kuasai dunia


Moscow: Russia semalam mencemuh ucapan tahunan ‘State of the Union’ Presiden Amerika Syarikat (AS) Barack Obama dengan berkata ia bukti Washington mahu menguasai hal ehwal dunia.
Menteri Luar Russia Sergei Lavrov berkata: “Amerika meletakkan batu asas untuk memulakan konfrontasi.
“Ucapan Obama itu menunjukkan AS cuma mempunyai satu falsafah: ‘Kami adalah nombor satu.’ Pada AS, semua orang perlu mengiktiraf kedudukannya itu.
“Pandangan itu lapuk dan tidak langsung sesuai dengan keadaan realiti dunia sekarang. Ia membuktikan AS mahu menguasai dunia.”
Dalam ucapannya kelmarin, Obama berkata: “Negara besar tidak boleh membuli negara kecil.”
Ia jelas merujuk kepada tindakan Russia menawan Crimea dan menyokong pemisah di timur Ukraine .
Obama dalam ucapannya itu memuji dasar AS terhadap Kremlin berhubung Ukraine yang dilihat menyebabkan Moscow terasing dan ekonomi Russia merudum. - AFP
Artikel ini disiarkan pada : Khamis, 22 January 2015 @ 5:10 AM
- See more at: http://www.hmetro.com.my/node/25428#sthash.wQDhkIcM.dpuf

Mahmud Abu Bekir berpoligami ketika masih bergelar suami



Datuk Seri Mahmud Abu Bekir Abdul Taib, tiba di mahkamah ketika perbicaraan kes tuntutan mutaah di Mahkamah Tinggi Syariah, Jalan Duta, Kuala Lumpur, hari ini. - Foto Mohamad Shahril Badri Saali
KUALA LUMPUR: Ahli perniagaan, Datuk Seri Mahmud Abu Bekir Tun Abdul Taib, hari ini memberitahu Mahkamah Tinggi Syariah di sini bahawa beliau berpoligami ketika masih bergelar suami kepada bekas isterinya, Shahnaz Abdul Majid.
Katanya beliau bernikah dengan seorang wanita warga Australia bernama Louisse Karen Hiley atau nama Islam, Louisse Aida Hiley, pada sekitar tahun 1999 dan 2000.
Katanya, perkahwinannya di Narathiwat, Thailand, yang hanya bertahan kurang daripada dua tahun itu dikurniakan seorang anak lelaki bernama Adam Faris, berusia 14 tahun.
"Saya kemudian bernikah dengan seorang lagi wanita daripada Russia, Elena Vasilenko pada April 2003 di tempat sama (Narathiwat) dan dikurniakan tiga anak," katanya ketika memberi keterangan pada perbicaraan kes tuntutan mutaah yang difailkan Shahnaz, kakak kepada ratu jazz negara, Datuk Sheila Majid, berjumlah RM100 juta.
Pada 11 Mei 2011, Mahkamah Tinggi Syariah mengesahkan perceraian talak satu antara Mahmud Abu Bekir dengan Shahnaz yang berkahwin pada 9 Januari 1992 dan dikurniakan seorang anak lelaki, Raden Murya, 22.
Bagaimanapun, beliau bersetuju dengan cadangan peguam syarie, Akbardin Abdul Kadir yang mewakili Shahnaz, bahawa kedua-dua perkahwinan di Narathiwat itu tidak mendapat kebenaran untuk berpoligami.
Beliau juga memaklumkan perkahwinan kali kedua turut dilakukan di tempat sama (Thailand) kerana ia lebih senang dan cepat.
Sementara itu, beliau turut menafikan telah melakukan penderaan emosi dan mental terhadap Shahnaz termasuk menghalangnya (Shahnaz) daripada memakai tudung selepas mereka mengerjakan ibadat haji pada 1995.
Anak Yang Dipertua Negeri Sarawak itu, menafikan tindakannya yang menyembunyikan berita perkahwinannya dengan dua wanita berkenaan adalah untuk mengaibkan dan memalukan bekas isterinya (Shahnaz).
Beliau juga menafikan tindakannya membawa Louisse Hiley, ke majlis perkahwinan adik perempuannya, Datuk Hanifa Hajar Taib pada 1999, adalah bertujuan menyisihkan dan memalukan Shahnaz.
"Untuk penjelasan, perempuan (Louisse Hiley) itu adalah isteri saya ketika di majlis itu. Ibu bapa saya turut ada bersama," katanya.
Perbicaraan di hadapan Hakim Syarie Muhamad Abdul Karim Wahab bersambung 29 Januari depan. Mahmud Abu Bekir akan menyambung keterangannya pada hari itu. - BERNAMA

