Friday, March 15, 2013

Al Qaeda Tingkatkan Kontak dengan Kelompok Salafi Jihadi di Sinai



MESIR (KabarDuniaIslam) - Pejabat Thaghut Mesir merasa khawatir jika Mesir hanya berhasil merebut sebagian persenjataan yang masuk ke Semenanjung Sinai dari Libya, di lain pihak keberadaan Salafi Jihadi semakin bermunculan di Sinai dan ditenggarai pengiriman senjata tangan itu ditujukan ke Jalur Gaza, dengan Sinai sebagai tujuan akhir.

"Tidak semua persenjataan dari Libia menuju Gaza .. Mesir menjadi waspada karena senjata kiriman tersebut menumpuk di kelompok-kelompok Salafi Mesir. Mereka mulai membongkar pengiriman senjata-senjata tersebut di Delta Sungai Nile, utara Mesir, dan yakin persenjataan tersebut disimpan di Sinai. Hal ini membuat Thaghut Mesir sangat gelisah," ungkap seorang diplomat Eropa pada kantor berita Voice of America.

Menurut Agen Keamanan Israel, Shin Bet, ratusan senjata berkualitas, termasuk roket jarak-jauh dan misil anti-tank serta anti-pesawat dari Libiya dan Sudan berakhir di Gaza melalui Sinai di tahun 2012. Dalam beberapa bulan terakhir, Thaghut Mesir telah menyita banyak persenjataan tersebut, termasuk roket jarak-pendek dan misil anti-tank serta anti-pesawat. Thaghut Mesir juga mengungkap jalur penyelundupan senjata ke Sinai dan Jalur Gaza.

Pada 7 Januari lalu, Thaghut Mesir menggagalkan rencana bom mobil di kota Rafah, dekat Gaza. Akibat kejadian di Rafah dan informasi yang diterima agen intelejen mengenai serangan potensial dari kelompok mujahidin, Thaghut Mesir memberlakukan keadaan siaga di Sinai.

Sementara pada 11 Januari di el Arish, Utara Sinai, seorang tentara thaghut Mesir dibunuh oleh penembak jitu (sniper) yang ditenggarai berafiliasi dengan Mujahidin. Pada 15 Februari pejabat Thaghut Mesir mengumumkan penyitaan dua ton bahan peledak yang dikirim dari Kairo menuju Sinai dan dua hari kemudian diungkap persembunyian persenjataan di el Arish. "Senjata yang disita termasuk 21 granat anti-pesawat, enam ranjau anti-tank dan senjata anti-pesawat," kata seorang pejabat Thaghut Mesir. Dalam salah satu penyitaan pada 17 Februari, satu ton bahan peledak ditemukan di sebuah mobil menuju Kairo melalui Sinai.

Empat hari kemudian, juru bicara militer Thaghut Mesir mengatakan bahwa angkatan bersenjata Thaghut Mesir Akan terus melaksanakan tugas mereka di Sinai hingga semua terowongan di Rafah dihancurkan dan kawasan-kawasan di mana banyak dijumpai teroris (baca: Mujahidin) disingkrikan. Pada 27 Februari, pejabat Thaghut Mesir kembali menyita dua truk pick-up bermuatan 60 misil anti-tank di selatan Kairo yang sedang dalam perjalanan dari Libiya. Dan kemarin (05/03/2013) mereka menyita lagi persenjataan cadangan termasuk ranjau anti-tank di el Arish.

Merujuk pada kekhawatiran aliran persenjataan yang masuk ke Mesir, sumber intelejen Amerika mengindikasikan Dalam beberapa bulan terakhir terdapat peningkatan kontak antara Mujahidin Al Qaeda dan kelompok Salafi Mesir di Sinai dan kawasan Delta Sungai Nile," demikian yang diungkap ke Voice of America.

Sejak Revolusi Arab (Arab Spring), tumbuh pesat sejumlah kelompok Jihadi Salafi yang terhubung dengan Al Qaeda di Sinai, Mesir. Kelompok-kelompok ini bertanggung jawab terhadap serangan militer dan kepolisian Thaghut Mesir, Israel, penjaga perdamaian internasional di Sinai dan sebuah pipa kilang yang menyalurkan gas alam ke Israel dan Yordania.

Menurut Shin Bet, elemen-elemen jihad global memanfaatkan Sinai sebagai basis untuk mengobarkan serangan melawan Israel. Pejabat-pejabat Barat memperkirakan terdapat sedikitnya beberapa ratus jihadis yang beroperasi di Sinai, sebagian berasal dari Yaman dan Somalia. Pejabat Thaghut Mesir menambahkan kekhawatiran mereka, bahwa Mujahidin dari Algeria dan Libia turut beroperasi di Semenanjung Sinai.

Intelejen Israel juga percaya sebagian besar serangan di Sinai berasal dari Ansar Jerusalem, atau Ansar Bayt al-Maqdis. Setidaknya dua anggota sel Ansar Bayt al-Maqdis yang melakukan serangan pada 21 September 2012 dan berhasil mengirim seorang tentara Israel ke neraka berasal dari keluarga Thaghut Mesir di Delta Nile.

Menurut laporan yang dikeluarkan LWJ bulan lalu, terungkap komunikasi antara Muhammad Jamal al Kashef, ketua sel mujahidin Kota Nasr, dan Amir Al Qaeda Ayman al Zawahiri, bahwa Jamal al Kashef telah membentuk "kelompok untuk kami di Sinai." LWJ menambahkan dalam laporannya, "Ini hal yang menarik bahwa beberapa kelompok jihadi secara terbuka mengumumkan aliansinya dengan Al Qaeda."

Pada Desember 2011, satu kelompok jihadi yang menamakan diri Ansar al Jihad di Semenanjung Sinai mengumumkan pembentukan dan janjinya untuk "memenuhi sumpah Usamah bin Ladin (rahimahullah)."

Kemudian pada Januari 2012, Ansar al Jihad mengumumkan ba'iat mereka pada Amir Al Qaeda, Ayman al Zawahiri. "Kepada Amir kami tercinta dan syeikh yang kami yang terhormat, Abu Muhammad Ayman al Zawahiri ... dari tentaramu di Sinai, tanah para pelempar anak panah (Land of the Quiver/Mesir), kami bersumpah setia dalam keadaan baik dan buruk, dalam keadaan sulit dan lapang, dan mementingkan kebutuhan saudara kami," demikian Ansar al Jihad dalam sumpah bai'atnya.

Beberapa bulan kemudian, Dewan Syura Mujahidin di sekitar Baitul Maqdis, gabungan kelompok salafi jihadi, mengumumkan serangan lintas-perbatasan pada 18 Juni 2012 yang menewaskan seorang penduduk Israel sebagai "hadiah untuk saudara kami di Qaedat al Jihad dan Syeikh Azahiri" dan pembalasan terhadap kematian Usamah bin Laden rahimahullah. Pada Februari 2013, Dewan Syura Mujahidin di sekitar Baitul Maqdis mengeluarkan video yang berisi amaliyah istisyhadiyah yang dilakukan oleh seorang anggota sel selompok salafi jihadi pada serangan bulan Juni 2012, dan menggambarkan Khalid Salah Abdul Hadi Jadullah sebagai seorang syuhada Al Qaeda. 

sumber : lwj

(KabarDuniaIslam/LWJ)

No comments:

Post a Comment