Sudah mampu tunai solat Subuh



Sultan Kelantan berkenan melawat Nik Abdul Aziz di Wad 2 Delima, HUSM, Kubang Kerian malam kelmarin.


KOTA BHARU – Keadaan kesihatan bekas Menteri Besar Kelantan, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat (gambar kecil), 84, bertambah baik apabila dilaporkan sudah sedar dan mampu menunaikan solat Subuh.
Nik Abdul Aziz juga sempat mengambil sarapan dan minum pagi sendiri pagi semalam.
Anak beliau, Nik Mohammad Abduh berkata, beliau bersyukur kerana bapanya kini semakin stabil dan boleh bercakap.
“Alhamdulillah, beliau pagi ini (semalam) telah menunjukkan respons yang begitu baik. Beliau dapat minum air serta bercakap. Banyak juga air teh O yang diteguknya.
“Bapa juga sempat bertanyakan sejak bila dia tidak sedarkan diri,” katanya ketika ditemui di luar pekarangan Wad 2 Delima, Hospital Universiti Sains Malaysia (HUSM), Kubang Kerian di sini semalam.
Nik Mohammad Abduh memberitahu, pihak doktor turut meminta ahli keluarga menderma darah sebagai persediaan jika keadaan memerlukan.


Artikel Penuh: http://www.kosmo.com.my/kosmo/content.asp?y=2015&dt=0122&pub=Kosmo&sec=Negara&pg=ne_04.htm#ixzz3PVM7niU8 
Hakcipta terpelihara 

PBB, Barat perlu lindungi kesucian agama


Gambar bertarikh 16 Januari lalu merakamkan sebahagian penduduk
Gambar bertarikh 16 Januari lalu merakamkan sebahagian penduduk Palestin mengadakan tunjuk perasaan membantah penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh akhbar Perancis, Charlie Hebdo di Kompleks al-Aqsa, Baitulmaqdis. – REUTERS
DOHA 21 Jan. – Sebuah pertubuhan Islam terkemuka yang beroperasi di Qatar, menggesa Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) untuk mengharamkan sentimen yang menyemarakkan kebencian agama dan mendesak negara Barat agar melindungi masyarakat Islam ekoran serangan di Paris pada awal bulan ini.
Kesatuan Antarabangsa Cen­dekiawan Islam yang diketuai oleh ulama terkenal, Yusuf al-Qardawi, dalam kenyataannya berkata, umat Islam di seluruh dunia perlu meneruskan bantahan terhadap akhbar mingguan Perancis, Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur menghina Nabi Muhammad SAW.
Bagaimanapun, jelas pertubuh­an tersebut, bantahan perlu diadakan secara aman dan jangan sesekali me­lakukan keganasan, merujuk kepada rusuh­an ganas di Niger yang mengorbankan 10 nyawa.
Kesatuan berkenaan turut mengutuk tindakan Charlie Hebdo menyiarkan kartun kontro­versi tersebut yang se­cara tidak langsung menunjukkan pihak Ba­­rat menentang agama Islam dan menambahkan kebencian antara agama.
“Perlindungan perlu diberikan kepada kesucian golongan nabi, agama dan rumah ibadat selain negara-negara Islam wa­jar bersatu untuk mengemukakan satu draf undang-undang bagi mendesak PBB mengharamkan sentimen yang mencetuskan kebencian antara agama.
“Selain itu, nega­ra Barat juga perlu melindungi umat Islam, tidak kira sama ada mereka merupakan rakyat, penduduk (pendatang asing) atau pelancong,” tambah ke­nyataan tersebut. – AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/pbb-barat-perlu-lindungi-kesucian-agama-1.50744#sthash.sc4pxSWm.dpuf

Tahanan Islam dibenar simpan janggut


Abdul Maalik Muhammad
Abdul Maalik Muhammad
ARKANSAS 21 Jan. – Mahkamah Tinggi Amerika Syarikat (AS) sebu­lat suara memutuskan penjara Ar­­kansas tidak boleh meng­halang tahanan Islam yang ingin menyimpan janggut se­pan­jang 1.27 sentime­ter sebagai mematuhi ajaran agama itu.
Keputusan itu diumumkan semalam ber­­ikutan kes seorang ta­hanan, Gregory Holt, juga dikenali se­bagai Abdul Maalik Muhammad yang mahu mendapat kebenaran daripada pihak berkuasa penjara untuk menyimpan janggut dua kali lebih panjang daripada yang dibenarkan mengikut peraturan penjara.
Dalam keputusan bertulis oleh hakim, Samuel Alito itu, mah­ka­mah memutuskan bahawa per­aturan penjara itu me­nafikan hak Perlem­bagaan yang dimiliki Abdul Maalik berhu­bung kebebasan ber­aga­ma.
Alito berkata, pegawai penjara telah memberi pilihan kepada tahanan sama ada dia mahu terlibat dalam tingkah laku yang melanggar kepercayaan agamanya atau melanggar polisi berkeadaan rapi dan berdepan tindakan disiplin.
Perbicaraan kes tersebut diadakan pada Oktober lalu dan menurut peguam Abdul Maalik, Eric Rassbach, keputusan mahkamah itu adalah kejayaan terhadap kebebasan beragama.
“Ini bukan sahaja kemenangan kepada seorang tahanan di penja­ra Arkansas, malah kepada setiap penduduk AS yang percaya dan mahukan kebebasan untuk mengikut ajaran agama.
“Keputusan Mahkamah Tinggi menunjukkan pegawai kerajaan ti­dak boleh mengenakan peraturan berhubung kebebasan agama hanya kerana mereka fikir kerajaan tahu apa yang terbaik,” katanya dalam satu kenyataan.
Sebanyak 40 negeri dalam AS membenarkan tahanan penjara menyimpan janggut pendek dan Arkansas adalah antara 10 negeri yang mengenakan peraturan ketat terhadap perkara itu atas sebab-sebab keselamatan. – AFP
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/tahanan-islam-dibenar-simpan-janggut-1.50737#sthash.KCXe9vRn.dpuf

Lassana Bathily simbol kehebatan Islam


Lassana Bathily (tengah) mempamerkan sijil pengenalan dirinya
Lassana Bathily (tengah) mempamerkan sijil pengenalan dirinya selepas diberi status kerakyatan Perancis pada satu majlis di Paris, kelmarin. – AFP
PARIS 21 Jan. – Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Caze­nue­ve menyifatkan keberanian pen­datang Is­lam, Lassana Bathily yang mengambil risiko untuk menyelamatkan nya­wa tebusan dalam satu kejadian keganasan di Paris, baru-baru ini sebagai simbol kehebatan agama Islam yang mementingkan keharmonian dan to­lak-ansur.
Bathily, 24, yang berasal dari Ma­li berasa bangga dan terharu selepas tindakannya menyelamatkan enam orang tebusan itu dibe­ri penghormatan dengan diberi anu­ge­rah sta­tus kerakyatan Perancis yang diterima daripada Perdana Menteri, Manuel Valls pada satu majlis yang disiarkan secara langsung di tele­visyen seluruh Perancis.
Tambahnya, dia tidak melihat dirinya sebagai wira, sebaliknya hanya akan terus menjadi diri sendiri.
“Semua orang adalah sama dan perbezaan warna kulit bukanlah satu isu bagi saya. Perancis adalah negara yang mendukung hak asasi manusia,” katanya yang dipetik portal, Mail Online.
Bathily menetap di Perancis se­­jak 2006 dan pernah memohon status kerakyatan beberapa kali sebelum ini, namun tidak berjaya.
Dalam kejadian ganas yang berlaku pada 9 Januari lalu, seorang lelaki bersenjata, Amedy Coulibaly memasuki Pasar Raya Hyper Cacher di Porte de Vincennes, Paris, dan membunuh empat orang.
Bathily yang bekerja di pasar ra­ya itu kemudian membawa pa­ra pelanggan memasuki peti ais be­sar di tingkat bawah premis ber­­ke­naan supaya mereka dapat berlindung dalamnya.
Dalam pada itu, Dewan Bandar Raya Paris merancang untuk menya­man agensi berita Amerika Syarikat (AS), Fox News ekoran laporan yang mendakwa terdapat beberapa lokasi di ibu negara Perancis itu yang dige­lar sebagai ‘zon larangan’ kerana dihuni majoriti penduduk Islam.
Laporan Fox News menyebut, polis serta penduduk bukan Islam dilarang memasuki zon berke­na­an kerana bimbang keselamatan mereka terancam.
Laporan yang dipaparkan susulan serangan ganas di ibu pejabat akhbar, Charlie Hebdo di Paris dua minggu lalu mendapat kritikan dan Fox News digesa mengeluarkan kenyataan maaf secara terbuka selepas mendakwa beberapa kawasan di Paris dan Birmingham di England dikendalikan di bawah undang-undang syariah.
“Satu aduan akan difailkan da­­lam masa beberapa hari walau­pun kenyataan maaf daripada Fox News telah dikeluarkan pada Sabtu lalu,” jelas sumber dewan bandar raya.
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/lassana-bathily-simbol-kehebatan-islam-1.50731#sthash.cSH60NCq.dpuf

Nenek sertai latihan ketenteraan


22 Januari 2015 12:31 AM



LVIV, Ukraine 21 Jan. – Seorang nenek berusia 68 tahun diberikan gelaran ‘The Punisher’, selepas berjaya menamatkan latihan ketenteraan di negara ini bersama anggota tentera kadet yang empat dekad lebih muda daripadanya.
Portal Mail Online melaporkan, Ekaterina Bilyik dari bandar Zhidaev, barat Ukraine, kini bersedia untuk menyertai pertempuran yang berlaku timur negara ini.
Rakaman video yang dirakamkan di kem latihan tentera menunjukkan pesara itu berguling di kawasan padang yang diselaputi salji, melakukan aktiviti lompatan, dan menjalani latihan tembakan bersama kumpulan anggota tentera muda.
Bilyik yang mempunyai lima orang cucu berkata, dia mengambil keputusan untuk menyertai latihan ketenteraan selepas menyaksikan pertempuran ganas antara tentera Ukraine dan kumpulan pemberontak pro-Rusia di timur negara ini.
“Saya mahu menjadi contoh kepada generasi muda. Umur bukan penghalang untuk kita membuat sesuatu perkara, sebab itu saya membuat keputusan untuk menyertai latihan ketenteraan ini,” ujar Bilyik yang juga ibu kepada tiga orang anak.
Sementara itu, jurucakap tentera, Nataliya IShenko mengesahkan warga emas itu mengambil bahagian sama seperti latihan yang diberikan kepada pelatih lain yang kebanyakannya lebih muda 40 tahun daripadanya.
Malah, wanita berani itu lulus kesemua ujian dan boleh menembak menggunakan senjata api dengan tepat.
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/nenek-sertai-latihan-ketenteraan-1.50729#sthash.QjP1X08i.dpuf

Kanak-kanak lelaki China hidap penyakit kulit misteri


Damien Preston-Booth (kanan) menerima derma daripada selebriti,
Damien Preston-Booth (kanan) menerima derma daripada selebriti, Simon Cowell di sebuah restoran di London. – AGENSI
BEIJING 21 Jan. – Penderitaan yang dialami seorang kanak-kanak lelaki di China kerana menghidap penyakit kulit misteri, bukan penghalang buat dirinya untuk berjaya di alam persekolahan.
Kanak-kanak terbabit, Siong Lichen menderita penyakit Epidermolysis bullosa (EB) atau penyakit yang menyebabkan kulitnya mudah mengelupas dan tertanggal sejak dilahirkan lapan tahun lalu, sekali gus dinasihati doktor agar berehat di rumah.
Malah doktor memaklumkan ibu bapanya, Wang Xiaying, 39, dan Song Zhongmin, 43, bahawa anak mereka itu tidak akan hidup lama.
Walaupun Xiaying dan Zhongmin cuba merawat anak mereka di hospital pakar di Zhengzhou, wilayah Henan, tetapi penyakit yang dialami Lichen sangat jarang berlaku dan doktor tidak tahu cara untuk merawatnya.
Kini selepas hampir sedekad berlalu, kekurangan pada diri Lichen tidak melemahkan semangatnya untuk menjadi pelajar cemerlang di kelasnya apabila dia mengabaikan nasihat doktor dan menghadiri sesi persekolahan se­perti biasa.
Lichen turut digelar sebagai rama-rama kecil dalam kalangan kawan-kawannya kerana keadaan kulitnya yang mudah pecah seperti sayap seekor rama-rama, selain menyebabkan rasa sakit yang teruk.
Bagaimanapun di sebalik semangat yang ditunjukkan Lichen, Xiaying berkata, keadaan anaknya itu semakin teruk dan dia tidak mahu menjamah makanan termasuk nasi.
“Saya cuba tabahkan hati demi nasib Lichen, tetapi ada kalanya saya akan menangis sendirian apabila mengenangkan penderitaan yang dialaminya.
“Jarinya selalu terlekat dan dia tidak mempunyai kuku kerana se­ring gugur akibat penyakit misteri itu,” katanya.
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/kanak-kanak-lelaki-china-hidap-penyakit-kulit-misteri-1.50726#sthash.xJ0E8zIB.dpuf

Pengemis minta sedekah guna kad kredit


LONDON 21 Jan. – Seorang pengemis licik dari Lancashire, Britain mengambil kesempatan ke atas kemewahan golongan selebriti dan elit apabila dia meminta sedekah menggunakan kad kredit.
Penderitaan yang dialami Song Lichen akibat penyakit kullit, tidak menghalang dirinya untuk menjadi pelajar terbaik di kelas. – AGENSI
Menurut laman web, odditycentral.com, Damien Preston-Booth, 37, membawa alat pembaca kad kredit dan berpura-pura menjadi fakir untuk meminta derma daripada golongan kaya yang tidak membawa wang tunai bersama mereka.
Preston-Booth mengemis setiap hari Rabu sejak lima tahun lalu dan dia berulang-alik dari rumah sewanya di Preston ke London di mana dia meluangkan masa selama tiga hari tidur di tepi jalan dan mengemis .
Semua derma yang diterima menggunakan kad kredit dipindahkan ke akaun dalam taliannya, PayPal dan penderma turut menerima resit pemberian sedekah.
Menurut seorang rakan, Preston-Booth menerima beribu-ribu pound setahun dan mampu pergi bercuti ke luar negara beberapa kali.
Bagaimanapun, kelicikan Preston-Booth diketahui rakannya yang memaklumkan, dia berkawan dengan orang kaya di bar dan restoran yang membolehkan dia melakukan kegiatan tersebut.
“Apabila ada majlis sambutan selebriti, dia tidak segan meminta sedekah di hadapan kamera kerana dia tahu selebriti berkenaan tidak akan menolak untuk memberinya wang.
“Dia pernah menerima banyak wang di luar Hotel Dorchester apabila Sultan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah menghadiri satu majlis dan orang memberinya wang kertas 50 pound (RM274.90) dan 20 pound (RM109.97) kepadanya,” kata rakan tersebut.
Ditanya tentang kegiatannya itu, Preston-Booth mengaku tentang hal tersebut sambil berkata, dia tidak menggunakan wang tersebut untuk dadah atau arak, sebaliknya untuk keperluan hariannya.
- See more at: http://www.utusan.com.my/berita/luar-negara/pengemis-minta-sedekah-guna-kad-kredit-1.50724#sthash.rjt1bJV5.dpuf